Rain On July

Rain On July
AH! TELAT!


__ADS_3

Khoirul membuka matanya pelan dan ia melihat keadaan kamar nya yang berubah drastis


"hah?" mata Khoirul membelalak besar begitu melihat kamarnya menjadi sangat mewah


seketika ia terkaget dan terbangun dari tidurnya


"loh? kamar gua mewah amat?" batin Khoirul melihat keadaan sekitar seraya mengusap usap kedua bola matanya,untuk memastikan bahwa matanya baik baik saja


dan benar saja setelah beberapa kali ia mengusap matanya dan mengedipkan mata,keadaan kamar nya tetap tak berubah.ia mencoba untuk mengingat ingat apa yang terjadi sebelumnya,sebelum akhirnya kamar nya menjadi sangat mewah seperti sekarang.tentu saja isi kepalanya yang sangat kecil tak mampu mengingat hal hal remeh seperti itu,untuk sementara Khoirul mengabaikan apa yang terjadi pada kamarnya.


"bodo lah,yang penting kamar gua ga berubah jadi kolong jembatan aja"


tangannya menjalar kearah saku celananya untuk mengambil benda pipih yang biasa ia gunakan.dengan keadaan mata tersayup sayup mengantuk,ia meraih benda pipih yang ada di sakunya tersebut dan melihat sesuatu yang tak biasa muncul di layar benda pipih tersebut.


*54 panggilan tak terjawab dari Kak Anwar


"hah? kenapa nih kak Anwar" tanya Khoirul pada handphone yang di genggamnya sekarang


Khoirul yang penasaran langsung mencoba menghubungi kakak angkatnya tersebut.


"Hallo kak,kenapa?" tanya Khoirul pada kakak angkatnya


"Kenapa pala lo pitak!.ini udah jam berapa!.kenapa lu ga kerja?! Lu kan udah ambil semua jatah cuti lu bulan ini" teriak Anwar Dengan nada membentak dari arah sebrang telpon


Khoirul merasa bingung dengan apa yang di ucapkan kakak angkatnya


"ga kerja?,baru juga jam berap....." gumamnya terputus begitu ia melihat jam yang ada di handphonenya


...PUKUL 10.02...


...12 JANUARI 2019...


"MATI GUA" gumamnya dengan memegang kepalanya


"eh.. ah eh sorry kak gua kesiangan" ucap Khoirul dengan terbata bata


"Gua tadi kerumah lu.kata emak lu,lu ga pulang.tidur di mana lu?"


seketika Khoirul bingung begitu mendengar pernyataan kakak angkatnya tersebut


"hah? kalo gua ga tidur di rumah,ini gua tidur dimana?" gumamnya


secara tiba tiba sekumpulan ingatan berkumpul di kepala Khoirul semuanya tersusun menjadi satu yang membuat ia akhirnya tahu bahwa sekarang ia tidur di rumah


"Nisa!" teriak Khoirul


"Hah Nisa? Nisa siapa?" tanya Anwar


Khoirul keceplosan dan memukul dahinya dengan telapak tangan nya


"ah enggak kak,salah denger lu.tadi kata gua Bisa!,pasti bisa!"


"engga engga tadi gua denger jelas lu ngomong Nisa"


"maksud gua pasti bisa sampe sana 15 menit"


"ah engga lu tadi..."


"yaudah gua otw kak,tunggu 15 menit gua sampe" ucap Khoirul memotong ucapan Anwar dan mencoba mengalihkan pembicaraan dengan langsung menutup telponnya.


Khoirul bergegas keluar dari kamar dan langsung menuju kafe dengan berlarian


"yaela.... gua lupa ini bukan rumah,ini kabupaten" ucapnya ketika melihat rumah Nisa yang begitu luas dan ribet.


"ah kemaren lewat sini" Khoirul terus berlarian dan berusaha mengingat arahan dari Kakaknya Nisa semalam


"terus kesini"


"terus.... ah belok kiri"

__ADS_1


"nah itu dia vas bunga gede,dari sini lurus aja..."


Khoirul terus berlarian,ia tak memperdulikan ada tuan rumah yang berada di ruangan tamu.


"itu temen mu kenapa?" tanya Rio pada adiknya,melihat Khoirul yang berlarian


"entah" jawab Nisa mencoba mengikutinya dari belakang dan mencari tau


sampai akhirnya Khoirul sampai di pintu keluar tempat ia memarkirkan motornya semalam.


