Rain On July

Rain On July
Main Tebak Tebakan


__ADS_3

Anwar bukan hanya kakak angkat bagi khoirul,Khoirul sangat bersyukur karna di pertemukan dengan anwar.Karna anwar lah yang selama ini membantu khoirul untuk menyembuhkan lukanya akibat di tolak oleh Rani.


"Tapi kalo waktu itu ga ada elu sih gatau gua bakal jadi apa kak"


"Hah?" Anwar kebingungan dengan omongan khoirul


"Waktu di taman pertama kali kita ketemu"


"Oh yang lu di tolak sama si Rani Rani itu kan"


Khoirul menganggukan kepala


"Kesian gua waktu itu ngeliat lu,mau gua samperin pas abis cewe lu pergi,tapi ujannya gede bener" ucap anwar


"Jadi gua biarin aja dulu sambil gua ngomong dalem hati" lanjut anwar


"Tol*l tol*l di tinggalin sama cewe aja sampe segitunya" lanjut anwar sambil menggelengkan kepalanya


"Jahat sih lo kak" Jawab khoirul dengan sedikit tertawa


"Yaa kaya mana?,kopi baru gua pesen,posisi ujan,mending nyebat dulu yakan" Ucap Anwar sambil mengangkat kedua alisnya dan tertawa kecil


"Lu jahat tapi baik kak" ucap Khoirul


"Ngomong apa lu gobl*k" saut Anwar yang tidak mengerti dengan ucapan Khoirul


Hari semakin larut,waktu kini menunjukan pukul 20.30.Melihat hujan sudah mulai reda.Anwar mengambil jaketnya berniat pergi keluar menuju basecamp


"Kemana kak?" Tanya khoirul yang melihat Anwar mengambil jaketnya


"Base camp dulu lah,bete gua di sini ngeliat muka lu" Anwar menuju pintu


"Eh nanti kalo jam sembilan ga ada customer,langsung tutup aja ya" lanjut Anwar


"Loh tumben kak?"tanya khoirul


"Iyaa abis ujan gini biasanya sepi"


"Okelah kak" jawab Khoirul Dengan mengangkat jari jempolnya


"Yaudah gua geser dulu yak"


"Hati hati kak"


***


Detik demi detik khoirul menunggu.Tak ada satu customer pun yang datang setelah kepergian Anwar.


Waktu kini menunjukan pukul 20.58


Khoirul bersiap untuk beres beres,mengingat pesan kakaknya tadi yang menyuruhnya tutup jika sudah jam sembilan tak ada Customer.


Di saat khoirul berdiri dari tempat duduknya


Terdengar suara bell dari arah meja kasir


Ting ting...


"Yah..... udah mau tutup malah ada yang dateng lagi" Khoirul bergegas kemeja kasir


"Selamat dat...." Sambutan hangat Khoirul terputus begitu melihat Customer yang datang adalah Anisa "Lah kamu lagi? Ada apa?" tanya khoirul penuh keheranan


"Yaa mau mesen kopi lah" Ucap nisa


"Katanya kalo mau mesen lewat WA" ucap Khoirul


"Saya chat berkali kali,kamu ceklis"


"Hah? Masa iya?" tanya Khoirul dengan wajah tak percaya


Khoirul langsung mengambil handphone yang berada di saku celananya dan melihat Handphone yang ternyata internetnya lupa ia Hidupkan


"Oh iyaaa,datanya lupa di idupin" Khoirul menggaruk kepalanya beberapa kali yang tak gatal dan merasa malu kepada anisa


"Americano satu ya" ucap Nisa dengan mengangkat jari telunjuknya menunjuk papan menu yang berada di atas kepala Khoirul


"Siap, duduk dimana?" tanya Khoirul


"Kursi nomor empat"


"Okee Americano satu duduk di kursi nomor empat,nanti saya antar" jawab Khoirul di tutup dengan senyuman ramahnya,yang merupakan bagian dari SOP Kafe tempatnya bekerja kini


Nisa menuju kursi nomor empat,berjalan dengan anggun dan menanggalkan aroma parfume Ciri khasnya.


Aroma bunga mawar yang lembut,membuat lubang hidung merasa nyaman ketika mencium aroma parfum tersebut.


Itu bukanlah Parfume murahan,yang terdapat di toko toko parfume terdekat.selain itu juga Aroma seperti ini bukanlah aroma pasaran.


***


"Americano satu" Khoirul datang dengan nampan di tangannya lengkap dengan secangkir kopi americo di atas nampan tersebut.


