Ramadhan Merindukan Bulan Suci

Ramadhan Merindukan Bulan Suci
MASA LALU (KIRANA)


__ADS_3

"Siapa, nama adik mu?" Tanya nya dan tidak dapat ku dengar karena langkah kaki ku kini sedang berlari untuk kembali terus mencari nya 'Omar'.


"Dia,, sama seperti ku dulu.." lirih Kirana saat melihat kegigihan diriku yang selalu mengingatkan nya dengan hari dimana ia sangatlah terpukul dengan keadaan.


Flash black On.


Di tempat pemakaman.


(POV Kirana)


"Mengapa? Mengapa ini semua terjadi?!" Teriak diriku saat berusia 10 tahun, Aku harus menerima takdir yang sangat menyakitkan.


"Kenapa? Kenapa takdir selalu menyakitkan seperti ini?!!" Jerit ku lagi yang merasa terpukul saat melihat kedua jasad orang tua ku yang telah di kuburkan di dalam liat lahat.


"Aku masih membutuhkan kasih sayang orang yang paling berjasa dalam hidup ku... Hikss... Hikss.." Lirih ku seraya menangis sejadi-jadinya.


Saat itu..


Diriku sangatlah terpukul..


Dengan takdir nya..


Yang harus memisahkan ku,


Dengan orang yang paling berjasa,


Dalam hidup ku..


Merekalah kedua orang tua ku..


Namun, aku tersadar..


Apa guna nya salah kan takdir?


Semua telah terjadi,


Apa waktu bisa berputar kembali?


Tentu, tidak!


Semua telah terjadi,


Tidak perlu di sesali..


"Hikss...Hiks..."


Aku menangis hingga kedua bola mata ku bengkak di depan makam kedua orang tua ku, aku berjanji "Jika diri ini, tidak akan kembali menyalah kan takdir yang telah di tetap kan Allah untukku,".


(POV Kirana End)

__ADS_1


Flash black Of.


"Aku harus membantu nya, mencari adik nya!" Tekad Kirana seraya pergi ke suatu tempat.


Aku berlari..


Hingga kedua kaki ku terasa lelah..


Adikku, kau kemana?


Rasanya, aku ingin terjatuh..


Karena, kaki ku tak lagi bertahan..


Untuk berlari mencari mu...


Bruukk... "Aakhh! Omar! Kamu kemana??" Terial ku frustasi saat sudah mencari di segala tempat dengan terus berlari.


Aku merindukan mu..


Adikku..


Bila saat, kau takut..


Datanglah kepadaku..


Aku akan memeluk mu,


Yang dapat, meredakan rasa takutmu..


Secara perlahan, ku kembali berdiri lalu melihat sebuah poster berbentuk besar yang bergambar kan bila bulan suci Ramadhan akan segera tiba.


"Bulan suci telah kembali?!" Kejut ku tak percaya jika diri ini akan kembali merasakan bulan suci Ramadhan di usiaku 20 tahun.


"Tetapi, tentunya... Ramadhan nanti, aku tidak akan kembali merasakan seperti Ramadhan dulu yang bersama keluarga lengkap ku. Karena Pastinya aku akan sendirian.. Disini..." Lirih ku.


"Aku lelah!" Gumam ku kembali seraya rukuk untuk mengatur nafas ku.


"Huuftt..."


ngingg... ngingg...


Secara tiba-tiba, aku merasakan kepala ku pusing dengan telinga ku yang berdenging.


"Ada apa ini??" Batin ku bertanya saat pandangan ku semakin lama semakin gelap saat menatap tanah.


Bruukk...


Gelap! Dan terlalu cepat!

__ADS_1


Semua nya terlihat sangat gelap...


Hingga hatiku tak mampu tuk menahan,


rasa takut yang menyelimuti diriku,


Terlihat bayang-bayang ingatan,


masa kecil ku..


Di bulan suci Ramadhan,


Terlihat bahagia...


Namun, sekarang?


Akankah, aku akan sendirian?


Ya Allah, aku butuh dirimu..


Uhuukk... Uhuk...


Ramadhan terbangun mendapati dirinya sedang terbaring di kursi besi taman tadi.


"Mengapa aku ada disini?" Gumam nya keheranan.


"Makan, dan minumlah!" Ujar seorang wanita berhijab panjang itu kini berdiri di sebelahnya dengan memberikan botol berisi air serta sebungkus makanan.


"Aahh.. iya, aku lupa jika tadi pagi belum makan," ujar Ramadhan menyadari akibat dirinya pingsan.


"Yaudah, Ambil! Dan makanlah," ujar Kirana lagi.


"Baiklah, terimakasih," jawab Ramadhan seraya mengambil makanan itu lalu langsung memakan nya.


"Sebentar lagi Ramadhan tiba, apa kamu ingin pulang kampung?" Tanya Kirana yang membuat ku berhenti makan.


"Astagfirullah! Aahh... Iya, aku lupa... Maaf," ujar nya lagi.


"Bagaimana jika kamu berbuka puasa di hari pertama Ramadhan, di rumah ku?" Tanya Kirana.


Uhuukk... "Apa dia sudah G*la?! Mana mau aku berduaan bersama nya, di rumah dia yang pastinya sepi," Batin Ramadhan karena ia tau Kirana tidak memilik kedua orang tua.


Sruup...


"Tidak, Saya hanya ingin berbuka sendiri saja," Tolak Ramadhan dengan pelan.


"Hhm... Begitu..." Jawab Kirana yang mengerti.


"Mungkin dia kira rumah ku sepi kali, 'ya? Humm... Padahal! Jika ia datang, pastinya ia melihat ke ramaian disana," Batin Kirana yang tidak ingin Ramadhan tau.

__ADS_1


"Mengapa kamu ga pulang kampung? Kan, disana masih ada adik perempuan mu, 'kan?" Tanya Kirana setelah Ramadhan selesai makan.


"Aku hanya ingin balik, jika sudah sukses nanti nya!" Jawab Ramadhan dengan semangat 45 yang membara di dalam hatinya.


__ADS_2