
Neol saranghagesseo onje kajhina
neol saranghagesso
Jigeum i sungan cheoreom
I sesang geu nuguboda
Neol saranghagesseo
~Rainy Heart~
••• 3 Hari yang lalu •••
Mereka berkeliling desa hanya untuk mencari hadiah untuk pernikahan Kyujong. Bingung untuk mencari hadiah adalah salah satu kelemahan Juhyun yang lain. Biasanya, ketika ia akan memberikan hadiah kepada seseorang, ia akan menyiapkan satu minggu sebelumnya, karena ia selalu merasa bingung akan memberikan apa kepada seseorang. Karena itu Juhyun merasa sangat kesal saat Kyuhyun baru mengabarkan kapan pernikahan Kyujong, semalam.
Kyuhyun melirik Juhyun yang menggembungkan pipinya karena hanya bisa berputar-putar di pasar tanpa tahu akan membeli apa. Melihat itu, ia jadi merasa bersalah.
"Perlukah kita cari di...."
"Tidak perlu...! Aku hanya perlu duduk sebentar memikirkannya!" Sela Juhyun sembari tersenyum. Tak perlu pergi ke pusat kota, itu hanya akan membuat Kyuhyun kelelahan.
Juhyun duduk di salah satu kursi yang ada dan berpikir. Semua benda yang ia lihat tadi sama sekali tak tampak istimewa dimatanya. Baiklah! Hanya untuk sebuah hadiah, Juhyun sudah seperti seorang yang harus menentukan antara hidup dan mati. Air mukanya terlihat sangat serius, seperti sedang memikirkan hutang kepada seorang rentenir yang tak dapat ia lunasi.
Kyuhyun memandangnya prihatin dan duduk di sampingnya, ia juga ikut berpikir. Siapa tahu ia bisa membantu
"Ajumma... Eoh.. maksudku, Juhyun....!" Juhyun menoleh dengan wajah memelas, namun tampak lucu dimata Kyuhyun. Hingga mati-matian ia menahan tawanya, ia benar-benar tak habis pikir dengan wanita di sampingnya ini. Sekarang ia terlihat seperti seorang yang dicampakkan oleh kekasihnya
"Kenapa kau tidak berikan Kyujong hyung peralatan dapur? Atau shofa? Atau tempat tidur baru? Eoh... Atau mungkin....." Ucapan Kyuhyun terhenti saat Juhyun menghela keras dan tampak tak percaya dengan pemikirannya. Ok! Kyuhyun gagal memberikan solusi, ia tundukkan kepalanya perlahan melihat reaksi Juhyun yang menggeleng pelan dan menghela
"Kenapa tidak sekalian aku belikan rumah baru untuknya...."
"Itu juga ide bagus!" Seru Kyuhyun dengan polos, Juhyun memejamkan kedua mata untuk menyingkirkan kesal dalam dadanya. Ia benar-benar ingin menjitak kepala Kyuhyun saat ini. Jika saja kepalanya tak bermasalah, Juhyun pasti akan menjitaknya!
"Aku tidak sekaya itu...." Keluhan Juhyun itu mendapat senyuman tanpa dosa dari Kyuhyun yang kemudian menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"Ah... Aku tidak tahu! Aku lapar...!" Seru Juhyun kesal kemudian beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun
"Ajumma... Ah... Juhyun.ah! Bagaimana kalau bukuku???" Kyuhyun sedikit berteriak dan mengejar Kyuhyun. Juhyun hanya mengangkat tangannya tak tahu akan membelikan apa untuk Kyujong. Dan ia juga masih tak habis pikir dengan isi kepala Kyuhyun. Bagaimana ada orang sepolos itu?
