
Mentari sedari tadi beranjak pergi,langit yang sebelumnya terang kini menjadi gelap.dikarenakan sang awan gelap tak mengizinkan Bulan untuk menerangi bumi.aku tak tau apa konflik yang terjadi di atas sana,tetapi yang pasti ini bukan pertanda baik untuk penutup di hari ini
"Terima kasih kak... Sudah berkunjung..." Sapa khoirul kepada customer terakhir yang hendak pergi keluar dari kafe
Khoirul terus memperhatikan customer terakhir tersebut yang pergi menuju pintu keluar kafe
Bahkan khoirul terus memperhatikan pintu kafe walau Customer tersebut sudah menghilang dari pandangannya
Wajah khoirul tersenyum sedih ketika melihat hujan turun dari arah luar kafe
"Hujan ya..." ucap Khoirul dalam hati
Khoirul menuju pintu kafe
Ia membuka pintu kafe dan melihat ribuan tetes air hujan membasahi kota yang ia tinggali saat ini
Ia mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari arah langit yang membuat ia kembali teringat moment terakhir bersama Rani.
"Suasana ini.... Persis seperti di hari itu...."
***
FLASHBACK MODE ON
***
Khoirul mengambil handphone dari sakunya
Ia mencoba mencari nama Rani di benda pipih yang berada di tangannya
"Ah ini dia"
Khoirul menelpon Rani
"Halo ran"
"Iya rul ada apa? Gua lagi eskul nih"
"Sore nanti bisa ketemu ga?"
"Bisa sih.jam berapa?"
"Jam empat sore"
"dimana?"
"Tamkot"
"Oh okeee"
"See you"
"See you"
Khoirul mematikan telpon nya dan menaruh benda pipih itu kembali ke saku celananya
*btw tamkot tuh singkatan dari taman kota
***
Awan gelap di sertai angin yang kencang dan sambaran kilat,terpapang di wajah langit
Khoirul duduk di salah satu kursi di taman kota tersebut
"Ga mendukung bener hari ini yaa,mana lagi Rani ini?.mana mau ujan lagi" ucap khoirul yang gelisah menunggu kedatangan Rani
Tak lama kemudian Rani Datang
"Sorry yak agak ngaret,ada urusan sedikit tadi di eskul" ucap Rani sembari menaruh tas sekolahnya di samping khoirul
"Yeee ngaret mulu lu mah"
"Baru ini gua ngaret!" Rani Bekacak pinggang yang tak Terima dengan pernyataan Khoirul
__ADS_1
"Yaudah sini duduk" ajak Khoirul sambil menepuk kursi yang ia duduki
"Kaya ada yang ga biasa nih,kesambet apa lu? Mau ngomongin apa sih?"
"Duduk dulu lu sini cepet"
Rani duduk di samping khoirul
"Eh btw nanti malem jadi kan nonton?" Tanya Rani mengenai janji Khoirul kemarin malam
"Jadi lah"
"Mau ngomong apa lu?,awas kalo ga penting ya.gua tonjok lambung lu" Ucap Rani Sambil tertawa kecil
"Aduh.... Lucu sekali joke bapack bapack ini" Khoirul menggoda joke Rani yang begitu tua
"Bacot lah,cepetan lu mau ngomong apa,mau ujan ini"
"Jadi sebenernya Ran..."
"Apa?"
Khoirul mengeluarkan silverqueen dari saku belakangnya dan berkata
"Gua suka sama lu ran" Khoirul menyodorkan silverqueen yang ada di tangannya kearah Rani dengan raut wajah ceria terpampang di wajah Khoirul
Mendengar pernyataan Khoirul,membuat Rani terdiam dan Seketika suasana menjadi hening.
Angin bertiup kencang menyelimuti tubuh mereka,sambaran kilat di langit langit membuat suasana menjadi sangat tidak berpihak kepada perasaan khoirul yang sangat berbunga bunga.
Rani tak menggubris Silverqueen yang berada di hadapannya.
Rani menunduk dan raut wajah tanpa senyum,menanggapi omongan khoirul
" Lu lupa sebulan yang lalu gua ngomong apa?" tanya Rani Terhadap sahabatnya yang tengah menyatakan perasaan kepadanya.
Khoirul yang tak peka dengan suasana Hati Rani,masih bersikeras ingin menyatakan perasannya dan menjawab pertanyaan Rani dengan enteng
Mendengar jawaban Khoirul yang begitu menyepelakan ucapannya di bulan lalu serta pembawaanya yang begitu meremehkan membuat Rani sedikit tersulut emosi
"Lu kira gua main main sama kata kata itu?!" ucap Rani membentak Khoirul
Suasana semakin hening dan tegang
Khoirul menelan ludah setelah mendengar Rani membentaknya
Glek
Tetapi itu tidak membuat Khoirul tergoyah sedikitpun untuk terus mencari jawaban atas pernyataan terhadap sahabatnya tersebut.
