Rain On July

Rain On July
Misi Membujuk Nisa


__ADS_3

"Kita mau kemana?" Tanya khoirul yang terseret seret


"Ke kamar" Jawab Nisa menarik Tangan Khoirul dan berjalan cepat


"Hah?"


Seketika Pikiran Khoirul Kembali Traveling dan fantasi liar yang tadi menghilang entah kemana,kini muncul lagi dan mendominasi lagi isi pikiran Khoirul.


"Besok kita ke psikolog ya?" Tanya Nisa yang kesal dengan kebiasaan khoirul yang selalu merespon dengan kata 'Hah?'


Khoirul hanya bisa menganggukan kepalanya secara perlahan dan tidak peduli dengan perkataan Nisa,dikarenakan kini pikirannya di dominasi oleh pikiran kotor.


***


Setibanya di kamar


Suasana begitu gelap,keheningan begitu terasa,tak ada mahluk lain selain Anisa dan Khoirul di dalam kamar ini.


dengan nada lembut nan halus Nisa berbicara


"Nah kamu tidur sini,ini kamar tamu,yaaa maklum lah kalo agak berantakan sedikit"


mendengar Ucapan yang keluar dari mulut Anisa,sedikit membuat Khoirul tersadar.


"Hah? Kamar tamu?" batin Khoirul masih dalam lamunannya,sisa dari pikirannya yang traveling tadi


Melihat khoirul yang melamun dan tidak menanggapi ucapan Nisa,Nisa pun memanggilnya berulang kali


"Rul rul rul,helloo... Kamu kesambet?"


Khoirul tak menggubris ucapan Nisa,Ucapan Nisa justru membuat Khoirul kembali teringat dengan beberapa kalimat terakhir yang Rani lontarkan waktu itu.


***


FLASHBACK MODE ON


***


.


"Kaya ada yang ga biasa nih,kesambet lu? Mau ngomongin apa sih?"


"Mau ngomong apa lu?,awas kalo ga penting ya.gua tonjok lambung lu"


"Kita jadi nonton kan nanti malem?"


itu adalah beberapa kalimat yang teringat di kepala Khoirul ketika mengingat Rani


***


FLASHBACK MODE OFF


***


"Gua masih simpen loh ran tiket bioskopnya,lu gua hubungin,gua tunggu di bioskop,sampe sekarang lu ga pernah muncul ran.gua cuman mau tarik semua omongan gua ran" batin Khoirul masih dalam lamunannya.


merasa di abaikan,Nisa sedikit berteriak di telinga Khoirul


"Khoirulll!!!"


Khoirul merasa kaget lalu sadar dan merespon Anisa dengan bingung "Hah? Iya kenapa?"


"Kamu kesambet yaa?" tanya Nisa


"Engga saya cuman keinget dengan sahabat lama saya,soalnya suara kamu mirip banget sama dia.sorry yaa kalo saya ga nyimak.tadi kamu ngomong apa aja?"


Seketika Anisa hilang dari hadapan Khoirul dan terdengar suara tutupan pintu yang sangat Keras


Dddaaak!


Khoirul menelan ludahnya mendengar suara tutupan pintu yang begitu kasar dan keras.


"Nis?" Khoirul Memanggil Nisa dengan nada ketakutan


Anisa tidak menggubrisnya dan Khoirul hanya mendegar suara langkah kaki yang berjalan semakin menjauh.


"Kayanya dia marah nih sama gua,aduh mana gelap lagi"


Khoirul meraba raba dinding mencari tombol lampu


"Nis ini ngidupin lampu nya kaya mana nis?!" teriak khoirul

__ADS_1


Namun Anisa tidak menggubris sedikit pun,dan Khoirul terus mencari tombol lampunya.


"Nah ini dia tombol lampunya"


ketika lampu menyala,semua terlihat jelas.Khoirul terpesona melihat Kamar tamu yang begitu mewah.


"WWAAHH......Ini di ibaratin kucing kampung,di adopsi sama orang yang biasa pelihara kucing anggora nih.kamar tamu aja segini mewahnya.mana ada kamar mandinya lagi,edaaaan edaaan" Khoirul menggelengkan kepalanya kagum


merasa sangat lelah setelah mendorong motor, membuat Khoirul ingin memanjakan tubuhnya dan sedikit merenggangkan otot ototnya yang tegang dengan menjatuhkan seluruh tubuhnya di atas kasur berwarna biru yang ada di hadapan nya.


Bukk...


"ah.... akhirnya...."


ucapan Khoirul terputus,matanya membelalak besar.begitu tubuhnya menyentuh kasur berwarna biru tersebut


"Ini kasur apaan woy,empuk banget..... mana wangi banget,parah parah...." Khoirul tersenyum sumringah


"Ga sia sia gua dorong motor setengah jam lebih.tapi kalo dia bisa jadi istri gua sih.... Behh pasti lebih sedap yekan.tapi kayanya ga mungkin sih.... dia kaya,cantik,tinggi,putih,suaranya lembut.ga mungkin banget dia mau sama gua"


ditengah kenyamanan nya di atas kasur tersebut khoirul tersadar dan mengingat Bahwa Anisa marah kepadanya.


