
"Aku tidak pernah bisa mengabaikan tatapanmu yang selalu membuat hatiku bergetar. Dan yang membuatku membencinya.... Adalah.... karena aku tidak mengerti apa arti dari getaran itu....."
~Rainy Heart~
"Baiklah... Sampai jumpa besok!"
Marin membungkukkan tubuhnya dan beranjak mengeluari cafe. Pekerjaannya telah selesai, dan ia akan pulang sekarang. Marin mengeluari cafe dengan wajah tertekuk sempurna, ia sangat menyayangkan karena tidak bisa datang dalam acara fanmeeting yang dilakukan Kyujong. Karena ada salah satu temannya yang sakit, ia pun tak bisa untuk mengambil libur.
Namun ia sempat melihat cuplikan videonya tadi, ia bersyukur semua berjalan dengan baik meski situasi sedang memanas. Marin menghentikan langkahnya di halte, dan tersenyum getir. Kali ini penggemar Kyujong sudah mulai jinak, mereka tak seekstrim dua tahun yang lalu, ia bersyukur, namun ia juga iri.
Marin menghembuskan nafasnya pelan dan menunggu bisnya datang. Rasa kecewa karena tak bisa datang tadi, kini berubah menjadi perasaan sedih. Bicara tentang iri, ia memang merasa sangat iri. Mengapa hari tenang ini tak berlangsung dua tahun lalu? Jika itu terjadi, pasti ia akan merasa sangat bahagia, ia tak perlu mengubah hidupnya. Ia tak perlu merasakan kemarahan seperti ini.
Perlahan kedua tangannya menyentuh kedua pipinya, bukan hanya hidupnya yang berubah, ia juga harus merubah wajahnya
"Mungkin karena aku terlalu mencintaimu...." Gumamnya merasa miris dengan dirinya sendiri.
*****
Marin menundukkan kepalanya merasa malu saat untuk pertama kalinya bertemu dengan Kyujong. Ia merasa sangat gugup dan bahagia, hingga ia tak bisa menyembunyikan senyumannya. Ia benar-benar tak menyangka, akan berhadapan dengan Kyujong, itu membuat jantungnya berdegub tak menentu
"Jang Marin.sshi?" Marin menarik mafas panjang untuk menetralisir kegugupannya, sangat tidak lucu jika ia harus pingsan. Perlahan, Marin mengangkat kepalanya dan memandang Kyujong
"Benar" jawabnya sambil tersenyum kikuk, tak disangkanya senyuman itu mendapatkan balasan. Kyujong tersenyum padanya, tepat dihadapannya. Ia merasa sedang bermimpi
"Sebelumnya aku mau minta maaf padamu, aku akan sangat merepotkanmu untuk beberapa waktu ini...."
"Jangan khawatir...." senyuman masih terpancar dari wajah polosnya itu
'Tak masalah... Rasanya aku sangat beruntung sekarang! Aku tak lagi melihatnya secara diam-diam... Penantianku bertahun-tahun terasa dibayar lunas... Ah... Aku bahagia sekali...'
Marin masih memandang Kyujong dengan senyuman manis. Hatinya berbunga-bunga saat ini. Meski ini hanya sandiwara tapi baginya ini sudah cukup untuk membuatnya merasa bahagia. Selama ini, sebelum Kyujong menjadi seperti saat ini, ia sudah memperhatikannya dengan diam-diam. Mereka memang satu sekolah, namun kepribadian Marin yang pemalu membuat mereka tak saling kenal. Namun Marin sangat menyukainya. Dia pasti sangat bahagia bisa membantu Kyujong.
Sebenarnya, ia tak tahu akan mendapatkan kejutan seperti ini, karena secara tak sengaja ia mendengar pembicaraan Jungsoo dengan salah satu pegawai di perusahaan hiburan yang menaungi Kyujong tentang rencananya mengangkat kembali popularitas Kyujong yang menurun karena insiden pelemparan naskah baru-batu ini. Jungsoo membawanya ke kantor untuk menutup mulutnya dengan sejumlah uang, selain itu ia juga harus berpura-pura menjadi kekasih Kyujong.
Uang bukanlah prioritas utamanya menyetujui hal ini, ia hanya ingin membantu Kyujong, namun sepertinya ia tak menyadari akibat yang akan ia terima. Marin adalah gadis pemalu yang baik hati dan polos....
*****
'tok..tok..tok...'
