Rain On July

Rain On July
Es Krim


__ADS_3

"Om tante saya pamit Pulang" Khoirul mencium tangan kedua orang tua Anisa


"Oh iyaaa hati hati yaa rul" ucap Ibu Nisa


"mari... tante,om" ucap Khoirul menunduk sopan


Khoirul Keluar dari rumah Anisa,dan bergegas menuju motornya bersiap untuk pulang kerumah.Anisa datang menghampirinya dengan berlarian dan bertanya yang membuat Khoirul terhenti sejenak dari niatnya untuk pulang


"Kapan dong saya di kenalin ke orang tua kamu?"


"hah?" jawab bengong Khoirul di atas motornya dengan memegang stang motornya.


"Kamu masih ga berubah yaa,hah hoh hah hoh mulu"


"Yaa saya heran aja sama pertanyaan kamu"


"Heran kenapa?"


"Kenapa kamu mau ketemu sama orang tua saya?"


"Yaaa memangnya ga boleh?"


"Ya boleh boleh aja... Cuman kan untuk apa?"


"Yaaa untuk kenalan lah,saya aja udah ngenalin kamu ke orang tua saya,masa kamu ga ngenalin saya ke orang tua kamu"


Khoirul terdiam sejenak untuk berpikir.... sampai akhirnya ia mengambil keputusan


"Nanti deh kapan kapan saya kenalin yaa,yaudah saya pulang yaa"


"Oke deh... Tapi janji yaa?"


"Insya Allah" ucap Khoirul


Khoirul memutar kontak on dan mengayunkan engkol motornya menggunakan kaki kanannya dan langsung menarik tali gas untuk pergi menuju rumah.


Anisa terdiam bingung menatap Khoirul,sampai akhirnya Khoirul menghilang dari pandangannya.


yang membuat Anisa bingung ia lah kata terakhir yang di ucapkan Khoirul.


***


"Mah pah mau nanya" Nisa bediri di pintu menghadap kedua orang tuanya yang sedang duduk di kursi sofa ruang tamu.


"Mau nanya apa dek?" Jawab ayahnya Nisa


"Insya Allah itu apa?" tanya Nisa


"Insya Allah tuh seperti semoga atau ga janji tapi di usahakan" Celetuk kakaknya Nisa yang sedang bermain handphone di atas sofa


"Memang kenapa dek?" Tanya ayah nya Nisa


"Itu bahasa apa yaa bang?" Tanya Nisa pada abangnya


"Itu bahasa Arab,memang kamu ga punya temen muslim?" Tanya Rio kepada sang adik


"Muslim?"


"Muslim tuh sebutan untuk orang yang memeluk agama Islam"


Nisa menggelengkan kepala


"Mangkanya jadi orang jangan jutek,biar punya banyak temen" Ucap Rio


"Memang abang punya?" Tanya Nisa


"Banyak lah,apalagi Anak HDI.mayoritas Anak muslim"


*HDI singkatan dari Harley Davidson Indonesia Sebuah komunitas motor yang berisi orang orang yang gemar memakai motor Harley Davidson


Yap... Keluarga Anisa adalah Minoritas di negara Indonesia


Ayah Nisa campuran dari China dan Indonesia


Sedangkan ibu Anisa Orang Tionghoa Asli tidak ada campuran


Dan mereka menganut agama KongHucu


Walau mereka Keluaga China.


Tetapi Hanya Anisa dan ibu nya yang Pandai berbahsa Mandarin


Sedangkan Ayah Anisa hanya mengerti tetapi tidak bisa berbicara bahasa Mandarin Dan Rio sama sekali tidak mengerti bahasa Mandarin Karna baginya bahasa itu sangat ribet dan tidak berguna


"Zhǐ zhīdào zhè yīdiǎn. Àomàn (Baru tau gitu aja sombong)" respon kesal Nisa setelah mendengar ucapan Sang kakak yang begitu sombong mengetahui tentang muslim

__ADS_1


"Hah?" Respon bengong Rio mendengar adiknya berbicara menggunakan bahasa mandarin


kebiasaan Anisa ia lah,sering menggunakan bahasa mandarin ketika merasa kesal.


Ayah dan ibu Nisa tertawa melihat Rio yang tak mengerti apa yang di ucapkan adiknya tersebut


"Loh pah mah kok ketawa?, memang Nisa ngomong apa?" tanya Rio dengan bingung melihat orang tuanya tertawa akibat ucapan Nisa


"Wèishéme?, Ràng wǒmen xuéxí pǔtōnghuà! (Kenapa? Mangkanya belajar bahasa Mandarin!)" ucap Nisa dengan ketus


Ayah dan ibu Nisa hanya bisa tertawa dan tidak menanggapi apa yang di ucapkan Rio


"Mah pah kasih tau lah,dia ngatain Rio yaa?" tanya Rio yang merasa di diskriminasi


Ayah dan ibu Nisa terus tertawa


"Zhōngwén dàn bù huì shuō zhōngwén! (Orang China tapi ga bisa bahasa china!)" gerutu ketus Nisa meninggalkan mereka menuju kamar dengan nada kecil tetapi masih terdengar jelas oleh ibu dan ayahnya.


Rio yang masih bingung dengan apa yang di ucapkan adiknya,hanya bisa terdiam.


