
Roni baru saja selesai kampus. dia berjalan keluar dari kelas.
" heyyy roniii"
mulai terdengar suara yang familiar memanggilnya.
"roniii"
suara itu kembali muncul dan semakin mendekat. lalu Roni menoleh kebelakang dan melihat Lisa yang berlari ke arahnya. untungnya kali ini dia tampak sendiri. tidak bersama kawan - kawannya.
" kamu mau pulang ?"
" iya Lisa, ada apa?"
" hmm.. hmm sebenarnya aku mau ngajak kamu jalan - jalan"
walaupun Roni yakin kalau Lisa adalah orang baik tapi.. dia juga mulai waspada dengan apa yang telah di ceritakan bundo rantau. bagaimana kelakuan orang - orang di kota.
" ambo..ambo sudah janji sama si Boni lisa, jadii ndak bisa ambo menemani lisa"
" yahh..gitu ya.. yaudah deh kalo gitu "
" ambo minta maaf Lisa"
" iya ron gak papa kok"
lalu Roni mulai berjalan lagi menuju parkiran karna Boni menunggunya di sana.
" Uda, tadi si Lisa mengajakku jalan - jalan"
__ADS_1
" bah, mau pulak kau?"
" ndak uda, ambo bilang ada janji sama uda"
" bah, paten itu, biar tahu dulu dia gak segampang itu mau nipu anak kampung"
" tapi kasian juga uda, sedih terlihat mukanya itu"
" senjata wanita itu ron, jangan mudah tertipu kau, harus belajar banyak kau dari aku"
" belajar apa Uda?"
" caraku mengatasi wanita la"
" ndak pernah ambo lihat uda sama wanita"
" oh begitu uda"
tapi Lisa benar - benar ingin sekali pergi dengan Roni, ntah apa yang dia lihat atau yang dia ingin katakan. hari esok telah datang. Lisa kembali mencoba mengajak Roni keluar tapi lagi - lagi roni menolak. Lisa semakin bingung. apa yang salah dengannya. yang akhirnya Lisa mencoba mencari info pada Boni.
besok harinya lagi setelah selesai kampus Lisa tidak menemui roni tapi ia dengan cepat berjalan ke parkiran, dia tahu kalau Boni pasti menunggu Roni di sana.
" hey bon"
" hey juga Lisa"
" bon, aku mau bicara deh"
" bah, ngomong la kau"
__ADS_1
" hmm hmm gimana ya.."
" bah, plin plan kali anak ini, kek si Roni aja" dalam hati Boni mengomel.
" gini bon, aku bingung, berhari - hari aku coba mengajak Roni jalan tapi.. dia gak pernah mau, aku bingung kenapa, rasanya aku gak punya salah. dia ada cerita gak ke kamu bon?"
" bah itu rupanya, pastilah dia gak mau Lisa"
" ha? emang kenapa? " Lisa semakin bingung.
" begini Lisa, kami ini anak kampung, yang kami tahu cuman kampus. tak tahu kami tentang anak gaul - gaul itu"
" maksudnya bon? aku gak ngerti"
" kalian ajak dia ke mall, lalu kalian ajarkan dia tentang adat perkotaan, yang kalo lagi makan harus cowok nya yang bayarin. kami itu anak kos, jajan kami pun terbatas pulak. "
" tapi.. aku gak nyuruh si Roni bayar bon, aku malah melarangnya, karna aku udah siapin duit buat bayar, itu aku anggap sebagai tanda terimakasih karna udah ngajarin aku"
Boni sedikit bingung " apa benar kata si Roni, sopan dan baik ku tengok si Lisa ini, salah pilih kawan aja nya ini" Boni mulai berbicara dengan dirinya sendiri.
" sebenarnya apa yang terjadi bon? kamu maukan cerita ke aku?"
" hmm begini lis, jadi kawanmu itu cerita ke si Roni, kalau adatnya kalo makan harus cowok lah yang bayar. padahal itu sisa jajannya untuk satu bulan ini"
" aku sudah yakin bon. hmm mereka memang bukan temen yang baik. aku juga sudah meninggalkan mereka"
" bah kenapa pulak?"
bersambung...
__ADS_1