
Adzan subuh berkumandang aku segera bergegas untuk sholat subuh. Hari ini agendaku cukup padat. Bertemu dokter aisyah kemudian bertemu team wedding organizer dan kemudian cek souvenir. Tentu bersama mas pras.
Selepas sholat subuh, aku menuju ke ruang keluarga. Seperti biasanya, ibu telah menyiapkan coklat panas untuk ku, teh panas untuk bapak, ibu dan adek. Tak lupa bersamaan dengan pisang goreng yang masih panas. Rutinitas seperti ini yang akan selalu kurindukan nantinya. Semoga keluarga ku kelak juga akan sehangat ini.
"Nak, yuk sini teh nya sudah siap" Suara ibu memanggil adikku.
"Dek ayo sini gabung, ada pisang goreng juga nih" Suara ku sambil mengetuk pintu kamar adik yang ada disebelah kamarku.
Tak lama adik Keluar kamar dan bergabung dengan kami. Aku terpaut empat tahun dengan adik. Dia laki-laki yang selalu melindungi ku ketika diluar selama ini. Walaupun usianya terpaut cukup jauh, namun kedewasaannya lebih daripada ku. Kadang aku terlihat manja dan sering dikira aku adiknya. Adikku sedang kuliah di fakultas kedokteran, wajar jika dia jarang bermain dengan teman sebayanya dilingkungan rumah.
"Hari ini apa agenda mu nak? " Tanya bapak padaku
"Hari ini shaki mau kontrol ke dokter aisyah kemudian bertemu team WO untuk fiksasi acara di gedung setelah itu ambil souvenir pak" Jawabku menerangkan
"Sendiri atau ditemani nak pras? " Tanya ibu
"Tenang bu, shaki pergi ditemani mas pras, InsyaAllah aman bu" Jawabku sambil tersenyum
Ku teguk coklat panas ku sambil sedikit mencium aroma coklat yang khas. Adik terlihat begitu menikmati pisang goreng buatan ibu. Pisang goreng adalah salah satu camilan kesukaannya, apalagi buatan ibu. Sudah dijamin enak dan istimewa rasanya.
"Kak, ada hubungan apa mas pras dengan dokter nabila?" Tanya adik tiba-tiba
__ADS_1
Sontak aku yang mendengar langsung tersedak. Ribuan pertanyaan ada di kepalaku. Tapi aku harus mencoba tenang, agar tidak terlihat gugup. Berusaha merahasiakan siapa nabila sebenarnya.
"Emmm... Nabila itu temen SMA mas pras dek" Jawabku
Kenapa memang dek? Kamu kenal dimana dengan nabila ? " Tanyaku
"Dokter nabila kan dokter anak yang praktek di klinik bersama ku kak" Jawabnya
"Teman sekolah tapi kenapa terlihat begitu dekat ya kak? Sudah dua malam ini aku melihat mas pras menjemput dokter nabila" Tanyanya lagi.
"Hehe iya dekat kan tetangga mereka waktu mas pras di kampungnya" Jawabku berbohong
Banyak sekali pertanyaan sebenarnya yang membuat hatiku gusar. Sedekat apa mas pras dengan nabila. Kenapa mas pras tidak bilang jika akan menjemput nabila. Ingin rasanya bertanya namun takut jika tak berkenan dihati mas pras.
Semoga ini tidak ada hubungannya dengan pernikahan kami nantinya. Pernikahan ku dan mas pras akan berlangsung beberapa pekan lagi. Semua sudah delapan puluh persen. Semoga semua berjalan sesuai dengan rencana.
Aku berusaha untuk berfikir yang baik-baik saja. Tapi hati ini tetap tak bisa dipungkiri. Gelisah, khawatir terlebih beberapa hari ini semua kegiatan ku selalu bertemu dengan nabila. Nabila mungkin adalah masa lalu mas pras. Apakah mas pras mampu menjadikan nabila hanya sebatas masa lalu. Entahlah, fikiran buruk itu membuat ku semakin gusar.
Aku segera bergegas menuju kamar dan bersiap untuk agendaku hari ini. Ku kenakan atasan biru muda dan celana dongker. Kupilih jilbab dongker bermitif bunga putih dan biru muda. Ku kenakan sepatu Kickers ku dan kusiapkan tas hitamku. Dompet dan handphone ku masukan tas segera.
"Nak, sudah ditunggu nak pras ini" Suara bapak dari teras rumah
__ADS_1
"Iya Pak, tunggu sebentar" Jawabku sambil memakai kaos kaki
"Yuk mas berangkat" Pintaku setelah sampai di teras rumah
Kami segera menuju mobil dan berangkat. Aku hanya diam. Bingung ingin berkata apa, karena aku masih kepikiran soal kalimat adik tadi pagi. Rasa ragu terhadap calon suamiku membuyarkan lamunan.
"Adek kenapa?" Tanya mas pras
"Aku gak papa mas" Jawabku
"Yakin? Mas pras gak yakin lho dek. Seperti ada yang adek mau sampaikan tapi tertahan" Tanyanya
"Emmm... Semalam mas kemana?" Tiba-tiba kalimat itu muncul dari mulutku.
"Semalam mas jemput nabila karena mobil nabila belum selesai di servis" Jawab mas pras dengan tersenyum
Aku tak sanggup lagi berucap. Aku menarik nafas panjang dan mengeluarkan pelan-pelan. Rasanya berat sekali didada ini. Apakah aku berhak cemburu, tapi bagaimana jika seandainya memang tidak ada hubungan apapun diantara mereka lagi.
🤗🤗
selamat menikmati kisahnya yaa...
__ADS_1
update an selanjutnya ditunggu kuy 😀
jangan lupa berikan like 👍 dan tinggalkan jejak komentar yaaa pembaca 💕