Rain On July

Rain On July
Chindo


__ADS_3

13 maret 2019,Rumah Anisa


Pukul 19.00


Anisa mengintip film China yang di tonton Kakaknya melalui handphone yang berada di genggaman kakaknya.Terdapat dialog dua orang yang sepertinya sedang curhat.


"Apa kamu benar sayang dengan dia?" tanya seorang pria berumur terhadap seorang wanita di dalam film tersebut


Terlihat jelas oleh Anisa bahwa scene yang sedang ia lihat di film tersebut berlatar belakang kan bar kecil,terlihat pula bahwa wanita tersebut sedang sedih seperti seseorang yang sedang frustasi


"Iya" Jawab wanita terhadap pak tua dengan raut wajah frustasi


"Jika kamu sayang dengan dia,kamu seharusnya tidak berfokus bahwa dia harus menjadi milikmu.tetapi kamu harus fokus terhadap kebahagiaan dia" nasihat pria berumur terhadap wanita yang ada di hadapannya


wanita tersebut menuangkan minuman dan meneguknya dengan gagahnya,layaknya seorang pria pemabuk.dia melakukannya secara berulang ulang.


"hahaha kau cukup lucu pak tua.. Jika saya hanya fokus pada kebahagiaan dia,untuk apa saya sayang dengan dia.lebih baik saya menjadi budak dia... Setidaknya saya akan mendapatkan uang" jawab wanita tersebut dengan keadaan setengah mabuk dan kembali meneguk seloki bir kecil yang ada di hadapannya


tak tahan dengan tingkah wanita yang ada di hadapannya,pria tua tersebut berusaha untuk menghentikannnya dengan menahan tangan wanita tersebut


"jangan berusaha menahanku pak tua!" marah wanita tersebut


"kau sudah minum terlalu banyak,harga bir nya tak murah" jawab pria tua tersebut


wanita tersebut tertawa mendengar ucapan pak tua yang ada di hadapannya "hahahaha kau tak perlu khawatir pak tua,malam ini aku yang traktir" jawab wanita tersebut dengan keadaan mabuk


wanita tersebut kembali menuangkan bir ke dalam gelas kecilnya,akan tetapi bir dalam botol habis "hei pelayan!" teriak ia kencang memanggil pelayan yang membuat orang orang di sekitar sedikit merasa terganggu dan mulai membicarakannya


"hei! kecilkan suaramu,kau mengganggu orang orang di sekitar" tegur pak tua


"persetan dengan orang orang di sekitar,apa mereka peduli dengan keadaan ku?! hah?!" bantah wanita tersebut


"hei! pelayan cepat bawakan sebotol bir!" teriak wanita kesal seraya memukul mukul meja


"hei!" tegur bisik pak tua terhadap wanita yang ada di hadapannya,ia tak tahan melihat beberapa pasang mata mengarah kearah mereka berdua


pelayan datang dengan membawa sebotol bir


"Terima kasih" ucap wanita dengan senyum mabuknya


tak butuh waktu lama,wanita tersebut membuka botol bir dengan handalnya dan kembali menuangkan kearah gelas kecil nya

__ADS_1


"Jika kamu hanya berfokus bahwa dia harus menjadi milikmu...berarti kamu belum menyayangi dia sepenuhnya.kamu hanya terobsesi dengannya.kamu cuman mikirin diri kamu sendiri.kamu egois" nasihat pedas keluar dari mulut pria berumur tersebut yang sudah tak tahan melihat wanita mabuk yang ada di hadapannya


dengan keadaan mabuk wanita tersebut kembali tertawa setelah mendengar ucapan pria tua yang mencoba menasihati nya "Hahahha tau apa kamu tentang hubungan pak tua..... Sudah di umur seginipun kamu masih melajang" ucap wanita tersebut dengan kepala terhuyung huyung akibat terlalu banyak minum


pak tua tak mampu membantah fakta yang di ucapkan wanita tersebut,karna memang demikan lah keadannya.ia hanya sanggup merespon dengan tertawa kecil,lalu terdiam dan meneguk bir yang ada di gelas kecil nya


"Klise banget kata kata bapak itu" Ucap Nisa berbicara kepada kakaknya


Kakaknya yang baru mengetahui bahwa adiknya sedang ikut menonton langsung menutupi handphone nya "Eh anak kecil ga boleh nonton" ucap Rio terhadap adiknya


"Tapi ada bener nya juga sih" Ucap Nisa berpikir seraya menaruh satu tangan di bawah dagunya


