
roni berjalan masuk ke kos dan Boni ada di depan kamar, bersantai menikmati taman
" bah, bah, pulang juga kau? kupikir udah dimakan macan kau"
" Uda diam saja lah, lagi kesal ambo ini"
" kenapa pulak kau?"
" panjang ceritanya uda"
" kasian kali la anak rantau ini, yasudah, ayok lah ke kamar, cerita la kau, sepanjang apapun ceritanya ku dengarkan."
" baik sekali uda ini "
ronipun mulai membicarakan kisahnya dari A sampai Z. tapi, bukan memberi saran malah Boni tertawa
" kenapa uda tertawa di atas penderitanku"
" ronii, jangan la kau lugu kali. mereka itu ngajak kau ke mall karna lagi gak ada duit mereka itu, kek kita juga. jangan la polos kali kau"
" tapi Lisa ndak uda, baek dia uda. kawannya ini yang jahat"
" bah, masih kau bela juga si lisa itu"
" tak ada gunanya cerita ke uda"
" ada cerita yang lebih penting dan mendalam ini"
" apa itu Uda?"
" ini tentang ibu kos, tadi aku menyiram bunga sama ibu itu, trus cerita dia"
" cerita apa Uda?"
Boni pun mulai menceritakan segalanya tentang ibu kos. dan Roni mulai menangis.
" heh kenapa kau menangis?? cengeng kali kau bah"
__ADS_1
" sedih aku uda. semoga tenang anak dan suami ibu itu."
" Amin, tapi ada yang lebih penting lagi."
" apa Uda?"
" ini yang terpenting. ibu itu sayang sama kita. dia mengangkat kita jadi anak. jadi punya mamak kita sekarang di perantauan"
" serius Uda??"
" manapulak main - main aku masalah kek gini"
" bundoooo" Roni berteriak
" bah, kenapa lagi kau ini, udah gila kau keknya"
" punya Bundo kita sekarang Uda"
Roni benar - benar senang sampai ia melompat - lompat riang. tapi selagi melompat gak sengaja dia melihat 2 bungkus nasi. diapun berhenti seketika.
" Uda? bungkus?"
" darimana itu uda?"
" dari mamak ku"
" dari Bundo?"
" iya, ah banyak kali pertanyaan kau, tadi aku bantu nyiram tanaman, nah dapat hadiah la aku itu"
" tapi dua bungkus untuk Uda?"
" bah, macam pengacara pulak kau, sekarang kau jumpai la dulu mamak rantau. tadi dia nungguin kau"
" marah bundo rantau uda"
" marah kali pun"
__ADS_1
" tak usah berarti uda, besok saja lah"
" bah, baru sehari kau jadi anak, udah berani kau melawan. betul - betul anak durhaka kau ini."
" takut ambo uda"
" bah, mana pulak urusan aku itu, tugasku sudah selesai. nunggu kau pulang dan menyampaikan pesan mamak rantau."
" baiklah kalo gitu Uda, ambo jumpain saja Bundo rantau."
dengan rasa ketakutan dan was - was Roni memberanikan diri menemui ibu kos. jalannya benar - benar pelan seperti siput.
" semoga ndak marah bundo rantau"
tok tok tok...
Roni mengetuk pintu rumah dengan rasa ketakutan.
" siapaa? "
suara ibu kos terdengar dari dalam rumah
" ini ambo ibu, eh Bundo"
pintu pun terbuka dan wajah ibu kos yang sedikit serius langsung terpancar di wajahnya.
" darimana saja kau Ron? jam segini baru pulang"
" a..ambo tadi abis " sangat gugup
" ayo jujur, hmm yasudah kamu masuk dulu, kamu cerita di dalam"
Roni pun mengikuti ibu kos berjalan dan mereka duduk di ruang tamu.
" nah sekarang kamu coba cerita darimana, ingat, ibu gak suka kalau kamu bohong ya, ibu tau mana yang bohong dan mana yang jujur."
" gini bundo"...
__ADS_1
bersambung....