
Siang itu aku menemani shaki kontrol ke rumah sakit. Sengaja aku menemaninya, karena aku ingin selalu ada disetiap harinya. Aku semakin mencintai shaki terlebih melihat betapa kuatnya shaki menjalani hari-hari beratnya beberapa bulan terakhir. Aku ingin menjadi penyemangat dan tempat ternyaman untuk tuan putriku ini. Seperti shaki yang telah memberikan kebahagiaan dan ketenangan dalam hari-hari ku.
"Pras"
Suara itu, aku sangat mengenalinya. Suara yang begitu lembut dan selalu kurindukan beberapa tahun lalu.
Deg.
Jantung ku serasa ingin copot. Aku hampir tak percaya. Benarkah itu suara yang begitu kurindukan beberapa tahun lalu. Benarkah itu suara yang telah kukubur sedalam mungkin dalam kehidupan ku saat ini. Benarkah itu suara perempuan yang telah mencuri angan terindah ku. Aku tak percaya, dia kembali hadir setelah sekian lama ditelan waktu.
Nabila, hadir kembali dalam kehidupan ku. Apakah ini takdir atau justru bayang semu seperti yang sebelumnya terjadi. Aku yang sudah memantapkan hati dengan shaki, kini sedikit goyah dengan hadirnya nabila. Terlebih dia telah sendiri lagi. Masih ada kesempatan untuk ku kembali bersamanya.
"Stop! Ingat pras. Shaki jauh lebih baik untukmu saat ini" Batinku berontak
Jahat sekali jika aku harus berpaling dari shaki. Shaki yang membuat hari-hari ku kembali penuh warna. Shaki yang membuat hari-hari ku menemukan cinta kembali setelah patah. Namun tak dapat kupungkiri, masih ada bayang nabila dalam hatiku.
"Pras, bisakah kau menjemput ku di rumah sakit? Mobil ku masih di bengkel, tak mungkin aku menggunakan taxi online hari sudah larut" Suara Nabila menelpon ku.
"Okay, aku segera ke rumah sakit ya" Jawabku tanpa beralasan.
Ternyata Nabila masih menyimpan nomor ku. Kenapa baru sekarang dia menghubungiku. Bertahun-tahun aku menunggu kabar darinya. Tapi tak kunjung ada kabar, Tiba-tiba undangan pernikahan nya dengan kamil tergeletak di meja teras rumahku. Hancur berkeping-keping hatiku saat itu. Meninggalkan kota kelahiranku dengan penuh kekecewaan dan luka yang teramat sangat sakit.
__ADS_1
"Ah.. Nabila. Kenapa justru sekarang kita dipertemukan kembali" Batinku
Sepanjang perjalanan, kami banyak bercerita. Rasanya seperti dejavu. Aku masih tak percaya, bahwa aku berbincang riang bersama Nabila saat ini. Permpuan yang menjadi first love ku dimasa sekolah dulu. Perempuan yang juga menghancurkan hati ku dan angan ku.
"Jadi, kamu yakin udah move on" Goda Nabila
"Haha entahlah, tapi shaki hadir memberikan hidup baru untuk ku" Jawabku
"Syukur lah, aku senang kamu telah menemukan cintamu kembali" Suara Nabila membuatku tersipu
"Aku sempat menghawatirkan mu saat itu, kata boby kamu frustasi saat menerima undangan pernikahan ku" Cerita Nabila
"Itu dulu, semua butuh waktu" Jawabku singkat
"Aku tidak sebodoh itu Nabila, aku masih punya akal sehat dan Tuhan" Jawabku sambil terkekeh
"Rumah kamu yang sebelah mana ini?" Tanyaku
"Rumah nomor 3B warna hijau" Jawab Nabila sambil menunjukkan arah masuk komplek perumahannya.
"Jaga baik-baik shaki, aku sudah menemukan cintaku, kamil junior. Aku juga sudah bertemu dengan mu kembali. Sudah lebih dari cukup bagiku sebagai obat rinduku padamu" Suara Nabila membuatku terpatung.
__ADS_1
"Terimakasih telah mengantarkan ku malam ini. Good night" Pamitnya sambil turun dari mobil.
Beberapa hari ini, aku mulai berkomunikasi lebih dekat lagi dengan nabila. Setelah pertemuan ku di rumah sakit saat mengantarkan shaki kontrol. Aku kembali dekat dengan nabila. Entah dengan perasaan yang aku sendiri tak memahaminya.
Banyak cerita dari nabila yang tidak ku ketahui sebelumnya. Kisahnya yang dipaksa menikah dengan kamil. Beratnya hari yang nabila lalui bahkan aku justru tak ada usaha apapun untuk memperjuangkan nya saat itu.
Kamil adalah seorang dokter spesialis jantung yang juga seorang putra semata wayang dari seorang tokoh ternama pemilik perusahaan fashion terbesar di Asia Tenggara. Kamil dijodohkan dengan nabila karena ayahnya adalah sahabat dari ayah nabila. Mereka menikah tanpa ada rasa cinta. Satu tahun setelah menikah mereka dikaruniai seorang putra, bersamaan dengan kecelakaan yang dialami kamil. Saat itu pula benih cinta Nabila kepada kamil sedang tumbuh namun harus patah kembali. Hal ini yang membuat Nabila memberi nama Putrannya kamil. Sama seperti nama mendiang suaminya.
Saat itu nabila masih menjadi pacarku, dan Kamil juga memiliki pacar. Tak lama setelah mereka menikah, pacar Kamil meninggal karena kecelakaan. Aku bukannya berjuang untuk mendapatkan nabila kembali tapi justru menghilang tanpa kabar.
Seandainya dulu aku berjuang lebih keras, mungkin aku bisa mendapatkan nabila kembali. Namun, itu masa lalu. Aku sadar, ada shaki sekarang. Shaki yang akan menjadi istri ku kelak. Perjuangan shaki untuk bangkit dari diagnosis dokter kandungan tak mungkin ku hianati. Pengorbanan shaki untuk tidak berkarir diluar tak mungkin ku abaikan. Aku yakin bahwa ini adalah jalan hidup ku.
Nabila hanya sebuah masa lalu yang mungkin sedang singgah sesaat dalam perjalanan ini. Nabila telah menemukan cintanya, kamil kecil. Buah dari pernikahan nya dengan mendiang kamil. Bukan Nabila tempat ku berlabuh. Aku berusaha mewaraskann diri.
Aku sadar, akhir-akhir ini shaki berbeda. Sikapnya tak seriang hari-hari biasanya. Seperti ada yang shaki sembunyikan. Beberapa kali shaki menanyakan sesuatu yang tak kuceritakan padanya. Perasaan shaki cukup peka. Shaki merasakan kehadiran masa laluku. Apa mungkin ini yang dinamakan godaan menjelang pernikahan. Apapun itu, semoga shaki menjadi tempat terakhir pelabuhan hatiku.
🤗🤗
selamat menikmati kisahnya yaa...
update an selanjutnya ditunggu kuy 😀
__ADS_1
jangan lupa berikan like 👍 dan tinggalkan jejak komentar yaaa pembaca 💕