
"assalamu'alaikum" ucap Khoirul begitu telapak kakinya menyentuh lantai rumah.
"Walaikumsalam" sambut ibu khoirul
Khoirul mencium tangan ibunya.
khoirul adalah anak yang berbakti kepada orang tuanya.Tidak seperti anak remaja lain.semasa hidup khoirul,khoirul selalu berbakti kepada ibunya karna hanya ibunya lah satu satunya keluarga yang ia punya.Ayah Khoirul Meninggal di saat khoirul umur 3 tahun.Kakek nenek khoirul sudah tiada sejak khoirul belum di lahirkan
Yap bisa di bilang ayah dan ibu khoirul adalah pasangan yatim piatu.Setelah ayah khoirul meninggal,Hanya ibunya lah kini kelurga Khoirul satu satunya.
"Maaf Bu semalam khoirul ga pulang kerumah?"
"Kamu kemana nak?"
"Aku nginep di rumah Nisa bu"
Khoirul bisa menutupi apa saja atau pun berbohong dengan siapa saja,Tetapi tidak dengan ibunya.dia selalu terang terangan kepada ibunya.karna dia tidak ingin membuat ibunya kecewa.
"Nisa siapa Nak?
" Ada bu,teman baru Khoirul,orangnya aneh"
"Orang mana nak?"
"Eh... Nanti khoirul jelasin Yaa bu.khoirul lagi buru buru bu"
"Oh iya tadi Kakak mu kesini"
"Iya ini mau kesana lagi,tadi udah sampe sana di suruh pulang gara gara belum mandi sama ga pake sepatu"
Khoirul mengambil handuknya dan mengalunginya di sekitaran lehernya bertujuan untuk mandi.
akan tetapi langkahnya terhenti sejenak ketika ia mengingat Anwar memarahinya tadi dan Khoirul pun mengadu ke ibu nya perihal ia di marahi oleh Kakak angkatnya.
"Bu masa tadi kak Anwar marah marah bu"
"marah marah kenapa nak?"
"Yaa karna telat itu bu"
"Yaaa wajar lah nak kamu di marah,kamu kan salah"
"Yaa tapi ga sampe kena potong gaji juga lah bu,selama satu tahun khoirul kerja,ga pernah telat.masa iya baru sekali telat ga ada toleransinya."
"Yaaah namanya salah nak,Yaa mungkin dia ingin tegas ke kamu supaya kamu ga manja"
"Yaudah deh,khoirul mau mandi bu"
Khoirul memang sudah dewasa,kini usianya sudah menginjak umur 19 Tahun akan tetapi sikap ia terhadap ibunya tak pernah berubah,ia selalu seperti anak anak jika bersama ibunya.sikap manjanya tak pernah hilang,bahkan tak jarang ia selalu meminta ibu nya untuk menyuapinya ketika makan atau bahkan menemaninya ketika tidur.
***
selesai sudah kegiatannya membersihkan tubuh,kini Khoirul langsung bergegas menuju kafe SEDERHANA untuk bekerja
"Bu aku pamit kerja Yaa bu" Khoirul mencium tangan ibunda
"iyaaa Hati hati nak,loh kok ga pake sepatu?.nanti di marah lagi sama kakakmu"
"Oh iya bu lupa hehehe"
Khoirul memakai sepatunya dan bergegas menuju kafe
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
***
tin... tin...
suara klakson mobil yang terparkir di depan pintu,Anisa sangat kenal dengan suara mobil itu.itu adalah suara mobil ayahnya.seperti biasanya Anisa sangat berantusias menyambut kepulangan kekasih yang sangat ia cintai dan cinta pertamanya yang tak lain dan tak bukan adalah ayah kandungnya.
"papah...." sambut Nisa dengan melebarkan kedua tangannya
sang ayah menerima sambutan putri bungsunya dengan memeluknya dan mengusap rambut panjangnya yang indah
"Tumben pah pulang cepet"
"Iya kerjaan papah di sana udah selesai,mana abangmu?" tanya Sang ayah sembari melepas pelukannya.
"Bang di panggil papah" Ucap Nisa memanggil abangnya
"Iya pah" Sambut Rio
"Tuh titipan kamu,ambil di bagasi belakang yaa"
Rio langsung bergegas menuju bagasi mobil ayahnya
__ADS_1
"Wih.... Makasih banyak pah.ini yang Rio cari selama ini" senyuman bahagia tertera di wajah Rio ketika ia melihat barang yang sangat di nanti nantikan olehnya.knalpot harley Davidson Street 500.
