rampas

rampas
pembicaraan di kamar kos


__ADS_3

roni berjalan masuk ke kos dan Boni ada di depan kamar, bersantai menikmati taman


" bah, bah, pulang juga kau? kupikir udah dimakan macan kau"


" Uda diam saja lah, lagi kesal ambo ini"


" kenapa pulak kau?"


" panjang ceritanya uda"


" kasian kali la anak rantau ini, yasudah, ayok lah ke kamar, cerita la kau, sepanjang apapun ceritanya ku dengarkan."


" baik sekali uda ini "


ronipun mulai membicarakan kisahnya dari A sampai Z. tapi, bukan memberi saran malah Boni tertawa


" kenapa uda tertawa di atas penderitanku"


" ronii, jangan la kau lugu kali. mereka itu ngajak kau ke mall karna lagi gak ada duit mereka itu, kek kita juga. jangan la polos kali kau"


" tapi Lisa ndak uda, baek dia uda. kawannya ini yang jahat"


" bah, masih kau bela juga si lisa itu"


" tak ada gunanya cerita ke uda"


" ada cerita yang lebih penting dan mendalam ini"


" apa itu Uda?"


" ini tentang ibu kos, tadi aku menyiram bunga sama ibu itu, trus cerita dia"


" cerita apa Uda?"


Boni pun mulai menceritakan segalanya tentang ibu kos. dan Roni mulai menangis.


" heh kenapa kau menangis?? cengeng kali kau bah"

__ADS_1


" sedih aku uda. semoga tenang anak dan suami ibu itu."


" Amin, tapi ada yang lebih penting lagi."


" apa Uda?"


" ini yang terpenting. ibu itu sayang sama kita. dia mengangkat kita jadi anak. jadi punya mamak kita sekarang di perantauan"


" serius Uda??"


" manapulak main - main aku masalah kek gini"


" bundoooo" Roni berteriak


" bah, kenapa lagi kau ini, udah gila kau keknya"


" punya Bundo kita sekarang Uda"


Roni benar - benar senang sampai ia melompat - lompat riang. tapi selagi melompat gak sengaja dia melihat 2 bungkus nasi. diapun berhenti seketika.


" Uda? bungkus?"


" darimana itu uda?"


" dari mamak ku"


" dari Bundo?"


" iya, ah banyak kali pertanyaan kau, tadi aku bantu nyiram tanaman, nah dapat hadiah la aku itu"


" tapi dua bungkus untuk Uda?"


" bah, macam pengacara pulak kau, sekarang kau jumpai la dulu mamak rantau. tadi dia nungguin kau"


" marah bundo rantau uda"


" marah kali pun"

__ADS_1


" tak usah berarti uda, besok saja lah"


" bah, baru sehari kau jadi anak, udah berani kau melawan. betul - betul anak durhaka kau ini."


" takut ambo uda"


" bah, mana pulak urusan aku itu, tugasku sudah selesai. nunggu kau pulang dan menyampaikan pesan mamak rantau."


" baiklah kalo gitu Uda, ambo jumpain saja Bundo rantau."


dengan rasa ketakutan dan was - was Roni memberanikan diri menemui ibu kos. jalannya benar - benar pelan seperti siput.


" semoga ndak marah bundo rantau"


tok tok tok...


Roni mengetuk pintu rumah dengan rasa ketakutan.


" siapaa? "


suara ibu kos terdengar dari dalam rumah


" ini ambo ibu, eh Bundo"


pintu pun terbuka dan wajah ibu kos yang sedikit serius langsung terpancar di wajahnya.


" darimana saja kau Ron? jam segini baru pulang"


" a..ambo tadi abis " sangat gugup


" ayo jujur, hmm yasudah kamu masuk dulu, kamu cerita di dalam"


Roni pun mengikuti ibu kos berjalan dan mereka duduk di ruang tamu.


" nah sekarang kamu coba cerita darimana, ingat, ibu gak suka kalau kamu bohong ya, ibu tau mana yang bohong dan mana yang jujur."


" gini bundo"...

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2