RAINBOW STORY

RAINBOW STORY
part 3 (diagnosa itu)


__ADS_3

Hari ini ku kembali ke poli kandungan bertemu dengan dokter Aisyah seperti yang direncanakan sebelumnya. Aku sendiri menyusuri lorong rumah sakit menuju poli kandungan. Poli kandungan berada di ujung dekat dengan masjid. Sudah ramai ternyata, aku mendapatkan urutan ke-sembilan.


Aku menanti sambil membaca buku yang kubawa. Sengaja ku bawa buku ini karena sudah dapat dipastikan jika pasien dokter Aisyah banyak. Dokter spesialis kandungan di rumah sakit ini yang terkenal adalah beliau. Jadi tak heran jika untuk bertemu beliau harus reservasi satu bahkan dua pekan sebelumnya.


kuperhatikan satu persatu para pasien. Semua terlihat begitu bahagia dengan perut buncitnya. Suami merekapun juga terlihat antusias menemani. Tak sedikit dari mereka yang membawa bekal camilan dan air mineral mungkin untuk mengurangi rasa mual pikirku. Sungguh, ini pemandangan yang romantis. Kelak semoga aku dan mas Pras bisa merasakan kebahagian seperti yang mereka rasakan.


"Assalamualaikum dok", sapaku sambil masuk ruang praktik.


"Walaikumsalam shaki, bagaimana kabarmu hari ini?" Jawab dokter Aisyah sangat ramah padaku.


"Sehat dok, hari ini aku haid dok" terang ku


"baik kalo begitu kita bisa mulai untuk USG trans-rectal ya shaki, kita lihat bagaimana kondisi sel telur mu di dalam ovarium"

__ADS_1


"Shaki coba kamu lihat ini, hal yang membuat haid mu tidak beraturan. Sel telur mu banyak dan kecil kecil" terang dokter Aisyah sambil memperlihatkan penampang di layar USG


"Apakah itu berbahaya dok ? Apakah itu berpengaruh dengan kesuburan kandungan shaki dok?" Tanyaku menghela nafas


"Iya shaki, ini yang namanya PCOS yang kadang bisa membuat lama pembuahan. Oiya kamu nikah bulan apa rencananya ?" Jelas dokter Aisyah


"Bulan November dok, lalu apakah itu artinya aku akan lama atau bahkan tidak akan memiliki keturunan?" Tanya ku menyelidik


"Masih ada beberapa bulan kita bisa lakukan treatmen hormon sekaligus promil agar haid mu teratur shaki" jawabnya


Aku dengan gontai berjalan meninggalkan poli kandungan. Anganku untuk bisa merasakan kebahagian seperti para pasien di poli tadi seketika bubar. Perasaan ku bagaikan teriris, teringat pemaparan dari dokter Aisyah tadi.


Rasa penasaran dan kehawatiranku berkecamuk. Aku harus menyimpan ini semua dari ibu dan bapak agar pernikahan terwujud, pikirku. Bukan dengan berbohong, hatiku semakin gusar. Tanpa sadar bulir air mata menetes cukup deras.

__ADS_1


Aku sengaja tidak langsung kembali kerumah. Aku memilih untuk menenangkan fikiran sambil menikmati hot chocolate favorit ku di sebuah cafe. Setidaknya agar aku bisa jauh lebih menata hati untuk menyampaikan semua ini. Kunikmati hot chocolate dan sambil browsing tentang masalah yang ada pada kandungan ku itu.


Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) merupakan gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. Penderita PCOS mengalamai gangguan menstruasi dan memiliki kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebih. Hormon androgen yang berlebih pada penderita PCOS dapat mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong-kantong berisi cairan. Hal ini mengakibatkan sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur. PCOS sendiri ada beberapa tipe, dan aku mengalami tipe A dimana sel telurku banyak ditumpangi butir-butir kista.


Sekarang aku sudah paham apa yang aku alami. Berat untukku, tapi aku harus ikhlas menerima semua ini. Semoga Mas Pras dan keluarga nya menerim dengan lapang dada kondisi ku jika akhirnya aku tak bisa memberikan keturunan.


Dering telephone berbunyi, ternyata panggilan dari mas Pras. Tak kuasa aku mengangkat panggilan dari mas Pras. Berulang kali dan tak ada yang kujawab. Rasanya aku masih belum siap menceritakan semua ini kepada mas Pras. Aku takut kehilangan, aku belum siap ditinggal mas Pras karena kondisi kandunganku.


Setelah aku puas menikmati hot chocholat segera kukemasi barangku. Rasanya kaki ini berat untuk melangkah pulang. Rasa takut dan sedih berkalut dalam hati. Takut jika akan menyakiti perasaan ibu dan bapak. Takut jika akhirnya pernikahan ku batal dilaksanakan. Kukuatkan langkahku untuk menuju kasir dan memesan taxi online. Hari ini aku tidak naik bus tapi aku memilih taxi online agar lebih nyaman.


🤗🤗


selamat menikmati kisahnya yaa...

__ADS_1


update an selanjutnya ditunggu kuy 😀


jangan lupa berikan like 👍 dan tinggalkan jejak komentar yaaa pembaca 💕


__ADS_2