rampas

rampas
permohonan maaf 2


__ADS_3

"bah,, kenapa pulak"


" aku tahu kalau mereka mendekati aku cuman karna aku Bawak mobil bon, jadi mereka bisa aku Bawak kemana mereka ingin pergi."


" bah,, buruk kali pertemanan mereka"


" iya, aku juga sebenarnya gak nyaman bon, tiap aku ajak belajar bersama, mereka selalu ajak belajar di cafe. setelah disanapun mereka gak bakal nyentuh buku sama sekali."


" terus bagaimana kau dan mereka sekarang?"


" aku sudah jujur ke mereka, aku bilang kalo aku tidak nyaman dan menjelaskan kalau aku benar - benar ingin mengejar cita - citaku."


" makkk, satu visi kita itu"


" itu la kenapa aku ingin dekat dengan kalian, aku suka cara kalian bergaul"


Boni terlihat bingung dan penasaran saat Lisa mengatakan kalian. banyak pertanyaan muncul seketika di pikirannya.


" bentar Lisa, kalian? "


" iya kalian"


" itukah tujuan kau mendekati roni?"


" aku bingung Ron, maksudnya gimana sih"


" bah, sama aja kau kek Roni, gak cepat nangkap. gini,, bukannya kau mau mendekati roni karna hati?"


" hahahaha" Lisa langsung tertawa dan aku semakin bingung.


"bukan?" tanyaku lagi


" aku belum kepikiran buat pacaran bon, aku punya cita - cita langsung menikah suatu saat nanti."


" bah, hahahaha "


" emang kenapa bon?"

__ADS_1


" paten itu, setuju aku itu Lisa hahahaha"


mereka tertawa bersama.


" jadi gimana? kau mau bantu aku bon?"


" tenang kau, sebagai teman ku bantu kau Lisa. nanti malam kucoba ngobrol sama si Roni."


" maksih ya bonnn"


Lisa memeluk Boni karna merasa senang. Boni langsung terdiam, ini rasanya di peluk cewek? tanya dalam hati.


" yasudah aku pulang duluan ya bon"


" iya Lisa, hati - hati kau"


tak berselang lama, ronipun muncul dan menghampiri Boni.


" sudah lama Uda?"


" lumayan lah" sambil mereka berjalan pulang.


" cerah sekali uda wajah Uda"


" iya ron, baru kurasakan di peluk cewek yang cantik"


" hahaha setahu ambo disini cuman bundo rantau yang mau meluk Uda"


" bah, sepele kali anak ini"


" hahaha, siapa memang Uda?"


" Lisa"


"lisaa"


"iya Lisa"

__ADS_1


mendengar itu ronipun langsung terlihat emosi. dia mengepalkan tangannya, lalu menari leher baju Boni.


" pengkhianat Uda.. pengkhianat"


" bah, tenang bon tenang kau dulu"


" pengkhianat Uda, tak kusangka Uda begini"


" bah, lepas dulu bajuku biar kuceritakan"


ronipun melepaskan tangannya dan mulai mendengar alasan Boni.


" begini Ron, tadi si Lisa datang menemuiku, di ceritakannya la semua. benar yang kau bilang itu, baik si Lisa ini cuman kawannya yang jahat."


" tapi kenapa dia meluk Uda? jahat itu namanya Uda"


" tunggu dulu. sabar dulu kau. jadi dia sudah menjauhi kawannya. karna tak mau di ajak belajar. dan alasan dia pengen dekat sama kau, dia pengen satu geng sama kita."


" tapi uda.. bagaimana hatinya?"


" itulah, udah kutanyak juga. katanya dia gak mau pacaran - pacaran. kepedean kau selama ini"


" hancur hatiku Uda"


" bah, lemah kali anak ini."


" ambo pikir dia suka sama ambo uda"


" jangan la kau kepedean"


" sudah ambo khayalkan mau Bawak dia ke tanah Minang Uda"


" hahahaha"


" jadi dia mau masuk geng kita Uda?"


" setelah ku pikir - pikir, boleh juga lah dia masuk, biar gak bosan juga aku lihat - lihat kau terus."

__ADS_1


Roni pun akhirnya mengerti dan sadar kalau Lisa hanya ingin berteman dengannya bukan tentang soal hati atau bahkan ingin pacaran.


__ADS_2