
"Cinta itu perjuangan..."
.
"Aku tahu, aku sedang berjuang sekarang! Aku sedang memperjuangkan cintaku...."
~Rainy Heart~
Kyuhyun mengalihkan pandangannya dan menarik nafas panjang. Apakah Juhyun sedang menyatakan cinta padanya saat ini? Kyuhyun memejamkan kedua matanya untuk menenangkan diri. Disadari atau tidak ia merasa gugup sekarang. Ia juga terkejut, beberapa kali menarik nafas untuk menenangkan diri. Sementara Juhyun masih betah memandangnya. Ia berharap ini pernyataan cinta yang benar
"Ee...." Ia urungkan ucapannya saat mobil melaju dengan tiba-tiba. Juhyun hanya bisa mematung melihat reaksi Kyuhyun ini. Mobil melaju cukup kencang. Ia tak berani untuk berkata lagi. Kyuhyun pasti terkejut.
Ia alihkan pandangannya dari Kyuhyun yang terlihat sudah bisa bersikap normal kembali, dan laju mobil pun juga kembali normal. Juhyun menghela kemudian menundukkan kepalanya
'Apa aku terlalu gegabah?' cemasnya dalam hati. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, Kyuhyun juga tampak enggan untuk bicara atau membahas lebih lanjut, dan seperti boomerang, Juhyun kini merasa salah tingkah
"Kau sedang latihan untuk menyatakan cinta pada Kyujong?" Pertanyaan itu Kyuhyun lontarkan dengan santai, dan itu membuat hati Juhyun meradang. Ia merasa sia-sia.
'Kenapa dia mau sekali aku bersama Kyujong?'
Tanpa disadari, Juhyun memandang Kyuhyun dengan ekspresi kesal. Merasa diperhatikan, Kyuhyun mengalihkan pandangannya sejenak untuk melihat reaksi Juhyun
"Apakah... Reaksiku tadi tidak sesuai dengan yang ada dipikiranmu?" Kyuhyun bertanya dengan hati-hati
"Iya?" Juhyun menghela, ia merasa seperti orang bodoh sekarang
"Ajumma... Tadi itu sudah lumayan bagus, Kyujong pasti tidak akan berhenti tersenyum jika mendengarnya..." Kyuhyun tersenyum lebar, sementara Juhyun semakin terdiam, Kyuhyun telah membuatnya semakin salah tingkah
"Whooaah... Aku tidak percaya kau cukup agresif!"
"Apaa??????" Kali ini Juhyun memekik, ia agak tidak terima dengan kata agresif itu, Kyuhyun tertawa kecil menanggapi reaksi Juhyun yang berlebihan
"Ya!!!! Dasar pria jahat!!!" Kyuhyun semakin tertawa kencang saat Juhyun mengumpat padanya
"Ngomong-ngomong jangan merindukan aku! Kau tidak akan mampu menahan rindu untuk pria karismatik sepertiku...." Kyuhyun berucap santai kembali dan itu membuat Juhyun semakin tersulut emosi. Tidakkah Kyuhyun sadar bagaimana perasaannya? Beberapa kali Juhyun menghela, ia tak ingin marah-marah, jadi ia berusaha untuk menenangkan diri, Kyuhun menoleh kembali masih dengan senyuman santai
"Kau benar-benar akan ikut aku ke Seoul?"
"Tidak akan!! Turunkan aku disini!" Kyuhyun sedikit terkejut saat Juhyun tiba-tiba membentaknya dan reflek menghentikan mobil. Dengan segera Juhyun keluar dari mobil itu dan menutup pintunya dengan kesal
Raut wajah Kyuhyun menjadi keruh saat Juhyun telah keluar. Ia hembuskan nafas panjang dan bersandar sejenak
"Aku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi!!!!" Juhyun melampiaskan kekesalannya dan berteriak seperti orang bodoh. Kyuhyun hanya memperhatikan itu dari kaca spion, dan pandangannya terlihat sendu
"Maafkan aku.... Kau harus bersama Kyujong hyung" gumamnya sebelum ia melajukan mobilnya kembali.
