Rain On July

Rain On July
PSIKOPAT


__ADS_3

"ah gua coba telpon ajalah"


...Memanggil...


...Berdering...


...Customer Aneh menolak panggilan anda...


"Cewe kok gini amat kalo lagi marah" gerutu Khoirul


Lalu khoirul kembali mencoba menghubungi Nisa


...Memanggil...


...Berdering...


"angkat woy angkat"


...00.01...


"ah di angkat"


"Halo?" kata pertama yang keluar dari mulut Khoirul


"Apa?!" saut Nisa dengan ketus dari arah sebrang telpon


"Apakah benar ini dengan Ibu Nisa?" Khoirul mencoba menggoda Nisa dengan suaranya yang di berat beratkan


"Apasih?!" jawab Nisa dengan nada kesal


"Jika ini benar,maka selamat Ibu memenangkan undinan Mobil" Khoirul menggodnya dengan suara yang di buat buat


tit tit tit.....


...00.38...


...Panggilan di akhiri...


"Lah?,kok di matiin?" Tanya khoirul sambil melihat kearah handphone nya


Lalu Khoirul mencoba menghubunginya kembali


...Memanggil...


...Memanggil...


...Memanggil...


"kok memanggil mulu sih"


Khoirul tak sengaja melihat Photo profil Nisa, yang ternyata kini berubah menjadi polos


"perasaan tadi ada photonya" batin Khoirul


Khoirul mencoba memastikan dengan mengiriminya pesan


"nis?" chat Khoirul


dan ternyata pesan yang di kirim Khoirul hanya stuck di centang satu


"wah si gob.... astaghfirullah....." Khoirul memejamkan matanya depresi dan mengelap wajahnya kasar


Dan benar saja Nomor Khoirul Di block oleh Anisa


"Woyyyyyy gua ini di rumah lu woy,gua ini tamu.ngapa lu kaya gini woyyy" Khoirul berteriak ke arah handphone nya


"Ya Allah mau seberapa besar lagi engkau memberiku cobaan" Khoirul mengeluh sambil melihat ke arah langit langit dan menghela nafas.


Khoirul mengambil bantal yang ada di samping nya dan menutup wajahnya dengan bantal lalu berteriak dengan sangat keras untuk melampiaskan kekesalannya


"Aaaaaaaahhhhhh!!!!!"


setelah selesai melapiaskan kekesalannya,Khoirul berinisiatif untuk pulang kerumah,dikarenakan merasa tidak enak dengan Anisa.


Khoirul bangun dari tempat tidur nya


Menaruh handphone di sakunya


Dan bergegas keluar dari kamar.


"tau gini mending tidur masjid gua" gerutu Khoirul


Khoirul menutup pintu kamar pelan pelan,agar tak mengganggu orang orang di sekitar


Khoirul mencoba mengingat ingat jalan yang ia lewati tadi


"nah ini tangga yang tadi"


"nah dari sini belok sini"


"ini......" Khoirul lupa dengan jalan yang ia lewati tadi.dan rumah Nisa sangat lah luas,membuat khoirul pusing. "ini... tadi belok sini ga sih?,coba ajalah"


begitu selesai memilih jalan dan jalan beberapa langkah,Khoirul bingung


"loh? kayanya tadi ga ada aquarium ini?" tunjuk Khoirul melihat Aquarium besar

__ADS_1


Khoirul mencoba balik lagi dan mengambil jalan yang lain.


setelah mengambil jalan lain dan jalan beberapa langkah....


"loh? kok ada meja tenis? tanya Khoirul melihat ada meja tenis di hadapannya


"ah berarti jalan yang satunya"


Khoirul kembali muter balik dan mencoba jalan yang lain


begitu jalan beberapa langkah...


"loh?,kok malah ada bengkel?" tanya Khoirul yang melihat bengkel di dalem rumah "perasaan tadi ga ngeliat bengkel"


Khoirul tak memutar balik arah,di karenakan ini jalan yang terakhir dan ia sangat yakin kalau dia tersesat


"bisa bisanya ada orang buat rumah segini ribetnya,mana ga ada peta nya lagi" ucap Khoirul memandang sekeliling ruangan yang penuh dengan spare part motor dan konci koncian berserakan di lantai


"loh? mas?" sapa Rio melihat Khoirul yang berdiri celingak celinguk di ruangan bengkelnya


"oh kak" saut Khoirul berbalik badan dengan cengengesan


"ngapain mas?" tanya Rio


"ah engga kak,cuman mau liat liat aja.kata Nisa kakak Anak Motor" Khoirul ngeles karna tak ingin ketahuan bahwa dirinya tersesat


"mana ada saya anak motor,saya anaknya Chen Farzan"


"Chen Farzan? siapa itu kak?"


"bapak saya lah" Rio Tertawa terbahak bahak setelah mengeluarkan punchlinenya "hahahhaa"


Khoirul yang tak mengerti pun hanya terdiam,mendengar jokes Rio


"loh kok diem? ga lucu ya?" tanya Rio


"oh ngelucu kak? ahaha ha haa haha lucu kok kak lucu hha aha aha ha" Khoirul mencoba tertawa mendengar jokes Rio yang begitu garing


"ga adek ga kakak,sama sama ga pernah nongkrong kayanya,gini banget selera humornya" gumam khoirul setelah mendengar jokes Rio


"mau liat apa mas?" tanya Rio


"engga,cuman mau liat motor kakak aja"


"oh kirain mau liat ketampanan saya hahahaha"


lagi lagi Rio mengeluarkan Jokes nya yang super garing,dan Khoirul hanya bisa mengimbanginya dengan mencoba tertawa maksa


"ahah ha ha hahaa huahahaha xixixix wkwkwkwk ha"


"Oh iya kak,kalo boleh tanya Pintu kearah luar dimana yaa?" tanya Khoirul dengan menoleh kanan dan kiri dan menggaruk garuk kepalanya bingung


"Kenapa?"