Kyuhyun menoleh lekas kearah pintu kamarnya, ia masih bertahan di dalam kamar. Meskipun halaman rumahnya sudah dihadiri tamu pesta perpisahan. Kyujong tersenyum merasa gemas dengan tingkah adiknya ini. Melihat Kyujong, bukannya merasa senang Kyuhyun justru terlihat murung
"Sampai kapan kau akan membuat mereka menunggu?" Pertanyaan lembut itu terlontar dari mulut Kyujong, ia berjalan mendekati sang adik
"Aku sudah bilang tidak akan menemui siapapun..." Kyuhyun berujar sembari bangun ke posisi duduk, kalimatnya terdengar manja diakhiri dengan helaan menggemaskan
"Mereka sudah menyiapkannya sejak pagi tadi... Ini pesta perpisahan untukmu..." Masih dengan sabar Kyujong membujuk adiknya agar mau keluar, Kyuhyun tak menjawab dan menunduk
"Kau merasa malu?" Kepala Kyuhyun mengangguk beberapa kali. Kyujong masih setia menampakkan senyumannya. Ia bahagia Kyuhyun bersikap seperti ini padanya, sudah lama sekali ia tak melihat Kyuhyun semanis ini. Ia hanya akan menemui wajah datar Kyuhyun enam tahun terakhir ini.
"Terimakasih...." Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memandang sang kakak heran
"Kenapa berterima kasih?" Kyujong mendekat dan memeluknya
"Hyung...." Kyuhyun berusaha melepaskan pelukan itu
"Aku sungguh merindukanmu...." Tak membalas kalimat itu, Kyuhyun justru mendorongnya
"Ini memalukan!" Protesnya
"Baiklah! Seperti apapun malunya dirimu saat ini, kau harus keluar!" Kyujong memandangnya kesal
"Aku tidak tahu bagaimana harus menghadapi Hyukjae dan juga Juhyun! Aku sudah membuat kehebohan..."
"Karena itu, jangan seperti itu lagi! Mengerti...?? Kami akan menunggumu 10 menit lagi..." Setelah mengatakan itu, Kyujong beranjak keluar.
.
.
Di luar rumah, sudah menunggu nyonya Kim, tuan Seo, Juhyun serta Hyukjae dan kedua orang tuanya. Mereka semua sudah mendengar kejadian tadi siang dari Juhyun. Dan mereka berharap Kyuhyun mau keluar. Sebebarnya tak ada yang spesial, mereka hanya ingin makan malam bersama sebelum Kyuhyun kembali. Dan mereka sangat berharap bisa memberikan kesan menyenangkan untuk Kyuhyun dihari terakhirnya berada di Jeungdo. Yah..... Kyuhyun sangat berhasil mengambil hati mereka.
Pintu rumah terbuka, mereka mendekat bersamaan, namun mereka sedikit kecewa karena Kyujong keluar seorang diri. Kyujong juga memandang mereka merasa bersalah
"Aku bilang padanya akan menunggu 10 menit lagi..." Lapor Kyujong
"Tidak apa-apa, kami akan menunggu!" Ujar nyonya Kim
"Ibu... Dia tidak akan keluar! Kejadian tadi pasti membuatnya tak nyaman, kita tidak perlu memaksanya..."
"Aigoo... Tapi setelah ini dia akan jarang datang, atau mungkin tidak akan pernah datang Juhyun...."
"Benar bibi... Juhyun benar! Mungkin dia memang butuh waktu sendiri..." Hyukjae menambahkan
"Aku minta maaf..." Kyujong meminta maaf
"Aigoo kenapa minta maaf...?" Kali ini ibu Hyukjae angkat bicara, Kyujong hanya tersenyum simpul
"Kita mulai saja makan malamnya, sisakan untuknya. Dia juga harus makan!" Putus nyonya Kim
"Biar aku antarkan!" Kyujong menawarkan diri, makanan memang sudah terhidang di teras rumah. Kyujong mulai mengambil beberapa makanan dan membawanya masuk.
Pada akhirnya mereka melakukan pesta perpisahan tanpa tokoh utamanya. Kyuhyun masih bertahan di dalam kamarnya, selain malu, ia juga tak ingin menerima tatapan iba dari mereka. Karena itu hanya akan membuatnya merasa lemah. Dari dalam kamar, ia mendengar semua percakapan mereka, mereka terdengar sangat heboh dan seru. Kyuhyun tersenyum dari dalam kamarnya.
.
.
