Rainy Heart

Rainy Heart
Chapter 13


__ADS_3

"Hari ini aku ulang tahun"


.


"Saengil chukahae... (Selamat ulang tahun)"


~Rainy Heart~


~ 3 Bulan kemudian ~


Semua berjalan lancar seperti biasanya. Juhyun akan pergi ke sekolah di pagi hari untuk mengajar, Kyujong mulai sibuk dengan drama terbarunya, Kyuhyun juga sibuk di panti asuhan. Ia semakin banyak menghabiskan waktunya untuk menjadi relawan di panti asuhan.


Namun yang berbeda, Kyuhyun dan Juhyun tak lagi saling berhubungan. Meski rindu, Juhyun tak bisa berbuat apa-apa. Percakapan di telepon tempo hari menjadi percakapan terakhirnya dengan Kyuhyun. Dalam hal ini, Juhyun memilih untuk menyalahkan dirinya sendiri, bukan Kyuhyun. Seharusnya ia lebih bersabar, mungkin Kyuhyun merasa tak nyaman dengannya, karena ia terlalu berterus terang. Tapi bukan berarti ia tak ingin memperjuangkan cintanya sekali lagi.


Ia menginginkan cinta yang diharapkan, meski mungkin akan berat. Sampai saat ini ia belum bisa menebak, apakah Kyuhyun menyukainya juga atau tidak?


Hari ini, Jeungdo di guyur hujan, Juhyun tampak sibuk mengemasi pakaiannya


'tok tok'


Juhyun menoleh ke arah pintu kamarnya mendengar suara itu. Kemudian tersenyum


"Butuh bantuan?" Kyujong mendekat dan duduk di sampingnya


"Tidak usah... Aku bisa sendiri..." Kyujong mengangguk


"Kalau begitu aku temani" Juhyun menoleh dan hanya tersenyum simpul


"Eomma tidak di rumah, tapi dia sudah menyiapkan makan siang untuk kita.." ujar Juhyun, kembali sibuk berkemas, Kyujong mengangguk dan bergumam


"Aku akan menunggumu selesai berkemas..." Juhyun menghentikan kegiatannya dan memandang Kyujong kembali, namun ia tak mengatakan apapun. Mereka masih bertahan untuk tidak bicara selama Juhyun sibuk mengemasi pakaiannya.


Kyujong, hanya memandang wanita yang dicintainya itu dengan kedua mata sayu. Saat ini, ia merasa telah kehilang Juhyun yang ia temui beberapa bulan yang lalu. Entah sejak kapan, Juhyun menjadi sediam ini, ia juga terlihat tak bersemangat. Padahal yang Kyujong kenal, Juhyun begitu banyak bicara.


.


.


Mereka telah selesai melakukan makan siang, hujan di luar juga telah reda. Saat mereka sedang beres-beres di dapur Hyukjae masuk sembari membawa sebuah ransel, ia juga sudah terlihat rapi


"Eoh... Kau sudah siap?" Juhyun bertanya dari dapur


"Iya... Aku pikir kalian juga sudah siap!"


"Kami akan bersiap sekarang!" Timpal Kyujong kemudian beranjak


"Eoh... Juhyun... kau yakin akan ikut?" Juhyun menyudahi kegiatannya mencuci piring dan memandang Hyukjae yakin


"Kau sudah menanyakannya berkali-kali sejak kemarin!"


"Aku hanya meyakinkan..." Hyukjae duduk di sofa, mengeluarkan ponselnya dan menunggu, Juhyun geleng-geleng dan beranjak


"Eoh? Fourteen merilis buku baru..." Ucapan Hyukjae itu menghentikan langkah Juhyun. Ia berbalik, urung ke kamar dan mendekati Juhyun


"Benarkah?" Hyukjae mengangguk kemudian menunjukkan ponselnya, Juhyun tersenyum, setidaknya ada yang akan menghiburnya saat ini.


