
malam telah tiba dan kami masih mengerjakan tugas kampus yang menumpuk. perut kami masah sangat lapar, bagaimana mungkin beberapa potong buah bisa mengatasi kelaparan anak kos, tidak mungkin kan. tapi kami hanya bisa menunggu ibu kos berbaik hati karna keungan yang sudah sangat menipis.
"roniii, boniii itu makanannya udah Dateng, tolong ambilkan ya, udah ibu bayar kok itu"
terdengar suara ibu kos berteriak dari dalam kamarnya, inilah suara yang di tunggu - tunggu. kalo rezeki emang gak kemana.
" iyaaa buuuu"
sontak kami langsung berlari keluar rumah mengambil makanan yang telah datang.
" wow nasi bungkus Uda " matannya berlinang girang melihat bungkus nasi yang sedikit basah karna minyak dan kuah gulainya
"paten kali ini Ron, makin semangat aku ngerjain tugas ini "
" iya Uda"
" kalian sudah ambil naakk?"
" udah buuu"
kami pun balas teriak ibu kos yang terdengar lagi.
" yausudah kalian makanlah "
" iya buuu"
sejenak kami melupakan segala tugas yang ada, saat ini..fokus pada nasi bungkus prioritas kami.
" lihat Uda, 3 bungkus"
" makkk, memang Baek kali ibu itu, tau dia perut anak kos hahaha "
" iya Uda, mungkin bungkus ketiga untuk nasi rambu hehe "
" betul itu, sudah pasti itu, hajarrr ronnn "
__ADS_1
" hajarrr udaa"
merekapun makan seperti orang yang sudah berhari - hari tidak makan, tanpa celah kalo kata mereka haha. bagaimana tidak, baru beberapa menit sekarang mereka sudah masuk bungkus ketiga, bungkus kebersamaan.
" bah, cemana kita baginya ini? udah kenyang kau? kalo gak sama aku aja ini "
" jangan Uda, ambo pun masih mau, 2 bungkus pun masih masuk ini Uda "
" bah pelit kali kau memang, yaudah la, bagi dua la kalo gitu"
" harus Uda"
mereka mulai membuka bungkus, sama seperti bungkus sebelumnya, ada ayam rendang di dalamnya.
" udaaa,,, kenapa ayamnya di geser ke dekat Uda? "
" bah, banyak kali komen anak ini, memang dari tadi ayamnya di dekat aku, dia yang datang"
" ndak mungkinlah ayamnya bisa jalan udah "
"curang Uda ini"
" bah, sudah lahh, ayok la lanjut makan, gak jadi - jadi ini aku makan"
Mereka lagi - lagi makan dengan lahap. 3 bungkus nasi Padang lenyap tanpa jeda minum saat mereka makan.
" konyang bah, paten...paten..."
" rancak Bana nasib ini Uda"
lalu mereka menuju dapur, mengambil air di kulkas dan minum. benar - benar seperti surga kecil bagi mereka. lalu mereka kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan tugas kampus mereka.
* satu jam kemudian*
ibu kos keluar dari kamarnya, tersenyum pada kami.
__ADS_1
" kalian masih ngerjain ya? yang semangat yaa"
" iya buu" jawab kami kompak.
ibu kos lalu jalan ke dapur, tapi benar - benar tidak terbayangkan sebelumnya.
" roniiiiiiiii, booniiiii SINI KALIANNNN "
" bah, bah, kenapa pulak itu. "
takut terjadi sesuatu kamipun berlari ke dapur menghampiri ibu kos.
" kenapa nasi bungkus ibu di makan jugaa? "
" bahh itu punya ibu? ibu bilang ibu diet, tak makan nasi, jadi kami pikir buat nasi tambu kami "
" aduuuuhhh itu buat ibuuu, ibu lapar " dengan wajah kesal
" bahh, cemana ini Ron "
" Ndak tau Uda, Ndak ada ide ini"
" sejak kapan pulak kau punya ide "
" sudah - sudah, kenapa jadi kalian yang berantem sihhh, huh sebagai gantinya, besok pulang kampus kalian harus bersihin kamar mandi rumah ini "
tanpa basa basi ibu kos meninggalkan mereka, masuk kamar lagi dan membanting pintu.
" bahhh, gara - gara kau ini, tadi memang gak mau makan aku, kau bilang pulak nasi Tamba kita"
" kenapa jadi ambo yang salah Uda, Uda yang tadi mau makan sendiri "
" bahh sial kita ini, kupikir lah besok bisa tidur panjang kalo pulang kampus "
" tarimo sajo Uda, kita yang salah "
__ADS_1
" iya Ron"