Ramadhan Merindukan Bulan Suci

Ramadhan Merindukan Bulan Suci
BERTEMU KAWAN BARU


__ADS_3

"Hay!" Ujar seseorang dari arah belakangnya.


Ramadhan memilih untuk tidak menoleh, karena ia tau jika dirinya tidak mengenal siapapun di kota A tersebut.


"Hay! Kawan!" Ujar seorang lelaki dengan tampangnya yang terlihat bodoh dengan baju compang-camping, rambutnya keriting ditambah dengan tubuhnya yang sudah bertahun-tahun tidak dimandikan.


Ramadhan akhirnya memilih untuk pergi tanpa menoleh kearah sampingnya.


"Hah! Sombong sekali kamu! Aku ini ingin berkenalan dengan mu,, mengapa kamu tidak mau menoleh??" Ujar kesal orang itu.


Ramadhan terdiam dan mulai menoleh kearah belakangnya, dan terlihat ada seorang lelaki tidak waras yang seperti pernah ia lihat di desanya.


"Orang itu,, bukankah?? Yang saat itu menaiki sebuah mobil bak??" Batin Ramadhan saat mengingat orang itu menaiki sebuah mobil bak pengiriman barang yang menuju ke kota A tersebut.


"Bolehkan kita berteman?" Tanya si tampang bodoh itu seraya menyengir kuda mendekati Ramadhan dengan tubuhnya yang kotor.


"Boleh,, tetapi,," Ujar Ramadhan yang tidak tahan menghirup bau dari tubuh si tampang bodoh itu.


"Mengapa? aku bau yahh??" Tanya nya dengan tersenyum lebar menampakkan keempat gigi depannya yang berwarna hitam dengan bau mulut yang terasa menyengat.

__ADS_1


"Uhukk... Uhuk.." Ramadhan sudah tidak tahan menahan bau itu, ingin sekali ia muntah didepan orang berlalu lalang itu.


"Baiklah,, kita boleh berteman, tetapi,, tolong menjauh sebentar," Ujar Ramadhan dengan menjauhkan tubuhnya seraya kembali menghirup udara bersih disebelah kanan nya.


"Hufft... Hampir saja aku mati! Jika terus mencium baunya,," Gumam Ramadhan yang didengar oleh orang itu yang secara tiba-tiba telah berada disebelah kirinya.


"Kau ingin mati sekarang? Hahaha... Tobat kawan! Ini sudah di akhir zaman untuk apa engkau ingin pergi duluan,, sedangkan kita semua pasti akan segera binasa! Hahah!" Teriak orang itu dengan sangat keras membuat orang yang berlalu lalang itu terdiam memperhatikan mereka.


"Suaranya sampai membuat orang lain menatap ku,," Batin Ramadhan yang merasa malu seraya mempercepat langkahnya.


"Aku ikut! Jangan tinggalkan temanmu ini!" Ujar orang itu dengan kakinya mengikuti langkah Ramadhan.


"Pizza? Apa itu pizza? Bentuknya lempeng seperti itu?" Gumam Ramadhan saat melihat ada sepanduk yang sedang mempromosikan pizza.


"Satu, dua, tiga, Lima?!" Kejut Ramadhan saat melihat angka kosong dibelakang angka harga pizza itu.


"Lebih baik aku secepatnya mendapatkan tempat tinggal,, dari pada memikirkan harga pizza itu yang sangat fantastis bikin jantung hampir copot!" Gumamnya seraya kembali berjalan memasuki sebuah gang kecil dan ada tulisan 'Kontrakan kosong'


"Ada kontrakan kosong! Semoga harganya pas dikantong, dan tidak memakan habis isi tabungan ku,," Batin nya seraya menghampiri seorang wanita berpenampilan sedikit gendut yang sedang menyapu dihalaman.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, Bu," Ujar Ramadhan ramah.


"Wa'alaikumussalam! Ada apa?!" Tegas ibu itu yang bernama Eni.


"Maaf Bu, apakah benar,, masih ada kontrakan kosong disini?" Tanya nya ramah.


"Iya, ada! Harganya sebulan 300.000 rb!" Ujar ibu Eni.


"Dalamnya sempit! Sepertinya tidak akan cukup untuk berdua,," Ujar ibu Eni dengan menatap sinis kepada orang itu.


"Tidak apa-apa Bu, kami bisa mengatasi nya nanti,," Ujar Ramadhan seraya memberikan uang tabungan nya lalu ibu Eni memberikan kunci kontrakan itu.


"Yasudah! Jika kalian tidak bisa membayar uang sewa selama sebulan lebih, maka pergi dari sini!" Tegas ibu Eni yang membuat Ramadhan berdecik ngeri mendengarnya.


"Kenapa ibu kontrakan ini galak banget?!!" Jerti Ramadhan dalam hati seraya masuk kedalam kontrakan sempit itu.


"Cukup bagus,, hingga dapat menampung diriku selama beberapa tahun," Gumam Ramadhan yang tidak menyadari jika orang itu terus mengikutinya dari tadi.


"Kalau aku? Bagaimana denganku?" Tanya orang itu dengan berjingkrak-jingkrak disebelahnya.

__ADS_1


"Dia??" Batin nya bingung, ia segera mengambil alat pembersih dan langsung membersihkan kontrakan itu yang berdebu tanpa menghiraukan orang itu yang terus mengikuti nya seperti ekor.


__ADS_2