Rainy Heart

Rainy Heart
Chapter 19


__ADS_3

'...Whoaah.... Maafkan aku, aku begitu tersentuh membaca pesan ini. Tuan K, kau jangan khawatir, aku akan berdoa semoga cinta pertamamu mendengar apa yang kau tulis ini! Baiklah, sebuah lagu yang begitu cocok dengan kisah tuan K, selamat mendengarkan......'


~Rainy Heart~


Suasana masih terasa hening setelah 30 menit terlalui. Tak ada suara sama sekali di dalam rumah kecil itu. Meskipun ada dua orang terjaga di dalam sana, mereka masih tampak terguncang atas apa yang terjadi 30 menit yang lalu. Masih tak percaya hal seperti itu benar-benar terjadi. Terutama bagi Juhyun, ini terasa seperti mimpi baginya.


Begitupun dengan Hyukjae yang duduk di sampingnya, ia juga tak percaya dengan apa yang telah dilihatnya tadi. Sama, ia juga merasa ini seperti mimpi. Menurutnya Kyuhyun sama sekali tak terlihat seperti orang pesakitan, tapi..... Meski Juhyun telah menjelaskan semuanya, rasanya sulit untuk Hyukjae mempercayai.


Lamunannya terganggu saat Juhyun bergerak bangun, gadis itu melangkah menuju dapur. Ia harus membuat sesuatu yang hangat, setidaknya saat Kyuhyun bangun nanti ada sesuatu yang bisa dinikmatinya dan membuat dia merasa lebih baik.


Setelah Hyukjae mengganti bajunya tadi, Kyuhyun bersikeras untuk tetap memancing seperti rencana awal. Ia benar-benar tak ingin melewatkan satu moment pun bersama Juhyun. Meski Juhyun juga bersikeras untuk menunda acara memancing itu, Kyuhyun jauh lebih keras untuk tetap melakukannya. Dengan dalih setelah tidur beberapa saat, ia akan membaik. Akhirnya, Juhyun mengalah. Tho Kyuhyun sudah meminum obatnya, dan ia berharap Kyuhyun benar-benar akan membaik setelah tidur.


"Hyukjae... bisa tolong kau lanjutkan ini? Aku akan melihatnya...!" Seru Juhyun dari dapur, Hyukjae mengangangguk dan menghampirinya.


Sementara Juhyun bergegas ke kamar Kyuhyun untuk melihatnya. Sedikit lega saat melihat wajah Kyuhyun tak sepucat tadi. Juhyun menghela dan duduk di tepi ranjang, memandang wajah itu dengan diam. Kemudian mengambil buku catatan Kyuhyun berikut dengan bolpoinnya. Ada hal yang ingin ia sampaikan pada Kyuhyun, namun rasanya Juhyun tak sanggup untuk menyampaikannya  secara langsung.


Juhyun menggerakkan tangannya dengan lincah diatas buku tersebut. Menulis kata per kata yang ingin ia sampaikan. Kemudian memandang Kyuhyun kembali setelah beberapa saat menulis


"Kita akan menangkap ikan paling besar, membunuhnya kemudian membakarnya. Setelah itu menikmatinya bersama-sama..." Ujar Juhyun kemudian tertawa kecil, kalimatnya ini sangat mirip dengan perkataan seorang psikopat, kemudian buru-buru meletakkan buku itu kembali saat Kyuhyun perlahan membuka kedua matanya. Ia lontarkan senyuman manis ketika Kyuhyun memandangnya dengan datar


"Boleh aku ajak Hyukjae?" Tanya Juhyun ringan, Kyuhyun menghela pelan dan tersenyum lega saat Juhyun tak membahas kejadian tadi


"Tidak boleh!" Singkat Kyuhyun sembari bangun ke posisi duduk


"Kenapa? Dia sangat jago memamcing" Juhyun cemberut


"Kau pikir aku tidak bisa memancing?"


