
Waktu berlalu begitu saja tanpa mereka sadari bahwa mereka sudah berteman selama 3 bulan.
Taman Kota,13 maret 2019.
Mereka sedang duduk di kursi yang sama pada saat khoirul menyatakan perasaannya kepada Rani
"Kenapa?" Tanya Nisa
"Kenapa apa?" Khoirul kebingungan
"Kaya lagi nunggu seseorang?" Tanya Nisa yang melihat Khoirul celingak celinguk
"Nunggu? Engga ah.." Khoirul menutupinya
"Tapi wajah kamu mengatakan seperti itu"
"Ah engga belakangan ini saya lagi banyak pikiran aja" Khoirul masih mengelak tak ingin cerita dan memalingkan pandangan nya kearah langit
"Kenapa kamu gamau jadi sahabat saya?" tanya Nisa
Khoirul yang sedang menatap langit biru nan indah,Menanggapi pertanyaan Anisa
"coba kamu lihat itu" Khoirul menunjuk langit biru yang sedang ia tatap
Anisa mencoba mengikuti perintah Khoirul dan benar saja,Anisa terpesona dengan keadaan langit di hari ini.hari ini langit benar benar menunjukan keindahannya.biru,tinggi,luas itulah keadaan langit saat ini.
"gimana?" tanya Khoirul
"indah" jawab Nisa terpesona menatap langit biru
"saya gamau kehilangan langit biru itu Nis" jelas Khoirul
Anisa kembali bingung dengan ucapan Khoirul
"lah saya ga nanya tentang langit,yang saya tanyain sekarang tuh kenapa kamu gamau jadi sahabat saya?" tanya Nisa kembali menatap wajah Khoirul
Khoirul memalingkan pandangaannya pada langit biru tersebut menuju kearah wajah Anisa
"kamu itu langit biru itu bagi saya Nis" jawab Khoirul menatap mata Anisa
Pipi Anisa memerah setelah mendengar perkataan Khoirul,tubuhnya menunjukan bahwa ia sangat malu sekarang,ia tak tau reaksi apa yang ia tunjukan kini,seolah tubuhnya bergerak begitu saja.bahkan ia tak tau apa penyebab kini hati nya menjadi berbunga bunga.
"saya gamau kehilangan kamu Nis" ucap Khoirul dan menutupnya dengan senyuman hangat.
Khoirul kembali menatap Indahnya langit sedangkan Anisa hanya menatap wajah Khoirul dengan mengemban perasaan aneh yang kini ia alami.
tak ingin terus merasa malu dan merasakan perasaan aneh ini,Anisa mengalihkannya dengan mengajak Khoirul ke rumahnya.mengingat orang tua nya ingin sekali bertemu dengan Khoirul.
"Kerumah yuk,bosen di sini" Ajak Nisa
"Mau ngapain di rumah kamu?"
"Mamah sama papah mau ketemu kamu"
Khoirul yang sebelumnya menatap Indahnya langit secara instan menatap wajah Anisa kaget.
"Hah? Gimana gimana?" tanya Khoirul dengan ekspresi kaget tertera di wajahnya
"Papah sama mamah saya mau ketemu kamu,katanya bosen denger cerita doang dari sayaa"
"Alasannya?" tanya Khoirul yang masih tak percaya
"BOSEN CUMAN DENGER CERITA DARI SAYA" jelas Nisa dengan sedikit membesarkan volume suaranya
"Emang kamu sering cerita tentang saya?"
"Iyalah,kamu kan pacar saya" Nisa menggoda Khoirul
__ADS_1
mendengar ucapan Nisa membuat Khoirul menjadi salah tingkah
"Ah serius dulu kamu" ucap Khoirul dengan pipi memerah
"Loh kok pipi kamu merah?" goda Anisa menunjuk pipi Khoirul yang memerah
"Ah merah?engga kok,mana?" elak Khoirul seraya mengusap usap pipinya
"itu...." tunjuk Anisa
"ah ga ada,yaudah lah yuk kerumah kamu" ucap Khoirul mencoba mengalihkan pembicaraan.Khoirul tak ingin tertangkap basah bahwa dirinya tersipu malu akibat ucapan Anisa.
"hayuk...."
Sambil berjalan pergi dari tempat duduk itu,Khoirul masih melihat kearah belakang beberapa kali,Berharap Rani Andini sahabat lamanya muncul di hadapannya.Khoirul memang terkadang sering merasa seperti jatuh cinta ketika bersama Anisa,akan tetapi ia sadar betul bahwa belum ada yang bisa menggantikan Rani di Hatinya.
Bukan karna tak bisa melupakan Rani,Tetapi Khoirul tak ingin melupakan Rani.Karena Rani sudah menemaninya selama 4 tahun.Khoirul masih tak ingin melupakan kenangan yang sudah mereka ukir bersama.
***
dengan mengendarai motor tua Khoirul,mereka tiba di rumah Anisa.
Khoirul yang baru pertama kali melihat ayah Anisa, merasa heran Karena Ayahnya Nisa memakai Kaca mata Hitam di saat sedang membersihkan Rumput.
