Ramadhan Merindukan Bulan Suci

Ramadhan Merindukan Bulan Suci
MENGAPA, KAMU SEPERTI INI?


__ADS_3

"Kamu duduk diam disitu!" Ujar Ramadhan yang membuat orang itu nurut, lalu duduk diatas ransel nya.


"Hadeh! Punya teman seperti itu?" Batin Ramadhan seraya terus membersihkan debu serta sarang laba-laba yang bertebaran dimana.


Selang beberapa menit, setelah membersihkan debu. Ramadhan menoleh kearah orang itu yang terus memainkan read sleting tas ransel nya.


"Astagfirullah! Sampai rusak dibuatnya,," ujar Ramadhan dengan melongo melihat read sleting nya rusak lalu terlepas dari tas nya.


"Makan,, makan,, makan,," ujar orang itu dengan mengisyaratkan tangannya sedang makan.


"Apa dia lapar?" Batin Ramadhan seraya mengecek dompetnya, ternyata hanya ada uang 5rb sedangkan uang tabungannya sudah habis tak tersisa untuk bayar kontrakan sebulan.


"Uang segini bisa beli apa?" Gumam nya bingung seraya menatap iba kepada orang itu yang terlihat sangat kelaparan.


"Lapar,, aku lapar,," ujar orang itu tanpa menghiraukan Ramadhan ia langsung berjalan keluar kontrakan.


"Hey! Mau kemana?" Ujar Ramadhan dengan mengikuti orang itu.


"Ini bukan tempat makanan gratis! Sana, pergi!" Usir seorang ibu dengan memakai celemek didepan sebuah warung makan.


"Orang itu?" Gumam Ramadhan.


"Lapar,, aku lapar!" ujar orang itu tanpa menghiraukan ibu tersebut, ia langsung masuk lalu memakan makanan pelanggan yang sedang makan.


Happ... Happ... Ia melahap habis makanan para pengunjung dan membuat warung itu seketika berantakan dengan disertai para pelanggan takut yang akhirnya pergi satu persatu.


"Kita pergi saja!" Ujar semua pelanggan yang merasa terganggu dengan keadaan orang itu.


"Astaga! Kamu ya?! Memang membuat ku rugi!" Ujar ibu penjual tersebut dengan menarik kasar rambut gimbal orang itu menuju keluar lalu mendorongnya hingga terjatuh diatas tanah.


Bruuk...

__ADS_1


"Astagfirullah!" Gumam Ramadhan yang tidak tega melihatnya lalu membantu orang itu berdiri.


"Kamu siapa nya?! Temannya?! Jika ia,, bersihkan semuanya!!" Tegas ibu yang memakai celemek itu.


"I-iya Bu, saya akan bersihkan,, namun, apakah boleh izinkan dia untuk mendapatkan satu mangkok nasi?" Ujar Ramadhan dengan sopan.


"Huuh! Yasudah, boleh! Tetapi,, jika kamu sudah membersihkan semuanya!" Ujar ibu tersebut.


"Baik, Bu. Terimakasih,," Ujar Ramadhan sopan seraya mengajak orang itu untuk duduk di kursi kosong.


"Kamu diamlah disini,, aku yang akan membersihkannya,," ujarnya kembali seraya mengambil beberapa alat pembersih dan mulai membersihkan nya.


Selang beberapa menit, setelah Ramadhan selesai. Ibu penjual itu dengan sinis memberikan semangkok nasi kepada orang itu.


Ia melihat orang itu memakannya dengan lahap walaupun tanpa lauk sekalipun.


"Ternyata dia sangat lapar,," Batin Ramadhan senang.


Krukk... Kruuk...


"Mungkin ini bisa menahan lapar ku selama beberapa jam,," gumam nya kembali dengan menetap wajah orang itu.


"Menurutku... wajahnya terlihat seperti bukan orang Indonesia," Batin Ramadhan keheranan dengan wajah hitam nan kotor orang itu.


"Apa jangan-jangan dia,, orang Papua atau Afrika kali ya? Setahu ku warna kulit nya sama dengannya,," Batin Ramadhan yang menebak-nebak.


"Eehh.. apa yang dia lakukan?!" Kejut Ramadhan saat melihatnya pergi mendekati pohon besar dan membuka celana lalu keluarlah cairan kuning dibalik tubuhnya.


"Ihhh... Astagfirullah!" Ujar Ramadhan yang menyadari nya langsung memalingkan pandangan nya.


"Uwee... Pengen muntah rasanya!!" Gumamnya.

__ADS_1


"Ibu itu,, apakah aku sebaiknya minta pekerjaan disini??" Batinnya saat melihat ibu itu kembali melayani pelanggan yang baru saja datang.


Ia mulai kembali menghampiri ibu itu dengan ssdikit rasa takut.


"Maaf Bu,, apakah saya boleh berkerja untuk sementara waktu disini??" Ujar nya sopan.


Ibu bercelemek itu menoleh kearahnya, lalu kembali sibuk membuat pesanan.


"Sepertinya tidak boleh,," Batin Ramadhan sedih seraya berbalik lalu kembali berjalan menghampiri orang itu yang sedang menari Riya ditengah-tengah jalanan.


"Tunggu! Cepat bawa pesanan ini kemeja itu!" Ujar ibu bercelemek tersebut yang membuat Ramadhan langsung dengan sigap berlalik lalu membawa pesanan itu.


"Selama dinikmati,, nona," ujar Ramadhan ramah dengan tampang nya yang lumayan tampan membuat pelanggan itu langsung baper.


"Masnya ramah dan tampan,," baper pelanggan wanita itu senang.


"Bik,, bila ada dia disini, aku akan selalu datang setiap hari membeli daganganmu!" Ujar pelanggan wanita itu yang pertama kali datang di warung ibu bercelemek tersebut.


Ibu itu hanya diam dan terus membuat pesanan yang semakin ramai dengan adanya Ramadhan disana.


"Tidak biasanya jualan ku banyak yang membeli seperti ini,," Batin ibu bercelemek itu, mulai kewalahan menyiapkan pesanan yang semakin banyak.


"Siapa namamu?" Tanya ibu bercelemek tersebut setelah semua pesanan selesai.


"Ramadhan,, buk," jawab nya.


"Ramadhan,, bagus! Kamu saya terima disini,, tetapi, itu jika kamu bisa mengubah sedikit penampilan temanmu itu,," ujar ibu bercelemek itu saat melihat orang itu sedang mengayun-ayun diatas pohon jambu.


"Baik Bu, in shaa Allah," Jawab nya dengan sopan lalu tersenyum melihat teman baru nya yang sangat lucu.


"Hahahah..." Hingga para pelanggan mendapatkan pertunjukan yang sangat lucu dari teman baru nya itu.

__ADS_1


"Dia sangat lucu! namun, mengapa dia bisa sampai menjadi seperti itu??" Batin Ramadhan iba.


"Mengapa, kamu seperti ini??" Gumam nya kembali.


__ADS_2