Sekitar pukul sembilan malam, mereka membubarkan diri. Satu per satu mereka kembali ke rumah masing-masing, meninggalkan Kyujong dan Juhyun yang tampaknya masih ingin berbincang lama
"Aku akan lihat Kyuhyun dulu!" Juhyun mengangguk mengiyakan. Kyujong masuk kembali dan melihat apakah adiknya sudah beristirahat atau belum
Sampai di kamar, ia sudah menemui Kyuhyun tertidur pulas. Makanan yang ia bawa hanya tersentuh sedikit, Kyujong memandangnya dengan sendu
"Berat sekali berpura-pua seakan aku tak tahu apa-apa Kyuhyun.... nafsu makanmu berkurang, apakah sangat sakit?" Gumam Kyujong kemudian menyelimuti adiknya itu dengan benar. Setelah itu keluar sembari membawa beberapa sisa makanan yang ia bawa tadi. Membersihkannya terlebih dahulu sebelum keluar kembali
"Apa dia sudah tidur?" Tanya Juhyun begitu Kyujong keluar, Kyujong mengangguk dan duduk disebelah Juhyun, memandang gadis itu lekat. Ditatap seperti itu Juhyun jadi merasa tidak nyaman
"Ke.kenapa?" Tanyanya sedikit gugup, Kyujong tersenyum. Sepertinya Juhyun belum mengetahui kehebohan di luar sana
__ADS_1
"Apa kau sudah menentukan jawabannya?" Alih-alih memberitahu yang sebenarnya, Kyujong justru menanyakan jawaban atas lamarannya, Juhyun tertegun untuk beberapa saat
"Kau bilang akan menungguku..." Juhyun menunduk karena sebenarnya ia tak sanggup untuk memberi keputusan
"Apa yang membuatmu bimbang?" Juhyun menghela
"Entahlah"
"Aku harus bagaimana Juhyun?" Pertanyaan itu mampu membuat Juhyun mengangkat kepala kembali dan memandang Kyujong, pria itu tampak tak berdaya. Dia juga terlihat terluka seperti Kyuhyun
"Kenapa? Apa kau sedang sakit?" Kyujong tersenyum simpul, namun terlihat menyedihkan dimata Juhyun
"Aku pernah melakukan kesalahan dua tahun yang lalu, dan karena itu aku mengubahnya menjadi orang lain.... Aku sungguh tidak ingin membuat kesalahan yang sama, Juhyun..... aku harus bagaimana?" Juhyun masih memandangnya tak mengerti
"Terjadi sesuatu?" Tanyanya hati-hati
"Mereka sudah tahu..."
"Tahu tentang apa?" Juhyun semakin tak mengerti
"Hubungan kita...." Dan dua kata itu mampu membuat Juhyun terbelalak. Ia mengerti maksud dari pembahasan ini, hubungan mereka terekspose ke media, rumor akan mengatakan hal lain, pasti ini serius hingga membuat Kyujong tak tahu harus berbuat apa
"Apakah aku harus menyangkalnya atau melanjutkannya?" Itu juga pertanyaan yang membuat Juhyun tak mampu untuk menjawab
"Seberapa panas rumor yang beredar..." Kyujong tak menjawab namun memberikan ponselnya pada Juhyun, ia ingin Juhyun membacanya sendiri.
Dalam artikel itu, mereka mengatakan hal buruk tentangnya, Juhyun menarik nafas panjang. Bukan hubungan manis yang diberitakannya, tapi hal buruk. Mereka bilang Juhyun berusaha merayu Kyujong yang sedang melakukan kegiatan sosial di Jeungdo karena ingin popularitas dan hanya menginginkan kekayaan Kyujong saja. Karena mustahil bagi Kyujong jatuh cinta kepada gadis desa sepertinya. Juhyun mengembalikan ponsel itu dengan diam
"Semua ini salah! Aku khawatir mereka akan semakin mengatakan hal yang tidak-tidak... Bisakah aku melindungimu dan memulihkan namamu kembali?"
"Kyujong, aku bukan artis sepertimu.... Tidak perlu khawatir!" Juhyun tersenyum
"Apa kalimat ini pertanda jika kau menolak lamaranku?" Juhyun menoleh dengan cepat
"Kenapa kau berpikiran seperti itu?"