Mengingat sifat Rani yang begitu tempramen sedari awal kenal.
Hal hal seperti ini sudah menjadi makanan sehari hari bagi khoirul semenjak bersahabat dengan Rani.
"Ya kayanya ga mungkin sih, lu ga nemuin gua lagi" Khoirul melakukan pembelaan
Mendengar ucapan Khoirul yang begitu menyepelakannya semakin membuat Rani naik pitam
"Ga mungkin kata lu?! Lu bener bener nantangin gua yaa" Wajah Rani penuh kecewa
"Yaaa gua ga nant..."
Rani memotong omongan khoirul dengan mengambil silverqueen yang ada di tangan Khoirul secara paksa dan menghancurkan silverqueen tersebut menggunakan kedua tangannya lalu membantingnya tepat di hadapan Khoirul
"Berati lu udah tau kan konsekuensinya?!" ucap Rani dengan menatap tajam wajah khoirul lalu pergi meninggalkan khoirul.
Hujan turun tepat sesudah Rani menyelesaikan ucapannya dan Rani segera pergi meninggalkan Khoirul.
Sedangkan Khoirul hanya duduk terdiam mematung dengan tatapan kosong,membiarkan hujan membasahi tubuhnya.
Hujan lebat tidak lagi terasa oleh khoirul
Di karenakan hatinya yang sangat kacau.
__ADS_1
Semenjak Rani pergi khoirul tidak bergerak sedikitpun dari tempat duduk itu.
Khoirul sangat bingung dan hatinya sangat hancur.
Sambaran kilat,angin bertiup kencang di sertai suara gemuruh yang sangat dasyat.
Membuat Langit di Kota itu semakin mengerikan.
Seperti akan datangnya kiamat di hari itu.
Tetapi hal itu tidak membuat khoirul tergerak sedikitpun dari tempat duduknya.
Setengah jam khoirul duduk di bangku itu dan masih merasa bingung.
Tak lama kemudian Hujan pun terhenti.
khoirul masih belum beranjak pergi dari tempat duduk itu.Orang orang di sekitar merasa heran melihat khoirul,karna pakaian yang di pakai khoirul sangat basah kuyup akibat guyuran hujan yang menimpanya barusan.
khoirul masih duduk diam mematung.
"Kok rasanya gini yaa,kaya sakit banget di dada" Ucapan yang di ulang ulang khoirul di dalam hati
Deng deng deng..... suara motor jangkrik datang ke arah Khoirul
Sesorang turun dari motor tua nya tersebut lalu menghampiri khoirul
"Setengah jam lebih gua merhatiin dari kafe itu lu ga gerak gerak semenjak di tinggal cewe lu,lu lagi jadi patung bang?" Tanya pria asing yang menghampiri khoirul
Khoirul mengangkat kepala dan melihat kearah seseorang yang berbicara dengannya Sambil berkata
"Hah?" Dengan wajah penuh kebingungan.
Dan benar saja orang yang mengajak khoirul berbicara adalah anwar yang kini menjadi kakak angkat khoirul.
Itulah pertama kali mereka bertemu.
dan khoirulpun di perkenal kan kepada komunitas Motor Antik Indonesia atau sering di singkat MAI
Karna Anwar melihat,sepertinya khoirul memiliki hobi yang sama sepertinya.
Dan sejak saat itu pun Rani menghilang dan tak pernah muncul lagi di hidup Khoirul
***
FLASHBACK MODE OFF
***
melihat Khoirul yang sedang melamun di depan pintu kafe,Anwar berniat untuk membuat Khoirul kaget.
"Woy!" teriak Anwar mengagetkan Khoirul dari arah belakang sembari memegang kedua pundak khoirul
"Weh..elu kak" ucap Khoirul yang terkaget
"Ngapain lu?,ngelamun jorok lu ya?" tanya Anwar
"Ah engga lah kak" jawab Khoirul yang membela dirinya dan masuk kedalam kafe meninggalkan Anwar
"yee si gobl*k... gua kesini,dia malah masuk" ucap Anwar yang kesal di tinggal adik angkatnya tersebut
***
...Jangan lupa tinggalin komen yaa,kalau memang ada yang kurang silahkan di sampaikan supaya saya bisa lebih baik lagi...
...Dan jangan lupa vote nya supaya saya semakin semangat menulisnya...
...Terima kasih semuanya...
***
Salam hangat dari saya appletine
***
__ADS_1