
"Saya berminat!" Ujar ku.
"Tidak apa-apa lah, yang penting halal," Batin ku bersemangat.
Hari demi hari ku lewati menjadi OB di perusahaan ABDIJAYA GROUP tidak membuat ku berhenti untuk terus mencari Omar.
2 bulan kemudian...
"Polisi pun telah menyerah mencari nya... Apakah diriku juga akan menyerah?" Tanya ku dengan menutup mata lalu membaringkan tubuhku ke kursi panjang taman di kota A.
"Ekhem..." Terdengar suara deheman yang membuatku terbangun dari baring ku.
"Nyonya Kirana?!" Kejut ku tak percaya Kirana yang sedang terduduk di ujung kursi panjang tersebut.
"Jangan memanggil saya Nyonya!" Tegas nya.
"Dua bulan telah berlalu, masih panggil Aku Nyonya?" Tanya nya, yang memang kami sudah menjadi teman sejak pertama ku bekerja.
"Mengapa kamu kesini, Kirana?" Tanya ku karena umur nya yang hampir setara dengan ku, hanya berbeda dua tahun lebih tua darinya yang berumur 18 tahun.
"Aku lihat-lihat,, sepertinya kamu sedang pusing... Kenapa?" Tanya nya.
"Aku sedang mencari Adikku," Lirih ku.
"Hmm.. begitu, Dimana Adik mu?" Tanya Kirana.
"Mana aku tau! Aku saja sudah sangat lelah mencari nya dari dua bulan yang lalu!" Tegas ku yang mulai kesal.
__ADS_1
"Iya,iya,, Kenapa jadi marah,marah?" Tanya nya sedikit kesal.
"Aku lelah... Aku tidak memiliki siapa-siapa selain dirinya dan adik perempuan ku di kampung," lirih ku.
"Orang tua mu??" Tanya nya yang membuat ku terdiam menatap lesuh ke bawah.
"Hhm... Ternyata juga begitu, Kita sama! Aku pun juga sudah tidak memiliki mereka,, Orang-orang yang sangat ku cintai. Namun, Aku akan terus berusaha agar dapat membahagiakan diriku sendiri dan orang lain yang membutuhkan," Jelas Kirana.
*Aku terharu...
Mendengar nya...
Sepeti tidak ada beban...
Setelah orang yang sangat ia cintai meninggalkan nya...
Sedangkan diriku,
Sangatlah rapuh..
Di banding dirimu,
Kau, sangatlah kuat!
"Aku dulu juga sama sepeti mu,, lelah.. dan ingin menghilang dari dunia ini, 'kan?" Tanya nya yang membuat ku menoleh kearahnya seraya mengangguk.
"Dulu, saat Aku berumur 10 tahun. Aku sudah kehilangan kedua orang tua ku yang meninggal akibat kecelakaan maut yang menimpa mereka," jelas nya dengan menceritakan masa lalu nya.
__ADS_1
"Mengapa? kamu sekarang terlihat kuat?" Tanya ku.
"Aku kuat? Puuft... Itu mungkin pada pandangan mu, jika diriku kuat. Namun, sebenarnya aku pun rapuh sama hal nya seperti mu. Tetapi, itu pun dulu, sekarang! Aku akan berusaha agar tidak menjadi pecundang lagi!" Tekad nya menguat.
"Pecundang? Apa aku seorang pecundang?" Batin ku.
"Yaa! Kau, memanglah pecundang! Yang lemah seperti ini, hanya karena takdir nya yang tak sejalan dengan ke inginan mu!" Tegas nya yang membuat hati ku bagaikan tertancap panah.
Sakit! Sangat sakit! Namun, Aku juga menyadari, jika itu adalah kebenaran nya.
"Dasar lemah! Kau, tidak pantas menjadi lelaki, dengan perasaan mu yang selemah wanita!" Ujar nya lagi seperti menyayat hati ku.
"Perasaan ku lemah? Selemah wanita?" Batin ku.
"Walaupun wanita perasaan nya lemah. Namun, ia sangatlah kuat karena bisa melahirkan seorang manusia baru ke dunia ini," ujar nya yang tidak bermaksud merendahkan martabat wanita.
Berlari!
Aku akan berlari...
Membuktikan!
Jika, diriku...
Tidaklah, lemah!
"Siapa, nama adik mu?" Tanya nya dan tidak dapat ku dengar karena langkah kaki ku kini sedang berlari untuk kembali terus mencari nya 'Omar'.
__ADS_1