
pagi pun tiba, kini matahari sudah menunjukkan sinarnya, dan dua insan itu masih tidur nyenyak dibawah selimut.
" Eughh "
Aleta membuka matanya, melihat tangan kekar yang masih memeluk pinggangnya dengan erat.
" Bagas bangun " ucap Aleta dengan suara serak khas orang bangun tidur
" 5 menit lagi yank " ucap Bagas mempererat pelukannya berharap Aleta akan tidur lagi.
" Kita sekolah Bagas " Aleta melepas pelukan Bagas dan bergegas turun dari ranjang kemudian ke kamar mandi tak lupa dengan handuk yang ia bawa
Bagas bangun menghembuskan nafas kasar, dia langsung menuju dapur untuk mengambil minum, rasanya tenggorokannya kering setelah bangun tidur.
Setelah Aleta selesai mandi, kini berganti dengan Bagas yang menuju kamar mandi.
Cup
" Ihh Bagas apa-apaan sih cium-cium " kesal Aleta menghapus jejak ciuman Bagas di pipinya
" Sorry " Bagas nyengir
" Yaudah sana mandi ntar telat lagi "
30 menit kemudian...
Kini mereka sudah siap dengan pakaian rapih ke sekolah dan sudah sarapan sebelumnya, mereka berangkat menggunakan motor milik Bagas. Sesampainya disekolah, mereka tak luput dari pemandangan kagum maupun iri dari para siswa maupun siswi.
" Baim.. " teriak Aleta saat berjalan di Koridor dan melihat Baim di depannya.
__ADS_1
Aleta berlari menghampiri Baim dengan tatapan tajamnya dan diikuti oleh Bagas dibelakangnya.
Baim menelan ludah kasar, dia tau apa yang akan terjadi karena sebelumnya memang sudah diberitahu oleh Bagas. Rencananya Baim mau gak berangkat sekolah hari ini karena takut amukan dari Aleta, tapi maknya Baim gak ngijinin , jadi Baim bersiap-siap saja menghadapi Aleta.
Tepat di depan Baim, nafas Aleta memburu dan tatapannya sangat tajam.
" Lo nyari masalah sama gue Im " ucap Aleta datar
Baim menggeleng cepat " Gak Al "
" Trus maksud lo ngirim foto gue sama Aldo diparkiran ke Bagas apa hah! " teriak Aleta benar-benar kesal
Baim tegang, melihat kearah Bagas meminta pertolongan, tapi Bagas malah acuh
" Gak usah liat-liat cowok gue " sinis Aleta
" Ada apa sih " tanya Nino yang baru saja datang.
" No, tolongin gue No " ucap Baim memelas
" Ngapa lo Im "
" Ibu negara ngamuk No " ucap Baim
Nino melirik Aleta, lalu Bagas, meminta penjelasan
" Udahlah Al, lagian fotonya juga udah gue hapus kok, dan emang gue gak percaya sama Baim waktu dua ngirim foto itu. Udah beres kan Al " lerai Bagas yang sedari tadi diam
" Foto? Baim? ngirim? apa sih maksudnya " tanya Nino bingung.
__ADS_1
" Ntar gue jelasin " ucap Bagas
" Yaudah deh, kali ini gue maafin tapi kalo lo ngulangin lagi " tuding Aleta
" Gue robek tuh mulut, gue patahin tangan lo juga " ancam Aleta
Baim mengangguk cepat. " Janji gak lagi "
" Ok " ucap Aleta lalu pergi
Baim membuang nafas lega " Makasih Gas " Baim tersenyum
" Udah santai lo kan sohib gue, walaupun gue kesel sih, tapi yaudah lah " ucap Bagas merangkul Baim
" Tapi makasih juga sama lo Im, berkat foto yang lo kirimin, gue jadi tau kalo si Aldo emang masih naksir sama Aleta, gue kan bisa waspada kalo nanti-nanti si Aldo nembak Aleta " jelas Bagas
Baim tersenyum lalu mengangguk
" Ini apa sih, kagak ngerti gue " kesel Nino
Baim dan Bagas pun tertawa.
Bonus
Aleta Anindya 😊
Uuuuhhh si Aleta cuantek kannn 😊
__ADS_1