
Riuh suara kokokan ayam bersahutan. Segelas coklat hangat dan tahu crispy tersaji nikmat di meja teras. Tentu sudah bisa ditebak ini semua ibu yang menyiapkan. Perbincangan pagi ini sangat hangat dengan topik rencana pernikahanku tentunya.
"Nak, hari ini apakah kamu jadi ke poli kandungan lagi?" Tanya ibu.
"Iya Bu, insyaallah shaki ke poli kandungan jam sepuluh pagi nanti" jawabku
"Jadi kamu izin kerja lagi nak ?" Tanya bapak
"Iya pak shaki izin kerja lagi" jawabku sambil menikmati tahu crispy.
"Bagaimana dengan jerawat diwajahmu ? Apakah sudah berkurang ?" Tanya ibu
"Justru malah semakin banyak Bu. Apakah shaki harus ke dokter spesialis kulit ya Bu agar mendapat perawatan instensif ?" Tanyaku.
"Sepertinya iya nak, ada baiknya ke dokter spesialis kulit karena skincare mu tidak berefek apapun untuk wajahmu" jawab ibu
"Apalagi hari pernikahan mu tinggal beberapa bulan lagi nak, biar makin ayu ketika di makeup manten nantinya" celetuk bapak.
Hari ini hari ke sebelas aku menjalani terapi hormon. Semakin hari tubuhku semakin tak nyaman. Wajahku semakin banyak jerawat yang berukuran besar bahkan bernanah. Tubuhku semakin terasa berat dan setiap sore aku merasa demam kedinginan.
"Pagi shaki, bagaimana kondisi mu hari ini?" Tanya dokter Aisyah di ruang observasi
__ADS_1
"Pagi dok, shaki merasa ada yang aneh di tubuh shaki dok" jawabku
"Apa yang kamu rasakan sekarang? Ini sudah masuk hari ke sebelas bukan ?" Tanya dokter Aisyah sambil membuka rekam medisku
"Benar dok, ini hari ke sebelas dan shaki merasa ada banyak timbul jerawat mengerikan di wajah shaki. Badan shaki terasa semakin berat dan juga setiap sore hari menggigil" terangku
"Baiklah, semua itu karena pengaruh obat hormonnya shaki. Saya sarankan kamu untuk melakukan diet sehat dengan menjaga pola makan dan olahraga minimal tigapuluh menit setiap harinya. Selain itu kamu juga bisa ke dokter spesialis kulit untuk masalah jerawatmu." Terang dokter Aisyah.
"Oiya, kalo begitu saya akan ganti obat hormon kamu ya shaki agar tidak terlalu banyak jerawat tumbuh" terang dokter Aisyah.
Ku susuri lorong rumah sakit dan kutebus resep baru dari dokter Aisyah. Setelah dari apotek aku menuju lorong pendaftaran. Sengaja aku kembali ke pendaftaran untuk daftar pasien kulit. Aku mencari dokter spesialis kulit terbaik di rumah sakit ini.
"Ada yang bisa saya bantu kakak?" Tanya resepsionis
"Bisa sekali mbak, disini ada program yoga class, aerobik class dan pilates" terang resepsionis.
"Oke saya ambil aerobik class aja kalo begitu mbak, jadwalnya hari apa saja ya?" Tanyaku
"Aerobik class ada jadwal setiap Senin, Rabu dan Jumat pukul empat sore dan Selasa, Kamis, Sabtu pukul delapan pagi" Jawabnya.
"Oiya mbak, ini kelasnya khusus perempuan kan ya ?" Tanyaku.
__ADS_1
"Benar mbak, disini khusus perempuan saja jadi privasi terjaga mbak" paparnya.
Sepulang dari rumah sakit aku segera mencari sanggar senam disekitar rumah. Dokter Aisya menyarankan untuk olahraga minimal 30 menit setiap hari agar berat badan ku ideal. Aku memilih untuk mengikuti aerobik di sanggar senam dekat rumah. Tentu agar aku konsisten dalam treatmen ini.
Jerawat makin tak karuan. Perih sakit dan sangat membuatku tak nyaman. Sudah kucoba facial treatmen di salon skincare yang biasa aku kunjungi. Tetap saja tak ada perubahan baik, justru semakin merajalela jerawatku. Hampir frustasi aku dengan kondisi ini.
Pernikahanku sebentar lagi, hanya menghitung bulan saja. Tak mungkin rasanya jika wajahku penuh jerawat mengerikan seperti ini di hari bahagiaku. Aku merasa benar benar cemas. Khawatir jika nantinya rias pengantinku tak dapat menutupi jerawat jerawat ku ini.
"Mas Pras, bagaimana ini ? Wajahku semakin penuh dengan jerawat" rengekku pada mas Pras.
"Tenang, ini bukan akhir dari segalanya. Percayalah, kamu akan terlihat tetap cantik karena kecantikan itu sejatinya dari hati bukan dari wajah" jawab mas Pras.
"Shaki takut mas" jawab ku
"Besok insyaallah ada solusi dari dokter kulit ya dek, tenanglah" potong mas Pras menenangkanku.
Wajah bukanlah tolak ukur kecantikan seorang perempuan, karena sejatinya akan terlihat dari pancaran tutur dan perilakunya. Benar kata mas Pras, apa lagi yang harus ku takutkan. Perasaanku mulai sedikit tenang setelah berkeluh dengan mas Pras. Semoga besok ada solusi terbaik dari dokter spesialis kulit yang sudah ku reservasi.
🤗🤗
selamat menikmati kisahnya yaa...
__ADS_1
update an selanjutnya ditunggu kuy 😀
jangan lupa berikan like 👍 dan tinggalkan jejak komentar yaaa pembaca 💕