Hari ini mereka akan ke Seoul, Hyukjae memutuskan untuk menjadi relawan di panti asuhan yang di rekomendasikan Kyuhyun setiap akhir pekan. Dan tentu saja Juhyun akan ikut, ia juga akan menjadi relawan disana saat akhir pekan. Selain itu, Juhyun akan jadikan ini sebagai kesempatannya untuk bertemu Kyuhyun dan menentukan takdir cintanya. Tak bisa hanya diam dan pasrah jika ia ingin berjuang, bukan?


.


.


Berlarian, bermain bola bersama, Kyuhyun tampak menikmati semua itu saat ia dan anak-anak bermain di halaman panti asuhan. Dia terlihat menikmatinya tanpa beban, tertawa lepas bersama dengan mereka yang selalu berbahagia meski mungkin jauh di dalam lubuk hati, mereka kesakitan. Kyuhyun akan belajar dari mereka. Mungkin luka hatinya telah sembuh, namun... Ia akan lakukan ini untuk melupakan luka fisiknya.


Tak jauh dari mereka, ibu Shin memperhatikan itu dengan senyuman lebar. Melihat Kyuhyun seperti itu ia merasa bahagia dan lega. Dan satu lagi yang membuatnya merasa bahagia adalah membaiknya hubungan Kyuhyun dan juga Kyujong. Itu terasa seperti sebuah hadiah. Ahra datang dan berdiri di sampingnya


"Dia seperti bocah, benar kan?" Ibu Shin menoleh


"Hm.... Lebih parah dari seorang bocah! Dia sama sekali bukan anak yang penurut...." Ahra tertawa


"Bujuk dia terus!" Kini Ahra mengganti tawanya dengan senyuman, kemudian mengangguk pada ibu Shin


"Ah... Aku akan menyiapkannya dulu!"


"Baik bu..." Ahra mengangguk mantap, sementara ibu Shin beranjak.


.


Entah sudah berapa lama ibu Shin sibuk di dapur. Ia sedang membuat banyak makanan sekarang. Semua telah selesai di masaknya, tinggal satu makanan yang sedang ia masak. Sementara Ahra sibuk mengangkat makanan-makanan itu ke dalam ruangan ibu Shin.


"Ibu... Begitu sup rumput lautnya selesai aku akan panggil Kyuhyun.."


"Sebaiknya tanyakan dulu Kyujong dimana? Kita tidak mungkin mulai tanpa dia...! Biarkan saja Kyuhyun bermain dengan anak-anak..."


"Baik.." Ahra mengangguk kemudian keluar.


Hari ini adalah hari spesial bagi Kyuhyun, sebenarnya bukan hanya bagi Kyuhyun, tapi untuk mereka semua. Ibu Shin sangat bersyukur, Kyuhyun masih bisa merayakan ulang tahunnya kembali. Ia sangat bahagia karena Tuhan masih memberinya kesempatan untuk bersama Kyuhyun.


Bukan sebuah perayaan meriah, Kyuhyun memintanya untuk menyiapkan perayaan sederhana untuk ulang tahunnya ini. Dia juga menolak untuk disediakan kue ulang tahun, di bandingkan dengan kue ia meminta untuk tidak melupakan sup rumput laut. Ibu Shin selesai memasak rumput lautnya dan beranjak untuk membawa itu ke ruangannya.


Begitu selesai menata semua makanan itu di meja, ibu Shin keluar dari ruangannya. Bersamaan dengan itu Kyuhyun datang


"Ibu mencariku?" Ibu Shin mengangguk dan tersenyum


"Semuanya sudah aku siapkan! Kita tunggu Kyujong dulu..." Kyuhyun mengerutkan keningnya tak mengerti


"Akan ada apa?" Senyuman ibu Shin memudar, mengapa Kyuhyun malah bertanya? Bukankah ia yang merencanakan perayaan sederhana ulang tahunnya ini?


