
" kenapa uda? terlihat termenung seperti itu"
" aku lagi bingung ini Ron, banyak kali tugas kampus aku"
"sama Uda, ambo juga punya segudang tugas"
mereka berdua benar - benar dilema dengan permasalahan ini, mereka belum memiliki lap top seperti mahasiswa - mahasiswa lain. mereka hanya berbekal semangat juang yang tinggi saja untuk saat ini. dan untuk memilih opsi ke warnet... kalian masih ingat kejadian penipuan itu. jadi keuangan mereka benar - benar terpuruk.
" bah aku dapat ide ini "
" apa Uda? dengan semangat Roni siap mendengar ide Boni "
" Roni, hmm lagi - lagi kejujuran itu menjadi kunci penyelamat kita" dengan aksennya yang sudah seperti punjangga - punjangga hebat.
" kita mengaku ke dosen kita gitu Uda?"
" tidak lahhh Roni, hmm bengkak kali la, maksud aku itu kita jujurlah sama ibu kos, memang dia cerewet, tapi ingat gak, dia itu senang sekali melihat mahasiswa yang bersemangat mengejar cita - cita?"
" iya ingat Uda, dulu pas ambo dapat IP 3 ibu kos masak rendang Uda, buat ngerayainnya"
" ha? paten itu Ron, mana tahu habis kita ceritakan dapat rendang lagi kita hahaha "
__ADS_1
merekapun pergi ke rumah ibu kos berusaha menceritakan permasalahan mereka. dan sepertinya tuhan memberkati mereka berdua. ibu kos terlihat di penghujung mata sedang asyik menyirami bunga - bunganya yang indah.
" ini kan ide Uda, jadi udalah yang ngomong duluan "
" bah, apa - apa aku, setiap ada masalah, aku - aku aja yang kau kenak kan."
" aku gemetar Uda.. lihat jari ku Uda, ihhh, nah, nah lihat kaki ku Uda, makin getar Uda"
" ahhh, lemah kali kau memang, cemana pulak mau jadi orang sukses kau? di luar sana asal kau tahu, berjuta - juta orang bakal mau menjatuhkan kita, harus kuat la kita, kalo gak yaaa.. jauh la kata - kata sukses itu. "
" jahat sekali Uda, ambo rasa tidak ada salah kita, kenapa mereka mau menjatuhkan? "
" persaingan terbuka namanya. ah sudah la, aku coba ngomong"
"apalagi roniii, pergi nanti ibu itu masuk rumah, hilang, hancur, sirna semua usaha kita. "
" ambo juga mau sukses Uda, kasi ambo kesempatan untuk punya salah satu ciri - ciri orang sukse itu. "
Roni seperti berjalan tanpa bayangan, sangat cepat dan tidak perduli kalau Boni mengikutinya.
" bah, bah, bah..semangat kali anak itu, baru ku kasi wejangan sepatah dua patah kata hahaha cocok pulak kayaknya aku jadi motivator. "
__ADS_1
dari kejauhan terlihat Roni dan ibu kos mulai berbincang. lalu ibu kos mulai melihat ke arahku, seperti ingin segera aku sampai di dekat mereka.
" kalo begini tinggal terima beres ini namanya hahaha "
tanpa basa basi, setelah Boni cukup dekat dengan mereka, Boni pun langsung mencoba menyambung perkataan Roni.
" betul itu buk, banyak kali tugas kampus kami, udah bingung kali kami ini Bu. "
" ha? apasih bon, kamu sakit? sambil ini kos cek panas dahi Boni dengan tangannya "
" bah, apa jadinya yang di bilang si Roni sama ibu? "
" katanya kamu mau ngomong sama ibu "
" alamakkk, betul - betul Bongak anak ini, tak bisa memang kuharapkan si Roni ini " bergumam dalam hati
sambil melirik Roni, Boni memasang wajah yang penuh dengan kejengkelan, Roni hanya senyum. tapi ada ibu kos disini, dan aku harus menjelaskan semuanya.
" ku kira udah di bilang anak ini buk, begini buk, di kampus kami lagi dapat tugas yang banyak kali. semua mahasiswa mengerjakannya dari laptop masing - masing, tapi kami belum punya Bu, malu pulak kami bilangnya sama dosen kalo belum punya laptop kami ini. jadii kami mau minta tolong Bu, mau pinjam laptop ibu, buat malam ini saja Bu? "
" iya Bu, itu tadi atas diskusi kami di kamar, lalu terpikir lah mungkin kami bisa minta tolong sama ibu "
__ADS_1
" bah,, sekarang ngomong pulak dia, mau Curik panggung pulak dia? Boni bergumam lagi dalam hatinya"
bersambung....