Lagi lagi Khoirul melakukan pekerjaannya dengan sangat hati hati,tujuannya hanya satu agar pelanggan tidak kecewa dengan pelayanan yang ada di kafe ini.


"Terima kasih"


"Selamat menikmati" ucap Khoirul sebelum meninggalkan Anisa


Di saat khoirul hendak menuju meja kasir,Nisa memanggilnya


"Rul"


Sontak khoirul langsung berbalik badan dan bertanya kepada anisa


"Iya ada kekurangan?" tanya Khoirul


"Lagi sibuk ga?" tanya Anisa


"Engga sih"


"Temenin dong" ucap Nisa Dengan wajah penuh rayuan


Mendengar hal tersebut sontak membuat Khoirul ter nga-nga dan memberikan respon andalannya


"Hah?"


Khoirul hanya merasa bingung,bagaimana bisa wanita secantik dia meminta orang seperti Khoirul untuk menemani nya.ini benar benar di luar nalar,benar benar menentang hukum alam.


"Kamu gausah hah? Hoh? Hah? Hoh? Mulu!" seru Anisa yang kesal melihat ekspresi ngeselin Khoirul


"Temenin gimana?" tanya khoirul yang sedikit sadar akibat kalimat pedas yang keluar dari mulut Nisa


"Yaaa duduk sini temenin ngobrol,sambil pesen kopi tah?,nanti saya yang bayar" ucap Nisa dengan tenangnya


Khoirul mengedipkan kedua bola matanya begitu mendengar ucapan Nisa yang menurutnya benar banar tidak masuk akal.


"Ini bener bener kaya di film film ini,kayanya gua mimpi deh" ucap Khoirul dalam Hati sambil memukul pipinya beberapa kali,mencoba memastikan bahwa ini adalah mimpi


Bukannya terbangun dari tidurnya,ia malah merasakan sakit dari arah pipinya.


"Ini bukan mimpi ini,kayanya masuk kedalem film ini gua" ucap Khoirul dalam Hati


Melihat Tingkah Khoirul yang Aneh membuat Anisa bingung dan bertanya


"Kamu gila ya?"


Mendengar pertanyaan Nisa,sedikit membuat luka di hati Khoirul.tetapi itu sangat masuk akal jika seorang wanita cantik melihat orang bertingkah aneh di hadapannya,dan beranggapan orang tersebut gila.itu sangatlah wajar.

__ADS_1


Khoirul menghentikan tingkah anehnya dan menjawab pertanyaan Nisa


"Ah mana mungkin saya orang gila"


"Mungkin lah,liat aja tingkahmu dari tadi" Saut Nisa secara cepat


lagi lagi pernyataan Nisa mampu membuat Khoirul sakit hati,Khoirul tak ingin terlihat tambah aneh dan mencoba mengalihkan pembicaraan


"Ah iya ada yang bisa saya bantu?" tanya Khoirul


"Temenin saya"


"Temenin gimana?"


"Ya duduk sini depan saya" Nisa menunjuk kursi yang ada di hadapannya


Khoirul langsung mengikuti permintaan Anisa,untuk memperkuat peralihan topik pembicaraannya barusan.selain itu juga tak ada customer yang datang selain Anisa.


"Ga pesen kopi?" tanya Nisa


"Ah engga usah" jawab Khoirul sambil mengangkat kelima jarinya menunjukan gesture menolak


"Gapapa nanti saya yang bayar" ucap Nisa


"Engga usah Nis,kalo saya mau nanti buat sendiri.ga perlu bayar" jelas Khoirul


"Wah enak banget"


"Iyaa soalnya ini kafe kakak saya"


"Mau curhat?" Tanya khoirul yang berada di hadapan Anisa


"Engga sih" ucap Nisa sambil mengangkat Secangkir Kopi yang Barusan ia pesan dan menyeruputnya


"Terus?" tanya Khoirul pada Nisa yang sedang menyeruput kopi


"Yaa gini aja" ucap Nisa sembari menaruh Kopi yang barusan ia seruput


Lagi lagi khoirul mengedipkan kedua bola matanya beberapa kali.untuk pertama kalinya,ada orang di dalam hidup nya yang membuat dirinya super duper bingung.


"Ini orang cantik cantik aneh" ucapnya dalam hati


Dan merekapun duduk berhadap hadapan tanpa ada yang bermain handphone karna ingin saling menghargai.Akan tetapi tak ada juga topik pembicaraan yang di bahas.


Hanya duduk berdua berhadap hadapan.


***


Setengah jam lebih waktu berlalu dan masih tak ada obrolan di antara mereka


Suasana menjadi sangat canggung.


handphone khoirul berdering dari arah sakunya


Khoirul mengambil handphone nya lalu melihat,Ternyata telpon dari Anwar.