"Kyuhyun.... kau tidak tahu hari ini akan ada apa?" Tanya ibu Shin hati-hati


"Memangnya ada apa?" Kyuhyun balik bertanya, bersamaan dengan itu Ahra datang


"Ahra...?" Ibu Shin memandang Ahra cemas. Ahra tersenyum dan memegang lengan ibu Shin untuk dielusnya, ia mengangguk samar memberi kode untuk tidak lanjut bertanya

__ADS_1


"Kami membuat kejutan untukmu!" Ujar Ahra dengan santai


"Kejutan? Ah... Benar hari ini ulang tahunku!" Ahra tersenyum


Derap langkap terdengar mendekat, Kyuhyun, Ahra maupun ibu Shin menoleh ke asal suara. Kyujong datang bersama Hyukjae


"Eoh... Hyukjae...." Seru Kyuhyun tampak senang


"Maaf membuatmu menunggu.." ujar Kyujong sembari tersenyum pada Kyuhyun


"Bagaimana kalian bisa datang bersama?"


"Kyujong lebih sering datang ke Jeungdo setelah pengumuman itu ..." Jawab Hyukjae diiringi tawa kecil, Kyuhyun hanya tersenyum simpul. Ia tahu pengumuman apa yang dimaksudkan.


"Kau siapa?" Tanya ibu Shin pada Hyukjae


"Eoh... Annyeong haseo... Lee Hyukjae imnida..." Hyukjae membungkuk memperkenalkan diri


"Dia dari Jeungdo, dia akan menjadi relawan disini setiap akhir pekan" tambah Kyujong, ibu Shin tersenyum ramah begitupun dengan Ahra dan juga Kyuhyun


"Waahh... Ini kejutan, kau bahkan tidak menghubungiku dulu..."


"Ini kejutan untukmu, Juhyun...." Ucapan Hyukjae terhenti ketika ia tak melihat Juhyun disana, Kyujong juga baru sadar jika Juhyun tidak ikut masuk


'Juhyun? Dia disini?' Kyuhyunpun hanya menggerakkan kedua matanya untuk mencari Juhyun


"Dia seharusnya ikut masuk..." Gumam Hyukjae


"Mungkin dia sedang melihat-lihat..." Kyujong menimpali


"Baiklah, terimakasih atas waktu dan juga tenaganya.... Kalau begitu kita masuk sekarang!" Ibu Shin memimpin masuk ke ruangannya diikuti yang lain. Namun Ahra masih menahan Kyujong di luar


"Kenapa?"


"Kyuhyun.... tidak mengingat apa yang dia katakan semalam" bisik Ahra, kedua mata Kyujong melebar mendengar itu


"Lagi?" Kyujong menghela saat Ahra mengangguk mengiyakan


"Dia lupa dengan rencana pesta sederhana ini, aku akan memberi tahu ibu yang sebenarnya..." Kyujong menghela dan menunduk sejenak. Tampak terkejut dan juga terpukul tentunya


"Ayo...!" Serunya sembari melangkah masuk


.


"Whooaah... Sepertinya sedang ada acara..." Ujar Hyukjae


"Hmm... Ulang tahunku!" Sahut Kyuhyun dengan santai


"Ne? Aish... Aku tidak tahu, aku tidak menyiapkan hadiah .." Gumam Hyukjae, ibu Shin hanya tersenyum bahagia, Kyuhyun mengenal orang baik seperti Hyukjae


"Tidak apa-apa... Aku anggap kedatanganmu adalah hadiah" Kyuhyun tersenyum "tidak ada kue ulang tahun?" Tanyanya pada ibu Shin


"Eoh...." Ibu Shin bingung akan menjawab apa, ketidak adaan kue ulang tagun adalah permintaan Kyuhyun semalam


"Tidak apa-apa, ini sudah cukup! Terimakasih kejutannya nuna..." Ahra tersenyum dan mengangguk


"Kalau begitu kita makan sekarang!" Seru ibu Shin dengan gembira


"Aku akan makan sup rumput lautnya setelah itu akan pergi..." Sela Kyuhyun ketika semua mendekat pada makanan, namun kini mereka memandangnya heran


"Tidak... Bukan begitu maksudku, ada sesuatu yang belum aku selesaikan dengan Boram..." Tambahnya dengan cepat kemudian tersenyum.


.


.


Meski rindu, nyatanya Juhyun merasa keberaniannya lenyap untuk menemui Kyuhyun. Entah karena malu atau sungkan. Begitu mendengar suara Kyuhyun tadi, Juhyun memilih untuk berhenti melangkah dan bersembunyi. Hatinya masih belum siap untuk bertemu.


