rampas

rampas
Untung gede


__ADS_3

"kenapa uda? terlihat termenung saja? tidak makan, tidak juga minum?"


"ahhh kalo ngomong kau la Ron, capek juga aku debgarnya, bertele - tele kali. gak langsung ke pointnya. ngomong itu harus langsung Ron, jangan pulak kau putar - putar kesana - kesini, kesitu kemari, pening aku dengarnya."


"lah itu Uda bertele - tele juga."


"ya..ya aku kan mau ngasi tahu kau, biar kau gerti. gini Ron, aku itu lagi mikir, kasihan la mamak bapak kita di kampung sana, susah payah cari duit buat kuliah kita. betul gak?"


"tapi uda, aku ndak punya bapak. ha?"


"jadi kau ini yatim ya? baru tahu aku, kenapa gak kau ceritain samaku?"


"ndak juga Uda, aku ndak yatim, aku ndak punya bapak tapi punya Abah uda" sambil Roni tersenyum pada beni.


"lawakan kaulah Ron, lawak kali. asal kau tahu garing itu. aku serius ini."


"iya Uda, biar cair aja suasananya hehe."


" hmmm gini, jadi aku punya rencana, gimana kalau kita buat kerjaan? kalau kita sukses, kan mamak bapak kita yang senang."


"wah kalo itu cocok itu Uda, rancak ini idenya. tapi uda usaha apa? kita juga ndak punya duit kan?"


" jadi dari buku yang sering kubaca, orang - orang sukses itu harus berani berjudi Ron."


"ah Ndak mau Uda kalo gitu. HARAM!!"


"alamakkkk, paok kali la kau inii. bukan berjudi kek yang kau pikirkan itu. itu cuman kata kiasan aja. itulah kau, jarang baca kau pulak. mahasiswa itu harus rajin membaca, biar bisa kau bagi ilmu kau ke orang - orang di kampungmu. gini - gini, jangan kau potong dulu kali ini ya. kau kan dari minang, pasti bisa kau masak kan?"


" bisa Uda."


"nah kita buka warung makan. kau bayangin aja ya, berapa juta warga Jakarta ini, kalau 10% aja yang makan, bah!! kaya raya kita langsung hahaha. bisa kita Bawak mamak bapak kita tinggal disini. kita belik rumah yang besar hahaha."


"tapi duit nya darimana Uda?"


"nah maksud aku, besok kan kita dapat kiriman ini jajan sama uang kos kita, nah duit itu kita satuin trus kita buka warung itu."


" bayar kos kita?"


" hmm kita ngelak - ngelak aja la dulu."


"maap Uda, ngelak itu apa?"

__ADS_1


"alamakkk, paok nya kawan ku iniiii, geram aku bah jadinya. ngelak itu ngindar.. "


"oh itu Uda,, oke lah Uda, ambo setuju 200%."


" bah, bah, bah, semangat kau ini kalo kulihat kek semangat - semangat orang kaya hahahaha."


beni dan ronipun mulai mencari lapak untuk mereka buka warung. 3 hari 3 malam lamanya mereka mencari, akhirnya seorang bapak separuh baya yang baik hati memberi izin mereka buka warung nasi di depan rukonya.


rezeki mereka benar - benar bagus, warungnya lumayan ramai, karna ternyata Roni benar - benar ahli dalam hal memasak, darah minang benar - benar ada dalam dirinya.


setelah menutup warung merekapun pulang ke kos dengan rasa bangga yang tidak dapat di gambarkan lagi. tapi, ternyata ibu kos sudah menunggu mereka berdua di depan rumahnya.


"darimana?" tanya ibu kos.


" kita habis nutup warung kita buk" sambil mereka senyum bahagia.


" kalian lupa ini tanggal berapa?"


"tenang lah Bu, bulan ini aku rencananya bayar 2x lipat Bu haha."


"ambo juga uni, bulan ini mau bayar 3x lipat haha."


"banyak kali kau kasi? bisik beni."


"betul juga itu. aku juga bayar 3x lipat Bu."


"2x,3x... bayar aja dulu. yasudah, paling lama ibu tunggu 2 hari lagi."


hari - hari terlewati dengan raut wajah bahagia dua anak mahasiswa. suatu malam ketika mereka ingin menutup warung ada seorang pemuda datang.


"mas, masih buka kan?" tanya seorang pria.


"aduh kami sudah mau tutup bang."


" aduh mas, gak bisa ya pesan lagi?"


"gimana Ron?"


"yaudah uda, kasian, rezeki gak boleh di tolak."


" oke bang, mau pesan apa?" tanya Boni ke pria itu.

__ADS_1


"ayam penyet nya satu mas. baik di tunggu bang."


beberapa saat kemudian setelah selesai makan pemuda itu memulai percakapan.


"kalo boleh tau, mas - mas ini sudah ngurus surat izinnya belum?"


" kami sudah minta izin yang punya ruko bang."


"kalau surat izin dari pemerintah mas?"


" waduh, kalo itu belum Uda" sambung roni.


" aduh mas, bahaya, bisa - bisa mas kena denda yang besar ini."


" ha? gitu emng bang?"


mendengar itu mereka mulai serius menanggapi pemuda itu. anak rantau yang tidak tau apa - apa mulai merasa was - was karna si pemuda yang menjelaskan denda - denda yang sangat besar.


"bahaya juga ini Ron, jadi kek mana ini mas? kami berdua ini dari kampung, kami gak tahu menahu soal - soal begitu."


" tenang mas, tenang. aku bisa bantu mas. kebetulan ada kenalan di dinas itu."


"nah, cocok la itu bang" mereka berduapun akhirnya bisa senyum.


"tapi ini gak sedikit mas, kita bicara duit yang sangat banyak, karna surat izin mas harus yang sepesial ini. aku perlu segini mas" sambil mas itu membisik kan ke beni.


" banyak kaliii bang."


" brapa Uda?" lalu beni membisik kannya pada Roni.


"ondee mandeee...kalo segitu habis semua simpanan kita Uda."


" mahal memang mas, tapi itu untuk sekali saja, ya pengusaha sukses harus berani mengeluarkan duit banyak mas, setahu saya."


"oke la mas, ini duitnya."


" nahh gitu dong mas, saya janji akan urus ini."


esok hari, benar - benar hari yang tidak terlupakan. saat menonton tv di rumah ibu kos, mereka melihat berita penipuan yang lagi viral dan sialnya orang itu adalah pemuda yang ingin membantu mereka.


"onde Mande Uda, itukan kan, itukan yang ngurus surat izin kita.. "

__ADS_1


"alamakkk ditipu kita..mate aku. mamaakkkkk."


__ADS_2