Juhyun menunduk dan menangis, airmatanya keluar begitu saja tanpa perintah. Ia tak ingin menangis, tapi ia benar-benar tak mampu menahan. Perlahan ia berjongkok dan menangis seorang diri di tengah jalan. Perasaannya campur aduk, antara malu, kesal, marah dan juga sedih. Apakah Kyuhyun benar-benar tidak merasakan rasa cinta yang coba ia salurkan? Juhyun benar-benar sangat kesal sekarang.
.
.
Juhyun sampai di rumahnya dengan kepala tertunduk. Setelah lelah menangis tadi, Juhyun memutuskan untuk pulang dengan jalan kaki. Langkahnya gontai memasuki rumah, ia tak habis pikir dengan yang namanya cinta, cinta benar-benar tak bisa dijelaskan dengan logika. Setelah kemarahan meluap bersama aliran airmatanya tadi, ia bahkan tak mampu menyalahkan sikap Kyuhyun, ia justru menyalahkan dirinya sendiri.
Ia terlalu gegabah! Itu yang ada dalam pikirannya. Juhyun menyadari jika tindakannya ini terlalu gegabah, karena itu, Kyuhyun pasti sangat terkejut hingga bereaksi seperti itu. Ia yakin ini bukan penolakan dari Kyuhyun. Ia akan tetap berusaha hingga ia menemukan kejelasan dari Kyuhyun atas perasaannya ini.
Juhyun duduk di sofa ruang tengahnya sembari menghela, masih dengan menundukkan kepalanya. Entah sedih atau apa, tak ada yang bisa membaca pikirannya
"Aku jadi terkesan sangat bodoh..." Kyujong datang dengan segelas air, Juhyun mengangkat kepalanya dan melihat senyuman meneduhkan milik Kyujong
"Kau tidak memberiku jadwal yang benar! Kenapa kau tidak bilang jika mulai minggu ini anak-anak libur sekolah?"
"Ah... Maafkan aku...." Juhyun tersenyum
"Kau takut merindukanku jika aku tidak datang?" Juhyun mengangkat satu alisnya kemudian tersenyum
"Kau menggodaku lagi...?"
"Tidak... Aku berkata jujur! Eoh... Kau mengantar Kyuhyun sampai pelabuhan?" Juhyun masih memandang Kyujong sebelum menjawab, mendengar nama itu membuat ia kembali mengingat apa yang sudah dilakukannya tadi
"Iya..." dan akhirnya Juhyun hanya bisa berbohong
"Kalian tadi tampak serius... Bolehkah aku tahu apa yang kalian bicarakan?" Nyatanya Kyujong tak bisa menahan rasa penasarannya
"Hmmm? Tidak... Tidak ada hal yang kami bicarakan dengan serius..." Kyujong balik menatapnya lekat, ia sedang mencoba menebak apakah Juhyun jujur dengan perkataannya, atau ada yang sedang ia sembunyikan
"Ibu dan ayah... Kemana?" Tanya Juhyun mengalihkan pembicaraan
"Mereka sedang keluar! Emm.. mau aku buatkan sesuatu...?" Juhyun menggeleng, Kyujong tersenyum dan berdiri
"Eoh... Tentang lamaran itu...." Ujar Juhyun cepat, membuat Kyujong menghentikan langkahnya
"Aku...."
"Tidak perlu memjawabnya sekarang! Aku akan menunggumu... Lagipula aku sudah mengatasi rumor itu....." Setelah menyela ucapan Juhyun, Kyujong beranjak meninggalkannya. Ia juga akan bersiap-siap kembali ke Seoul.
Juhyun hanya bisa memandang punggung Kyujong yang meninggalkannya. Apa Kyujong tidak ingin mendengarkannya, hingga ia mengulur waktu? Ia ingin segera menyelesaikan semua ini, dan tak memberikan Kyujong harapan palsu. Semakin lama menggantungkan perasaannya, akan semakin membuat Kyujong sakit hati.