Ia putuskan untuk berjalan-jalan sebentar dan melihat-lihat panti asuhan itu. Ia akan memperkenalkan diri, saat Kyuhyun telah pulang nanti. Langkahnya terhenti di sebuah taman. Juhyun duduk di kursi dan memandang anak-anak yang tampak sibuk dengan mainannya itu.


Melihat anak-anak selalu membangkitkan semangatnya, ia sangat menyukai anak-anak. Karena bersama mereka, melihat mereka ia merasa seluruh beban dalam dirinya terangkat. Mereka terlihat suci tanpa noda, pandangan mereka tulus, ucapan mereka selalu jujur.  Bagi Juhyun, anak-anak adalah teladan terbaik, ketika orang dewasa mampu dengan mudah berbohong, anak-anak akan berkata jujur tanpa kebohongan sedikitpun. Ketika orang dewasa hanya berpura-pura tulus, anak-anak akan menunujukkan ketulusan mereka meski dihadapannya ada ancaman. Juhyun menghela dan merapatkan jaketnya. Bersamaan dengan itu seseorang menyodorkan segelas kopi padanya, Juhyun menoleh perlahan dan mendongak


"Ommo!!!" Kejutnya sembari bergerak mundur


"Apa aku sudah terlihat seperti hantu sekarang?" Protes Kyuhyun sembari duduk di sampingnya, Juhyun menunduk dan menghela beberapa kali untuk menetralkan keterkejutannya. Kyuhyun menyodorkan kopinya kembali, dan mau tak mau Juhyun harus menerimanya


"Terimakasih..."


"Kau datang untuk menjadi relawan, kan?"


"Benar" Kyuhyun memandangnya heran, ini bukan jawaban Juhyun. Mengapa singkat sekali?


"Kau datang karena merindukan aku, kan?"


"Apa? Ah.. tidak sama sekali..." Juhyun menggeleng dengan cepat


"Kau bahkan begitu serius dan terus-menerus menghubungiku" Juhyun memandangnya, dan merutuk dalam hati, karena ia menjadi gugup seperti ini. Kyuhyun tersenyum simpul


"Hari ini aku ulang tahun" Kyuhyun masih mencoba memancing Juhyun agar obrolan ini tidak membosankan


"Saengil chukahae..." Lagi-lagi Juhyun menjawab dengan cepat


"Apa? Hanya itu?" Protes Kyuhyun, reaksi Juhyun terlalu datar. Apa dia sedang marah padanya


"Iya" jawab Juhyun mantap kemudian meneguk kopinya


"Awas panas!" Terlambat, kopi panas itu telah menyentuh lidah Juhyun.


Juhyun menelannya dengan terpaksa dan membuka mulutnya tanpa sadar. Kemudian mengipasinya dengan tangan. Kyuhyun menghela cukup kencang hingga menghentikan gerakan tangan Juhyun


"Apa kau tidak bisa membedakan kopi panas dan tidak? Ceroboh sekali..." Kyuhyun mengomel dan geleng-geleng kepala. Juhyun menunduk meras malu, ia memang sangat ceroboh


'Kenapa aku jadi begini?'

__ADS_1


Sedetik kemudian terdengar suara tawa Kyuhyun. Pria itu sedang mentertawakannya, Juhyun mengangkat kepalanya dan menoleh


"Ajumma..." Tanpa sadar Juhyun tersenyum mendengar panggilan itu


"Kita tidak bertemu hanya tiga bulan, kenapa kau secanggung ini?"


"Entahlah..." Gumam Juhyun jujur sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Kau tidak tanya mengapa aku tidak menghubungimu atau menjawab panggilanmu?" Tanya Kyuhyun kali ini dengan serius, Juhyun tertegun, pertanyaan ini terlalu serius untuk Kyuhyun. Apakah ia akan membahas peristiwa tiga bulan yang lalu?


"Kenapa?" Tanya Juhyun dengan serius pula, mereka masih saling pandang


"Ajumma... Aku.... Sudah katakan padamu waktu itu?"


"Apa?"