"Motor Terus" Celetuk Nisa
"Bilang aja kamu iri dek dek" jawab Rio
"Ngapain iri"
"Mangkanya bisa naik motor"
"Males panas,enak naik mobil"
"Tadi malem naek apa hayo?" Rio menggoda Anisa seraya menunjuk wajah Adiknya tersebut
"Diem sih bang!" bentak Nisa yang mencoba menutupi kejadian semalam,ia tak ingin ayah nya dengar tentang kejadian semalam.
Ayah Nisa yang menyadari bahwa mobil Nisa tak ada di rumah pun bertanya
"Oh iya dek mobil kamu kemana?"
"Hm.... Ada kok pah" jawab Nisa
"Di tinggal pah,dia pulang naik motor butut itu" ucap Rio menggoda Anisa
"Nah ini motor siapa? Katanya kamu ga bisa naik motor" Tanya ayah nisa sambil melihat kearah motornya khoirul
"Hayo loh.... Di Tanya papah tuh" Rio masih terus mengkompori Anisa
"Diem sih bang!" Bentak Nisa terhadap abangnya
Rio terus tertawa kegirangan melihat emosi adiknya yang memuncak
"Jadi sebenernya tuh,ini motor khoirul pah" ucap Nisa
"Khoirul?" Tanya Papahnya Nisa
"Iyaaa amanah Rani ituloh pah"
"Oh... Khoirul..... udah ketemu orangnya?" tanya Ayah Nisa
"Udah kok pah"
"Cieee ketemu calon suami... Bilang apa kamu sama abang mu yang baik hati ini" Rio tak berhenti menggoda adiknya
Rio adalah orang yang menemukan khoirul
Rio dan Anwar memiliki hubungan yang cukup baik meskipun mereka berbeda komunitas.
Anisa pernah di beri tau oleh Rani mengenai Khoirul,bahkan Nisa sudah pernah melihat dengan mata kepala nya sendiri,seperti apa Khoirul tersebut.Akan tetapi waktu itu Nisa merasa Bahwa Khoirul bukan orang penting,jadi ia tak terlalu mengingat wajahnya.
"bang!" Bentak Nisa terhadap abangnya yang super duper ngeselin.
sedangkan Rio masih terus tertawa melihat emosi adiknya yang semakin memuncak.
"Terus gimana orangnya?" Tanya ayah Anisa
"Ganteng kok pah" respon Nisa dengan cepat
"Ganteng tapi Kampungan pah,masa masuk rumah sendalnya di lepas,dan yang paling parah pah,dia kesasar di rumah kita pah" celetuk Rio dan di lanjutkan dengan tertawa super bahagia
Anisa yang sudah tak tahan dengan tingkah abang kandungnya tersebut mengambil sendal di kaki kirinya dan melemparkan kearah abangnya tersebut.
melihat adiknya yang semakin emosi,Rio semakin senang dan tak bisa berhenti ketawa.
"Nisa jangan kaya gitu,papah sama mamah ga pernah ngajarin kamu kurang ajar sama abang mu" tegur sang Ayah dengan Tegas
"Yaa abang itu tuh pah" keluh Nisa menatap tajam wajah sang Kakak yang terus menggodanya.bukannya ia takut ketika melihat Anisa marah,justru ia malah tambah senang dan kegirangan
"Yaudah dibiarin aja,kan kamu tau kalo abangmu begitu"
"Iya pah" ucap Nisa pelan dengan kepala tertunduk menuruti perintah sang ayah
sedangkan Rio masih terus tertawa bahagia di arah sebrang sana melihat Anisa di marahi oleh papahnya
"emang enak" ucap Rio tak bersuara dari arah sebrang Anisa "wleee" lanjut Rio dengan tertawa bahagia
"awas aja!!!" ancam Nisa tak bersuara merujuk kepada sang kakak
"Papah ga nanya dia ganteng atau engga,papah nanya sikapnya"
"oh kalo dia sih orangnya baik,pantang menyerah,ceroboh,ngeselin,bodoh,dan yang pasti papah suka,dia tanggung jawab"
Papah Nisa selalu berkata kepada Nisa perihal mencari pasangan
***
FLASHBACK MODE ON
__ADS_1
***
"Nis.. Nanti kalo kamu sudah dewasa,kamu sudah mengenal pria.satu pesan papah Nis... Kamu ga perlu cari yang kaya yang ganteng yang jabatannya tinggi,yang perlu kamu cari itu cuman satu.Pria yang bertanggung jawab.paham?"
dengan tubuh mungilnya ia menganggukan kepalanya
"toss dulu" ajak Ayah Nisa kepada putri bungsunya
***
FLASHBACK MODE OFF
***
mendengar pernyataan sang Anak yang terlalu terang terangan mengenai Khoirul,Kini Ayah Anisa mencoba menasehati Anaknya tersebut.