------
'Ketika aku mulai jatuh cinta, apakah kalian akan patah hati? Hati seorang bintang akan terbagi menjadi dua bagian... Jangan takut kehilanganku karena aku jatuh cinta, karena kalian sudah menempati ruangan lain di hatiku.... Dukung kami.....'
Kyujong membacanya berulang kali, dan berpikir berulang kali pula. Kesalahannya dua tahun yang lalu adalah ketidak tulasannya, kesalahan dua tahun yang lalu adalah ketidak jujurannya. Kali ini ia akan jujur, dan berharap fans nya mengerti. Tak perlu menunjukkan siapa Juhyun, ia akan menyembunyikan dan melindunginya.
Kyujong menghembuskan nafas dan menekan tanda 'share' di layar ponselnya. Tulisan itu terunggah dalam hitungan detik bersama dengan sebuah foto dengan tanda cinta di tangan. Tak butuh waktu lama, dalam sekejab sudah banyak yang melihat maupun berkomentar dalam postingannya ini, Kyujong tersenyum membaca komentar-komentar mereka
__ADS_1
"Terimakasih...."
.
.
Istilah cinta adalah pengorbanan, itu terdengar lucu. Bukankah cinta adalah perjuangan? Jika kau mencintai, apakah kau hanya akan berkorban tanpa memperjuangkannya? Karena cinta yang sesungguhnya tak akan membuat orang merasa sakit, dia hanya akan membuat seseorang berjuang dan terus berjuang demi sebuah kata "kebahagiaan"
Bukankah kita tidak boleh menyerah sebelum berperang? Perjuangkan apa yang akan menjadikan bahagia, jika itu cinta, maka sepatutnya cinta itu diperjuangkan. Namun cinta bukanlah tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan saja. Ada banyak macam cinta di dunia ini, karena itu jadikan cinta sebagai jalan untuk menuju sebuah kebahagiaan.
Ia sudah sampai sekitar dua jam yang lalu, namun ia masih betah di dalam mobilnya. Tak berniat untuk bergegas pergi, ia sama sekali tak bisa melupakan kejadian mengejutkan yang menimpanya tadi. Merasakah ia telah direndahkan? Ketika seorang wanita dengan gamblang menyatakan perasaannya? Ketika seorang wanita tanpa basa-basi mengatakan jika ia takut untuk merindukannya? Sementara dirinya? Bersembunyi seperti pengecut. Ini benar-benar membuatnya merasa...... Tak berdaya.....
'tok tok...'
Ia menoleh kearah suara, senyuman manis penuh rindu dari seorang wanita menyambutnya
"Kenapa tidak masuk Kyuhyun? Anak-anak pasti senang kau datang..." Ujar wanita itu setelah Kyuhyun membuka pintu mobil
"Nuna..." Kini Kyuhyun sudah menuruni mobilnya dan menyapa Ahra dengan senyuman hangat
"Aigoo... Aku merindukanmu...." Ahra mengacak rambutnya
"Perlakukan aku seperti pria dewasa!" Kyuhyun menurunkan tangan itu dan melayangkan protes
"Aigoo... Sepertinya hal besar telah terjadi di Jeungdo, apa kau sedang jatuh cinta?" Kyuhyun berdesis dan tertawa, pertanyaan macam apa itu
"Ayo! Kau harus masuk dulu, di luar dingin" Ahra meraih tangan Kyuhyun, bermaksud untuk menariknya masuk. Namun dengan gerakan halus, Kyuhyun menjauhkan tangan Ahra
"Kenapa?"
"Aku akan ke rumah sakit dulu..." Kyuhyun tersenyum, berusaha untuk tidak membuat Ahra tersinggung
"Ada apa? Kau merasa sakit?" Ahra mendekat dan memperhatikan wajah Kyuhyun cemas
"Benar... Kau terlihat sakit!"
"Tidak... Aku baik-baik saja, aku hanya sedang merindukan dokter Eun...." Kyuhyun tersenyum semakin lebar membuat Ahra menghela kesal
"Sepertinya, obatku tertinggal... Dan aku akan...."