"Aku ini sangat sibuk...." Wajah serius itu berubah menjadi menyebalkan dimata Juhyun. Apalagi sekarang Kyuhyun tertawa karena berhasil memperdaya nya


"Ya!!!!!" Teriak Juhyun kesal, namun tawa Kyuhyun semakin membuatnya kesal


"Seperti inilah ajumma!"


"Dasar pria jahat!!! Kau suka sekali memperdayaku!!!" Kesal Juhyun sembari memukuli Kyuhyun, Kyuhyun harus berusaha menghindari pukulan itu sambil terus tertawa, mau tak mau Juhyun juga ikut tertawa, namun tangannya masih agresif untuk menukulinya


"Jangan pukul kepalaku ajumma!!" Kyuhyun berteriak meski sebenarnya Juhyun tak melakukan itu


"Ok baik! Baik... Maafkan aku ya?? Aku menyerah!" Juhyun menghentikan serangannya, memandang Kyuhyun sejenak kemudian melanjutkannya dengan menggelitiki Kyuhyun, hingga pria itu berteriak-teriak minta ampun.


Kyujong berbalik dengan wajah sedikit keruh melihat adegan itu. Kepalanya tertunduk, ia merasa ada yang mengganggu perasaannya begitu melihat semua itu. Juhyun tak pernah sebahagia ini saat bersamanya. Bahkan ia jarang melihat tawa lepasnya. Apakah kini ia sadar telah memaksakan kehendak? Jika diingat-ingat, ia memang memutuskan semuanya sendiri, ia tak pernah menanyakan perasaan Juhyun. Bahkan ia menunda Juhyun yang ingin mengutarakan perasaan padanya.


Kakinya terus melangkah meninggalkan panti asuhan. Entah kemana ia akan pergi. Yang pasti ia butuh menyendiri dan memikirkan hal ini lebih dalam lagi.


.


.


Dan akhirnya, mobil yang ia kendarai berhenti di depan sebuah cafe. Sebenarnya ia tak sedang ingin pergi ke cafe. Namun entah mengapa ia menghentikan mobilnya disana. Kyujong menghela kemudian memakai topi dan kacamata hitamnya. Kemudian menuruni mobil dan memasuki cafe tersebut.


Mungkin dengan memesn sesuatu yang manis moodnya bisa lebih baik. Kyujong bersyukur suasana di cafe tersebut tak begitu ramai, jadi tidak akan ada yang mengenalinya. Ia berusaha untuk menunduk untuk menyembunyikan wajahnya


"Kyujong.sshi?" Reflek Kyujong mengangkat kepalanya


Seorang wanita tersenyum lebar padanya. Kyujong juga tersenyum melihat wanita itu. Diantara semua pelayan yang bertugas hanya dia yang mengenalinya


"Kau bekerja disini Marin.sshi?"


"Iya..." Marin menjawab dengan senyuman "akan aku siapkan! Tunggu sebentar.." Kyujong mengangguk dan beranjak untuk mencari tempat duduk.


Sebuah meja di dekat jendela kaca itu menjadi pilihan Kyujong untuk duduk. Ia memilih untuk meminum kopi dan memakan cake yang ia pesan disana. Ia lepas kacamata hitamnya dan memandang keluar jendela. Suasana di luar tampak sibuk, orang-orang di kota ini memang tak pernah bisa diam, mereka selalu sibuk dengan urusan mereka. Sangat berbeda dengan kehidupan di Jeungdo.


Bibir Kyujong tersenyum saat melihat salju melayang-layang dari dalam. Ini adalah salju pertama yang turun di tahun ini. Orang-orang bilang ketika megungkapkan keinginan saat salju pertama turun, keinginannya akan terkabul. Kyujong bukan orang yang percaya akan hal itu, tapi ia tetap memejamkan matanya. Memanjatkan doa terbaik dalam dada. Ia hanya berharap yang terbaik untuk siapapun.


Senyumnya menghilang, saat teringat apa yang ia lihat tadi. Perasaannya bercampur aduk, selama ini ia memang tahu apa yang terjadi antara dirinya, Kyuhyun dan juga Juhyun. Hanya saja ia mengabaikannya, ia berusaha untuk mengabaikan apa yang ia lihat, namun kali ini? Semuanya terasa nyata, bahwa Juhyun terasa semakin jauh....


