Rain On July

Rain On July
Langit Biru


__ADS_3

"Dalam rangka apa?"


"KITA PACARAN"


"Hah?" wajah Khoirul kembali di buat ter nga nga oleh pernyataan Nisa yang tak masuk akal baginya.


bagaimana bisa wanita yang baru kemarin siang ia kenal,kini menyatakan bahwa mereka berdua pacaran.


"kapan gua nembak dia?" gumam Khoirul bingung


"Pacaran terus...." Celetuk Anwar melihat Khoirul sedang berduaan dengan Anisa


"Engga pacaran kok kak" bela khoirul dengan cepat


"Itu ada pelanggan di depan meja kasir,kerja dulu baru pacaran" tegas Anwar sebagai pemilik kafe


"Oh sorry kak"


Khoirul bergegas menuju Meja Kasir


"Iya kak ada yang bisa di bantu?" Tanya khoirul terhadap customer yang ada di depan meja kasir


"Ehm... Chocho ice 2 yang satu topingnya cheeze yang satunya toping oreo ya kak" Ucap customer tersebut


"Minum sini?"


"Bungkus aja kak"


"Totalnya 34.000"


"Nih uangnya kak" Customer memberikan uang


"baik..." Khoirul mengambil uang dari Customer tersebut dan mencetak struk pesanan "Ini struknya dan ini kembaliannya,tunggu sebentar Yaa kak" beri Khoirul ditutup dengan senyuman ramahnya.


Khoirul membuatkan pesanan


Di saat khoirul sedang membuatkan pesananan


Nisa beranjak dari tempat duduknya dan berpamitan dengan khoirul seraya lewat di hadapannnya


"Rul saya ada urusan,Saya pulang dulu yaa"


"Tapi kan pertanyaan Saya belum di jawab?" tanya Khoirul sembari tangannya bergerak cepat membuatkan pesanan


"Udah buatin aja dulu itu pesanannya,nanti salah buat di komplain kamu.dadah PACARKU" Nisa melambaikan tangannya sembari menuju pintu keluar


"eh nis nis?!" teriak Khoirul memanggil Anisa


akan tetapi Anisa tak menggubrisnya dan tetap berjalan ke arah pintu keluar


"Ini kak pesanannya,chocho ice with cheeze dan oreo" Khoirul memberikan Pesanan Customer


"Itu pacar nya mas?,mirip model ya,cantik, tinggi" Customer bertanya seraya tangannya menerima pesanannya


"Ah... Kakak bisa aja,cantikan kakak lah" Khoirul memuji customer


"Ah masa iya mas?"


"Iyaa kak sebelas,dua belas lah,tapi kakak dua belasnya"


Customer menjadi salting,pasalnya wanita yang di lihat nya barusan benar benar cantik dan tipe wanita ideal masa kini.


"Terima kasih atas pujiannya mas,saya permisi dulu yaa"


"Iyaa kak Terima kasih,jangan lupa mampir lagi yaaa" Ucap Khoirul dengan ramah


*kunci berjualan ialah membuat customer senang dengan customer senang kemungkinan besar ia akan jadi langganan.


setelah melihat tak ada lagi Customer yang ingin memesan,pandangan Khoirul Kini tertuju pada meja nomor 4.Khoirul menuju kearah meja nomor 4 Dan melihat sekotak pizza dan dua gelas americano.Khoirul merasa heran dan bertanya tanya


"Ini kenapa dia pesen dua yaa?,tapi yang di minum cuman satu" tanya Khoirul Sambil mengangkat gelas yang sudah di minum dan melihat kearah gelas yang belum di minum


"Buat lu itu..." Celetuk Anwar dari belakang


"Ah... Masa sih kak?" Khoirul membalikan badannya masih dengan memegang segelas kopi yang sudah di minum

__ADS_1


"Yakan lu pacarnya"


"Di bilang gua ga pacaran,baru juga kenal kemaren" jelas Khoirul


kling.


bunyi notif pesan dari HP khoirul,Khoirul mengambil Handphone yang berada di saku nya dan melihat


*1 pesan dari Customer Aneh


Khoirul membuka Pesan tersebut


"Itu pizza nya dimakan,di suruh papah.dan itu saya pesenin buat kamu satu Americano" isi dari pesan yang kini berada di layar handphone Khoirul


khoirul membalasnya


"Engga Nis ini kayanya salah paham deh,saya ga pernah cerita kalo saya pacaran sama kamu ke kak Anwar,saya cuman cerita kalo saya tidur di rumah kamu"


"Iyaa iyaa,Kamu orangnya terlalu serius ya...,selow aja kale..." jawab Nisa dengan emot tertawa di ujung pesan


"Yaaa saya cuman takut nanti saya kira kamu serius,saya nya kepedean"


"Jangan serius serius"


"Kenapa?"


"Nanti sakit hati" lanjut Nisa dengan mengirim emot ketawa sebanyak seratus tujuh puluh lapan miliyar empat puluh tiga akar enam belas


"Dah dulu yaa" Lanjut chat Nisa mencoba mengakhiri Chat mereka


"iya" balas Khoirul dan kembali melihat kearah meja yang ada di hadapannya,terdapat dua gelas kopi dan satu kotak pizza di meja tersebut.


Grrr~


mendengar suara cacing cacing di perutnya sudah mulai demo,Khoirul tak pikir panjang lagi.ia langsung membuka sekotak pizza yang ada di hadapannya.


"Lumayan lah.... Rejeki anak soleh...,ga sia sia gua jadi anak soleh"


*fun fact : soleh asidiq adalah nama ayah Khoirul


pada saat ia mengunyah.ia merasakan ada sensasi beda di mulutnya.ia mencoba terus memastikan,apakah ada yang salah dari mulutnya.


