rampas

rampas
Mr. kepepet


__ADS_3

"alah Uda, bagaimana ini Uda."


"tenang kau tenang. kita harus tetap tenang agar bisa kita dapat ide."


" tapi uda, ambo harus masuk kampus siang ini, tapi kalau keluar kamar pastilah kita jumpa ibu kos."


Boni berjalan mondar mandir, mencari ide seperti orang yang prustasi.


"nahh aku ada ide Ron."


"apa itu Uda? "


"bagaimana kalo kita jujur ke mamak mu di kampung? kita jelasin pelan - pelan. pasti mengerti dia. nahh abis itu dan yang terpenting ini, pinjamkan juga untuk aku bayar kos. paten kan?? Boni sibarani memang punya seribu ide hahaha."


"Ndak bisa itu Uda, penipuan itu namanya."


" bah penipuan pulak katanya"


"begini saja Uda, kita telpon mamak Uda saja di kampung lalu kita jujur, nah jangan lupa juga ambo pinjam untuk bayar kos. gimana?"


"ah tumben paten otakmu, boleh itu, briliant itu idenya ah.."


mereka berdua tertawa girang karna telah punya ide yang mereka anggap briliant.


bonipun mencoba menghubungi mamaknya di kampung.

__ADS_1


" halo Mak"


"ha? halo, apa itu nak"


"ini Mak, aduh.. si Roni Mak"


"jangan la Bawak nama ambo uda..."


"sakit keras dia makk, kasian pulak aku Mak"


" sakit apa dia? kepana pulak gak Kelen telpon mamaknya ?"


" ah itu la Mak yang masalah ini, gak bisa - bisa mamaknya di telpon, udah kejang - kejang dia ini Mak"


"astagaa.. Bawak la nak dia, cepat kau Bawak, kawan seperjuanganmu itu si Roni"


"banyak kali la basa - basi kau Boni, langsung aja bilang, mate la nanti si Roni itu"


"ini Mak, gak ada nya duit kami Mak"


"hmmm jangan kalian boros - boros di perantauan nak, yaudah lah ini mamak kirim"


"baekk kali mamakku ini la"


" jangan kalian bandal - bandal, ingat mamak kalian di kampung ini"

__ADS_1


"iya mamakku"


" berhasil kita ron hahaha"


Boni tampak sangat bersemangat.merekapun tos, tertawa dan kembali memiliki semangat.


"tapi Ron, merasa bersalah pulak aku ini, ku bohongi mamak ku."


"hmm Uda, sabar Uda" sambil Roni meletakkan tangannya di bahu Boni, memberikannya semangat. "kadang Uda bohong demi kebaikan itu tidak salah kata orang - orang bijak, Uda lihat la positifnya. gara - gara kebohongan Uda ke mamak Uda, bisa jadi nya aku masuk kampus siang ini. pahala Uda besar ini, Uda itu bisa di bilang pahlawanku."


"serius itu Ron?? aku pahlawan? memang ada rasa - rasa aneh rasa aku tadi. kek agak - agak nyeri - nyeri merinding aku. itu perasaan jadi pahlawan mungkin ya?"


"pasti itu Uda"


"bangga lah mamak aku di kampung ini, jadi pahlawan anaknya. ato perlu kutelpon lagi mamakku?"


"buat apa Uda?"


"biar tau dia kalo anaknya udah jadi pahlawan"


"ah tidak usah la Uda, pahlawan itu harus menyembunyikan kebaikannya, tidak ada yang boleh tau, ambo saja yang tau, udah cukup itu Uda."


"gitu pulak ya, yaudah la, kau pergi la ke kampus, kau tuntut ilmu setinggi-tingginya, biar bisa kau jadi pahlawan kek aku."


"pasti Uda, pasti lah kucari jalan biar bisa jadi pahlawan seperti yang uda bilang ini.

__ADS_1


ronipun pergi ke kampus dengan tertawa terbahak - bahak, menggeleng - gelengkan kepala, tidak habis pikir kalau caranya berhasil mengatasi masalah hahaha. walaupun rasa bersalah nya pada Boni tetap ada, setidaknya ia bisa menghadapi ibu kos dan uang terpenting bisa masuk kampus.


__ADS_2