
hari sudah mulai sore. senja sudah datang seakan mengingatkan mereka untuk pulang. merekapun pulang.
" tidak singgah lagi kau Lisa? biar jumpa kau sama mamak rantau?"
" iya Lisa, ngobrol lah sebentar"
" gak usah deh, kapan - kapan aja, lagian ini udah malem banget, ntar papa marah lagi"
" kalo gitu, hati - hati kau"
" iya lisa, hati - hati ya"
" iya, makasih ya, daa"
"daa Lisa" jawab mereka berdua.
saat melewati rumah ibu kos mereka melihat ibu kos sedang menyiapkan makanan di meja makan.
" bah, makan enak lagi kita malam ini"
" iya Uda, sepertinya hehe"
dan ibu kospun melihat mereka yang sedang tertawa.
" kalian sudah pulang, ayok sini makan dulu"
" iya bundo"
" iya mamak"
sangat merasa beruntung mereka bisa kos di sini. selain tempatnya yang nyaman, mereka juga mendapat peran seorang ibu yang sangat baik.
" ayo makan nak, selagi panas"
" tak ada rendangnya ini mak?"
__ADS_1
" kamu ini bon, pikirannya rendang mulu deh, heran"
" biar makin pintar anakmu ini mak"
" sudah - sudah, makan dulu, ntar dingin lagi"
mereka pun makan dengan lahap. kali ini ibu kos memasak bayam untuk mereka.
" kalian darimana? kok lama pulangnya? yang ngantar kalian tadi siapa?"
" bundo lihat tadi kami diantar"
" lihat "
" kami dari pantai bundo"
" ha? ngapain?
" perayaan genk mak"
" Genk apa? kalian ini, jangan bandel - bandel dong"
" iya bundo, kami ndak bandel"
" nah kalo gitu coba cerita ke ibu "
" jadi gini bundo, si Lisa, dia masuk Genk kami, terus sebagai perayaan, kami minum es kelapa muda di pantai"
" Lisa? Lisa yang nipu kamu Ron?"
" ndak nipu dia bundo, kawannya yang jahat, si Lisa baik orangnya bundo"
" iya Mak, sudah mengobrol kami mak, jadi dia sebenarnya ngajak si roni biar bisa dekat sama kami berdua, senang dia lihat kami yang semangat kuliah"
" oh jadi hahaa bukan karna hati Ron? ibu kos mulai bertanya dengan sedikit menahan tawa.
__ADS_1
" bah, itu lah lagi Mak, kepedean kali anak mamak yang satu itu, dipikirnya lah karna suka si Lisa sama dia hahaha"
" ya ndak tahu juga kita uda, mungkin dia benar - benar suka sama ambo"
" hmmm kalian ini ya hahaha. sudah - sudah makan dulu deh"
merekapun melanjutkan makan dengan diam seperti perkataan ibu kos. tidak boleh makan sambil ngobrol.
setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar kos, membahas - bahas pelajaran masing - masing.
" Uda, bagaimana kalau kita nantinya ndak berhasil padahal kita sudah belajar keras?"
" kenapa pulak kau"
" cuman bertanya saja uda"
" ya, kalo gitu jangan la kau gagal"
" siapa uang mau gagal uda, tapikan bukan kita yang membuat takdir"
" bah, berat kali pertanyaan kau, sudah malam ini, yang ringan - ringan saja lah pertanyaan kau."
" ambo lagi bingung tentang itu uda"
" gampang itu Ron"
" bagaimana uda?" Roni bersiap mendengarkan penjelasan Boni.
" kalo aku gagal di kota ini, balek kampung lah aku, berkebun aku di kampung. kalo kau gagal ya balek kampung juga lah kau, buat warung nasi di kampungmu."
" hmmm kalo itu uda. ndak usah uda bilangpun sudah tahu aku."
"bah, jadi ngapain kau tanyak lagi?"
" ambo pikir ada saran uda yang lain"
__ADS_1
" bah, dia pulak marah, sudahlah.. mau tidur aku."
Boni lalu tidur, meninggalkan Roni yang masih kebingungan jika suatu saat dia gagal. apa yang harus dia lakukan. selama ia berpikir akhirnya dia lelah juga dan menyusul Boni yang sudah duluan tertidur.