
lega rasanya setelah menyerahkan semua tugas kampus. dunia kembali terasa terang.
itulah yang dirasakan Boni dan roni. Boni berdiri di parkiran kampus, menunggu Roni yang belum terlihat batang hidungnya.
" udaaa " sambil roni melambaikan tangan.
" bah, lama kali la kau ini, apa aja kerjaanmu?"
" maaf uda, tadi si Lisa minta ajarin sesuatu.."
" bah, tadi aku jumpa sama dia, kenapa gak di tanyak nya aku?"
" apa mungkin itu cuman trik dia uda? biar bisa dekat sama ambo? "
" bahh, jagan kau kepedean. udah la ah, udah lapar aku. "
" hehe ayok uda "
merekapun lalu berjalan. ingat saat kuceritakan tentang ibu kos, seorang yang cerewet tapi baik hati. itu benar, memang malam hari dia memarahi boni dan roni karna kesalahan mereka tapi.. dia tetaplah seorang wanita yang memiliki jiwa keibuan. pagi hari sebelum pergi kuliah ibu kos memanggil mereka. khawatir mereka tidak lagi memiliki uang jajan, ibu kos memberi mereka uang jajan. memang tidak banyak, tapi ya.. cukup lah buat sekali makan.
" Uda, lihat " sambil menunjuk salah satu warteg yang ada disamping mereka.
" ha? kenapa pulak ron? "
" penasaran ambo uda, sudah lama ambo liat - liat, selalu ramai saja warteg ini, gimana kalau kita makan disini saja uda?"
" boleh lah, asal nasi aja la hahaha."
merekapun memasuki warteg itu. duduk melihat apa yang akan mereka santap.
__ADS_1
" ha bu!! coba kasikan dulu aku jengkol ini, rindu berat aku makan jengkol"
" iya bang ucok "
" bah, bukan si ucok namaku, boni namaku bu"
" iya bang, kan biasanya orang batak di panggil Ucok hehe"
" pandai juga melawak ibu ini hahaha " sambil boni melirik ke arah boni.
" kalo ambo bu, pakek ikan saja "
" iya mas" jawab si ibu warteg
makanan telah datang dan kami bersiap untuk menyantap. mereka duduk di samping pria setengah baya. seperti biasa, tak butuh waktu lama buat mereka menghabiskan hidangan. setelah selesai makan, mereka masih duduk bersantai menikmati es teh yang telah datang.
" mahasiswa? " tanya pria itu mencoba melakukan percakapan dengan boni dan roni"
" kalian mau jadi apa lagi emang ? presiden udah ada, insinyur udah ada hahaha "
" ambo mau jadi pengganti nya uda!!. " jawab roni kesal pada pria itu.
" hahaha, aku punya anak juga mas, hampir sama la mungkin dengan usia kalian. tapi.. di tidak kuliah, aku menganjurkan nya bekerja saja."
" bah, kenapa bang? "
" kalian kuliah untuk apa?" dia balik bertanya.
" ya, supaya bisa la jadi orang sukses." boni pun menjawab kesal
__ADS_1
" sukses mencari uang? "
"iya" jawab mereka serentak.
" anak ku sekarang sudah menghasilkan uang. kuliah itu hanya memperlambat kalian menghasilkan uang. dan satu lagi, coba kalian lihat orang - orang terkaya, mereka rata - rata lahir dari kehidupan miskin dan tidak bersekolah. "
" tapi bang, yang kek orang itu 1 : 10.000. teruspun tinggi juga keberuntungan orang itu. nah, kalo aku gak kuliah terus aku gak seberuntung orang itu, mau jadi apa aku? kerja sama orang? gaji ku pastilah kecil. "
" kerja keras mas "
" tetap saja bang, harus ada keberuntungan juga, banyak itu orang yang kerja keras tapi gak sukses - sukses juga dia."
pria separuh baya itu mulai memikirkan apa yang dikatakan boni. tapi roni hanya diam, malas ikut dalam percakapan itu.
" apa yang mas dapat dari kuliah? " tanyak pria itu lagi
" ilmu " jawab Boni.
" ilmu gak kasi mas makan "
" bah, gini bang. memang kalo pakek uang bisa kami makan hati ini, tapi ya habis itu uangnya habis. tapi ilmu bisa kami gunakan untuk mencari uang dan bertahan seumur hidup. "
" darimana mas dapat teori itu? "
" itu kata sastra ternama bang, boni Sibarani.
mendengar perkataan boni, roni tampak cekikikan menahan tawa.
" Boni sibarani ? baru denger mas"
__ADS_1
" bahh abangg ini, masak gak tau, harus abang cari tahu tentang dia bang, orang terkenal itu"
" coba deh nanti aku cari tahu mas " lalu pria itu pergi meninggalkan mereka.