Ramadhan Merindukan Bulan Suci

Ramadhan Merindukan Bulan Suci
OMAR HILANG?!


__ADS_3

"Terimakasih, kek. Tetapi, bagaimana kakek punya alamat ini?" Tanya ku.


"Dulu,, Kakek bekerja disana," ujar sang Kakek dengan tersenyum melihat diriku menerima kertas itu.


"Hhm..." Gumam ku seraya pandangan ku teralihkan pada kertas itu.


"Bismillah!" Batin ku bersemangat.


Selang beberapa menit, akhirnya aku kembali masuk kedalam kontrakan ku yang berantakan.


"Kenapa aku merasa ada yang hilang??" Gumam ku keheranan seraya terus memperhatikan barang-barang ku.


"Astagfirullah! Omar!" Jerit ku terkejut teringat terakhir kali Omar bersama ku adalah saat di kantor polisi waktu itu.


"Omar! Dia ada dimana??" Tanya ku, dengan jantung ku berdetak kencang_khawatir.


"Aku harus mencari nya!" Gumam ku kembali seraya berlari keluar dari kontrakan menuju kantor polisi.


"Hey! Bayar uang kontrakan!" Teriak seorang Ibu kontrakan di belakang ku saat melihat diri ku sedang berlari.


"Nanti saya bayar!" Jawab ku tanpa menoleh, aku terus berlari dengan sekuat tenaga mencari nya.


"Di mana kamu,, Omar??" Batin ku bertanya-tanya, Aku khawatir jika ia kembali seperti dulu.


"Hufftt..." Nafas ku terengah-engah saat diriku telah sampai di depan kantor polisi waktu itu.


"Paman!" Ujar ku mencari Paman Tedi yang tidak terlihat di dalam setelah diriku masuk.


"Pak Tedi telah di pecat dari jabatan nya," ujar seorang Polisi yang membuat ku menoleh kearah nya.


"Paman... Di pecat?? Apa karena diriku??" Batin ku tak percaya jika orang berjas dulu itu dapat membuat paman ku di pecat.

__ADS_1


"Walau begitu, apakah Bapak pernah melihat seorang pria muda yang berambut gimbal di sekita sini??" Tanya ku.


"Hhm... Sepertinya,, pernah. Namun, orang itu telah pergi menuju gang sempit itu," ujar Polisi tersebut seraya menunjuk keluar_sebuah gang kecil di jalan sebelah kanan.


"Baiklah! Terimakasih," ujar ku seraya kembali berlari menuju gang kecil tersebut yang berada lumayan jauh dari kantor polisi.


"Anak itu,, wajahnya seperti orang yang ku kenal," Gumam polisi tersebut yang melihat diriku telah memasuki gang kecil itu.


"A-apa, kah?" Kejut ku saat melihat gang kecil tersebut adalah jalan buntu.


"Mengapa ia berjalan kesini?" Batin ku keheranan seraya berjalan perlahan menghampiri sampah-sampah yang berserakan dimana-mana.


Grekk... Salah satu telapak kaki ku menginjak sebuah minuman botol kaleng.


"Da-darah?!" Gumam ku seraya menunduk memperhatikan robekan baju yang ada cairan berwarna merah itu tersangkut di ujung penutup botol.


"Aku harus segera melaporkan nya ke polisi!" Gumam ku seraya kembali keluar dari gang kecil itu karena yakin bila robekan itu adalah baju yang di pakai Omar.


"Pak! Tolong, carikan teman saya!" Ujar ku setelah berhadapan dengan polisi tadi.


Pandangan ku menoleh kearah sebuah nama di dekat kantung baju depan polisi tersebut.


"Pak Herman..." Gumam ku menyipitkan kedua bola mata ku menatap tulisan itu.


"Herman Syamsuddin!" Ujar Pak Herman dengan gagah ia mengangguk seraya memamerkan nama bagus nya.


"Puufftt... Pertama kali nya diriku mendengar ada orang bergaya dengan nama Syamsuddin,," Batin ku tertawa.


"Baik, Pak Herman Syamsuddin," ujar ku seraya mengikuti Pak Herman untuk mencari Omar "Adiku..." Batin ku.


Pak Herman bertanya berbagai pertanyaan, yang dapat ku jawab dengan baik.

__ADS_1


"Baiklah, kami akan memulai pencaharian... Di mohon untuk menunggu," ujar Pak Herman dengan menyuruh beberapa polisi lainnya untuk mencari Omar dengan menggunakan gambaran hasil ku sendiri.


"Omar! Kakak, datang!" Batin ku seraya terbayang di fikiran ku, Jika dia sedang meringkuk sendirian dengan tubuh bergetar di pinggir jalan.


"Aku akan ikut!" Ujar ku yang tidak tahan, seraya mengikuti para Polisi yang ingin mencari Omar.


Pagi tadi dengan matahari yang memancar nya Surya nya, telah tergantikan oleh sang rembulan dengan senang hati menemani kita di gelap nya malam....


Malam pun telah tiba, Omar masih tidak di temukan. Dan akhirnya percaharian di berhenti


sementara waktu hingga esok hari.


"Hhmm... Omar,, kamu dimana??" Batin ku bertanya.


...Aku teringat.....


...Saat seorang pria.....


...Dengan pakaian compang-camping memanggil ku.....


...Saat itu diri ku sendirian.....


...Tidak mengenal siapa-siapa.....


...Siapa kamu?...


...Mengapa kamu memanggil ku?...


...Kami bahkan tidak sedarah,...


...Namun, aku kembali merasakan......

__ADS_1


...Rasanya keluarga.....


__ADS_2