"Memangnya pria kota dan manja sepertimu bisa memancing? Tentu hal yang wajar saat aku merasa ragu...." Juhyun masih berusaha menggodanya, ia ingin membangun mood yang baik untuk Kyuhyun dan juga dirinya sendiri


"Hey ajumma!!! Aku memang pria kota, tapi aku bukan pria manja! Catat itu...!!" Kyuhyun melayangkan protes dan memandang Juhyun kesal


"Ah... Cepat bersiap!" Juhyun berseru sembari tertawa kemudian mengacak rambut Kyuhyun sebelum keluar, Kyuhyun tersenyum jengah


"Apa dia bilang? Pria manja! Dia belum tahu bagaimana tangguhnya aku?" Gerutu Kyuhyun panjang pendek, kemudian beranjak mencari pakaian hangatnya.


Dan melangkah kesal mengeluari kamar. Juhyun mendekat sembari membawa minuman hangat yang ia buat tadi


"Minum ini dulu...."


"Tidak perlu! Kita pergi memancing sekarang!" Setelah mengatakan itu, Kyuhyun beranjak keluar


"Dia marah padaku?" Tanya Juhyun pada dirinya sendiri kemudian tertawa


"Aigoo Hyukjae... kenapa dia manis sekali....! Mengapa dia sangat menggemaskan ketika sedang marah? Ah... Bagaimana aku baru menyadarinya?" Juhyun memandang Hyukjae dengan mata berbinar kemudian tertawa


"Karena selama ini, kau yang selalu dibuatnya kesal!"


"Ah Kau benar...." Juhyun bergumam pasrah, ia sedikit terkejut saat Kyuhyun kembali masuk


"Kenapa?"


"Kemana kita harus pergi?" Tanya Kyuhyun dengan wajah polos, dan tak bisa menahan tawa Juhyun. Gadis itu tertawa merasa gemas


"Aigoo.... Bagaimana bisa kau begitu menggemaskan? Ayo!" Kyuhyun hanya diam ketika Juhyun mencubit kedua pipinya gemas dan menariknya keluar


•••••


Berjalan santai beriringan di temani hangatnya matahari. Langit tampak cerah mewakili perasaan mereka. Juhyun menoleh pada Kyuhyun ketika pria itu sama sekali tak mengajaknya bicara dan malah sibuk mendengarkan sesuatu dari sebuah earphone. Dan meskipun ia tetap memandangnya, Kyuhyun sama sekali tak berniat untuk memandangnya balik.


Dia terlihat begitu menikmati dan menghayati apa yang sedang di dengarnya. Juhyun berdecak kesal


'Apakah ini bisa disebut kencan?'


"Kau serius sekali..." Protes Juhyun sembari menyentuh lengan Kyuhyun. Dan itu berhasil mengalihkan perhatian Kyuhyun padanya dan melepas satu sisi earphone nya


"Iya? Kau bilang apa tadi?"


"Apa yang sedang kau dengarkan hingga mengabaikanku?" Juhyun bertanya dengan wajah cemberut, Kyuhyun tersenyum begitu manis, kemudian meletakkan satu sisi earphone nya di telinga Juhyun tanpa mengatakan apapun. Juhyun mengerutkan keningnya saat tak mendengar apapun,


"Kau, apa ini?" Tanyanya heran "Aku tidak mendengar apapun?"


"Kau tidak mendengarnya? Aneh? Padahal aku dengar?" Kyuhyun juga memasang wajah heran


"Kau pasti sedang mempermainkanku lagi? Benar kan?" Kini Juhyun memandangnya dengan curiga


"Tidak! Aku serius" Kyuhyun balas memandangnya dan berkata dengan serius, membuat pandangan Juhyun berubah


"Coba diam dan dengarkan....!" Dan dengan polosnya Juhyun mengikuti interuksi itu


"Seorang wanita cantik, sang primadona desa sedang jatuh cinta padaku...." bisik Kyuhyun sembari tersenyum lebar