"Bentar yak angkat telpon dulu" Khoirul berbicara kepada Nisa


Nisa menganggukan kepala


Khoirul menjauh sedikit dari Anisa untuk mengangkat telponnya


"Halo kak?"


"Halo rul,Masih di kafe rul?" tanya Anwar dalam telpon


"Masih kak" jawab khoirul


"Coba liat di laci ada dompet gua ga?"


"Bentar kak"


"Ada kak!"


"Yaudah gua otw kesana,lu masih lama kan?"


"Masih kak"


Anwar memutuskan panggilan


Khoirul melihat kearah handphone nya lalu beralih melihat kearah Anisa dan berbicara dalam hati


"Kayanya sih lama banget ini kak"


Khoirul menaruh kembali handphone nya di saku,lalu kembali menghampiri Nisa untuk melakukan hal yang sama.Yaitu duduk berhadap hadapan tanpa adanya topik yang di bicarakan


Khoirul menundukan kepalanya sejenak dan menghela nafas "Huh..... Mau sampe kapan kaya gini" ucapnya dalam hati.


Khoirul berinisiatif untuk mencairkan suasana agar tak canggung dengan mencoba bermain tebak tebakan


"Gimana kalo kita main tebak tebakan?" tanya Khoirul


"Tapi saya ga jago main tebak tebakan" jawab Nisa


"Gapapa buat seru seruan aja" ucap Khoirul dengan raut wajah ceria,mencoba membangun suasana


"Oke"


"Saya duluan ya,apa perbedaan orang kurus dan orang gemuk?" tanya Khoirul memulai tebak tebakan


"Ehm... Kalo orang kurus badannya kurus kalo orang gemuk badannya gemuk" jawab Nisa mencoba menebak


Khoirul menggeleng gelengkan kepala


"Ayo coba tebak lagi"


"Kalo orang kurus makannya sedikit,kalo orang gemuk makannya banyak?"


Lagi lagi Khoirul menggeleng gelengkan kepalanya.


"Salah... Nyerah?" tanya Khoirul


"Nyerah"


"Jawabannya,Kalo orang kurus makan hati,kalo orang gemuk makan tempat"


Mendengar jawaban tersebut membuat mereka berdua tertawa terbahak bahak


"Hahahahha..."


"Hahahaha...." Nisa tertawa sambil menutup mulutnya malu


Gunung es yang kini berada di antara mereka mulai mencair secara perlahan,suasana di kafe tersbeut pun mulai terasa hangat.


"Sekarang giliran kamu" ucap Khoirul meminta Anisa untuk bermain tebak tebakan


"Tapi saya ga jago tebak tebakan" jawab Nisa


"Udah ga papa coba aja" Khoirul terus memaksa Anisa


"Oke saya coba yaa"


"Ayam ayam apa yang sangat besar" Anisa memulai tebak tebakannya


"Patung ayam" Tebak Khoirul


Nisa tertawa sedikit mendengar Tebakan Khoirul sembari menggelengkan kepala

__ADS_1


"Salah,ayo coba tebak lagi"


"Kan Patung ayam ada yang sangat besar" Khoirul masih bersikeras


"Iya....tapi bukan itu jawabannya,coba tebak lagi"


"Ayam raksasa"


"Salah.... Memang ada ayam raksasa?" tanya Nisa


Khoirul hanya menyindaikan kedua pundaknya


"Mungkin aja ada"


"Nyerah?" tanya Nisa


"Nyerah deh"


"Jawabannya..... Ayam semesta" Nisa tertawa terbahak bahak setelah mengeluarkan punchline nya


Sedangkan Khoirul hanya menggaruk kepalanya bingung dengan joke Anisa


Melihat Khoirul yang tak tertawa karna jokenya, membuat Anisa mencoba Terus memaksa joke agar terlihat lucu


"Ayam semesta loh rul... ,alam semesta"


"Oh... Alam semesta ahah- ha ha... tentu saja ayam semesta sangat besar aha- ha ha.." Khoirul tertawa memaksa karna ingin mencoba menghargai Anisa


"Kok gitu ketawanya?,ga lucu ya?" tanya Anisa


"Lucu kok lucu banget ahahahah huaahahaha" Khoirul terus mencoba tertawa agar Anisa tidak kecewa


"Gini banget humor orang Inggris" batin Khoirul sembari tertawa maksa


Ngiiik...