"Sudah kukatakan aku tidak akan mengulangi kesalahanku kembali!" Kini suara Kyujong meninggi, membuat Juhyun mematung karena terkejut, Kyujong tertegun dan menarik nafas panjang menyesali reaksinya
"Maaf...." Juhyun tersenyum kikuk tak percaya Kyujong bisa meledak seperti itu
"Lalu apa rencanamu...?" Kyujong memandangnya lekat
Suasana pagi di pedesaan memang sangat menyenangkan. Ketika kau mendengar hiruk pikuk orang-orang yang akan mengawali hari di perkotaan, klakson mobil, deru mesin dan sebagainya. Kau akan merasakan kesegaran dan ketenangan pagi di pedesaan. Burung-burung bernyanyi riang, menyambut banyak orang yang akan mengawali hari, sapa ramah warga yang akan mulai bekerja juga terdengar menyenangkan.
Kyuhyun beranjak dari kamarnya dan menemui Kyujong tertidur di ruang tengahnya. Sejenak ia tatap wajah pulas itu, wajahnya begitu mirip dengan sang ibu dan itu membuat Kyuhyun tersenyum simpul
"Maaf... Aku pasti sangat merepotkan"
"Hyukjae......!" Panggilan khasnya, seperti bocah kecil yang akan mengajak bermain temannya. Alih-alih mrngetuk pintu atau membukanya, Kyuhyun justru memanggil dari balik pintu
"Hyuk...." Panggilannya terhenti saat pintu rumah Hyukjae bergeser. Kyuhyun tersenyum pada sang pemilik nama. Hyukjae memandangnya tanpa memberi jawaban atas panggilan itu, ia juga bertekad untuk tidak membahas kejadian kemarin
"Aku ingin lari pagi bersamamu..."
"Tunggu sebentar!" Setelah mengatakan itu, Hyukjae kembali masuk. Meninggalkan Kyuhyun yang tampaknya keheranan dengan sikap itu, tak biasanya Hyukjae sediam ini, yang Kyuhyun kenal, Hyukjae sangat konyol dan ceria, tapi pagi ini dia terlihat sangat murung
'*Kau harus menghibur Hyukjae*...'
"Ah...." Kyuhyun angguk-angguk saat mengingat ucapan Juhyun kemarin, sesaat kemudian Hyukjae keluar dengan mengenakan pakaian olah raga sepertinya. Kyuhyun tersenyum.
15 menit pertama, mereka lalui lari pagi ini tanpa mengatakan apapun. Sesekali Kyuhyun meliriknya, ia tak menyangka kembalinya ia ke Seoul mampu membuat Hyukjae sampai seperti ini
"Apa aku membuat kalian kecewa?" Tanya Kyuhyun mengawali percakapan, Hyukjae tak menjawab namun menoleh kearahnya
"Pasti kalian sangat kecewa karena tadi malam...." Kyuhyun menghela
"Aku memang egois... Maafkan aku...! Padahal kalian sudah menyiapkan semuanya untukku" Hyukjae menghentikan langkah, spontan Kyuhyun juga menghentikan langkahnya. Hyukjae memandangnya sejenak kemudian tertawa, membuat Kyuhyun mengerutkan kening
"Aigoo... Pagi ini sikapmu benar-benar!! Kyu! Kalau ada orang lain disini, pasti mereka mengira kita sedang pacaran...."
"Apa?????" Kyuhyun memekik dan memundurkan tubuhnya
"Bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu???" Protes Kyuhyun masih menjaga jarak, itu membuat Hyukjae tertawa semakin kencang
__ADS_1
"Dengar! Kami tidak kecewa padamu! Kembalilah dengan tenang... Aku tidak tahu mengapa hati orang desa begitu sensitif. Ibu dan juga bibi menyayangimu seperti anak mereka sendiri, akupun merasa memiliki saudara kembali saat kau datang! Tentu saja aku merasa sedih, tapi setelah dipikir-pikir untuk apa aku sedih? Kau pasti akan datang lagi untuk berkunjung... Benar kan?" Kyuhyun tersenyum simpul dan mengangguk setengah hati. Namun "*datang lagi untuk berkunjung*" Kyuhyun tak yakin akan itu
"Kau mau ikut aku ke Seoul?" Tanya Kyuhyun tiba-tiba
"Iya?" Hyukjae kini yang dibuat keheranan
"Kau suka anak-anak, kan?" Hyukjae mengangguk, ia memang sangat menyukai anak-anak
"Datanglah ke Seoul jika kau punya waktu luang, carilah panti asuhan awan putih. Aku berharap kau mau jadi relawan disana.... Aku juga relawan disana.."
"Kau tidak akan kembali lagi kesini? Apa kau akan melupakan kami?"