"Tau apa kamu dek dek,kamu tuh masih kecil" ucap Rio menasihati adiknya


Nisa yang merasa di remehkan,tidak Terima dengan apa yang di ucapkan Kakaknya tersebut "Nǐ zhīdào ma?, zhè xiǎohái bùyòng zìmù jiù zhīdào diànyǐng lǐ de rén zài shuō shénme (Tau apa?,anak kecil ini tahu apa yang diomongin sama orang yang ada di film itu tanpa harus memakai subtitle)"


"Hái yǒu yīgè, rúguǒ nǐ bù dǒng zhōngwén, jiù bùyào kàn zhòng wén diànyǐng! (sama satu lagi,kalo ga ngerti bahasa china Jangan nonton Film China!) " omel Nisa dengan berkacak pinggang terhadap kakaknya yang menonton film china menggunakan subtitle Indonesia


Rio hanya termangu kebingungan dengan apa yang di ocehkan adiknya tersebut,ibu Nisa yang kebetulan lewat tertawa mendengar apa yang di ucapkan oleh Nisa


"Mah kok ketawa lagi, Nisa ngomong apa mah?" tanya Rio dengan penasaran


"Bù shuō pǔtōnghuà jiù hǎo? (Emangnya enak ga bisa bahasa mandarin?)" lanjut Nisa dengan menjulurkan lidahnya "wlee" dan meninggalkan kakaknya tersebut.


Kakaknya yang penasaran dengan apa yang di omongkan Adiknya tersebut bertanya kepada Sang ibu "Mah barusan Nisa ngomong apa?" tanya Rio yang penasaran


"Memangnya enak ga bisa bahasa Mandarin?" ucap sang ibunda


"Mah yang bener..." Rio mengeluh karna merasa di bodohi


"Yaitu bener,kalo ga percaya tanya aja sama Nisa nya"


"Ah mamah sekongkol sama Nisa"


Ibunda hanya tertawa mendengar jawaban putra sulungnya tersebut.


***


Rio dan adiknya sangat berbeda.Jika adiknya memiliki kepribadian yang sedikit tertutup,tidak suka basa basi,to the point,cerdas dan mudah sekali marah.


Sedangkan Rio memiliki kepribadian yang cenderung lebih santai,suka meremehkan orang lain,periang ,tidak berwibawa dan yang paling krusial adalah dia satu satu orang yang tidak cerdas di keluarga ini.

__ADS_1


Bukan berati dia memiliki iq di bawah rata rata akan tetapi dia hanya malas belajar dan hanya ingin bersenang senang.Akan tetapi dia memiliki sisi Baik,Dia adalah orang yang paling mengerti perasaan orang lain dan dia tidak pernah sungkan untuk mengulurkan tangannya untuk membantu orang lain.


Walaupun mereka keluarga China,tetapi mereka terlihat seperti keluarga Indonesia.


Tidak ada panggilan nci atau koh,tidak menggunakan bahasa mandarin ketika di rumah,dan rumahnya juga tidak dominan dengan warna merah.


Alasan Ayah Nisa mengambil keputusan ini dikarenakan tragedi kerusuhan yang terjadi pada Mei 1998.pada waktu itu terjadi penjarahan terhadap etnis Tionghoa


Walaupun mereka tidak di jarah di karenkan mereka tidak tinggal di jakarta tetapi mereka takut jika hal tersebut terjadi lagi untuk kedua kalinya dan takut akan menjadi lebih besar.


Maka dari itu mereka memutuskan menjadi seperti keluarga indonesia.Walaupun sulit tetapi mereka mencoba untuk beradaptasi.


Walaupun wajah mereka seperti orang China tetapi orang lain tak banyak yang tahu bahwa mereka orang China karna mereka menguasai satu Bahasa daerah yaitu Bahasa jawa


Tidak hanya bahasa kasarnya,mereka sangat cakap menggunakan bahasa Jawa Halus.


Di tambah logat mereka yang sangat medok.


Membuat orang lain semakin ragu untuk melabeli mereka sebagai orang china


Di keluarga Ini hanya Nisa yang tidak mengerti bahasa Jawa.


Ibu dan ayah Nisa hampir mayoritas teman kecil mereka bersuku Jawa dan selalu menggunakan bahasa Jawa ketika bermain.


Rio pun sama, Rio menguasai Bahasa Jawa dari teman kecilnya bermain.


Sedangkan Nisa sejak kecil sudah masuk ke sekolah internasional,dimana lingkungannya tidak memadai untuk dia bisa berbahasa Jawa karna mayoritas murid di sana menggunakan bahasa inggris.


***


...Jangan lupa tinggalin komen yaa,kalau memang ada yang kurang silahkan di sampaikan supaya saya bisa lebih baik lagi...


...Dan jangan lupa vote nya supaya saya semakin semangat menulisnya...


...Terima kasih semuanya...


***


Salam hangat dari saya appletine


***

__ADS_1


__ADS_2