Ramadhan Merindukan Bulan Suci

Ramadhan Merindukan Bulan Suci
MERANTAU


__ADS_3

Hay🤗 bertemu lagi dengan author adindai🤗


kali ini author, membuat novel yang khusus untuk para Readers yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadhan yang telah kita rasakan kembali😊 (In Shaa Allah, Sampai pada lebaran)


Kisah ini menceritakan seorang lelaki yang sangat merindukan bulan suci Ramadhan dan ia ingin berpulang dibulan yang mana ia dilahirkan tersebut.


Tidak usah lama-lama, Cuss... langsung saja yuk baca novel terbaru ku ini.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN READERS DENGAN LIKE AND KOMENNYA😆


...----------------...


DI SEBUAH DESA SUKASARI TERDAPAT RUMAH KECIL YANG TERBUAT DARI BAMBU DENGAN ADANYA SAWAH YANG MENGELILINGI TEMPAT ITU.


"Ayah! Aku akan merantau untuk memperbaiki nasib keluarga kita ke kota A!" tegas Ramadhan dengan tekad yang kuat ia telah siap berangkat untuk merantau ke kota A dengan membawa tas ransel.


"Hati-hati nak, Ayah akan selalu mendukungmu," Ujar Pak Ilman yang sedang terduduk lemas di kursi roda.


"Kakak!" Teriak histeris seorang gadis kecil yang berlari menghampiri Ramadhan lalu memeluknya.


"Hikss... Hikss... jangan pergi!" Lirih gadis kecil itu yang bernama Jalila dengan menangis histeris didalam pelukan kakak tercinta.


"Adik kakak yang comel, jaga Ayah ya? jangan nakal! kakak nanti akan kembali pulang,," Ujar Ramadhan yang tidak tega melihat air mata sang adik.


Kruukk... Kruukk... Ia mendengar suara dari perut adiknya yang kurus itu, dan membuat sedih pilu hatinya saat menyadari jika sang adik kelaparan.

__ADS_1


"Maafkan Abang, dek!" Batin Ramadhan karena sudah beberapa hari ini adik serta ayahnya yang sedang sakit belum makan sesuap nasi sedikitpun.


"Ayah, Saat ayah dan Lila lapar,, datanglah ke tempat Paman Tedi(pemilik kebun tempat dimana sebelumnya ia bekerja) " Ujar Ramadhan dengan menoleh kearah Ayahnya karena ia tau pak Tedi adalah orang baik yang pasti mau menolong keluarganya.


"Jangan risaukan kami, kamu pergilah! mencari pekerjaan yang bisa mengubah nasib keluarga kita,," Ujar Pak Ilman dengan lemas nan lembut.


"Hikss... Hiks... Huaahh!" Tangis Jalila kembali pecah saat melihat Ramadhan telah melepaskan pelukannya dan berjalan keluar dari rumah.


"Abang akan kembali dek! Dengan membawa kabar gembira untuk kalian! dan agar kita bisa makan yang enak!" Tekad Ramadhan didalam hati dengan berjalan menelusuri tiap-tiap jalanan yang berlumpur dikelilingi oleh sawah-sawah yang sangat menyejukkan mata.


"Swafoto dulu deh!" Ujar Ramadhan dengan mengeluarkan hp yang tidak mewah namun, sangat berarti atas pemberian Paman Tedi.


Cekrek! Cekrek!


Kruukk... Krruk... Terdengar suara cacing perutnya yang telah bernyanyi riya, yang menandakan ia lapar.


Ia mengeluarkan satu roti tawar yang ia bawa sebagai pembekalan perjalanan nya.


"Hanya ada satu,, lebih baik aku makan sedikit-sedikit saja," Batin Ramdhan dengan memotong sedikit roti dan kembali memasukinya kedalam ransel.


Nyamm... ia memakannya dengan lahap karena memang sudah beberapa hari yang lalu ia selalu berpuasa untuk menghilangkan rasa lapar.


Setelah perjalanan yang cukup jauh dari desa ke tempat halte bus hingga 10 kilo ia tempuh, tidak membuat patah semangat! walau persediaan makanan serta minuman kini sisa sedikit.


"Busnya datang!" Gumam Ramadhan saat sudah terduduk menunggu bus yang akhirnya datang lalu segera memasuki nya.

__ADS_1


"Eehh.. mas maaf,, bolehkah saya duduk disitu??" Ujar seorang wanita berhijab panjang berparas cantik dengan tahi lalat dihidungnya.


Ramadhan menoleh sekeliling nya ternyata memang tidak ada kursi kosong dan ia melihat wanita itu terlihat kelelahan.


"Baiklah,, silahkan mba," Ujar Ramadhan ramah seraya berdiri lalu memegang pegangan yang sudah disediakan untuk orang berdiri didalam bus.


"Terimakasih,, mas," Ujar wanita itu seraya duduk dengan nafas terengah-engah.


Ramadhan tidak mempermasalahkan, ia hanya fokus kepada tujuan nya yang akan ke kota A untuk mencari pekerjaan.


"Masnya mau kemana?" Tanya wanita itu namun, tidak didengar oleh Ramadhan karena busnya telah berhenti ditempat tujuan nya.


Ia telah berjalan menuju sopir untuk membayar dan segera turun. Namun, ada barang bawaan nya yang terjatuh dan diambil oleh wanita itu.


"Sepertinya,, dia sangat menyayangi keluarganya," Gumam wanita itu seraya tersenyum melihat foto keluarga Ramadhan berada ditangannya.


"Semoga kita bisa bertemu lagi,," Batin wanita itu dengan penuh harapan.


Kini Ramadhan kembali berjalan menelusuri kota A yang sangat ramai dengan orang yang berlalu lalang dengan urusannya masing-masing.


"Ternyata kota sangat ramai!" Gumam Ramadhan dengan menghirup udara kotor akibat motor yang baru saja melewatinya.


"Uhuuk... Uhuk.. Namun, ternyata banyak pencemaran udara disini,," Batin Ramadhan saat pertama kali ia merasakan bau asap motor yang biasanya tidak ada di desanya.


"Hey!" Teriak seseorang dari arah belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2