••••
Petikan gitar terdengar syahdu diantara para tamu yang sedang menikmati pesta itu. Semua menoleh ke arah suara, begitupun dengan sang mempelai yang tengah menjamu tamunya di tengah ruangan. Lampu menjadi redup dan suasana berganti menjadi romantis. Marin memandang Kyujong keheranan, mungkinkah ini kejutan manis dari Kyujong? Ini tidak ada dalam rencana pagelaran pesta mereka. Namun sepertinya bukan, karena Kyujong juga sama heran dengannya. Lampu sorot menyala, mengarah kepada dua orang di panggung kecil yang tersedia. Kyujong tertawa pelan melihat dua orang itu
"Aigoo... Mereka manis sekali..." Gumam Marin
"Benar... Begitulah Kyuhyun..." Kyujong juga bergumam. Petikan gitar yang dimainkan Kyuhyun berhenti. Juhyun maju selangkah menuju stand mic di depannya
"Kqmi minta maaf, jika kami mengganggu pesta ini..." Ujar Juhyun sembari tersenyum
"Suatu kebahagiaan, ketika kita bisa bersama, berjabat tangan, saling mengasihi, berbagi cerita dan saling berucap janji suci dengan orang spesial dalam hati kita.... Pernikahan adalah gerbang awal sebuah kebahagiaan, pernikahan adalah komitmen sebuah cinta. Untuk Kyujong.sshi dan juga Marin.sshi... selamat atas pernikahan kalian! Aku berharap kalian akan menjadi pasangan yang selalu dilimpahi kasih sayang! Sebuah lagu untuk kalian....."
Begitu pidato singkat itu berakhir, Kyuhyun kembali memetik gitarnya dengan syahdu penuh nuansa romantis. Dan sesekali menatap Juhyun yang berdiri di sampingnya sembari tersenyum lebar. Suara lembut Juhyun terdengar menenangkan jiwa ketika ia mulai menyanyikan bait pertama, tak ada yang menyangka jika Juhyun bisa bernyanyi dengan sangat baik. Lirik romantis keluar dari mulutnya bergantian, diiringi dengan nada yang begitu lembut. 'Neol Sarang Hagesseo' itu adalah pilihan lagu yang Juhyun ingin nyanyikan dihari bahagia Kim Kyujong, sahabatnya, dan mungkin akan segera menjadi keluarganya...
Neol saranghagesseo onje kajhina
neol saranghagesso
Jigeum i sungan cheoreom
I sesang geu nuguboda
Neol saranghagesseo
Tepuk tangan meriah dan rasa kagum, Juhyun dapatkan ketika ia menyanyikan reff pertamanya. Kyujong tersenyum lebar dan mengacungkan dua jempolnya. Sementara Kyuhyun terpaku memandang Juhyun meski tangannya masih lincah memetik senar gitar itu.
Terlalu bingung akan memberikan apa, akhirnya Juhyun memutuskan untuk bernyanyi sebagai hadiah pernikahan untuk Kyujong. Dan tanpa ia sangka, Kyuhyun menawarkan diri untuk memainkan gitar sebagai pengiring lagunya. Permainan Kyuhyun tadi benar-benar memukau, bukan hanya Juhyun yang merasa tak percaya Kyuhyun bisa memainkan gitar dengan sangat baik, Kyujong juga merasa seperti itu
"Sejak kapan kau bisa bermain gitar?" Todongan pertanyaan Kyuhyun dapatkan saat menuruni panggung,
"Ucapkan terimakasih dulu pada Juhyun...!" Juhyun yang berdiri di samping Kyuhyun tersenyum malu dan menundukkan kepalanya.
"Terimakasih, suaramu benar-benar sangat bagus!" Marin memujinya dengan tulus, Juhyun mengangguk dan tersenyum malu, terakhir ia menyanyi adalah saat ia duduk di bangku kuliah
"Aku tidak percaya kau punya suara sebagus itu! Dan Kyuhyun! Apa kau yang mengajarinya bermain gitar?" Tanya Kyujong pada Juhyun yang menggeleng sebagai jawaban. Kyuhyun hanya tersenyum simpul kemudian meraih tangan Juhyun yang berdiri di sampingnya itu
"Maafkan aku, kami hanya bisa sampai sini menikmati pesta kalian..." Setelah mengatakan itu Kyuhyun beranjak sembari menarik lembut tangan Juhyun.