"Itu ayah kamu? Tanya khoirul sambil memarkirkan motornya
" Iya"
"Kok pake kaca mata item di rumah"
"Oh papah ga bisa ngeliat cahaya yang terlalu terang,karna dulu pernah oprasi mata gara gara kecelakaan"
"Ouwww begitu...."
Mereka menghampiri ayah Anisa yang sedang membersihkan rumput kecil yang berada di halaman rumahnya.
Khoirul langsung mencium tangan Ayahnya Nisa,yang membuat Ayahnya Nisa semakin tidak ragu untuk menitipkan anaknya kepada Khoirul
"Aduh.... Maaf banget ini tangan om kotor" ucap Ayah Nisa sambil membersihkan tangannya
"Ah engga papa om"
"Papah kok tumben ga panggil tukang aja buat bersihin rumput" Tanya Nisa
"Yah... Papah ngerasa bosen aja ga ada kerjaan.jadi yaa keinget kebiasaan dulu.yaa sesekali biar keluar juga keringetnya"
"Yaudah kalian masuk sana ada mamah di dalem,papah mau lanjut bersihin rumput ini, tanggung." Lanjut Ayah Nisa
"Iya pah" Ucap Nisa
"Yaudah yuk masuk" Nisa mengajak Khoirul
Di saat mereka hendak pergi menuju dalam rumah,ayahnya Nisa memanggil khoirul
"Rul... Eh khoirul kan nama kamu?" Tanya ayah Anisa
"Iya om"
"Itu motor masih gamau di jual"
"Aduh... Engga om... Cuman satu motor saya,kalo di jual nanti saya jalan kaki kalo maen sama Nisa" jawab Khoirul dengan cengengesan
"Yaaa nanti om ganti sama motor kaya Kak Rio,Harley Davidson?"
"Ahh gausah om... Lagian motor itu juga ga bakal saya jual kesiapa siapa om,banyak kenangannya om"
"Oh Begitu... yasudah lah"
__ADS_1
"Kenapa ga coba cari di COD aja om?" tanya Khoirul
"COD?" tanya Ayah Nisa yang asing dengan kata tersebut
"Iyaaa kaya grup di Facebook gitu... Di situ banyak yang jual kaya gini"
"Banyak sih tapi susah kalo nyari yang terawat kaya punya kamu gini,kaya baru keluar dari dealer" puji Ayah Nisa
"Ada kok om,tapi harganya lumayan tinggi om"
"Berapa tuh?"
"Yah... Enam sampe tujuh juta om"
"Yah... Kalo cuman segitu mah om ada,yaudah kamu bantu cariin yaa.nanti kalo ada kabarin om"
"Boleh saya minta nomor whatsapp om?"
"Oh boleh,minta aja nanti sama Nisa"
"yaudah om saya permisi kedalam dulu om"
"Iya rul"
Khoirul melangkahkan kakinya kedalam Rumah Anisa tetapi kali ini Khoirul tak melepaskan Alas kakinya.Khoirul yang sudah mengetahui bahwa keluarga Anisa non Muslim mencoba untuk bertoleransi dengan tidak mengucapkan salam
"permisi..."ucap Khoirul
Khoirul langsung di sambut oleh ibunya Anisa
"Oh ini yang namanya khoirul..." Sambut Ibu Nisa
"Iyaaa tante..." jawab Khoirul dengan ramah dan mencium tangan Ibunda dari Anisa pratiwi
"Uh... Nisa tuh banyak cerita soal kamu,terkadang juga dia sering uring uringan kalo kamu ga ada kabar seharian"
"Mah....." keluh Nisa kepada ibunda
"Kan memang iya" jelas Ibu Anisa
Pertemuan mereka berjalan sangat baik,Ayah dan ibu Nisa pun sangat menyukai Khoirul.dan sampai akhirnya Khoirul berpamitan pulang di karenakan hari sudah mulai gelap
"Mah pah khoirul mau pulang" Nisa memanggil kedua orang tuanya yang berada di dalam
Dan khoirul pun berpamitan kepada orang tua Anisa
"Om tante saya pamit Pulang" Khoirul mencium tangan kedua orang tua Anisa
"Oh iyaaa hati hati yaa rul" Ucap Ibu Nisa
"mari.... tante,om" ucap Khoirul menunduk sopan
Khoirul Keluar dari rumah Anisa,dan bergegas menuju motornya bersiap untuk pulang kerumah.Anisa datang menghampirinya dengan berlarian dan bertanya yang membuat Khoirul terhenti sejenak dari niatnya untuk pulang
"Kapan dong saya di kenalin ke orang tua kamu?"
"hah?" jawab bengong Khoirul di atas motornya dengan memegang stang motornya.
***
...Jangan lupa tinggalin komen yaa,kalau memang ada yang kurang silahkan di sampaikan supaya saya bisa lebih baik lagi...
...Dan jangan lupa vote nya supaya saya semakin semangat menulisnya...
...Terima kasih semuanya...
***
__ADS_1
Salam hangat dari saya appletine
***