Juhyun menoleh lekas dan memandang Kyuhyun intens. Entah apa arti pandangan itu? Kyuhyun juga memandangnya dan tersenyum


"Kau....." Ucapan Juhyun terhenti saat ia mendengar suara dari earphone yang dikenakannya


"Ah... Muncul kembali..!" Seru Kyuhyun


'Siang ini cuaca tak begitu dingin, pendengar tercinta apa yang sedang kalian lakukan di siang hari yang cerah ini? Apakah kalian sedang menikmati makan siang kalian bersama dengan orang terkasih? Atau kalian sedang menuju ke suatu tempat untuk melakukan sebuah rencana? Apapun itu semoga hari kalian menyenangkan.....'

__ADS_1


Juhyun tersenyum simpul kepada Kyuhyun, dia tak sedang mempermainkannya, dia hanya sedang mendengarkan saluran radio yang sepertinya saluran favoritnya. Suara Dj perempuan itu begitu menenangkan jiwa


"Sepertinya, karena signal suaranya menghilang tadi..." Ujar Kyuhyun


"Sejak kapan kau menjadi pendengar radio?"


"Sejak aku bertemu dengan cinta pertamaku...." Senyuman Juhyun menghilang, membicarakan cinta pertama, Juhyun merasa kurang nyaman


'....Sebelum kami memutarkan sebuah lagu, aku akan membacakan satu pesan dari seorang yang menyebut dirinya sebagai tuan K .....' Juhyun melepas earphonenya ia tak begitu suka mendengarkan radio


"Sebentar...!" Kyuhyun menahan tangan Juhyun dan memasangkan earphonenya kembali, Juhyun memandangnya heran


'Rindu ini membuatku merasa tersesat, aku tak tahu kemana arah jalan yang sebenarnya berulang kali aku lewati... Bayangan wajahnya seakan menari-nari di depan kedua mataku! Seperti sebuah fatamorgana di tengah gurun pasir... Dalam dahaga aku berjalan mendekatinya, namun ia menghilang ketika aku telah mencapainya. Aku tahu rasa rindu ini tak akan bisa lagi ku tahan! Aku harus keluar dari kegersangan ini sebelum aku kehilangannya.... Hati ini begitu gersang, dan aku membutuhkan oase ditengah gurun kerinduan, bukan sebuah fatamorgana yang menipu.... Salahku ketika aku mengabaikannya padahal aku ingin disampingnya, yah.... Perasaan menyiksa ini terjadi karena aku begitu pengecut! Aku terlalu takut akan menyakitinya, meski sebenarnya aku justru menyakiti diriku sendiri... Hari ini, aku akan mengakhiri kerinduan ini dan datang padanya.... Memberikan pengakuan bahwa dia adalah cinta pertamaku...'


Juhyun kembali memandang Kyuhyun, 'tuan K'.  Ia tak ingin berspekulasi, ia harus pastikan bahwa pesan itu dikirim oleh Kyuhyun, apa yang ia dengar ini begitu mengharukan, menyentuh hatinya hingga ia merasa ingin menangis


'...Whoaah.... Mianhamnida, aku begitu tersentuh membaca pesan ini. Tuan K, kau jangan khawatir, aku akan berdoa semoga cinta pertamamu mendengar apa yang kau tulis! Baiklah, sebuah lagu yang begitu cocok dengan kisah tuan K, selamat mendengarkan......'


"Dia sudah mendengarnya...." Gumam Kyuhyun kemudian melepas earphone itu dan mendahului Juhyun. Juhyun terpaku di tempatnya dan tersipu malu, pesan itu benar-benar dari Kyuhyun? Ia merasa sedang bermimpi sekarang


'Benarkah?'


