
Khoirul masih berdiri termangu dengan menenteng motornya menatap kecantikan Nisa yang berdiri di depan gerbang.khoirul benar benar tak bisa berkata apa apa melihat kecantikan Nisa yang begitu Natural tanpa adanya riasan make up yang menutupi wajahnya.
Nisa melanjutkan ucapannya yang makin membuat Khoirul menjadi tak bisa mengkontrol dirinya.
"Sini tidur dirumah aja rul,mamah sama papah lagi di luar kota" ajak Nisa
Bruk
Suara motor Khoirul yang jatuh.setelah mendengar ajakan Nisa,secara tidak sadar Khoirul melepaskan pegangan tangannya terhadap motornya,yang membuat motornya terjatuh.
Fantasi liar meracuni isi pikiran Khoirul,ajakan Nisa benar benar tidak bisa membuat Khoirul berpikir jernih.
"Mimpi apa gua semalem..." ucap Khoirul dalam hati termangu mentap Anisa
"Loh kenapa rul?" tanya Nisa yang melihat motor Khoirul terjatuh
Khoirul kembali tersadar setelah melihat motornya terjatuh
"Ah engga... Gapapa nis" Khoirul mengeles kikuk sembari mengangkat motornya yang terjatuh
"Kok motornya di banting?" tanya Nisa yang Kebingungan
"Bukan di banting,kelepas..." cengenges Khoirul sembari berusaha membangunkan motornya yang terjatuh "Kayanya saya kecapean deh..." Khoirul terus mengeles dan kembali memegang stang motornya yang sudah di berdirikan olehnya.
"Tidur di sini aja yaa rul" ajak Nisa
Bruk
Lagi lagi Khoirul secara tak sadar melepaskan pegangan tangannya terhadap motornya begitu saja setelah mendengar ajakan Nisa.
Kali ini fantasi liar Khoirul benar benar mendominasi Isi pikirannya,bahkan Khoirul tak sadar bahwa motornya terjatuh akibat ia melepaskan pegangannya.
"Rul?" tanya Nisa
Tetapi Khoirul tak menggubris ucapan Nisa,Kali ini Pikiran Khoirul benar benar tak bisa di kendalikan.
"Rul?"
"Khoirul?"
"Rul?!" Teriak Nisa yang membuat Khoirul tersadar
"Hah iya Nis?,iya Nis saya rumah di tidur kamu mau" ucap Khoirul yang tersadar dan menjawab dengan belepotan
"Hah?" jawab Nisa yang sulit mencerna kalimat Khoirul
"Maksud saya saya mau tidur di rumah kamu" Khoirul meralat ucapannya yang blepotan
"Motor kamu itu... Kenapa di banting banting"
Khoirul yang sebelumnya termangu menatap wajah Anisa di sertai isi pikirannya yang kotor kini mengalihkan pandangannya kearah motornya dengan kikuk
"Ah iya Nis" khoirul kembali berusaha membangunkan motornya yang terjatuh
"Kamu kenapa sih?!" tanya Nisa yang bingung dengan tingkah Khoirul
"Ah engga,gapapa kok nis... Yaudah yuk katanya mau tidur" ucap Khoirul yang sudah tidak sabaran.
Meskipun dia sudah sadar akan tetapi fantasi liarnya masih terus mendominasi isi pikirannya.
"Yaudah yuk" ajak Nisa sembari masuk kedalam rumah
__ADS_1
Khoirul mengikutinya dari belakang sembari menenteng motornya.di ikuti dengan ekspresi wajahnya yang sedikit cabul.
***
"Kalo ga bisa naik motor,gausah bawa motor mas!" teriak Seorang Pria dari depan pintu rumah Anisa
Khoirul merasa kaget begitu mendengar ada suara pria lain dari dalam Rumah Nisa,pasalnya Nisa bilang tadi bahwa orang tuanya sedang di luar kota.
"Loh kata kamu tadi ga ada orang di rumah" ucap Khoirul pada Anisa
"Lah kapan saya bilang gitu?" tanya Nisa
"Tadi"
"Saya bilang tadi orang tua Saya lagi keluar kota"
"Lah terus itu siapa?"
"Itu bang Rio"
"Bang Rio?"
"Iyaaa abang aku"
Mendengar hal ini membuat pikiran Khoirul kembali sehat.seperti habis di reset,pikiran Khoirul kini benar benar fresh.fantasi liar yang sebelumnya mendominasi pikirannya,kini entah kemana fantasi liar tersebut menghilang.