"ehm... rasanya...."


ia terus mencoba mengunyah,dan mencari tau apa yang salah dari mulutnya.


"rasanya... kok gini" matanya kini tertuju pada sepotong pizza yang ada di tangannya.


"norak lu" celetuk Anwar yang kebetulan lewat dan melihat wajah Khoirul yang kebingungan akibat memakan pizza


"enggak kak ini rasanya aneh,coba geh lu cicipin" Khoirul menyodorkan sepotong pizza kearah Kakak Angkatnya


"sini" Anwar mengambil potongan pizza itu dan langsung memakannya


Khoirul memperhatikan wajah Anwar begitu serius


"apaan lu liat muka gua kaya gitu" sewot Anwar dengan mulut penuh makanan


"gimana rasanya kak?"


"yaa enak.." jawab Anwar


"kok punya gua gini rasanya"


"itu mulut lu yang norak,biasa makan nasi pake tempe bacem,sok sok an makan Roti pake keju"


"oh gini rasa roti campur keju... aneh ya"


"lu tuh aneh" jelas Anwar " dah sini kalo gamau biar gua abisin"


"nih" ucap Khoirul memberikan seluruh pizza nya,sekaligus sisa pizza yang ada di tangannya


"apa apaan nih,bekas gigitan lu ini.abisin abisin" bantah Anwar memberikan kembali sepotong pizza bekas gigitan Khoirul


Khoirul mengambil kembali sepotong pizza tersebut lalu menuju dapur untuk membuang pizza tersebut.

__ADS_1


***


"nih makanan bener bener ga cocok sama lidah gua" Khoirul membuangnya ke kotak sampah


mata Khoirul kini tertuju pada pizza yang barusan ia letakan ke dalam kotak sampah


"kenapa lu baik banget sama gua?,apa yang lu cari dari gua?" gumam Khoirul merujuk pada seseorang yang memberikan nya pizza tersebut


Khoirul termenung sejenak mengingat semua tingkah laku Anisa kepadanya


"ah bodo amat lah,ga mungkin sih kalo dia ngincer gua" ucap Khoirul sebelum Akhirnya ia kembali bekerja


****


3 bulan berlalu.....


Hari demi hari berjalan seperti biasa.Khoirul menjalani aktivitasnya seperti biasa,menjaga Kafe,berkumpul dengan anak anak MAI,terkadang bermain bersama Anisa.


Hubungan Anisa dan Khoirul pun semakin dekat,Tetapi hubungan mereka hanya sebatas teman.Khoirul tak ingin lebih dari teman,karna ia takut mengalami hal yang sama.


Ketika dia bersahabat lalu jatuh cinta lalu di tinggal pergi.


Kejadian yang di alami khoirul terhadap Rani di jadikan pelajaran hidup yang sangat berharga Dan dia tak ingin mengulanginya.


Khoirul masih menantikan kedatangan Rani


Setiap minggu ia datang ke taman kota dan duduk di kursi yang sama,kursi dimana terakhir kali Khoirul melihat Rani.


Tak jarang juga ia pergi bersama Anisa dan membuat Anisa bingung.Yang membuat Anisa bingung ialah,Khoirul duduk di tempat yang sama ketika di taman kota seperti sedang menunggu kedatangan seseorang,akan tetapi sesorang tersebut tak pernah datang.


dan Anisa juga merasa bingung,mengapa Khoirul tak ingin menjadi sahabatnya.


Sampai suatu ketika Anisa memberanikan diri untuk bertanya


"Kenapa kamu gamau jadi sahabat saya?" tanya Nisa


Khoirul yang sedang menatap langit biru nan indah,Menanggapi pertanyaan Anisa


"coba kamu lihat itu" Khoirul menunjuk langit biru yang sedang ia tatap


Anisa mencoba mengikuti perintah Khoirul dan benar saja,Anisa terpesona dengan keadaan langit di hari ini.hari ini langit benar benar menunjukan keindahannya.biru,tinggi,luas itulah keadaan langit saat ini.


"gimana?" tanya Khoirul


"indah" jawab Nisa terpesona menatap langit biru


"saya gamau kehilangan langit biru itu Nis" jelas Khoirul


Anisa kembali bingung dengan ucapan Khoirul


"lah saya ga nanya tentang langit,yang saya tanyain sekarang tuh kenapa kamu gamau jadi sahabat saya?" tanya Nisa kembali menatap wajah Khoirul


Khoirul memalingkan pandangaannya pada langit biru tersebut menuju kearah wajah Anisa


"kamu itu langit biru itu bagi saya Nis" jawab Khoirul menatap mata Anisa


Pipi Anisa memerah setelah mendengar perkataan Khoirul,tubuhnya menunjukan bahwa ia sangat malu sekarang,ia tak tau reaksi apa yang ia tunjukan kini,seolah tubuhnya bergerak begitu saja.bahkan ia tak tau apa penyebab kini hati nya menjadi berbunga bunga.


"saya gamau kehilangan kamu Nis" ucap Khoirul dan menutupnya dengan senyuman hangat.


Khoirul kembali menatap Indahnya langit sedangkan Anisa hanya menatap wajah Khoirul dengan mengemban perasaan aneh yang kini ia alami.


***


...Jangan lupa tinggalin komen yaa,kalau memang ada yang kurang silahkan di sampaikan supaya saya bisa lebih baik lagi...


...Dan jangan lupa vote nya supaya saya semakin semangat menulisnya...


...Terima kasih semuanya...


***


Salam hangat dari saya appletine


***

__ADS_1


__ADS_2