RAINBOW STORY

RAINBOW STORY
part 14 (kerikil kehidupan)


__ADS_3

Sunyinya malam membuat hati ini semakin kalut. Kubuka lagi catatan yang berisi semua tentang keperluan untuk acara pernikahan. Satu per satu ku teliti. Tiba-tiba dering telepon mengagetkan ku.


"Halo tuan putri ku, apakah yang sedang kau ratapi tuan putri?" Suara yang tak asing lagi bagiku


"Halo mas, ada apa ? aku sedang tidak meratapi apapun mas" Tanyaku lesu


"Besok malam kita keluar ya? " Ajak mas pras


"Mau kemana?" Tanyaku tak bersemangat


"Menikmati indahnya malam" Suara mas pras membuat penasaran


"Okay mas" Jawab ku singkat


"Istirahatlah, selamat malam tuan putri ku" Pamit mas pras dan menutup telepon nya


Beberapa hari ini hubungan ku dengan mas pras cukup jauh. Lebih tepatnya aku sedikit memberi jarak pada mas pras. Mungkin aku cemburu tapi bisa jadi tidak. Entahlah, akupun bingung dengan perasaan ku saat ini.


"Pantaskah untuk ku curiga dengan mas pras" Gumamku


Klek


Suara pintu kamar terbuka


"Apakah kamu baik-baik saja nak?" Tanya ibu


Seperti punya radar yang kuat. Ibu selalu bisa mengerti tanpa harus ku beritahu terlebih dahulu. Begitulah istimewanya ibu bagiku.

__ADS_1


"Emmm.. Shaki baik baik saja bu" Jawabku


"Nak, pernikahan itu adalah sebuah perjalanan panjang yang akan banyak rintangannya. Mulai dari sebelum menikah biasanya banyak godaan. Percayalah, bahwa iman dan kesetiaan menjadi kunci komunikasi yang utama dalam hal ini" Terang ibu


Deg


Seketika air mata ku mengalir tanpa kusadari. Seketika juga aku memeluk ibu. Erat sekali, bersama tangisanku yang semakin kencang.


"Bu, shaki bingung apakah shaki harus memegang erat cinta shaki atau justru shaki harus melepaskan" Tanyaku sesenggukan


"Percayalah, jika memang itu milikmu apapun yang terjadi akan tetap menjadi milikmu. Namun sebaliknya, jika memang bukan milikmu maka sekuat apapun kamu pegang akan kembali kepada pemiliknya"


Huaaa hiks hiks....


Tangisku semakin kencang. Air mataku semakin deras.


"nak, hidup pasti akan ada rintangan. Krikil-krikl kehidupan akan selalu kamu temui. Komunikasi dan komitmen yang kuat akan menepis krikil-krikl itu nak"


hiks hiks hiks....


tangis ku pecah. aku sesenggukan. ku coba mengatur nafas.


huh.. hah... heemmm...


ku peluk erat guling yang sedari tadi di depan ku. Aku mencoba membendung tangis ku. Tetaplah sulit. Air mata ini mengalir semakin deras.


Begitulah aku, yang jika menangis sulit sekali dibendung. Layaknya anak kecil yang harus di lipur dengan banyak hal.

__ADS_1


tringgg tringgg...


suara handphone ku berbunyi. Mas Pras yang menelpon ku. Aku tak mampu memegang handphone ku. Rasanya aku tak kuat untuk berkeluh dengan mas Pras. Calon suamiku.


"tuan putri, adakah yang sedang kamu sembunyikan dariku? berbagilah, pundak mu tak cukup kuat untuk menyangga sendiri" suara mas Pras semakin membuat aku gelisah.


"Nabila"


suara ku tiba-tiba terhenti setelah menyebutkan nama perempuan itu.


"owh Nabila, kamu cemburu? Aku semakin yakin bahwa kamulah tuan putri ku. Sebegitu besar rasa sayang mu padaku hingga masa lalu ku membuat mu gusar" jawab mas Pras.


klek.


handphone ku tutup. Tak sanggup aku melanjutkan perbincangan ini.


halooo... tuan putri... halooo... shaki...


ah, dia memutus telepon. Sesal mas Pras.


🤗🤗


selamat menikmati kisahnya yaa...


update an selanjutnya ditunggu kuy 😀


jangan lupa berikan like 👍 dan tinggalkan jejak komentar yaaa pembaca 💕

__ADS_1


__ADS_2