Mereka telah sampai di sebuah padang ilalang, untuk menuju danau, mereka harus melewati padang ilalang ini. Kyuhyun merentangkan kedua tangannya dan menarik nafas panjang, menyentuh ilalang yang tak begitu tinggi itu dengan jari-jari tangannya


"Yah.... Aku telah menemukan sebuah oasis di tengah gurun pasir ini...." Gumamnya, Juhyun berlari mendekatinya


"Itu kau? Benar? Itu pesan darimu? Benarkah? Untukku? Aku cinta pertamamu?" Juhyun menanyakannya dengan beruntun saat berada tepat di belakang Kyuhyun


"Kyuhyun? Itu kau? Pesan itu untukku?" Juhyun mengulangi pertanyaannya kembali, Kyuhyun menoleh dan hanya mengangguk


"Benarkah?" Juhyun bertanya kembali kemudian menunduk untuk menyembunyikan semu merah dipipinya. Kyuhyun tertawa kecil kemudian kembali melangkah


"Ya!! Mana boleh kau meninggalkan aku? Seharusnya kau menggandeng tanganku...!" Protes Juhyun sembari mengikuti di belakangnya, bukannya berhenti, Kyuhyun justru berlari untuk menggoda Juhyun, dan  membuat gadis itu cemberut. Kemudian mengejarnya


"Ya! Kyuhyun!!!" Kyuhyun tertawa dan terus berlari


••••


"Whoooaaaaaaaaahhhhhh....."


Kali ini giliran Kyuhyun yang terpesona dengan pemandangan dihadapannya. Jernihnya air danau dan lukisan pegunungan yang tertutup kabut karena udara dingin. Tampak begitu indah. Indah..... Indah sekali.....


Untuk orang kota sepertinya, pemandangan seperti ini sangatlah langka dan mahal. Juhyun yang berdiri di belakangnya tersenyum


"Waaaahh... Ini indah sekali! Apa ini di surga? Apa aku sudah mati?"  Juhyun tertawa kecil


"Kau sungguh jago memancing?" Kyuhyun mengangguk setelah melempar umpan yang telah ia kaitkan di ujung pancingnya ke air


"Apa itu hobimu?" Kyuhyun menggeleng, membuat Juhyun mengerutkan keningnya


"Ini hobi ayahku... Aku selalu ikut saat dia memancing..."


"Ah...." Juhyun mengangguk-anggukkan kepalanya.


Untuk sesaat suasana menjadi hening. Sembari menunggu umpannya dimakan ikan, Kyuhyun memilih untuk menikmati udara segar ini. Ia angkat kedua tangannya kemudian menjadikannya bantal. Segar sekali.... Juhyun yang duduk di sebelahnya menoleh dan tersenyum


"Kenapa kau tidak bilang sejak awal jika ada tempat seindah ini?" Kyuhyun menoleh


"Apa ini indah?"


"Iya.... Aku merasa betah disini..." Juhyun tertawa kecil kemudian merapikan rambut Kyuhyun yang terterpa angin


"Tuan K.... Kapan kau menulis pesan itu?" Kyuhyun menarik nafas sebelum menjawab


"Setelah aku melupakanmu di taman bermain waktu itu, aku pikir pesanku tidak akan terbaca, aku tidak menyangka akan dibacakan diwaktu yang sangat tepat" Kyuhyun tersenyum, Juhyun tertegun, ia kehabisan kata untuk membalas jawaban itu, ia merasa sangat bahagia


"Kyujong hyung akan menikah..."


"Apa???? Yang benar???" Kyuhyun tertawa melihat reaksi Juhyun yang menurutnya berlebihan itu


"Tidak! Kau mempermainkanku lagi?"


"Tentu saja tidak! Aku serius!"


"Aaaaaaaaaaa......... Aku bahagia sekali!!!!!!!" Teriak Juhyun berjingkrak-jingkrak. Ia sangat bahagia jika Kyujong bisa melupakannya dengan cepat. Karena dengan begitu Kyujong tak perlu merasakan sakit yang lebih lama.


