
seperti janji mereka yang akan membantu ibu kos merapikan tamannya. pagi - pagi sekali mereka sudah bangun. mereka pun menghampiri ibu kos yang ternyata juga sudah berada di taman.
" lah, muka si boni kenapa kusut banget gitu Ron?"
" kurasakan semalam sakitnya menjadi anak tiri mak"
Boni langsung menyambut perkataan ibu kos. tapi ibu kos cuman diam dalam kebingungan.
" mamak tega, sudah dari semalam siang aku minta nasi rendang tapi tak mamak kasi. terus si roni yang pulang malam, mamak kasi pulak dia nasi rendang, makan buah pulak dia itu. lengkap sudah vitamin nya."
mendengar Boni, ibu kos dan Roni tertawa keras. Boni pun semakin tampak sedih.
" itu ibu sengaja buat hukuman nak, ibu gak suka sesama saudara tidak saling memperdulikan. ibu beli nasi bungkus, masing - masing dapat satu, tapi kamu bon, kamu makan bagian ronikan?"
" bah, mengadu pulak dia"
" huss, gak boleh ngomong gitu"
" karna takutnya aku Mak, takut aku basi nasi bungkusnya"
" alesan aja kamu, sudah - sudah, kapan mulai nya ?? ayo bersihin taman"
" masih dapat kan nasi rendang nanti Mak?"
" iya - iya, kamu ini, isi kepalanya cuman nasi rendang aja ya"
mereka pun memulai merapikan taman. Roni dan Boni benar - benar giat. tak kenal lelah. ibu kos pun sangat senang melihat mereka.
" kalian masih kuat?"
" masihh buuu" jawab mereka semangat.
__ADS_1
" yasudah, kalian lanjut dulu ya, biar ibu buat jus dulu "
" iya buuu" jawab mereka
" paten ah, dapat jus lagi kita ini"
" iya Uda haha"
dengan bantuan mereka berdua kerjaan ini terasa cepat dan menyenangkan.
" ayoo anak - anak, istirahat dulu sini. ntar gak seger lagi buahnya"
Roni dan Boni langsung menghampiri ibu kos. langsung minum jus segar.
" gimana?"
" segar kali ini Mak"
" iya bundo segarr"
mereka beristihat sambil bercerita satu sama lain. ibu kos pun banyak menceritakan mereka pengalaman hidupnya dan bagaimana tinggal di kota.
" kalian harus sangat berhati - hati tinggal di kota sebesar ini nak, gak semua orang bisa langsung di percaya, harus selalu waspada."
" betul itu Bu, itu yang kubilang ke si Roni juga tapi bebal kali otaknya"
" gak boleh gitu bon, ini untuk kamu juga bukan cuman untuk Roni, kalian harus saling jaga. kalian ini saudara."
" dengar itu uda"
" nah sekarang ibu mau kalian pelukan"
__ADS_1
" bah, gak mau la aku Mak"
" ambo juga gak mau la bundo"
" hmmm kayaknya nasi rendang gagal nih"
mendengar nasi rendang yang hampir gagal, mereka langsung berpelukan tanpa aba - aba."
" hahahaha kalian ini, gitu kan keliatan bagus."
mereka hanya tersenyum terpaksa melihat ibu kos.
" kayaknya udahan dulu ya tamannya, kita santai aja, sambung besok - besok aja deh"
" iya bundo, tanganku juga sudah mulai pegal"
" bah, cepat kali kau capek, lemah kali anak ini ah"
" hmmm Boni masih kuat ya, yasudah Boni lanjutin tamannya ya"
" bah, tidak Mak, sakit juga rupanya tanganku. baru tersadar aku"
" hahaha dasar" jawab ibu kos.
satu jam lamanya mereka bertiga bersenda gurau, menceritakan segala cerita mereka dari hal yang gak penting sampai yang terpenting. sampai akhirnya nasi rendang datang.
" nah siapa yang mau nasi rendangg? " ibu kos mulai menggoda mereka.
" aku makkkk"
" amboo bundoo"
__ADS_1
" ayo ikuti ibu hahaha"
mereka berdua pun langsung berlari mengikuti ibu kos yang sudah masuk duluan ke dalam rumah. demi nasi rendang idaman.