"saya mau keluar"


"ya tinggal keluar"


"tapi gatau lewat jalan mana"


"kok bisa gatau?"


"lupa kak tadi lewat mana"


"kok bisa lupa?,terus bisa dateng kesini kaya mana?"


"gatau kak,Saya kesesat kayanya kak"


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Khoirul,seketika membuat Anwar tak mampu menahan mulutnya untuk tidak tertawa.


"pfft...bhuahahahahhahahahha"


bahkan kini Rio tertawa sangat lepas.


masih dalam ketawa dzolimnya Anwar mengambil Handphonenya yang berada di saku,untuk menelpon Anisa dan menceritakan cerita lucu ini


Rio menelpon Anisa


"Halo dek"


"Ada apa bang?"jawab Nisa dari arah sebrang telpon


"Ini temenmu tersesat.kamu ga ngasih tau denah rumah kita ya" Sambil tertawa terbahak bahak


"Loh kok bisa tersesat,emang dia mau ngapain?"


"Katanya nyari pintu keluar"


tit tit tit.....


Anwar melihat ke arah handphonenya "Lah di matiin?" Anwar sedikit berhenti dari tawa dzolimnya begitu adiknya mematikan panggilannya.


"Nelpon siapa kak?" Tanya khoirul


"Nisa" Sembari mengantongi Handphonenya

__ADS_1


"Aduhhhh kak"


"Kenapa?"


"Gapapa kak,oh iya dimana ya kak Pintu keluar nya" Tanya khoirul dengan gelisah


"Mau keluar pintu yang mana?"


"Emang ada berapa pintu kak?"


"18"


"18 pintu keluar?"


"Iyaa"


"buset dah... ini rumah apa kabupaten" batin Khoirul


"Yang tadi saya markirin motor saya kak" ucap Khoirul


"Oh kalo itu dari sini lurus nanti belok kiri terus belok kanan nah kalo ketemu nanti sama vas bunga yang gede banget,belok kiri nah nanti dari situ lurus aja"


"Oh di situ kak.... Yaudah maks..."


Belum selesai dengan omongannya,seseorang menarik tangan Khoirul.


"Ehhhh..." ucap Khoirul yang terseret


"Gausah cerewet!,Ikut sini!"ucap Anisa menyeret Khoirul dengan tempo langkah kaki yang cepat


***


Anisa kembali membawanya ke kamar


"duduk!" perintah Nisa


Khoirul yang merasa bersalah hanya bisa menundukan kepala dan mengikuti perintah Nisa untuk duduk di atas kasur


"Maaf" Ucap khoirul dengan kepala tertunduk


"Mau kemana nyari pintu keluar?!" tanya Nisa dengan berkacak pinggang


"Mau pulang" Dengan suara yang sangat kecil dan kepala yang tertunduk


Nisa menyisir kasar rambutnya menggunakan jemari tangannya dan mengehela nafas,menunjukan ekspresi yang sangat pusing karna tingkah khoirul.


"Mau kamu itu apa? Hah?" Tanya Nisa


"Mau pulang" Jawab khoirul dengan suara sangat kecil dan masih dengan kepala tertunduk


"Kenapa? Ga betah tidur di kamar tamu? Atau kesepian? Yaudah tidur di kamar saya,bareng sama saya"


Mendengar Anisa berbicara seperti itu


Membuat Khoirul kaget dan seketika kepala khoirul terangkat melihat ke arah wajah Nisa.


Dan Pikiran Khoirul Kembali Traveling.


Khoirul tidak mampu berbicara sepatah katapun


Seakan otak nya sudah rusak karna di penuhi pikiran kotor.


khoirul hanya bisa menganggukan kepala secara perlahan dengan wajah ter nga - nga


akan tetapi Nisa mematahkan ekspetasi yang ada di pikiran kotor Khoirul dengan singkat,padat dan jelas.


"Jangan mimpi!" ucap Nisa dengan wajah Judes dan bergegas pergi dari kamar itu.


Sebelum menutup pintu Nisa berkata kepada Khoirul


"Tidur sini!,gausah keluar keluar!.kalo mau pulang besok pagi.awas aja kalo ketahuan kabur lagi.SAYA BUNUH KAMU!" Ucap Nisa dengan menunjuk ancam wajah Khoirul


Lalu Anisa menutup pintu dengan sangat keras Yang membuat Khoirul mengedipkan kedua bola matanya dan menelan ludah merinding,melihat Anisa yang begitu mengerikan.


"Ini keluarga aneh banget dah,yang kakak ganteng tapi hobi ngedzolimin orang.yang adeknya cantik tapi psikopat"


***


Anisa yang berjalan menuju kamarnya tertawa kecil dan mengingat semua ekspresi ketakutan Khoirul barusan


"Ternyata orangnya lucu ran" ucap Nisa cekikikan seraya menatap langit langit dan bergegas menuju kamarnya


***


...Jangan lupa tinggalin komen yaa,kalau memang ada yang kurang silahkan di sampaikan supaya saya bisa lebih baik lagi...


...Dan jangan lupa vote nya supaya saya semakin semangat menulisnya...


...Terima kasih semuanya...


***


Salam hangat dari saya appletine


***

__ADS_1


__ADS_2