•••••


Kyujong duduk di salah satu sofa menunggu calon pengantinnya yang sedang mencoba gaun yang akan dia dikenakan di pesta pernikahan mereka beberapa minggu lagi. Tangannya sibuk menscroll layar ponsel, ia sedang membaca beberapa komentar di akun SNS nya, sesuai dugaan, mereka para fans mengira ia akan menikahi wanita misterius yang membuatnya jatuh cinta. Namun Kyujong tak terlihat bahagia, wajahnya datar namun pandangan matanya sayu. Ia merasa telah menjadi orang yang jahat untuk kesekian kalinya. Tapi untuk saat ini, Kyujong bersungguh-sungguh, ia tak sedang mengelabuhi siapapun. Hanya mungkin terkesan seperti itu.


Tirai dihadapannya terbuka dan mengalihkan perhatian seorang Kyujong. Ia letakkan ponselnya di meja dan memandang wanita bergaun putih itu. Dia tersenyum kepada Kyujong, dia terlihat begitu cantik. Kyujong mendekatinya


"Marin.sshi..." Kyujong menatapnya dengan sendu


"Jangan berikan aku tatapan seperti itu! Aku mengerti...."


"Maafkan aku....." Marin tersenyum semakin lebar


"Bagaimana? Apa aku terlihat cantik?" Kyujong tersenyum dan mengangguk

__ADS_1


"Kau suka?"


"Ehem..." Marin mengangguk


"Setelah ini, aku ingin makan ice cream denganmu kau tidak sibuk?" Kyujong hanya menggeleng sebagai jawaban


"Baiklah, aku akan pilih ini jika kau suka, tunggu sebentar aku akan ganti baju..." Kyujong mengangguk dan mundur beberapa langkah sebelum tirai itu tertutup kembali.


Pernikahan ini bisa dibilang tidak di sengaja. Tak ada rencana untuk pernikahan mendadak ini. Demi sang adik Kyujong melakukan ini. Ia ingin tunjukkan pada Kyuhyun bahwa ia baik-baik saja, ia akan berbahagia. Dan Marin, dia tetaplah seorang wanita yang baik hati. Sekali lagi ia membantu dirinya. Kyujong merasa dirinya sangat pengecut.


Beberapa saat kemudian, Marin keluar dari ruang ganti dan mendekatinya


"Di dekat sini, ada kedai ice cream yang sangat enak, kita kesana ya?" ujar Marin bersemangat


"Iya


..."


.


.


Dua buah mangkuk ice cream tersaji di depan meja mereka. Marin memesan dengan porsi besar. Bukan karena ia sedang kesal, tapi karena ia melihat mood Kyujong sangat buruk sedari tadi.


"Memakan yang manis akan memperbaiki mood mu..." Ujar Marin sembari menyodorkan satu mangkuk di hadapan Kyujong. Bibirnya tersenyum saat Kyujong membulatkan kedua matanya memandang ice cream itu


"Kau memesan ice cream sebanyak ini?" Marin tertawa


"Aku tidak tahan melihat wajah kusutmu..."


"Aih...." Kyujong tersenyum kemudian tertawa kecil melihat ekspresi Marin yang tampak malu-malu itu


"Baiklah! Kita berlomba untuk menghabiskannya!" Seru Kyujong bersemangat


"Ouch ... Siapa takut! Dalam waktu 10 menit, aku akan hitung 1-3... Ok? Hana... Dul... Set...." Ujar Marin bersemangat


Mereka melahap ice cream yang sangat dingin itu dengan cepat sambil sesekali tertawa ketika melihat mulut mereka belepotan. Dan sesekali Marin mengganggu Kyujong yang hampir menghabiskan satu mangkuk ice cream nya.


"Ya! Itu curang...!!" Kesal Kyujong sembari menyingkirkan tangan Marin yang tertawa bahagia karena berhasil mengganggu Kyujong.