Apa yang akan ia lakukan? Mengapa ia harus pulang ditengah-tengah pesta? Juhyun memandangnya heran sembari terus mengikuti langkah panjang Kyuhyun yang masih memegang tangannya. Ia mulai khawatir, entah mengapa jika terjadi sesuatu diluar dari rencananya bersama Kyuhyun, ia jadi merasa khawatir. Sepertinya ia sudah terlalu paranoid. Begitu khawatir, Juhyun tak berani untuk bertanya, ia akan ikuti semua yang Kyuhyun mau.
Mereka sampai di luar gedung, seorang supir keluar dari mobil Kyuhyun, hendak membukakan pintu, namun Kyuhyun menahannya. Kyuhyun menoleh pada Juhyun yang kini menundukkan kepala, dan membukakan pintu mobil setelah melepas pegangan tangannya. Perlahan Juhyun mengangkat kepalanya, Kyuhyun tersenyum begitu manis
"Masuklah.." seru Kyuhyun dengan suara yang terdengar manis di telinga Juhyun. Tanpa mengatakan apapun, Juhyun memasuki mobil.
Sesaat kemudian, Kyuhyun juga memasuki mobilnya dan duduk di samping Juhyun yang masih menundukkan kepala. Mobil melaju sekali Kyuhyun mengucapkan perintah. Diam-diam Kyuhyun melirik Juhyun
"Kenapa?" Juhyun bereaksi dengan menoleh padanya
"Kita... Mau kemana?" Tanya Juhyun hati-hati, Kyuhyun tersenyum kembali
"Kemanapun kau ingin pergi!"
__ADS_1
"Iya?" Kyuhyun tertawa kecil melihat Juhyun selalu ekspresif menanggapi apapun. Tawanya berganti sebuah senyuman penuh arti. Ia berharap bisa terus melihat ekspresi itu, dan tidak pernah melupakannya
"Mulai saat ini, katakan apa yang ingin kau lakukan denganku, kemana kau akan pergi bersamaku, dan berikan apa yang ingin kau berikan padaku..."
Pernyataan sarat arti 'perpisahan' ini terdengar begitu mudah untuk Kyuhyun sampaikan. Bahkan kini ia menyampaikannya dengan berhias senyuman. Juhyun terpaku menatapnya. Hatinya bergejolak, antara sedih dan takut. Kyuhyun menghela mendapat tatapan seperti itu dan tertawa kecil kembali
"Jangan tatap aku seperti itu...." Serunya pelan. Juhyun menghela dan mengalihkan pandangannya
"Jika diingat-ingat lagi, sekarang kau sering kali mengatakan hal-hal aneh..." Keluh Juhyun berusaha setenang mungkin saat mengucapkannya. Kali ini Kyuhyun yang menatapnya intens. Untuk sesaat tak ada percakapan kembali, sementara mobil terus melaju tanpa arah dan tujuan. Keheningan terpecahkan saat Juhyun tertawa dengan pilu
"Haruskah kau menyelipkan perasaan sedih di tengah kebahagiaan?" Juhyun memandang Kyuhyun balik dan bertanya dengan kesal
"Maaf..." Kyuhyun menunduk sejenak menyadari kesalahnnya
"Kau benar-benar ingin segera pergi meninggalkanku? Kau sangat ingin melakukannya? Kenapa? Apa aku menyebalkan? Apa aku merepotkan?" Juhyun menghembuskan nafasnya kesal. Kyuhyun terdiam dan kembali menatap Juhyun yang nyaris menumpahkan airmatanya
"Bukan seperti itu.." singkat Kyuhyun
"Sekarang! Aku akan katakan keinginanku! Mulai saat ini, jangan pernah mengatakan apapun tentang perpisahan! Karena kita tidak akan berpisah... Jika ada kata-kata terakhir yang ingin kau sampaikan, sebaiknya kau tahan saja! Aku tidak ingin dengar...." Juhyun mengalihkan pandangannya, berkata dengan cepat dan penuh penekanan
"Juhyun...." gumam Kyuhyun tampak sedih
"Kau tahu aku hanya ingin bersenang-senang denganmu!" Juhyun menambahkan dengan nada tak ingin di bantah, Kyuhyun menarik nafas panjang dan menghela.