"Dia ga ngatain kamu kok" ucap Ibu Nisa tertawa menutup mulutnya


"Tapi kok mamah sama papah ketawa" ucap Rio dengan wajah memelas karna tak tau apa yang di ucapkan adiknya tersebut


"Lucu soalnya" jawab ibu masih lanjut dalam tawanya


"Ah... Keluarga ini curang..Tunggu aja Rio bakal les bahasa Mandarin"


***


Khoirul sedang mengendarai motor menuju kearah rumahnya


"Dimana kamu ran?.... Hampir dua tahun saya nunggu kamu,apalagi sekarang saya Ada Anisa Ran,saya takut posisi kamu tergeser oleh Anisa di hati saya Ran.saya takut saya lupa semua dengan kenangan yang udah kita buat Ran" gumam galau Khoirul di atas motor


Di pertengahan jalan khoirul berhenti sejenak di depan supermarket yang biasa ia kunjungi dengan Rani dulu.


Lalu Khoirul melihat kearah Kursi yang pernah mereka patahkan.


"Nostalgia banget Ran... Sekarang kursinya udah di renovasi Ran.. Kamu ga perlu takut lagi kalo kursinya bakal patah"


Dan khoirul mengingat momen dimana mereka mematahkan kursi tersebut saat sedang memakan es krim.


***


FLASHBACK MODE ON


***


"Tapi kayanya kursinya goyang deh" jawab Rani dengan ragu


"Goyang doang ini mah,aman..." Khoirul meyakinkan Nisa


merasa yakin dengan ucapan Khoirul,Anisa pun duduk di sebelah Khoirul.


Tak lama mereka duduk.Terdengar suara besi yang patah.


*kreeeekkk... Ddak!


Kursi yang mereka duduki patah,Mereka berdua pun tersungkur dan eskrim mereka jatuh ke tanah.


Mereka saling menatap dan tertawa akibat dari kursi patah tersebut.


"Kan gua udah bilang" Ucap Rani


"Gua kira kuat ran" Khoirul tertawa


"Yah eskrimnya jatoh lagi,beli lagi ini mah"


Dan mereka kembali masuk ke dalam super market untuk membeli eskrim lagi


"Dah lah kali ini berdiri aja" Ucap khoirul


"Iyaaa lumayan harga eskrim nya" Jawab Nisa


Lalu mereka tertawa lagi ketika melihat kursi yang mereka patahkan.


Itulah kenangan yang ada di kepala khoirul saat ini.


***


FLASHBACK MODE OFF


***


Lalu khoirul masuk kedalam super market untuk membeli eskrim.

__ADS_1


Ketika ia sudah membeli eskrim ia pun duduk di kursi yang pernah mereka patahkan tetapi kini kursi itu sudah di renovasi


"Ran... Kalo sekarang saya sanggup beliin kamu eskrim sepuluh setiap harinya.saya ga bakal nyangka lah Ran kalo Kamu akan semarah ini" ucap khoirul melihat kearah eskrim


"Ini eskrim yang kamu suka kan?.lebih tepatnya yang kita suka ran"


Khoirul kembali teringat tentang kenangan mereka ketika es krim yang mereka suka hanya tersisa satu di dalam Rak es


***


FLASHBACK MODE ON


***


"Gua dapet duluan" ucap Rani sambil menjulurkan lidahnya menggoda Khoirul


"Emang sisa satu?"Khoirul mengecek isi rak es


"Cari aja kalo ada" Rani langsung menuju kasir untuk melakukan pembayaran


"Kak es krim yang kaya gitu ga ada lagi tah?" Khoirul bertanya kepada karyawann super market tersebut


"Iyaaa kak belum stock lagi,mungkin minggu depan baru ada" jawab Karyawan tersebut


"Yaela... Ran lu ambil yang lain aja ran.itu buat gua" ucap khoirul meminta es krim Anisa


"Males banget... Ini udah gua bayar"


"Yaa nanti gua ganti"


Rani membuka eskrim lalu menjilatnya Dan memberikan nya kepada khoirul.


"Nah... Kalo mau udah gua jilat tapi"


"Yaudah sini.."


"Tapi boong" Rani menjulurkan lidahnya "wleee"


Lalu Rani menggoda Khoirul dengan memakan eskrim di depan khoirul sambil berkata


"Uh... Enaknya...." Rani tertawa bahagia menggoda Khoirul


Di saat Rani lengah,khoirul mengambil es krim di tangan Rani dan langsung menjilatnya


"Hm... Iya Enak Ran" Khoirul pun membalasnya dengan tertawa bahagia


"Ah.... Lu mah..." keluh Nisa kepada Khoirul


"Yaudah neh gua pulangin" Khoirul menjilat seluruh bagian es krim sebelum memberikannya kepada Anisa


"Ah lu mah jorok.. Udah bekas gua juga masih aja mau.bodo lah gua mau pulang" Rani langsung keluar dari supermarket Dan meninggalkan khoirul


"Dih... Ngambekan kek bocah"


Rani langsung menuju jalan dan memanggil Angkot


"Ran sini gua anter!" Teriak Khoirul


"Engga motor lu butut.sering mogok" Rani Langsung Naik angkot dan membuang muka menununjukan keseriusannya dalam marahnya.


***


FLASHBACK MODE OFF


***


Seketika khoirul tertawa mengingat kejadian tersebut


"Tapi memang dari dulu lu tukang ngambek ran,gua kira lu cuman ngambek sesaat kaya waktu itu.gataunya malah ngilang beneran lu" ucap khoirul sambil memakan es krim yang barusan ia beli dan melihat kearah langit yang mulai gelap.


terdengar suara Adzan maghrib


"Aih udah adzan,sholat dulu ini mah"


Khoirul menghabiskan es krim nya lalu bergegas menuju masjid


***


...Jangan lupa tinggalin komen yaa,kalau memang ada yang kurang silahkan di sampaikan supaya saya bisa lebih baik lagi...


...Dan jangan lupa vote nya supaya saya semakin semangat menulisnya...


...Terima kasih semuanya...


***

__ADS_1


Salam hangat dari saya appletine


***


__ADS_2