Belum 10 menit mereka telah mendapatkan pemenangnya. Siapa lagi kalau bukan Kyujong yang saat ini sedang melakukan selebrasi kemenangan. Seperti seorang pemain sepak bola yang baru mencetak gol! Mengangkat kedua tangannya dan berseru gembira. Seakan tak peduli dengan sekitar. Marin hanya bisa tertawa melihat itu.


Mereka terlihat sangat kacau saat ini, noda ice cream tampak di beberapa sisi mulut dan bahkan hidung mereka


"Kemari!" Seru Kyujong setelah puas berselebrasi


"Apa?" Marin memandangnya heran


"Keningmu!" Seru Kyujong kembali sembari menyiapkan tangannya untuk menyentil kening Marin


"Ah.. tidak! jangan lakukan..." Rengek Marin sembari menutupi keningnya dengan tangan


"Kau kalah, jadi harus terima hukuman!" Marin menggeleng dengan manja


"Kemari!" Kyujong meraih tangan itu dan melakukannya dengan bersemangat, hingga Marin memekik kesakitan


"Eoh... Maafkan aku! Apa aku melakukannya terlalu keras?" Dan kini Kyujong yang kelabakan karena Marin masih menunduk sembari memegangi keningnya


"Maafkan aku, ya?" Marin mengangkat kepalanya dan tertawa jail pada Kyujong. Membuat Kyujong menghela dan tersenyum


"Tapi memang sakit"


"Maaf...." Marin mengangguk dan tersenyum


Dan susasana menjadi hening setelah itu. Mereka sama-sama sibuk membersihkan mulut dan hidung mereka. Dan justru terasa semakin canggung, beberapa kali Marin mendehem pelan


"Marin.sshi?"


"Iya?" jawabnya cepat


"Terimakasih.... Maaf...." Marin memandangnya dan tersenyum menenangkan


"Kau sudah mengatakannya hampir 100 kali Kyujong.sshi..." ujarnya dengan lembut


"Aku benar-benar merasa.... Hh... Maafkan aku..."


"Dengar! Aku sangat mengerti, Kyuhyun prioritas utamamu sekarang. Kau tidak melakukan hal yang salah, aku tidak keberatan dengan ini! Aku sangat berterimakasih kepadamu, meskipun tak sepenuhnya pernikahan ini berdasarkan cinta, bisa menyalurkan perasaanku lebih dalam, aku sudah sangat bersyukur..." Marin tertawa kecil


"Aku pasti terlihat murahan..." Gumamnya kemudian menunduk, Kyujong menghela pelan dan memandangnya sendu


"Marin.sshi, siapa yang akan tega melukai hati seorang malaikat sepertimu? Aku berjanji, saat ini aku memang belum mencintaimu, tapi aku akan melakukan apapun untuk membahagiakanmu, tidak akan aku sakiti hatimu sekali lagi, dan... Aku akan belajar untuk mencintaimu dari waktu ke waktu... Saat ini alasan pernikahan ini adalah Kyuhyun, tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi nanti?" Marin memandangnya kembali dan tersenyum.


••••


Benar yang dikatakan Juhyun, ikan di danau ini sangat besar dan memuaskan. Dua ikan sudah cukup untuk menu makan malam mereka. Dan mereka putuskan untuk pulang sebelum hari menjadi gelap. Menghabiskan waktu berdua, mengobrol tentang ini dan itu, berbagi cerita, berbagi pengalaman. Dan berbagi rasa.


Sepanjang perjalanan, Juhyun tak bisa menyembunyikan senyumannya. Meski belum mengatakan secara langsung, tapi pesan dari radio itu sudah cukup romantis bagi Juhyun. Sekarang, ia hanya tinggal menunggu Kyuhyun mengungkapkannya secara langsung. Kyuhyun pasti akan mengulanginya lagi. Kyuhyun menoleh dan memndang wajah berseri itu kemudian ikut tersenyum.


'Aku pasti akan menjadi orang yang paling jahat setelah ini. Maafkan aku Juhyun..... Aku harap kau mengerti....... Maafkan aku....'

__ADS_1


__ADS_2