"Baiklah..." Setelah itu tersenyum manis kembali pada Kyuhyun
"Sekarang kau ingin kemana?" Tanya Kyuhyun lagi-lagi mencoba mencairkan suasana
"Panti asuhan... Aku akan menginap disana..! Aku juga perlu melihat kebunku!" Kyuhyun tak menjawab dan memandang Juhyun heran. Apa maksud dari 'aku akan menginap disana?' bukankah masih banyak waktu untuk kembali ke Jeungdo?
"Aku cuti dari pekerjaanku, dan memutuskan untuk tinggal disini" jelas Juhyun seolah mengerti keheranan Kyuhyun
"Apa? Bagaimana dengan anak-anakmu? Jika kau ingin tetap bersamaku, biar aku saja yang tinggal di Jeungdo. Lagipula aku menyukai...."
"Kau bilang akan menuruti keinginanku???" Sela Juhyun tiba-tiba meninggikan suaranya. Pernyataan Kyuhyun tadi benar-benar telah membuat Juhyun merasa kesal. Kyuhyun sedikit berjengit karena terkejut mendapatkan serangan tiba-tiba itu
"Aku hanya tidak ingin terlambat menolongmu jika terjadi sesuatu! Tidak ada rumah sakit besar di Jeungdo, perlu waktu cukup lama untuk sampai ke rumah sakit! Aku tidak ingin terlambat! Dan lagi, aku ingin tetap berada disisimu....." Juhyun mengakhiri kalimatnya dengan lembut. Dan membuat hati Kyuhyun lagi-lagi harus tersentuh
"Maafkan aku... Baiklah....! Terimakasih...." Kyuhyun benar-benar tak tahu akan mengatakan apa untuk mengungkapkan rasa syukurnya bertemu dengan orang seperti Juhyun.
••••
Kyuhyun mengeluari kamarnya dengan terburu-buru menuju kamar sang kakak, pagi ini. Ia ingin meminta bantuan Kyujong untuk membuatkan beberapa makanan untuk Juhyun. Dengan bersemangat Kyuhyun mengetuk pintu kamar itu dan membukanya. Namun, setiba di dalam, ia tak melihat ada tanda-tanda keberadaan seseorang. Sejenak ia berpikir, pergi kemana Kyujong pagi-pagi seperti ini. Tapi ia tak menemukan kemungkinan sama sekali.
Bibi datang dari mengambil pakaian kotor di kamar Kyuhyun yang letaknya tak jauh dari kamar Kyujong itu
"Kau sedang apa?" Tanya bibi, Kyuhyun menoleh
"Eoh... Kau tahu hyung pergi kemana?" Bibi mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan itu. Dia memang tak tahu apa yang terjadi kepada tuan mudanya ini
"Dia pergi ke Maldives bersama istrinya. Begitu pesta selesai mereka berangkat. Apa semalam kau minum banyak?"
Bukannya menanggapi ucapan bibi, Kyuhyun justru tertegun. Dan menghela, kemudian beranjak tanpa mengatakan apapun. Kemarin, Kyujong melakukan pesta pernikahan, dan berangkat ke Maldives untuk berbulan madu. Bagaimana Kyuhyun melupakan hal itu? Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh kembali
"Ajumma, ajari aku membuat kimbab!"
.