"ah... iya hp mana hp?" Khoirul merogoh kantongnya


khoirul berinisiatif membujuk Anisa dengan menghubunginya lewat whatsapp.


"Nah ketemu kan lu"


Khoirul membuka Whatsapp,Dan melihat pesan spam Anisa yang tadi menghubunginya untuk memesan Americano


"Permisi mas"


"Mas?"


"Mas kalo lihat pesan ini saya pesan Americano satu yaa"


"Saya Anisa pratiwi yang tadi siang mampir"


"Saya otw yaa mas"


*16 panggilan tidak terjawab dari +6289978xxxxx


"niat bener nih orang" ucap Khoirul setelah melihat isi pesan Anisa,sembari menyimpan nomornya.


"ah Customer Aneh ajalah,kan dia memang aneh"


Lalu khoirul mengirimkan pesan


"Nis?"


Beberapa detik kemudian Nisa membalas


"Ap?"


"Kamu marah?"


"G"


"Kalo ga marah kenapa jawab singkat?"


"Gpp"


"Yaaa saya minta maaf lah"


"Y"


"Di maafin ga?"


"Gtw"


"Cewe kalo marah ngeselin bener...kalo bukan di rumah lu mah gabakal gua kaya gini woyyy" teriak Khoirul pada handphonenya


***


Anisa sedang berbaring di atas kasurnya Dan mengingat omongan khoirul


"Engga saya cuman keinget sahabat saya tadi,soalnya suara kamu mirip banget sama dia"


Dan Anisa mengingat saat pertama kali ketemu Rani


***

__ADS_1


FLASHBACK MODE ON


***


12 Juli 2017


SUPERMARKET DEKAT TAMAN KOTA


Anisa keluar dari supermarket dan melihat seorang wanita yang sedang makan es krim di tengah dinginnya cuaca akibat hujan yang sangat lebat.


"Kok ada ya orang makan es krim ujan ujan gini?" tanya Nisa heran


Dan benar saja wanita yang di lihat Anisa adalah Rani Andini.Terlihat jelas oleh Anisa bahwa Mata Rani sembab seperti seseorang habis menangis.Anisa melihat mata Rani yang sembab, berinisiatif untuk bertanya dan mencoba menghibur Rani


"Ujan ujan makan eskrim,ga takut pilek mba?"


"Engga" Jawab Rani dengan sangat singkat padat dan jelas


Beberapa detik kemudian mereka menyadari bahwa suara mereka mirip


"Suara kamu"


"Suara kamu"


Mereka berbicara pada waktu yang sama dan saling menunjuk


Mereka merasa kaget dan terheran karena memiliki suara yang sama


"Kok bisa ya?" tanya Anisa


"Emang muka kita mirip ya?" tanya Rani sambil memakan Eskrim


"Coba aja kita selfie bareng"


Anisa mengambil handphone nya dari tas kecil dan langsung mengarahkan kamera depan kearah wajah mereka.


"Engga mirip kok" ucap Rani setelah melihat wajah mereka


"Iyaa engga mirip sama sekali,tapi kok bisa ya?"


"Kurang tau dah tuh" Rani melanjutkan makan eskrim


"Kenapa makan eskrim?" tanya Nisa


"Yaa saya kalo lagi sedih biasanya makan eskrim,supaya mood saya membaik"


"Mood booster lah ya" ucap Nisa dengan senyuman manisnya


***


FLASHBACK MODE OFF


***


"tapi memang aneh ya Ran... suara kita bisa mirip,padahal kita ga ada hubungan darah.dan perihal pria yang kamu maksud...kayanya saya udah ketemu Ran sama Orangnya" batin Nisa masih di atas ranjang kasurnya


Tinining tinining ting ting ting....


suara nada dering telpon dari handphone Anisa yang berada di meja samping kasurnya,Nisa mengambil handphonenya dengan malas dan melihatnya.


muhamad khoirul calls, swipe up to receive


"Ah ini orang ngapa nelpon,udah tau lagi ga mood" Anisa mereject nya dan melempar kasar handphonenya kearah kasur.


Tak sampai tiga detik khoirul menelpon lagi


Tinining tinining ting ting ting....


"ah... ini orang bener bener" keluh Nisa mengambil handphonenya kembali dan mengangkat panggilan dari Khoirul


"Apa?!" jawab Nisa dengan ketus


***


...Jangan lupa tinggalin komen yaa,kalau memang ada yang kurang silahkan di sampaikan supaya saya bisa lebih baik lagi...


...Dan jangan lupa vote nya supaya saya semakin semangat menulisnya...


...Terima kasih semuanya...


***

__ADS_1


Salam hangat dari saya appletine


***


__ADS_2