RAINBOW STORY

RAINBOW STORY
part 5 (ikhlas)


__ADS_3

Matahari pagi menyapa dengan hangatnya kehidupan ini. Aku yang sudah mengumpulkan keberani untuk bertemu mas Pras pun merasa jadi lebih semangat. Semangat menjalani hari-hari baru ku nantinya jika mas Pras memilih untuk mundur. Semoga saja mas Pras bisa menerima kondisiku ini pintaku disetiap sujud sholat.


"Nak, apakah kamu siap?" Tanya ibu


"Bismillah shaki siap dengan apapun keputusan mas Pras Bu" jawabku


"Ikhlaskan apapun nanti keputusan nak Pras ya. Masa depan mu bukan soal ini saja, jalan mu masih panjang. Berjanjilah pada bapak bahwa kamu akan lapang dada dan sabar apapun hasilnya nanti" kata bapak sambil menepuk punggungku.


"Terimakasih pak, shaki bahagia memiliki orangtua seperti ibu dan bapak. Selalu ada dalam kondisi apapun yang shaki lalui" jawabku.


Bergegas aku menuju cafe ruff untuk bertemu dengan mas Pras. Perasaan ini tak karuan, tangan dan kaki ku mulai dingin. Bulir bulir keringat bercucuran di wajahku. Bibirku komat Kamit berdzikir sepanjang perjalanan. Aku pasrah.


"Dek shaki, disini" suara mas Pras semakin membuatku gugup.


"Mau pesen hot chocolate sama spagethi dek ?" Tawaran mas Pras sambil menatapku heran.


"Shaki hot chocolate saja mas" jawabku menunduk.


Rasanya aku tak nikmat untuk makan. Gugup sekali aku apalagi tatapan mas Pras seakan mengetahui kegugupanku. Senyum mas Pras membuatku semakin takut jika akhirnya dia mundur.


"Mas, maafin shaki ya" suaraku lirih membuka obrolan


"Mas paham, kamu butuh waktu. Mas ini calon suami dek, berbagilah dengan mas" kata mas Pras.


Kalimat mas Pras membuatku semakin tak karuan. Aku menundukkan kepala dan menghela nafas. Tanpa terasa air mataku tak lagi mampu ku bendung. Pecah tangisku. Gemetar seluruh badanku. Nafasku menjadi tak beraturan.


"Menangislah jika memang dengan tangisan hatimu menjadi lebih ringan. Luapkan emosimu, aku akan menunggu untukmu" suara mas Pras.

__ADS_1


Lagi lagi kalimat mas Pras membuatku semakin tak kuasa menahan tangis. Semakin deras aliran air mataku. Tak beberapa lama aku mulai mengatur nafasku. Aku mulai menghentikan tangisku. Mencoba tenang dan menyiapkan hati untuk bercerita dengan mas Pras.


"Mas, apakah mas Pras masih mau jika shaki nantinya gak akan bisa memberikan keturunan ?" Tanyaku dengan sesenggukan.


"Ada apa sebenarnya dek ? Coba kamu ceritakan, agar mas paham dan bisa menjawab pertanyaanmu itu dek" pinta mas Pras.


"Beberapa waktu lalu, shaki diminta ibu untuk screening kandungan mas" suaraku sangat berat


"Lalu apa yang membuatmu seperti ini ? Bukannya baik jika ibu meminta mu untuk melakukan hal itu dek" kata Pras.


"Shaki PCOS mas, shaki akan lama atau bahkan tidak akan bisa memberikanmu keturunan mas" jawabku dengan linangan air mata.


"Bolehkan aku mencari tahu dulu tentang PCOS itu dek ? Beri mas waktu untuk memahami itu ya dek" tanya Pras yang langsung membuka banyak artikel tentang PCOS di smartphone nya.


Aku meneguk sedikit demi sedikit hot Chocolat sembari menunggu mas Pras membaca artikel. Tiba - tiba mas Pras memanggil pelayan cafe dan memesan spagethi teriyaki dan zupa soup. Entahlah apa yang mas Pras pikir. Kenapa mas Pras memesan spagethi dan zupa soup padahal disini sudah ada kentang goreng dan roti bakar coklat.


"Apa yang kamu takutkan sekarang dek?" Tanya mas Pras


"Aku... Aku.... " Aku tak kuasa menjawab dan menangis lagi.


"Tenanglah, aku tak akan meninggalkanmu. Percayalah, bahwa ini bukan akhir dari kehidupanmu. Justru ini adalah awal perjuangan kita" jawab mas Pras.


"Tapi mas, bagaimana dengan keluarga mu?" Tanyaku


"Tenanglah, aku yakin mereka tak akan mempermasalahkan hal ini. Sekarang makanlah zupa soup kesukaan mu" pinta mas Pras


"Mas Pras serius ? Mas Pras tak akan mencari perempuan lain yang bisa memberi keturunan?" Tanyaku penasaran

__ADS_1


"Makanlah dulu zupa soup dan spagethi ini, mas tau sejak kemarin adek hanya makan sedikit. Setelah makan nanti kita bicara lagi ya dek" pinta mas Pras


Tanpa membantah aku segera menikmati zupa soup dan spagethi yang mas Pras pesankan. Rasanya selera makanku telah kembali. Jawaban mas Pras membuatku lebih lega. Mas Pras tak akan meninggalkanku karena ini. Batinku bersorak gembira. Senyumku merekah kembali.


"Nah gitu dong senyum, jadi enakkan makanannya" ledek mas Pras yang melihat sunggingan senyumku.


"Ah mas Pras gombal deh, shaki masih gak percaya mas. Mas Pras gak akan pergi ?" Tanyaku lagi


"Hei, menikah itu bukan hanya persoalan punya atau tidak keturunan dek. Lagipula dari artikel artikel ini disebutkan bahwa PCOS bisa ditekan dengan mengubah pola makan ataupun konsumsi obat hormon dek" terang mas Pras


"Mas benar akan tetap bersama sahki?" Tanyaku.


"Iya dek, mas yakin denganmu. Mas temani kamu menjalani treatmen ini. Percayalah, akan ada hikmah dibalik semua ini", terang mas Pras.


Bahagianya hatiku mendengar jawaban mas Pras. Seraya ingin memeluk erat dirinya, tapi masih belum halal. Beruntungnya diriku menemukan lelaki seperti mas Pras. Aku semakin yakin bahwa mas Pras adalah pilihan terbaik dalam hidupku.


"Apakabar shaki? Apa keluhanmu?" Tanya dokter Aisyah.


"Dok, shaki mau treatmen seperti yang dokter terangkan waktu itu dok. Sekalian program hamil dok" jawabku dengan senyum merekah.


"Baiklah, kita cek lagi ya kondisinya ya. Setelah ini akan saya resepkan obat hormon yang akan membuat normal siklus haid dan Metformin untuk mengurangi resistensi insulin dan masalah kesuburan akibat PCOS" terang dokter Aisyah.


🤗🤗


selamat menikmati kisahnya yaa...


update an selanjutnya ditunggu kuy 😀

__ADS_1


jangan lupa berikan like 👍 dan tinggalkan jejak komentar yaaa pembaca 💕


__ADS_2