"Good morning..." Sambut Ahra saat Juhyun membuka matanya, Juhyun tersenyum namun detik berikutnya ia bergegas bangun
"Eoh... Aku terlambat bangun!" Serunya
"Tidak... Aku yang terlalu cepat bangun..." Ahra tersenyum, Juhyun duduk kembali dan tersipu malu
"Kau mau lari pagi bersama...?" Tanya Ahra, Juhyun memandangnya sebelum menjawab
"Kau ada janji dengan Kyuhyun?" Juhyun menggeleng sebagai jawaban
"Ok! Aku akan menunggumu, selesaikan siap-siapmu dalam waktu 15 menit...!" Ahra yang ceria selalu menampakkan senyuman ramah disetiap kalimat yang ia ucapkan. Kemudian keluar dari kamar yang di tempati Juhyun. Juhyun menghela pelan kemydian beranjak untuk bersiap-siap.
15 menit kemudian, Juhyun keluar dengan pakaian olah raga milik Ahra. Untuk sementara ini sampai Hyukjae datang dan membawakan pakaiannya, Ahra meminjamkan bajunya untuk Juhyun. Mendekati Ahra yang sedang melakukan pemanasan
"Eonni..." Panggilnya
"Ah.. pas sekali..." Gumam Ahra sembari memperhatikan pakaian yang dikenakan Juhyun
"Kkaja!" Seru Ahra sebelum Juhyun mengatakan apapun.
Untuk awal mereka masih berjalan santai. Dan tak ada percakapan yang berarti. Juhyun masih menjadi pendengar setia untuk Ahra yang terus mencoba menceritakan lelucon. Juhyun merasa tak semangat pagi ini, entah karena apa, Juhyun tak tahu pasti. Ia hanya merasa berat untuk menggerakkan tubuhnya. Jadi ia hanya menanggapi Ahra dengan senyuman dan sesekali saja tertawa. Menyadari ada yang aneh dari gadis di sampingnya ini, Ahra menghentikan langkah sebelum mereka jauh meninggalkan panti asuhan. Berbalik dan memperhatikan wajah Juhyun
"Kenapa?" Tanya Juhyun heran, Ahra tak menjawab dan masih memperhatikan wajah Juhyun
"Ah...!" Seru Ahra tiba-tiba sembari bertepuk tangan sekali
"Maafkan aku.... Seharusnya aku tidak mengajakmu lari pagi...! Kkaja, kita batalkan saja untuk pagi ini!" Ahra menggandeng tangan Juhyun dan mengajaknya kembali
"Tapi kenapa?" Tanya Juhyun
"Kau tidak tampak sehat hari ini! Lebih baik istirahat! Aku akan buatkan sup anti demam untukmu!" Ujar Ahra penuh ekspresi, ia seperti sedang berbicara dengan anak-anak, mungkin karena ia terlalu sering bersama anak-anak. Juhyun tersenyum
"Aku baik-baik saja... Aku tidak separah itu.." ujar Juhyun menenangkan, Ahra mengangkat satu telunjuknya dan menggoyangkannya ke kanan dan ke kiri tak mau di bantah
__ADS_1
"Sungguh... Aku hanya merasa sedikit lelah... Tolong jangan repotkan dirimu karena aku..."
"Tutup mulutmu! Kau itu sudah ku anggap sebagai adikku...! Jadi dengarkan eonni mu ini! Mengerti..!" Juhyun hanya tersenyum dan mengangguk mendapat omelan itu.
.
Sekitar pukul 11.00 pagi, Kyuhyun baru bisa menyelesaikan kimbab yang bisa dimakan dengan baik oleh seseorang. Setelah dari tadi ia membuat kerusuhan dengan selalu gagal. Ia tak bisa menggulung nasinya dengan baik, meskipun bibi mengajarinya berulang kali. Dan satu kotak bekal kimbab telah tersaji dengan baik setelah melewati perjuangan hebat seorang Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum puas melihat hasil kimbab buatannya itu kemudian beranjak meninggalkan dapur yang akan membuat kepala bibi pusing karena begitu berantakan. Langkahnya ringan menuju kamar, untuk bersiap-siap. Dia akan ke panti asuhan, dan melakukan sarapan yang sangat terlambat ini bersama Juhyun.
45 menit saja waktu yang Kyuhyun butuhkan untuk menyelesaikan semuanya. Kini mobilnya telah berhenti di depan panti. Dengan gembira, Kyuhyun turun dari mobilnya dan berjalan dengan langkah seringan bulu memasuki panti. Tangannya membawa sekotak kimbab yang sangat berharga itu.
