
Setelah puas menikmati indahnya alam dan merasakan sejuknya udara di sini, kami memutuskan untuk pulang. Waktu juga sudah sore dan mulai mendung. Perjalanan dari tempat ini ke rumah sekitar satu jam.
"Dek, udah jadi pesen hotel? " Tanya mas pras
"Sudah beres itu mas, include dengan makan dan fasilitas lainnya" Jawabku
"Gaunnya gimana? Udah sampe apa pengerjaannya? " Tanya mas pras lagi
"Udah tujuh puluh persen lah mas" Jawabku
"Alhamdulillah kalo udah hampir jadi. Jas mas juga udah hampir selesai dijahit dek. Katanya pekan depan udah bisa diambil" Terang mas pras.
Oiya, jadinya keluarga dari Jawa Timur pesen tiket kereta sendiri atau adek juga yang pesan kan?" Tanya mas pras
"Adek yang pesankan mas. Tapi hanya berangkatnya saja. Karena untuk pulangnya masih belum pasti. Katanya sih mau jalan jalan dulu sekalian" Terangku menjelaskan
"Apalagi ya dek kira-kira yang kelupaan? " Tanya mas pras
"Emmm... Mas udah pesankan oleh-oleh untuk dibawa pulang keluarga setelah acara nanti? " Tanya ku
"Oiya, besok mas pesankan ya.. Hampir aja mas kelupaan. Untung adek inget" Jawab mas pras
__ADS_1
Kami banyak berbincang selama perjalanan. Membicarakan rencana pernikahan kita tentunya. Sesekali bercanda ringan. Membahas tentang gaun pengantin hingga souvenir untuk para tamu undangan.
Walaupun sudah diserahkan kepada wedding organizing tetap kami juga andil mempersiapkan. Kami fikir dengan adanya wedding organizing akan ringan pikiran kami. Ternyata tetap saja banyak yang harus dipikirkan untuk beberapa hal yang kecil-kecil. Membeli seserahan tentu kami sendiri yang menyiapkan. Membeli kain untuk gaun pengantin dan para keluarga juga kami berdua yang membelinya.
Banyak hal yang kami persiapkan sehingga untuk kami menjadi semakin dekat. Waktu pernikahan kami tinggal beberapa pekan lagi. Kami mulai mengecek kesiapan souvenir, gaun pengantin hingga cek nama undangan. Kami menginginkan semuanya benar-benar sempurna. Sehingga kami selalu berkomunikasi dengan pihak wedding organizing maupun keluarga kami.
Memesan hotel untuk menginap para anggota keluarga juga kami yang melakukan. Memesan tiket pesawat maupun kereta juga kami yang memesankan. Semua kami pantau agar benar-benar lancar dan kami puas. Hal ini kami lakukan karena menurut kami pernikahan hanya satu kali seumur hidup. Kami tak akan menyiakan hal ini.
Hari berjalan begitu cepat rasanya. Persiapan pernikahan kami telah mencapai tujuh puluh persen. Setiap hari selalu saja ada yang kami bahas. Termasuk mengontrol pembangunan rumah yang mas pras beli dari hasil tabungannya sendiri. Mas pras membeli rumah kecil di perumahan tak jauh dari rumahku.
Rasanya pikiran kami dipaksa untuk membelah diri. Aku harus fokus treatment PCOS yang masih kujalani hingga hari ini. Aku juga harus memikirkan persiapan pernikahan yang akan digelar dirumahku. Sedangkan mas pras harus membagi fikirannya untuk proses pembangunan rumah dan juga persiapan ngunduh mantu dirumah mas pras.
Aku serasa hampir menyerah, ketika tiba-tiba kondisi fisik ku drop. Aku tiba-tiba demam tinggi dan diare. Ditambah nyeri haid yang sangat menyiksa. Membuatku terbaring dikasur beberapa hari ini.
"Bawain shaki rujak ya mas, sekalian kue coklat" Pintaku pada mas pras
"Siap tuan putri ku" Jawab mas pras
Tak lama mas pras datang ke rumah dengan membawa pesanan ku. Aku menikmati rujak dan roti coklat dari mas pras dikamar. Mas pras dan bapak berbincang asik di teras rumah. Karena kami masih belum halal jadi mas pras tidak bisa menjenguk ku didalam kamar.
"Apa perlu kita membawa dek shaki ke dokter pak?" Suara mas pras terdengar dari kamarku
__ADS_1
"Sepertinya shaki hanya kecapean pras. Kita bawa kedokternya kalo sudah tiga hari tidak ada perubahan atau semakin memburuk kondisi shaki ya" Terang bapak
"Baik Pak kalo begitu, semoga besok demamnya sudah turun ya pak" Doa mas pras
"Aamiin semoga lebih baik besok. Hayuk dimakan gorengan buatan ibu ini" Ajak bapak.
"Pak, semoga pras bisa menjadi suami sempurna untuk dek shaki ya pak" Suara mas pras
"Pras, perempuan itu tidak butuh suami yang sempurna. Perempuan itu butuhnya suami yang bisa membimbing dan mendampingi segala sesuatu yang dihadapi berdua" Terang bapak
"Pras masih tak percaya, sebentar lagi pras akan menikahi dek shaki dan menjadi suaminya" Kata mas pras sambil tersenyum
"Waktu terus berjalan, bahkan terasa sangat cepat. Bapak minta, jaga dan bimbing putri kesayangan bapak. Sayangi dia seperti bapak membesarkannya" Pinta bapak
"InsyaAllah pras akan jaga dan sayangi dek shaki seperti yang bapak pinta" Jawab mas pras
Mas pras dan bapak terasa sangat asyik sekali berbincang. Hingga tak terasa suara adzan terdengar. Mereka kemudian bergegas ke masjid dan mas pras pamit pulang.
🤗🤗
selamat menikmati kisahnya yaa...
__ADS_1
update an selanjutnya ditunggu kuy 😀
jangan lupa berikan like 👍 dan tinggalkan jejak komentar yaaa pembaca 💕