
"bah,, kenapa pulak"
" aku tahu kalau mereka mendekati aku cuman karna aku Bawak mobil bon, jadi mereka bisa aku Bawak kemana mereka ingin pergi."
" bah,, buruk kali pertemanan mereka"
" iya, aku juga sebenarnya gak nyaman bon, tiap aku ajak belajar bersama, mereka selalu ajak belajar di cafe. setelah disanapun mereka gak bakal nyentuh buku sama sekali."
" terus bagaimana kau dan mereka sekarang?"
" aku sudah jujur ke mereka, aku bilang kalo aku tidak nyaman dan menjelaskan kalau aku benar - benar ingin mengejar cita - citaku."
" makkk, satu visi kita itu"
" itu la kenapa aku ingin dekat dengan kalian, aku suka cara kalian bergaul"
Boni terlihat bingung dan penasaran saat Lisa mengatakan kalian. banyak pertanyaan muncul seketika di pikirannya.
" bentar Lisa, kalian? "
" iya kalian"
" itukah tujuan kau mendekati roni?"
" aku bingung Ron, maksudnya gimana sih"
" bah, sama aja kau kek Roni, gak cepat nangkap. gini,, bukannya kau mau mendekati roni karna hati?"
" hahahaha" Lisa langsung tertawa dan aku semakin bingung.
"bukan?" tanyaku lagi
" aku belum kepikiran buat pacaran bon, aku punya cita - cita langsung menikah suatu saat nanti."
" bah, hahahaha "
" emang kenapa bon?"
__ADS_1
" paten itu, setuju aku itu Lisa hahahaha"
mereka tertawa bersama.
" jadi gimana? kau mau bantu aku bon?"
" tenang kau, sebagai teman ku bantu kau Lisa. nanti malam kucoba ngobrol sama si Roni."
" maksih ya bonnn"
Lisa memeluk Boni karna merasa senang. Boni langsung terdiam, ini rasanya di peluk cewek? tanya dalam hati.
" yasudah aku pulang duluan ya bon"
" iya Lisa, hati - hati kau"
tak berselang lama, ronipun muncul dan menghampiri Boni.
" sudah lama Uda?"
" lumayan lah" sambil mereka berjalan pulang.
" cerah sekali uda wajah Uda"
" iya ron, baru kurasakan di peluk cewek yang cantik"
" hahaha setahu ambo disini cuman bundo rantau yang mau meluk Uda"
" bah, sepele kali anak ini"
" hahaha, siapa memang Uda?"
" Lisa"
"lisaa"
"iya Lisa"
__ADS_1
mendengar itu ronipun langsung terlihat emosi. dia mengepalkan tangannya, lalu menari leher baju Boni.
" pengkhianat Uda.. pengkhianat"
" bah, tenang bon tenang kau dulu"
" pengkhianat Uda, tak kusangka Uda begini"
" bah, lepas dulu bajuku biar kuceritakan"
ronipun melepaskan tangannya dan mulai mendengar alasan Boni.
" begini Ron, tadi si Lisa datang menemuiku, di ceritakannya la semua. benar yang kau bilang itu, baik si Lisa ini cuman kawannya yang jahat."
" tapi kenapa dia meluk Uda? jahat itu namanya Uda"
" tunggu dulu. sabar dulu kau. jadi dia sudah menjauhi kawannya. karna tak mau di ajak belajar. dan alasan dia pengen dekat sama kau, dia pengen satu geng sama kita."
" tapi uda.. bagaimana hatinya?"
" itulah, udah kutanyak juga. katanya dia gak mau pacaran - pacaran. kepedean kau selama ini"
" hancur hatiku Uda"
" bah, lemah kali anak ini."
" ambo pikir dia suka sama ambo uda"
" jangan la kau kepedean"
" sudah ambo khayalkan mau Bawak dia ke tanah Minang Uda"
" hahahaha"
" jadi dia mau masuk geng kita Uda?"
" setelah ku pikir - pikir, boleh juga lah dia masuk, biar gak bosan juga aku lihat - lihat kau terus."
__ADS_1
Roni pun akhirnya mengerti dan sadar kalau Lisa hanya ingin berteman dengannya bukan tentang soal hati atau bahkan ingin pacaran.