"Kau datang..." Sambut Ahra dari sisi berlawanan dengannya
"Dimana Juhyun?" Kyuhyun bertanya dengan kedua mata berbinar
"Whoo.... Kau sudah merindukannya? Itu apa? Makanan? Bagus sekali kau membawa makanan!" Kyuhyun mengerutkan keningnya, tak mengerti apa yang telah Ahra ucapkan itu
"Dia makan sedikit sekali tadi, dan hari ini dia juga terlihat kurang sehat, jadi kau harus membujuknya untuk makan banyak..."
"Apa? Kurang sehat? Dimana dia?"
"Di taman...." Tanpa mengatakan apapun lagi, Kyuhyun berlari menuju taman.
Juhyun sendiri tengah duduk seorang diri memandang anak-anak yang tengah bekerja sama membuat sebuah mainan. Wajahnya memang terlihat lebih pucat dari sebelumnya. Memang sejak semalam ia merasa kurang nyaman dengan perutnya, tapi ia tak menyangka akan jatuh sakit seperti ini. Ia berharap Kyuhyun tidak akan tahu jika ia kurang enak badan. Juhyun segera berdiri saat teringat belum berpesan pada Ahra agar tak memberitahu Kyuhyun. Ia hanya tak ingin Kyuhyun mencemaskannya.
Kemudian berbalik, dan saat itu pula Kyuhyun telah berada di belakangnya. Dari raut wajahnya, Juhyun yakin, Kyuhyun telah tahu, tak tahu akan berkata apa, Juhyun hanya tersenyum. Kyuhyun menghela pelan dan meletakkan telapak tangannya di kening Juhyun tanpa mengatakan apapun, mendapat perlakuan seperti itu, Juhyun hanya bisa terdiam dan terpaku menatap Kyuhyun yang berada begitu dekat dengannya
"Kau demam..." Gumam Kyuhyun sembari menurunkan tangannya
"Aku baik-baik saja...." Juhyun tersenyum menenangkan, Kyuhyun tak bereaksi apapun selain hanya menundukkan kepala dan memundurkan langkah, ia pikir karena terlalu memikirkannya, Juhyun akhirnya sakit seperti ini
"Kyuhyun....." langkah Kyuhyun terhenti dan memandang Juhyun, memandangnya dengan nanar. Membuat Juhyun merasa tak mengerti dengan sikap Kyuhyun ini
"Apa aku menyulitkanmu? Maafkan aku...."
"Kyuhyun... Aku sakit bukan karena dirimu.." Juhyun menjadi sedih melihat tatapan mata itu, perlahan mendekati Kyuhyun
"Apa kau pikir ini salahmu, eoh?" Tanya Juhyun dengan lembut. Entah mengapa Kyuhyun menunduk kembali dan menangis dengan diam. Memikirkan ia telah menyulitkan banyak orang membuat ia merasa sedih. Perasaannya jadi lebih sensitif sekarang. Juhyun memandang heran, kemudian memeluknya
"Tenanglah... Kenapa kau menangis? Aku baik-baik saja..!" Kyuhyun melepas pelukan itu dan menarik pelan Juhyun mengajaknya masuk. Juhyun hanya mengikutinya tanpa protes.
Sampai di salah satu ruangan yang hanya ada mereka berdua, Kyuhyun tampak begitu semangat membuka kimbab yang ia bawa, kemudian menyiapkan minuman dalam gelas dan menyiapkan sumpit untuk Juhyun. Ia letakkan sepasang sumpit itu di tangan Juhyun yang duduk diam memandangnya dengan heran
"Kau harus makan ini...!" Seru Kyuhyun
"Aku sudah makan tadi"
"Tapi nuna bilang kau makan sedikit sekali! Tidak ada penolakan, hari ini aku akan merawatmu, dan besok kau harus sudah pulih ..." Ujar Kyuhyun bersemangat, sembari duduk di hadapan Juhyun. Memandang gadis itu dangan yakin, seolah siap untuk menerkam Juhyun jika ia tak mau memakan kimbab buatannya. Juhyun menelan ludahnya dan memilih untuk makan. Sebelum Kyuhyun menerkamnya.
