
Rintikan hujan membasahi rerumputan pagi ini. Aku masih betah berada di bawah slimut. Menikmati ketenangan suasana pagi ini. Tanpa sadar jam sudah menunjukan pukul enam pagi. Rasanya berat untuk memulai hari ini, karena hari ini aku harus bertemu dengan mas pras.
Klek.
Pintu kamar terbuka. Ibu masuk membawakan ku segelas susu coklat hangat.
"Nak, apakah kondisi mu sudah jauh lebih baik? " Tanya ibu
"Ya bu, aku jauh lebih tenang pagi ini. Hanya saja aku ragu untuk bertemu mas pras bu" Jawab ku
"Kenapa ragu? Nak Pras ini calon suami mu. Bukannya kamu bahagia akan bertemu dengan nya" Jawab ibu
"Entahlah bu, semenjak nabila kembali hadir dalam kehidupan mas pras rasanya aku khawatir" Jawabku
"Nak, itu masa lalu mereka. Ingatlah bahwa masa depan nak Pras akan bersama mu. Kamu tetap harus menggengam erat namun juga siapkan hati mu jika suatu ketika memang harus melepaskannya" Terang ibu
Kalimat ibu teramat menyentuh hati ku. Berat memang, tapi aku harus bisa melaksanakan itu. Aku mantap untuk bertemu mas pras hari ini. Aku percaya bahwa mas pras masa depan ku.
__ADS_1
Brummm.... Brummmm...
Suara mobil mas pras sudah terdengar didepan rumah. Aku segera bergegas menemuinya.
"Selamat pagi bidadari ku" Sapa mas pras
"Pagi pangeranku" Jawabku seraya menggodanya
Hari ini aku dan mas Pras berencana akan mengambil undangan pernikahan kita. Kami tidak banyak mencetak undangan, hanya beberapa ratus undangan saja yang kami cetak. Kolega orangtua kami yang akan kami beri undangan fisiknya, sedangkan teman-teman kami berikan undangan digital. Hal ini agar tidak banyak kertas yang terbuang hanya untuk lembaran undangan. Selain itu juga agar lebih cepat kami mendistribusikan undangannya.
Setelah undangan kami ambil, kami tidak langsung pulang. Ada yang harus kamu bicarakan. Sebenernya bukan hal penting tapi menjadi penting jika tidak dibicarakan.
"Ada apa antara mas Pras dan nabila?" Tanyaku tegas
"Apakah kamu sudah siap mendengarkan cerita dariku mengenai aku dan nabila? " Tanyanya.
Glek.
__ADS_1
Rasanya seperti disambar petir. Entah aku siap atau tidak. Jelasnya hatiku sudah meronta, dan air mataku sudah ingin mengucur. Detak jantungku semakin tak beraturan. Rasa penasaran ku semakin memuncak. Setauku Nabila hanyalah masa lalu mas Pras. Aku berusaha untuk tetap tenang dan menunggu cerita dari mas Pras.
"Siap ataupun tidak, kamu harus menjelaskan padaku mas" Pintaku
"Baiklah. Kita ke coffee shop dekat sini ya, kita berbincang disana" Jawab mas Pras
Mobil melahu dengan cepat. Menuju sebuah coffee shop yang tak jauh dari tempat kami mengambil undangan. Aku semakin tak sabar ingin mendengar cerita dari mas Pras. Rasa gemuruh di hatiku semakin tak karuan. Aku mencoba mengatur nafasku agar tidak terlihat gugup. Aku berusaha agar terlihat baik-baik saja. Sesampainya di coffee shop, kami segera turun dan memesan makanan.
"Apa saja yang ingin kamu ketahui dari nabila?" Tanya mas Pras
"Apapun mas, aku ingin kamu menceritakannya", pintaku dengan nada gusar.
" Baiklah, akan ku ceritakan semuanya" Suara mas Pras lirih sambil menghela nafas.
🤗🤗
selamat menikmati kisahnya yaa...
__ADS_1
update an selanjutnya ditunggu kuy 😀
jangan lupa berikan like 👍 dan tinggalkan jejak komentar yaaa pembaca 💕