Rain On July

Rain On July
Pizza dari ayah mertua?


__ADS_3

ting ting


terdengar suara seseorang menekan bell yang ada di meja kasir


dengan sigap anwar menuju meja kasir


"Selamat datang di Kafe SEDERHANA,ada yang bisa di bantu?" Sambut Anwar dengan ramah tamah


"Kak boleh nanya ga?" tanya Customer yang membunyikan bell tersebut


"Iya mau tanya apa?


" Khoirul nya ga kerja?" tanya Customer tersebut dengan menenteng 2 kotak pizza


"Loh kok kenal khoirul?" tunjuk heran Anwar "Oh kamu yang kemaren malem duduk sama khoirul di kursi nomor 4 kan?" tanya Anwar


"Iya kak"


"Pantes kaya ga asing"


customer tersebut memberikan sebuah kotak pizza yang ada di tangannya "nah Kak"


"loh apa apaan ini?" tanya Anwar bingung dengan Customer yang memberikan nya sekotak pizza


"ini pizza" jelas Customer tersebut


"Loh saya ga pesen pizza loh" jelas Anwar yang masih kebingungan


Seketika Customer tersebut tertawa mendengar hal yang di ucapkan Anwar


"Memang saya mirip penjual pizza ya?" tanya Customer tersebut


"Oh engga maksudnya...." Anwar kebingungan dan dia berpikir apakah ada yang salah dari kata kata nya tadi "maksud saya tuh bukan gitu.. maksud saya ehm..." Anwar merasa tak enak dengan ucapannya barusan


"Ini buat kakak,kakak ini namanya Kak Anwar kan?,Kakaknya Khoirul" Customer memotong cepat perkataan Anwar yang belum selesai


"Loh kok tau?"


"Khoirul sedikit cerita kemaren,nih ambil anggap aja permintaan maaf saya Karna parkir mobil seharian" Nisa memberikan pizzanya


"Ohhh itu mobil kamu...." Anwar menerima pizza nya dengan senyuman palsu


"Untung lu cantik dek,dek.kalo engga gua maki maki lu.Parkir Mobil seharian,memangnya ini Parkiran Bapak lu?" gumam Anwar dalam hati


"Khoirul kemana ya kak?"


"Oh dia lagi pulang sebentar"


"Nanti kesini?"


"Iyaa"


"Yaudah saya pesan americano dua ya kak"


"Dua?"


Customer tersebut menganggukan kepalanya


"Saya duduk di kursi nomor empat ya kak"


"Baik americano dua totalnya 30.000"


Customer tersebut langsung melakukan pembayaran


"Americano dua duduk di kursi nomor empat,ada tambahan lagi?" tanya Anwar


"Udah itu aja kak"


"Baik pesanan on proses,silahkan menunggu.terima kasih" Ucap Anwar dengan Penuh senyum


***

__ADS_1


Kadang juga ia takluk.... Tat kala harus berpapas sandi tengah pelariannya....


terdengar lagu payung teduh yang begitu sopan masuk kedalam telinga di putar dalam kafe tersebut.


Anwar datang dengan dua gelas kopi americano


"Americano dua" ucap Anwar ramah dan menaruhnya dengan sangat berhati hati


"Terima kasih"


"Sama sama.... Eh btw makasih yaaa pizza nya kalo boleh tau siapa namanya?"


"Nama saya Anisa Pratiwi kak"


"Oh.... Anisaaa Yaa?,berati semalem khoirul tidur di rumah kamu?"


"Loh kok tau?"


"Iyaa tadi khoirul sedikit cerita"


Anwar tertawa girang dalam hati,begitu mengetahui hal yang di sembunyikan Khoirul kini berasa di depan matanya.


"Oh... Ini orangnya.boleh boleh lu rul.... Sekarang gua tau kartu As lu" gumam Anwar dalam hati


"Oh yaudah di lanjut Yaa,saya mau lanjut kerja" ucap Anwar untuk mengakhiri pembicaraannya


"Iyaaa kak"


Anwar menuju ke meja Kasir.


***


Tak lama kemudian Khoirul datang.


"assalamu'alaikum" ucap Khoirul riang


Melihat kakaknya sedang memakan pizza membuat Khoirul tergiur dan langsung menghampiri kakaknya.


"Gausah banyak bacot lu,ambil apron lu langsung kerja" Jawab Anwar Dengan mulut penuh makanan


"Wih masa lu tega bener kak,kasih waktu lah gua buat makan bentar,belum makan gua ini" ucap Khoirul seraya tangannya mengambil sepotong pizza


melihat tangan Khoirul yang begitu lancang secara sontak Anwar memukul tangan Khoirul.