"Aish! Bagaimana kau bisa seceroboh ini???" Kyuhyun tertegun saat kalimatnya dipotong dengan tidak anggun seperti itu
"Aku akan ikut! Kau duduk saja di kursi penumpang, aku yang akan menyetir!" Kyuhyun semakin tak percaya dengan sikap Ahra yang menurutnya berlebihan itu, dia bahkan mendorongnya agar menyingkir dari pintu mobil.
Kyuhyun masih saja memandang Ahra yang kini sudah duduk di kursi kemudinya. Sulit dipercaya, mobilnya terasa dijarah oleh dua orang wanita sekarang. Kyuhyun berdecak dan geleng-geleng
"Ya!!! Apa yang kau lakukan? Cepat masuk!!!" Kyuhyun menghela dan memasuki mobilnya tanpa bicara.
.
.
"Kau pasti lelah setelah menyetir berjam-jam..."
"Hmm...." Gumam Kyuhyun mengiyakan
"Kenapa tidak menelponku? Aku bisa datang untuk jadi supirmu..." Kyuhyun tersenyum meskinpun masih dalam posisi yang sama
"Aku tidak akan melakukan itu kepada nuna ku..."
"Aish! Jangan sok kuat! Kau bukan super hero!" Protes Ahra jengah, ia kesal karena Kyuhyun tak pernah mengeluh
"Sepertinya nuna jadi sedikit sentimentil..." Gumam Kyuhyun, Ahra diam tak menanggapi. Dan kembali berkonsentrasi menyetir
"Adakalanya kau harus berkeluh kesah tentang beban pikiranmu kepada orang lain. Hatimu lembut, kau tidak akan mampu menahan semuanya sendiri.... Kapanpun kau merasa itu berat, ungkapkanlah! Jangan semakin menyimpannya!"
"Kyujong hyung mengatakan sesuatu?" Kyuhyun masih tetap pada posisinya, Kyuhyun yakin pasti Kyujong mengadu pada Ahra tentang apa yang terjadi padanya kemarin. Ahra meliriknya dan menghela
"Apa semuanya terasa menyakitkan?"
"Iya... Jika aku melihat Kyujong hyung kembali gagal..."
"Apa maksudmu Kyuhyun?"
"Selama enam tahun ini, aku sudah sangat egois, aku melukai hatinya, aku membebankan pikirannya. Dan sekarang aku hanya ingin membuatnya merasa bahagia.... Ah... Nuna, apakah masih lama?" Kyuhyun masih mengatakannya dengan gumaman
"Kenaps? Apa kau merasa tidak nyaman? Kau merasakan sakit"
"Tidak... Aku mengantuk...!" Jawab Kyuhyun cepat, Ahra menghela
"Mungkin akan sedikit terlambat, jalanan sedikit macet...." Tak ada jawaban kembali, hanya suara dengkuran yang terdengar. Ahra tersenyum simpul melihat Kyuhyun bisa tertidur dengan cepat
"Dengan kau menjadi adiknya kembali, itu sudah cukup membuat Kyujong merasa bahagia...."
------
Satu minggu setelah pernyataan Kyujong yang menggeparkan dunia maya, Kyujong tak lagi datang ke Jeungdo. Ia sudah menjelaskan semuanya kepada Juhyun, ia tak ingin Juhyun merasa salah paham dengan tindakannya. Bukan niat Kyujong meninggalkan Juhyun setelah melibatkannya dalam urusan cinta yang tak lagi jadi privacy, ia hanya tak ingin dengan seringnya datang ke Jeungdo, identitas Juhyun akan terungkap, dan kejadian dua tahun yang lalu terjadi lagi. Meski mungkin fans nya lebih mengerti sekarang, tapi ia merasa sedikit trauma.
