Ramadhan Merindukan Bulan Suci

Ramadhan Merindukan Bulan Suci
KANTOR POLISI


__ADS_3

"Di jual?" Gumam Ramadhan tidak percaya ada tulisan 'Di jual' di depan atas warung makan itu.


"Aku harus mencari pekerjaan di mana??" Batin nya kembali seraya menoleh kearah Omar, ia merasa Omar sudah mulai pintar karena di ajarkan oleh diri nya.


"Kenapa, 'Kak?" Tanya Omar keheranan melihat Ramadhan terdiam ditempat.


"Tidak apa-apa, kita pulang saja!" Ajak Ramadhan seraya menggandeng tangan Omar untuk kembali berjalan ke kontrakan.


"Ramadhan! Dari mana saja kau?! Ini sudah sebulan lebih! Tetapi, kau belum bayar uang kontrakan!" Teriak Ibu kontrakan itu, saat melihat Ramadhan baru saja kembali.


"I-iya, Bu! Besok akan saya bayar!" Ujar Ramadhan dengan tampang memelas nya.


"Nggak ada besok! Saya mau nya sekarang!" Tegas Ibu


tersebut.


"T-tapi,, kalau sekarang, saya belum punya uang, Bu!" Gumam Ramadhan.


"Sebagai gantinya! Bukan jas kalian!" Ujar Ibu tersebut saat melihat jas Ramadhan serta Omar yang sangat cocok untuk kedua Anak nya.


Ramadhan segera membuka jas diri nya dan jas Omar lalu memberikan nya kepada Ibu tersebut.


"Ini hanya sebagai pegangan sementara! Jika, kau akan bayar kontrakan besok!" Tegas Ibu tersebut seraya pergi meninggalkan Mereka.


Whuss...


"Dingin..." lirih Omar saat merasakan angin berhembus kencang menerpa disetiap kulit tubuh nya.

__ADS_1


"Kami hanya punya beberapa pakaian yang tipis saja untuk menutupi tubuh,," Batin Ramadhan dengan mengeluarkan ponsel nya.


"Kakak! Aku lapar,," kini Ramadhan layak nya seorang kakak bagi Omar yang memang terlihat lebih muda dari diri nya.


"Sebentar,," ujar Ramadhan yang sedang mencari sesuatu di ponsel nya seraya berjalan menuju jalan raya, di ikuti dengan Omar dibekalang nya.


Bruuk...


Tanpa sengaja, tubuh Omar tertabrak oleh seseorang dan alhasil pun menabrak tubuh Ramadhan hingga ponsel nya terjatuh ke tanah.


"Rusak??" Gumam Ramadhan tak percaya melihat hp nya secara tiba-tiba mati secara permanen hanya karena terbanting.


Ia menoleh kearah Omar, ingin marah namun, ia tidak tega saat melihat ekspresi Omar yang tidak tau apapun.


"Kalau berhenti,, tidak usah menghalangi jalan!" Teriak seorang lelaki berpakaian jas yang menabrak tubuh Omar tadi.


"Tengah jalan katamu?! Kit-" Ngelak Ramadhan yang tidak menyadari jika diri nya telah berdiri didepan zebra cros.


"Lihat! Benarkan, dirimu berhenti dan menghalangi jalan orang!" Tegas orang berjas tersebut.


"Kakakku,, di bentak orang lain?!!" Batin Omar dengan aura marah membara dan langsung menyerang orang berjas tersebut.


Grekk.. Bughh..


"Aakhh... Apa yang kau lakukan?!" Marah orang berjas tersebut saat rambut nya di Jambak oleh Omar.


Ramadhan terbelakak kaget melihat Omar secara refleks langsung menyerang orang berjas itu hanya karena diri nya.

__ADS_1


"Tidak ada yang boleh,, membentak kakakku!" Teriak Omar dengan menggigit pergelangan orang berjas tersebut.


"Aakkhh..." Rintih Orang berjas tersebut dengan menjambak rambut gimbal Omar agar melepaskan gigitan nya.


"Lepaskan!" Teriak nya lagi dengan kulit tangan nya yang kini telah memerah dengan bekas gigitan Omar.


Bughh...


Tubuh Omar di tendang oleh seorang lelaki berjas hitam yang sedang lewat.


"Omar!" Teriak Ramadhan seraya menghampiri tubuh Omar yang terjatuh ke atas tanah.


"Cepat! Lapor polisi! Disini ada orang G*la!" Tegas orang berjas hitam seraya membantu orang berjas tersebut dengan kulit tangan nya yang telah terkelupas.


"Dia,, orang G*la??" Bisik para warga yang sedang menonton mereka.


"Sangat aneh! Mengapa wajahnya tampan tetapi, kelakuannya seperti orang tidak waras?!" Bisik para warga.


Ramadhan merasa iba kepada Omar yang terus saja di beri gunjingan oleh para warga disana.


Selang beberapa menit, polisi datang dengan cepat karena mendengar laporan dari sang ketua jabatan tertinggi.


"Cepat! Tangkap mereka, pak Polisi!" Tegas orang berjas tersebut saat tangan nya sedang di obati oleh karyawan nya yang datang setelah mendengar nya.


"Mereka??" Tanya Seorang Polisi keheranan yang melihat penampilan Omar seperti bukan kebanyakan orang G*la.


"Tidak usah lama! Cepat bawa mereka, Pak Polisi!" Perintah orang berjas tersebut.

__ADS_1


"Ba-baik!" Jawab kedua Polisi itu dengan menarik tangan Omar serta Ramadhan untuk masuk kedalam mobil Polisi.


"Lepaskan! kami tidak bersalah!" Ngelak Omar dengan memberontak. Namun, Ramadhan segera mengajak nya untuk ikut dan menyelesaikan masalah.


__ADS_2