Suara orang datang membuka pintu kafe


"Rul!" teriak Anwar dari arah pintu kafe


Khoirul langsung berbalik badan untuk melihat siapa yang memanggilnya


"Ah kak anwar,engkau lah penyelamatku" ucap Khoirul dalam hati


Khoirul merasa beruntung kakak angkatnya datang di moment yang tepat seperti ini.


"Nis saya tinggal bentar yak,itu ada kakak saya" ucap Khoirul kepada Nisa sambil menunjuk kakaknya menggunakan jari jempol


Nisa tak menanggapi Khoirul dan terus bertanya tanya tentang joke nya yang menurutnya sangat lucu,akan tetapi mengapa Khoirul tak tertawa


Nisa tau persis bahwa Khoirul hanya tertawa maksa,sangat jelas ekspresi yang di tunjukan khoirul tadi ketika mencoba tertawa.


"Iya kak!" Saut Khoirul menghampiri Anwar


Plak


Tangan Anwar melayang ke kepala Khoirul


"Apaan sih kak!" Keluh Khoirul sambil mengusap kepalanya yang kesakitan


"Tadi siang lu bilang itu bukan pacar lu" ucap Anwar merujuk ke Anisa


"Ya memang bukan"


"Terus ngapa lu berduaan di sini?"


"Panjang ceritanya kak,yaa intinya nih dompet lu" Khoirul memberikan dompet Anwar yang ketinggalan di laci


Anwar menerima dompetnya dan kembali melihat kearah Anisa


Khoirul yang tak ingin di banjiri pertanyaan oleh kakaknya yang super reseh,langsung mengusir kakaknya keluar


"Dah selesaikan urusan lu?,dah sana.nanti di tungguin anak anak MAI lu" Khoirul mendorong Anwar secara perlahan menuju pintu keluar kafe


"Awas lu sampe aneh aneh" Ancam Anwar sembari menuju motornya


"Lu tuh aneh" ucap Khoirul


Mendengar ucapan adiknya yang kurang ajar,secara cepat Anwar menghampiri Khoirul kembali berniat untuk memukul kepala adiknya itu sekali lagi.


Akan tetapi Khoirul yang mengetahui niat sang kakak,segera masuk kedalam kafe dan mengunci pintu kafe


Di dalam pintu berkaca bening,khoirul menggoda Anwar


"Wleeee" khoirul menjulurkan Lidahnya sambil menari nari bahagia "Ga bisa ga bisa wleeee"


Anwar hanya bisa menunjuk ancam Khoirul dari luar kafe.


Khoirul terus menggodanya dengan tertawa menghina dan menunjuk kakaknya yang kesal akibat tingkah lakunya yang kurang ajar.


Anwar memang ringan tangan kepada adik angkatnya tersebut,di karenakan adik angkatnya memanglah sangat kurang ajar terhadapnya.akan tetapi itulah yang membuat hubungan mereka sangat mesra.mungkin jika orang lain yang melihatnya itu seperti tikus dan kucing,tetapi mereka menganggapnya hanya becanda semata.dan hal seperti inilah yang membuat hubungan di antara mereka awet sampai satu setengah tahun.


***


selesai urusan Khoirul dengan kakaknya tersebut,Khoirul kembali menghampiri Nisa.


di saat Khoirul menghampiri Nisa,tiba tiba saja Nisa sudah beranjak dari tempat duduknya sembari menenteng tas kecil di pundak kanannya bertujuan untuk pulang


"rul saya pulang ya... udah malem"


"oh iya nis hati hati" jawab Khoirul dengan cepat dan merasa lega


"akhirnya selesai juga huft...." ucap Khoirul dalam hati


"loh kok hati hati doang?" tanya Nisa


"lah emang apa lagi?"


"ga nganterin?"


"oh nganterin,oke...." ucap Khoirul enteng menerima permintaan Customer nya tersebut


mereka menuju pintu keluar kafe.


sampai Di luar kafe Anisa merasa bingung melihat Khoirul yang tak mengikutinya dan malah berdiri di depan pintu.


"loh kok kamu diem di situ?" tanya Nisa


"lah katanya tadi minta anterin sampe sini" jawab Khoirul


"SAMPE RUMAH" tekan Nisa


Lagi lagi Khoirul di buat terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut Customer nya tersebut


"hah?" dengan wajah ter nga-nga menghadap Anisa


***


...Jangan lupa tinggalin komen yaa,kalau memang ada yang kurang silahkan di sampaikan supaya saya bisa lebih baik lagi...


...Dan jangan lupa vote nya supaya saya semakin semangat menulisnya...


...Terima kasih semuanya...


***


Salam hangat dari saya appletine

__ADS_1


***


__ADS_2