Kyuhyun tersenyum melihat Juhyun yang terlihat menggemaskan itu, kemudian mengelus rambut Juhyun beberapa kali.
"Kau harus pergi ke rumah sakit setelah ini"
"Aku hanya demam biasa.."
"Aku tidak mau tahu!" Tandas Kyuhyun tak ingin dibantah.
Akhirnya, Juhyun hanya bisa pasrah menuruti semua arahan perawatan dari Kyuhyun. Mulai pergi ke rumah sakit hingga mengharuskannya berbaring karena Kyuhyun bersikeras untuk mengompresnya. Satu lagi, ia bahkan harus merepotkan ibu Shin agar dia membuatkan bubur dan samgyetang untuk Juhyun. Ini bukan gayanya sama sekali. Saat di Jeungdo, ia bahkan tak memperlakukan dirinya sebagai orang sakit ketika tidak enak badan. Tapi di Seoul, Kyuhyun benar-benar merawatnya dengan sangat baik.
Juhyun melirik Kyuhyun yang masih berusaha merawatnya dengan baik. Saat ini pria itu sedang mengganti handuk kompresnya. Padahal Juhyun merasa sudah jauh lebih baik
"Kenapa kau terus menatapku seperti itu?" Kyuhyun bertanya dengan sinis. Juhyun hanya menghela sebagai jawaban. Kemudian bangun ke posisi duduk
"Sore bahkan sudah hampir berakhir, sedari tadi kau terus sibuk merawatku?" Keluh Juhyun, ia hanya tak ingin Kyuhyun kelelahan karena mengurusinya yang hanya tak enak badan. Kyuhyun meliriknya sinis
"Kau sudah mengatakan itu sejak tadi... Berbaringlah! Demam mu belum turun...." Juhyun memandangnya sejenak, kemudian berbaring tanpa mengatakan apapun lagi. Ia akan biarkan Kyuhyun mengkhawatirkannya
"Terimakasih..." Ujar Juhyun pada akhirnya, Kyuhyun kini tersenyum dan mengangguk
"Tidak ada yang ingin kau ceritakan padaku?" Tanya Juhyun
"Tentang apa?"
"Mungkin tentang kimbab itu... Rasanya enak..."
"Eoh? Benarkah?" Kyuhyun tersenyum
"Aku yang membuatnya, tadi pagi aku berniat belajar pada Kyujong hyung. Aku mencarinya kemana-mana, tapi dia tidak ada! Dan kau tahu lucunya, aku lupa jika dia pergi ke Maldives, yang paling lucu lagi, aku lupa kalau dia sudah menikah..." Kyuhyun tertawa diakhir kalimatnya sementara Juhyun hanya tersenyum simpul
'Dia melupakan sesuatu lagi'
"Tapi, bukankah kau tidak bisa masak? Lalu bagaimana kau bisa membuat kimbab seenak ini?"
"Ajumma membantuku... Jika kau mau, aku akan belajar memasak mulai sekarang! Ketika menikah nanti, aku akan rutin membuatkanmu sarapan sebelum kau berangkat mengajar..."
"Ehmmmm.. menikah?" Kyuhyun mengangguk mantap
"Kau yakin akan belajar memasak?" Kyuhyun mengangguk kemudian memandang jauh ke dalam mata Juhyun yang berbaring dihadapannya membuat Juhyun mengerutkan keningnya tak mengerti dengan perubahan suasana ini. Tanpa mengatakan apapun, Kyuhyun meletakkan handuk kompres di kening Juhyun dengan hati-hati
"Kyu...."
__ADS_1
"Kita menikah, kau tidak keberatan, kan?" Sela Kyuhyun dengan tenang
"Apa????????