
Roni berjalan di lorong kampus. lalu tiba - tiba dia berhenti, sepertinya dia mendengar ada yang memanggil namanya.
" Ron...roniii"
suara itu makin keras, Roni pun melirik ke arah kanan dan ternyata benar. Lisa dan dua teman ceweknya sedang duduk di taman.
" ronn... sini Ron"
" wow, ndak di sangka - sangka ini namanya hehe. "
Roni yang terlihat senang berjalan menghampiri Lisa dan teman - temannya.
" Ron, kenalin nih temen aku, ini Rini dan ini kia."
" hai Ron" sapa Rini dan kia bersamaan.
" hai Rini, hai kia "
" eh makasih ya semalam udah bantuin belajar "
" ndak papa Lisa, itu hal yang sepele" dengan logat padangnya yang kental.
" orang Minang ya? " tanya Rini
" iya uni, eh iya Rini, kok tau?"
" yah, dia nanyak lagi Rin" bisik kia ke Rini sambil mereka tertawa.
" logatnya Ron " lalu mereka tertawa
" eh gimana kalau sebagai balasan nya kita jalan - jalan ke mall?"
" ha? aduh, ndak maksud menolak Lisa, tapi ambo ndak punya kendaraan ini."
" gampang kok, aku Bawak mobil " sambung Lisa.
mereka berempat akhirnya pergi ke mall. Rini dan kia terlihat sedikit menjauh dari mereka.
" Ki, apaan sih si Lisa pakek ngajak - ngajak si Roni ke mall, malu kan kalo temen - temen kita liat gimana?" tanya Rini ke kia
__ADS_1
" iya nih, tau deh si Lisa isi pikirannya apa. mana gayanya norak banget lagi."
" eh kita makan dulu ya? bakso disini enakkk bangettt... super enak deh" tanya Lisa ke mereka.
" iya, serah kamu aja deh, kita mah ngikut aja." jawab Rini.
Roni tampak mulai panik. memang Roni ada 200 ribu di kantongnya tapi.. itu untuk satu bulan ini, dan ini masih pertengahan bulan.
" gimana Ron? mau ya?"
" iya Lisa iya " jawabnya gugup
Roni semakin punya saat melihat harga - harga di menu makanan. benar - benar gila.
" disini itu enak banget deh baksonya, aku jamin deh, aku pesenin yah"
" awas Lo kalo gak enak" sambung kia
" liat aja ntar Ki "
lisapun memanggil salah satu pelayan dan mulai memesan.
" boleh deh" Rini dan kia
" iya Lisa, ndak papa " jawan Roni.
" 4 bakso sama 4 es teh ya mas."
" iya mbak, di tunggu ya" jawab pelayan itu
selagi kami berempat gobrol, Lisa ngeresa kebelet ke kamar mandi.
" Ron, kamu baru pertama ke mall ya? "
" iya ini Rin, baru ini ambo kesini. dingin juga ternyata ya"
" hahaha " mereka tertawa seakan geli melihat Roni
" kamu tau gak, adat di sini itu, kalo makan ya prianya yang bayarin, aku denger kamu hargain adat banget kan."
__ADS_1
" oh begitu ya? ya..yasudah ambo bayar nanti"
terlihat Lisa telah datang. sayangnya Lisa tidak sempat dengar apa yang mereka bicarakan. Lisa tidak tahu kalau temannya sudah menipu roni.
makanan pun datang, mereka mulai menyantap bakso. tapi roni masih menghitung total makanan ini.
" wow, ini beneren enak sih" Rini
" enak gila mah ini" kia
" benerkan? hahaha" Lisa
Roni masih terlihat pucat dan semangat makannya benar - benar hilang, karna dia tau bakalan dia yang bayar.
beberapa saat kemudian merekam telah selesai makan dan pelayan pun sudah tiba di meja mereka.
" berapa mas?" tanya Lisa.
" eh, gausa Lis, tadi si Roni bilang dia baru dapet rezeki, jadi dia mau traktirin kita nih. iya kan Ron? " tanya Rini
" i.i..iya Lisa, ambo saja yang bayar"
" jangan dong Ron, kan aku yang ajak kamu sih" Lisa benar - benar ngerasa gak enak.
" sudah Lisa, ndak papa. ini mas duitnya"
" yauda deh kalo gitu, makasi banyak ya Ron"
tapi dua teman Lisa sepertinya sudah terbiasa di bayarin. mendengar Lisa yang berterima kasih mereka cuman diam saja.
lisapun mengantar Roni sampai ke kos, sebagai balasan sudah bayarin makan.
" makasih ya Lisa"
" iya Ron, makasih juga ya, ntar kapan - kapan kita jalan lagi ya"
" iya Lisa"
Lisa pun pergi dan Roni masuk ke kamar kos dengan rasa prustasi.
__ADS_1