Ia tak ingin membohongi perasaan, disisi lain, ia ingin melindungi Juhyun. Karena itu ia mengambil keputusan ini. Hari ini adalah syuting perdana untuk drama terbarunya, Kyujong memilih untuk berjalan-jalan di sekitar lokasi setelah membaca naskah. Ia butuh penyesuaian dengan lokasi pengambilan gambar untuk mendalami perannya, ini memang terkesan tidak perlu, tapi ini sudah menjadi kebiasaannya. Ketika sedang menjalankan perannya sebagai aktor, Kyujong akan menyesuaikan dirinya dengan segala apapun yang akan berkaitan.
Langkahnya terhenti saat ia melihat sepasang kaki jenjang dan ramping di hadapannya. Perlahan Kyujong mengangkat kepalanya dan memandang wanita itu, kemudian tersenyum
"Kau disini, Marin.sshi?" Marin tersenyum
"Aku akan menunggumu sampai syutingnya selesai..." Setelah mengatakan itu Marin beranjak, Kyujong memandangnya sejenak sebelum beranjak pula.
__ADS_1
.
Sekitar tiga jam kemudian, Kyujong menyelesaikan pengambilan gambar untuk hari ini. Dengan ramah ia mengucapkan terimakasih dan beberapa kata semangat untuk para kru yang terlibat. Sebelum akhirnya ia beranjak meninggalkan lokasi syuting. Langkahnya terhenti saat ia teringat pertemuannya dengan Marin tadi. Reflek, Kyujong mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Marin.
Dan penglihatannya berhenti di salah satu sudut, Marin duduk disana sembari menundukkan kepalanya. Kyujong menghela dan menghampirinya
"Marin.sshi"
Marin mengangkat kepalanya dan memandang Kyujong. Seketika ia berdiri hingga hampir terjatuh karena kakinya sedikit goyah
"Eoh... Hati-hati!" Kyujong menahannya
"Terimakasih..." Marin menunduk
"Ada yang ingin kau katakan?" Marin memandangnya lagi dan mengangguk.
.
Bertempat di salah satu restoran yang tak jauh dari lokasi syuting, mereka duduk bersama. Kyujong bilang akan menraktirnya makan siang. Mereka duduk berhadapan dan saling memandang, Marin masih tak menyampaikan niatnya
"Aku pasti telah merubahmu sangat jauh..." Marin hanya tersenyum simpul
"Memikirkannya, aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Dua tahun ini, aku hidup dengan rasa bersalah..." Marin masih diam
"Marin... Seharusnya kau tidak mengalami hal seperti ini, maafkan aku...."
"Pasti ada pahlawan dibalik sebuah keberhasilan seseorang, dan tidak semua pahlawan hidup dengan bahagia....." Ujar Marin dengan santai, Kyujong menunduk, kalimat itu adalah sindiran untuknya
"Sebenarnya.... Dua tahun yang lalu, aku datang padamu bukan karena uang atau ancaman... Aku datang secara sukarela" pernyataan itu membuat Kyujong mengangkat kepalanya dan memandang Marin lekat
"Seperti... Sebuah panggilan jiwa" Marin tersenyum lebar
"Kau melakukannya secara sukarela...?" Marin mengangguk
"Meskipun... Tidak sepenuhnya seperti itu, aku juga menerima uang yang diberikan oleh perusahaanmu. Jumlahnya lumayan banyak... Aku melakukan ini demi ibuku juga" Marin menunduk saat menyebut ibunya, sementara Kyujong masih memandangnya dengan diam
"Maaf karena aku memanfaatkanmu demi operasi ibuku"
"Marin...."
"Aku tidak berpikir panjang, biayanya terlalu mahal. Jadi aku menerima tawaran itu..." Sela Marin cepat
"Selain itu, kau bukan hanya sekedar idolaku.... Aku mencintaimu...."