"Et siapa suruh lu ngambil ngambil,ga sopan!"


"Yaelah sama adek sendiri segitunya lu.tapi tumben lu beli pizza ada acara apa nih?"


"Mana ada beli,gua di kasih sama PACAR BARU LU"


"Pacar gua? Siapa?"


Lalu Anwar menunjuk Nisa dengan mulutnya "Tuh....."


Khoirul melihat kearah mulut Anwar menunjuk "Astaghfirullah sejak kapan kamu disitu" tanya khoirul melihat Nisa sedang minum kopi


"Sejak.... Sebelum Kak Anwar bilang kalo saya pacar kamu,kenapa kamu cerita kalo saya pacar kamu?.kan kita baru kenal" tanya Nisa


Seketika Anwar tertawa mendengar kalimat yang keluar dari mulut Anisa dengan mulut penuh makanan "bhuk~huohoohoho"


"Ah... Engga kok... Saya ga pernah cerita kaya gitu,Kak Anwar aja ini ngarang ngarang" ucap Khoirul kikuk


"Masa?" tanya Nisa


"Iyaaa sumpah" ucap Khoirul dengan menanggakat dua jari di dekat telinga untuk meyakinkan Nisa


"Buktinya Kak Anwar tau kalo kamu tidur di rumah saya,katanya kamu tadi sedikit cerita" bantah Nisa


Khoirul menjadi sangat malu dan langsung menatap tajam kearah Kakaknya


"apa?!" tanya Anwar sewot dengan mulut penuh makanan

__ADS_1


"Kak kayanya kita harus ngobrol sebentar" tatap tajam Khoirul


"Okeee" Jawab Anwar sambil menaruh pizza dan berhenti dari aktivitasnya


mereka berdua menuju dapur untuk berbicara


"Tinggal sebentar Yaa nis" senyum Khoirul sambil menahan rasa malu


"Dadah pacarnya Khoirul" goda Anwar Sambil melambaikan tangan kearah Nisa


Nisa membalasnya dengan lambaian tangan juga


***


"Kak kayanya gua ga jadi potong gaji deh,gua mau ngikutin syarat lu"


"Et sudah terlambat... Gua sudah tau semuanya.... Jadi gausah banyak bacot.ambil apron lu langsung kerja.kalo gamau potongan gaji lu makin gede"


"Tapi kak gua ga paca..."


"Et ga ada tapi tapi an Mau kerja apa gua pecat?"Anwar memotong cepat ucapan Khoirul


seketika Khoirul langsung memakai apronnya "Kerja kak gua mau kerja,permisi...."


Khoirul menuju meja Kasir


"Nah itu baru adek gua"


***


Grrr~


Perut khoirul berbunyi,mengingat ia belum mengisi perutnya sedari bangun dari tidurnya.melihat sisa pizza di meja kasir membuat Khoirul tergoda.Tanpa pikir panjang khoirul mengambil sepotong pizza sisaan Anwar tersebut


"Lumayan buat ganjel perut"


Di saat Khoirul hendak memakan pizza Nisa menegurnya dari arah Kursi nomor empat


"Eh punya siapa itu... Ini punya kamu ada sendiri di bawain sama papah" Nisa menegur Khoirul


"Hah?" jawab Khoirul dengan respon andalannya


"Ini pizza punya kamu" ucap Nisa mengangkat pizza yang ada di mejanya


Khoirul menaruh kembali pizza nya dan menghampiri meja Nisa untuk mencari tau maksud dari ucapan Nisa barusan


"Maksud kamu gimana? Papah kamu bawain pizza buat saya?" Tanya khoirul dengan heran


Bagaimana tidak heran,wanita yang baru ia kenal kemarin siang kini membawakannya pizza.yang lebih membuatnya heran ialah pizza ini pemberian Ayahnya.


"Iyaa" jawab Nisa dengan menganggukan kepalanya


"Dalam rangka apa?" tanya Khoirul


"KITA PACARAN" jelas Nisa


"Hah?"


lagi lagi Khoirul di buat gila dengan pernyataan wanita yang baru ia kenal kemarin siang


***


...Jangan lupa tinggalin komen yaa,kalau memang ada yang kurang silahkan di sampaikan supaya saya bisa lebih baik lagi...


...Dan jangan lupa vote nya supaya saya semakin semangat menulisnya...


...Terima kasih semuanya...


***


Salam hangat dari saya appletine

__ADS_1


***


__ADS_2