"Papah tau kamu orangnya jujur tapi jangan kelewat jujur,sampe kekurangannya di sebutin juga"
"Nanti kalo ga adek omongin di kira papah,adek nutupin sesuatu"
"Yaudah yaudah papah masuk dulu,itu di dalem mobil ada pizza nanti kasih ke khoirul yaa... sekalian di tanya,motornya mau di jual ga?"
"Loh kenapa pah? Papah mau beli?" Tanya Nisa
"Iyaaaa gara gara ngeliat motor ini papah keinget waktu jaman pacaran sama mamah"
"Lah bukannya papah orang kaya,kok naek begituan pah?" Tanya Rio
"Dulu itu yang kaya mamah mu,papah mah orang susah.papah aja dulu ga di restuin sama kakek kamu buat deketin mamah kamu.tapi papah orangnya keras"
"Terus papah buktiin,dan jadi orang kaya" tanya rio
"Enggalah mamahmu sama papah aja kawin lari,ngebuktiin nya setelah kamu umur 2 tahun Rio" ucap sang ayah menunjuk Rio
"Usaha papah terus meningkat semenjak kamu umur dua tahun,waktu kamu belum lahir mah.susah susahnya orang kami ini,sampe mamah dan papah nunda buat anak.setelah 3 tahun menikah,ayah bangun usaha.Pelan pelan,papah tekunin sampe akhirnya yaa seperti sekarang.Papah baru di terima kakek kamu waktu kamu umur 4 tahun rio.karna usaha papah bisa nyaingin usaha kakek kamu.Disitu lah Ayah baru jadi menantu Dari kakek kamu" jelas sang ayah
"Ouwww begitu...." Rio mengangguk anggukan kepalanya
"Oh iya pah,mamah mana?" Tanya Nisa setelah menyadari bahwa mamahnya tak bersama papahnya
"Oh mamah tadi ketemu temen lama waktu beli pizza,katanya mereka mau shopping shopping.nanti sore minta jemput katanya"
"Yaudah pah adek pinjem mobilnya"
"Mau kemana?"
"Kemana lagi pah kalau bukan menjemput sang calon suami" Celetuk Rio yang menggoda adiknya tersebut
dengan wajah amarah Nisa menghampiri sang kakak Dan berbicara di depan wajah kakaknya.
"Bisa diem gak?!"
Lalu sang kakak membalas dengan mendekatkan wajahnya kearah wajah adiknya.
"Enggak" ucap Rio sambil menggoyangkan kepalanya seperti orang india
mendengar Respon sang kakak,membuat Anisa tak pikir panjang lagi dan langsung mengambil sendal dari kaki kanannya berniat untuk menimpuk kepala sang kakak yang sangat sangat ngeselin.akan tetapi Rio yang sudah tau bahwa adiknya berniat ingin melemparnya menggunakan sendal pun bergegas lari kearah belakang sambil membawa knalpot nya dan tertawa meledek.
"Rio..." Panggil sang ayah yang membuat langkah Rio terhenti dan menghampiri sang ayah
"Iya pah"
"Udah lah... kan kamu tau tempramen adikmu" tegur sang ayah
"Iya pah ini rio mau kebelakang kok"
Rio berjalan kebelakang sambil menjulurkan lidahnya "Wleeeee" Menggoda Adiknya sambil tertawa kecil.
Nisa yang sudah tak tahan dengan tingkah abangnya,dengan sekuat tenaga melemparkan sendal yang ada di tangan kanannya kearah sang kakak.
"Nisa....." tegur sang Ayah
"Iya pah maaf" Nisa menundukan kepalanya bersalah
***
...Jangan lupa tinggalin komen yaa,kalau memang ada yang kurang silahkan di sampaikan supaya saya bisa lebih baik lagi...
...Dan jangan lupa vote nya supaya saya semakin semangat menulisnya...
...Terima kasih semuanya...
***
Salam hangat dari saya appletine
***
__ADS_1