"Kan memang dia ga ngomong,kalo di rumah nya ga ada orang rul" debat Khoirul dalam pikirannya
"Motor itu di naekin mas,bukan di dorong!" teriak Pria yang ada di depan pintu Rumah Anisa
"Itu abang kandungmu?" tanya Khoirul yang merujuk pada pria yang ada di depan pintu rumah Anisa.
Nisa meanganggukan kepala
"Mukul orang dosa ga sih?" tanya Khoirul dalam kepalanya yang kesal dengan ucapan abangnya Nisa
Mereka terus berjalan,sampai akhirnya Khoirul melihat abangnya Nisa lebih dekat dan melihat postur tubuhnya yang lebih besar darinya
"Ini mah kalo gua pukul,ga mukul balik dia.langsung bogem" batin Khoirul setelah melihat postur tubuh abangnya Nisa
Khoirul memarkirkan motornya
"Kenapa motornya mas?" tanya Abangnya Nisa yang menghampiri mereka berdua
"Ah palingan juga businya ini kak,biasalah.. Motor tua" jawab Khoirul
"Kenapa businya? Berdarah? Bawa kedokter gigi aja mas" abangnya Nisa pun tertawa terbahak bahak
"Nih orang kalo sepantaran aja,udah gua pukul nih orang" batin Khoirul
"Udah sih bang!" Celetuk Nisa yang membentak abangnya
"Orang cuman becanda ya mas?" ucap Rio mengangkat alisnya Kearah Khoirul
" Iya" Jawab Khoirul dengan senyum penuh kesal
"Wih anak MAI ya mas?" tanya Rio
"Lah memang kakak Anak MAI?" tanya khoirul
"Bukan sih"
__ADS_1
"Lah kok tau?"
"Ya tau lah,bukan anak MAI kalo ga dorong Motor" Rio pun tertawa sangat lepas dan masuk kedalam rumah karna tak ingin di omeli adeknya
"Bang!" Teriak Nisa yang merasa kesal dengan tingkah abangnya yang ngeselin
"Memang kayanya citra anak MAI cuman dilihat dari dorong motor tua yaa" ucap khoirul dalam hati
"Jangan di ambil hati yaa, abang saya memang begitu.becandanya ga lucu" ucap Nisa pada Khoirul
"Iyaaa santai aja lah" Jawab khoirul
"Yaudah yuk masuk"
Merekapun masuk kedalam rumah.
sesampainya di dalam Rumah,Khoirul terpesona melihat rumah Anisa yang begitu megah.Khoirul melihat kearah langit langit rumah Anisa Dan memegang ukiran tembok yang ada di hadapannya
"Sendalnya di pake aja mas,ilang nanti kalo di tinggal di luar" Celetuk Rio yang sedang bermain handphone di sofa sambil tertawa kecil
"Udah sih bang!" Nisa benar benar marah pada abangnya
"Wahai adikku tercinta,abang mu hanya memberi tahu teman kamu" Sambil tertawa kecil
"DIEM!" jawab Nisa dengan ketus
"Oke okee, abangmu ini akan diam" Sambil tertawa kecil
"Di pake aja sendalnya rul" ucap Nisa memberi tau Khoirul
Dengan polosnya Khoirul menjawab "Nanti kotor lantainya"
Kakaknya Nisa yang mendengar hal itu langsung tertawa sangat kencang dan lepas.
"bhakahahhahahahaha"
Khoirul memang bukan dari keluarga punya, dari kecil ia di didik jika masuk ke dalam ruangan,diwajibkan melepas alas kaki.
"Udah gapapa,cepet ambil.terus kesini" ucap Nisa
Anisa menarik tangan Khoirul setelah Khoirul memakai sendalnya dan membawanya kedalam.
***
"Kita mau kemana?" Tanya khoirul dengan tangan di tarik Nisa
"Ke kamar" Jawab Nisa
"Hah?"
Seketika Pikiran Khoirul Kembali Traveling dan fantasi liar yang tadi menghilang entah kemana,kini muncul lagi dan mendominasi lagi isi pikiran Khoirul.
***
...Jangan lupa tinggalin komen yaa,kalau memang ada yang kurang silahkan di sampaikan supaya saya bisa lebih baik lagi...
...Dan jangan lupa vote nya supaya saya semakin semangat menulisnya...
...Terima kasih semuanya...
***
__ADS_1
Salam hangat dari saya appletine
***