"Bukan begitu! Aku hanya tak yakin bisa sering-sering datang... Ah... Ajak Juhyun juga, dia pasti akan memberi warna baru di panti asuhan itu..."
.
.
"Kau yakin akan menyetir sendiri?" Kyujong bertanya sembari memasukkan barang-barang Kyuhyun dalam bagasi mobil
"Kau sudah menanyakan hal itu lebih dari 10 kali hyung!" Protes Kyuhyun malas
"Bukan begitu... Aku hanya kgawatir!"
"Memangnya kenapa aku? Kenapa kau harus merasa khawatir? Kau lupa? Aku kesini juga menyetir sendiri....."
"Baiklah kalau begitu! Kau harus hati-hati..."
Kyujong sangat menikmati peran ini, meski diselimuti rasa khawatir ia terlihat bahagia. Kyuhyun menerima semua perhatiannya dengan baik. Ia tak lagi mendengar kalimat jenuh dari mulut adiknya, ia merasa seperti seorang kakak yang sebenarnya saat ini
"Baiklah, aku akan pergi sekarang! Terimakasih hyung!" Kyuhyun tersenyum dan memasuki mobilnya. Bersamaan dengan itu seseorang masuk dari pintu sebelah kanan.
Kyuhyun menoleh dan memandang Juhyun lekat dari balik kaca mata hitam yang sudah ia kenakan. Juhyun tersenyum, bukan hanya Kyuhyun yang terkejut, Kyujong juga terkejut, ia tak menyangka ada Juhyun juga disana
"Ajumma....?"
"Whoaaaahh.... Kau terlihat seperti pria dewasa yang sesungguhnya jika seperti ini" Juhyun memujinya dengan ekspresif sembari mengacungkan dua ibu jarinya, sementara Kyuhyun hanya memandangnya keheranan
"Ajumma... Aku sudah berpamitan tadi" Kyuhyun melepas kacamatanya dan melayangkan protes
"Aku akan ikut!" Juhyun mengatakannya tanpa ragu dan memasang sabuk pengaman, Kyuhyun kembali hanya bisa melongo tak percaya dengan apa yang ada di depannya
"Ajumma.... Bagaimana dengan anak-anakmu? Sebaiknya kau turun!" Bukannya turun, Juhyun justru memandangnya lekat, cukup lama hingga membuat Kyuhyun harus menahan nafas karena Juhyun mendekat dengan begitu yakin, tatapan matanya juga tidak menggambarkan jika ia sedang main-main. Kyuhyun menarik dirinya mundur merasa tak nyaman
"Ajumma...."
"Juhyun...! Namaku Juhyun" ujar Juhyun berbisik
Kyuhyun merasa suhu dalam mobil itu meningkat, hingga ia merasa kepanasan. Otaknya berputar, berpikir tindakan apakah yang harus ia lakukan. Hingga akhirnya kedua tangannya terangkat siap mendorong Juhyun yang aneh hari ini. Namun belum terlaksana niatnya, Juhyun sudah menjauh dan menyamankan duduknya kembali. Reflek Kyuhyun menghembuskan nafas kencang sembari menurunkan tangannya. Untuk beberapa saat mereka terdiam. Dari luar mobil, Kyujong hanya memeperhatikan mereka, ia tak ingin ikut campur meski sebenarnya ia penasaran
"Turunlah!" Seru Kyuhyun datar
"Kyuhyun..... apa kau akan pergi begitu saja dan membuatku tersiksa karena merindu? Kau sangat jahat! Kau membuat semua orang menyayangimu, dan kemudian pergi tanpa tahu apakah kau akan kembali atau tidak?" Juhyun kini berujar dengan serius dan tenang. Namun tak memandang Kyuhyun
Semalam ia berpikir, mengapa ia harus terlibat dengan kedua kakak beradik ini, dan mengapa hatinya menjadi bimbang. Mereka sungguh memiliki cara sendiri untuk menyalurkan perasaan cinta. Kyuhyun hanya tertegun dan hanya mampu menatap Juhyun dari samping. Tak seperti biasanya, Juhyun sungguh aneh dan ia terkejut
__ADS_1
"Aku tidak pernah bisa mengabaikan tatapanmu yang selalu membuat hatiku bergetar. Dan yang membuatku membencinya... Adalah.... karena aku tidak mengerti apa arti dari getaran itu....." Juhyun menoleh dan kedua mata mereka saling bertemu. Berbicara tentang getaran Kyuhyun merasa hatinya juga bergetar saat ini. Namun ia tak tahu apa arti getaran itu.....