"Marin?" Kyujong memandangnya dan berseru pelan
"Sampai saat ini..." Air mata Marin menetes meski ia berusaha untuk menahannya
"Sepertinya kau sudah menemukan cintamu! Tapi aku tidak akan menyerah! Semua pengorbananku untukmu, harus membuahkan hasil yang baik kan? Aku sudah berkorban... Kini saatnya aku berjuang untuk mendapatkan cintamu....!" Marin memandang Kyujong yang tertegun setelah menghapus airmatanya
"Ibuku meninggal, padahal dia sudah menjalani operasi dan seharusnya itu bisa memperpanjang usianya, tapi dia tidak bisa menanggung beratnya rasa sedih melihat putrinya menjadi bulan-bulanan, dan harus menghadapi ancaman setiap hari. Karena itu, dia memutuskan untuk membunuh dirinya...." Kyujong semakin terkejut mendengar fakta itu, sekuat ini kah dampak dari perbuatannya dua tahun yang lalu? Ia telah benar-benar menghancurkan hidup seseorang
"Sekarang kau tau, betapa terobsesinya aku padamu..." Marin tersenyum lebar
------
Juhyun merasa berada pada posisi yang sulit saat ini, semua sudah terekspose, meskipun identitasnya belum diketahui. Keputusan Kyujong ini bukanlah main-main. Ia mengerti bagaimana perasaan Kyujong terhadapnya. Lalu sekarang bagaimana caranya ia jujur pada Kyujong, bahwa yang ia sukai adalah Kyuhyun.
"Inikah alasanmu memintaku untuk tidak segera menjawab?"
Ponselnya bergetar, Juhyun mengambilnya dengan malas dan melihat siapa yang menelpon. Namun kedua matanya berbinar saat nama Kyuhyun tertera di layar
"Ajumma..."
"Apa kabar Kyuhyun.ah?" Sela Juhyun girang
.
Kyuhyun mengerutkan keningnya dan melihat ponselnya sekali lagi. Juhyun terdengar sangat bahagia
"Ajumma... Kau sangat merindukan aku ya?"
"Benar! Aku merindukanmu... Jangan terlalu cepat mengutarakan niatmu menelpon, aku masih ingin mengobrol denganmu!" Sekali lagi Kyuhyun mengerutkan keningnya, kali ini Juhyun bersikap sangat blak-blakan
"Aigoo... Bagaimana bisa aku mengobrol lama dengan kekasih orang lain! Ajumma.. aku menelponmu hanya ingin mengatakan ini... Kau sudah melakukannya dengan baik! Jangan melukai perasaan Kyujong yang begitu mencintaimu!" Kyuhyun tak tahu, Juhyun menjadi murung mendengar perkataannya itu
"Dan... Mungkin aku tidak akan bisa menghubungimu lagi, sampaikan salamku pada Hyukjae...."
"Kenapa? Kenapa tidak bisa?"
"Ada sesuatu yang harus aku urus! Aku ini sangat sibuk.... Baiklah... Aku tutup telponnya..."
Kyuhyun buru-buru memutuskan sambungan dan menghela. Kepalanya menunduk, ia sedang mengerjakan ulang tulisannya tentang Juhyun, hingga membuatnya kembali memikirkan Juhyun. Ia merasakan rindu, namun ia tak ingin menyakiti perasaan Kyujong. Karena itu, memutuskan hubungan dengan Juhyun mungkin adalah solusi terbaik
"Kenapa kau tidak jujur saja Kyuhyun....?" Kyuhyun menoleh pada Ahra yang entah sejak kapan suka sekali menemaninya menulis. Saat ini Ahra sedang duduk di kasurnya dan mengupas apel
"Aku sudah jujur...."
"Kyujong pasti akan mengerti. Hmm..?" Kyuhyun menggeleng
"Dia sudah begitu banyak mengerti diriku nuna, sekarang saatnya aku yang mengerti dirinya, lagipula aku hanya akan membuat Juhyun terluka jika bersamaku..." Kyuhyun berbalik kembali dan mulai menulis
"Cinta itu perjuangan..."
"Aku tahu, aku sedang berjuang sekarang! Aku sedang memperjuangkan cintaku...." Kyuhyun menghentikan jemarinya yang lincah dan menjawab dengan tenang
__ADS_1
"Untuk... Hyung ku...." Gumamnya