"ah motor gua pake rusak segala lagi..." gerutunya dan lanjut berlarian menuju gerbang rumah Anisa


"Rul!!!" teriak Nisa dari depan pintu rumahnya


Khoirul yang sudah setengah perjalanan menuju gerbang membalikan badannya dan bertanya


"kenapa?!"


"mau kemana?"


"kerja.sorry yak ga pamit.udah telat!" teriak Khoirul


Khoirul kembali berlarian menuju pintu gerbang


"motor mu?!" teriak Nisa dengan keras


"titip sini bentar!" teriak Khoirul tak membalikan badannya


***


Buat yang tanya kenapa Khoirul memakai Sendal tidak memakai Sepatu,itu karna pada hari tersebut sepatu Khoirul di cuci dan Anwar juga sempat menegurnya


11 JANUARI 2019


PUKUL 07.00


Kafe SEDERHANA


Khoirul tau persis bahwa memakai sepatu adalah bagian dari SOP yang ada di kafe tempatnya kini bekerja.akan tetapi apa boleh buat jika sepatu yang ia cuci ternyata tidak kering pada saat ia menjemurnya.


"Sepatu gua basah kak" ucap Khoirul cengengesan


"Kan lu udah tau aturan di sini harus pake sepatu"


"Untuk hari ini aja kak" Khoirul masih cengengesan


"Okelah,tapi besok pake sepatu ya"


"Iya kak aman"


Ini di saat sebelum bertemu Nisa yakk


***


12 JANUARI 2019


Kafe SEDERHANA


Pukul 10.34


Terlihat dari arah pintu datang seorang pria dengan wajah dekil dan nafas ngos ngosan


"Sorry kak"


Yah itu adalah khoirul.


"tadi lu bilang 15 menit sampe sini!"


"ya kan memang 15 menit"

__ADS_1


"gua tonjok pala lu,ini setengah jam lebih m*nyet!"


"sorry lah kak,tadi angkotnya lelet bener"


Anwar yang merasa heran melihat Khoirul tidak membawa motornya dan melihat wajah nya yang begitu dekil dan nafas ngos ngosan pun bertanya


"ngapa lu naek angkot? Kemana motor lu?"


"Ada kak,mogok motor gua jadi gua tinggal dulu"


kini mata Anwar tertuju pada alas kaki yang di pakai Khoirul


"Nah ini kenapa pake sendal lagi ini? Kan kemaren gua udah bilang"


"Gua belum pulang kak"


"Sekarang lu pulang,ambil sepatu,mandi.pokoknya yang rapih.gamau gua ngeliat karyawan gua kaya gini" Anwar menegaskan aturan di Kafe nya


"Tapi yang jaga kafe siapa kak?"


"Yaa gua lah"


"Emang ga papa kak?"


"Yaa gapapa lah,tinggal gua itung aja lu telat berapa jam terus potong gaji"


"Yah.... Jangan gitu lah kak,sama adek sendiri lu ini"


"Adek adek,kerjaan kerjaan. ga bisa di gabung gabungin"


"Yah.... Kak" dengan wajah memelas khoirul meminta belas kasian dari Anwar


"Okeee gua ga bakal potong gaji,tapi ada syaratnya"


"Apa syaratnya kak?"


"Lu harus kasih tau siapa Nisa dan lu harus ceritain kenapa lu ga pulang"


Mendengar hal itu membuat khoirul berpikir sejenak.


"hm........"


sampai Akhirnya Khoirul mengambil keputusan yang paling bijak menurutnya.


"Okelah kak potong gaji aja" Khoirul langsung berbalik badan dan berjalan menuju keluar kafe


"Nisa itu cewe cantik kemaren yaa?" tanya Anwar merujuk Anisa


Khoirul tak menanggapinya dan langsung keluar dari kafe


Merasa di abaikan oleh adiknya angkatnya Anwar sedikit merasa kesal


"Memang anak Anj*ng" umpat Anwar


***


...Jangan lupa tinggalin komen yaa,kalau memang ada yang kurang silahkan di sampaikan supaya saya bisa lebih baik lagi...


...Dan jangan lupa vote nya supaya saya semakin semangat menulisnya...


...Terima kasih semuanya...


***


Salam hangat dari saya appletine


***


.

__ADS_1


__ADS_2