'tok tok..'


Kyujong membuka matanya dan menoleh saat mendengar suara ketukan meja itu. Marin tersenyum sekali lagi kemudian duduk di kursi yang ada di hadapan Kyujong


"Kau terlihat sangat banyak pikiran..?"


"Tidak... Aku tidak apa-apa..." Kyujong tersenyum, Marin menarik nafas dan tersenyum simpul kembali


"Baiklah... Minum dan makan yang manis akan memperbaiki mood mu, silahkan!!" Marin mendorong pesanan Kyujong lebih dekat ke hadapannya


"Terimakasih...!"


Marin duduk diam memandang Kyujong yang mulai menikmati pesanannya. Kyujong memang selalu seperti ini, ia selalu berbuat baik hati pada semua orang. Bahkan padanya


"Mau aku pesankan?" Tanya Kyujong tiba-tiba


"Tidak... tidak! Aku bekerja disini..." Marin mengibaskan tangannya


"Baiklah..." Marin tak bisa menghilangkan senyumannya saat terus menatap kyujong


'Terlalu jahat jika aku berkeinginan untuk menghancurkan hidupmu.... Kau tidak pernah bersalah Kyujong, justru kau adalah korban. Sama sepertiku....'


"Aku sadar, akan sangat sulit mendapatkan hatimu! Kau pasti sangat mencintai wanita itu. Tapi aku tidak akan berhenti untuk memperjuangkan hatimu..." Kyujong memandang Marin dan menatapnya intens


"Kyujong.sshi... sementara aku berjuang, maukah kau menjadi temanku??"


 


Hingga malam ini, salju masih turun dengan intensitas sedang. Membuat cuaca semakin terasa dingin. Seusai makan malam tadi Juhyun langsung menuju kamar, ia akan menginap hari ini, karena ia akan mulai bekerja esok hari. Malam ini ia sekamar dengan Ahra. Juhyun mengeluarkan buku yang ia beli tadi bersama Ahra. Buku terbaru dari penulis favoritnya, siapa lagi kalau bukan Fourteen?


'Permata Jeungdo'


Juhyun tersenyum membaca judul buku itu. Kenapa harus Jeungdo? Dan dia menyebutkan permata. Tapi judul yang aneh menurutnya ini membuat ia cukup penasaran. Kemudian ia letakkan kembali buku tersebut dalam tasnya. Bergantian kini ia mengeluarkan beberapa kertas origami yang juga ia beli tadi.


Hari ini Kyuhyun ulang tahun, namun ia sama sekali belum menyiapkan hadiah untuknya. Dan kali ini ia berrncana untuk membuat burung bangau untuknya. Karena Juhyun melihat Kyuhyun begitu menyukai benda itu. Dia akan membuat banyak burung bangau malam ini, dan akan menjadikan ini sebagai hadiah untuk Kyuhyun. Juhyun menghentikan kegiatannya sejenak saat pintu terbuka. Ahra masuk dan tersenyum padanya, Juhyun membalas senyuman itu dengan ramah


"Eoh... Kalian benar-benar sama..." Ujar Ahra, Juhyun memandangnya heran


"Burung bangau dari origami ini, sangat berarti bagi Kyuhyun. Entah dia memulainya sejak kapan, tapi Kyuhyun akan menganggap burung bangau ini menjadi hal yang istimewa. Dia bilang, semangatnya akan tumbuh begitu ia melihat burung-burung bangaunya"


"Benarkah?" Ahra mengangguk


"Dia pasti akan tersenyum kegirangan saat kau memberikan ini sebagai hadiah..." Juhyun menunduk dan tersenyum malu


"Apalagi kau yang memberikannya... Dia pasti tidak akan berhenti untuk tersenyum"


"Kau berlebihan..."


"Tidak... Dia menyukaimu...!" Juhyun mengangkat kepalanya dan memandang Ahra, ia tertegun mendengar ucapan itu

__ADS_1


'Kyuhyun menyukaiku?'


__ADS_2