
"apaan sih lo nan main ambil tempat duduk orang aja"kesal mario yang hanya di balas tatapan tajam anan
"nih makan dari tadi belum makan kan"kata anan menyodorkan satu suapan sendok kemulut rania
rania tersenyum lalu membuka mulutnya menerima suapan anan amelia yang baru melihat pemandangan seperti itu pun mengerti bahwa di dalam persahabatan mereka ada benih benih cinta yang tumbuh namun tak mereka sadari hm sebenar nya cuman ananta aja sih yang gak sadar rania nya mah sadar banget
"pantesan rania bilang dia gak bakal suka vino ternyata di hati nya sudah di isi laki laki dingin ini"batin amelia menatap anan dan rania
"kenapa"tanya vino yang menyadari tatapan tak biasa dari amel ketika melihat anan dan rania
"eh"kaget rania
"hm mereka kelihatan manis"jujur nya pada vino
"ada yang lebih manis "kata vino menatap amelia
"apa"tanya nya amel malu malu
"kamu"jujur vino
"hah a a aku"gugup amelia
__ADS_1
"apaan sih nih mulut lemes banget gak bisa di ajak kompromi"batin vino
"ma maksud nya kaca mata lo manis lebih manis dari rania"tunjuk vino gugup pada rania
"lo sehat vin kaca mata aja lo bilang manis"sambar mario melihat gelagat aneh dari sahabat nya itu
"i i iya gue sehat kalian perhatiin deh kaca mata amel manis kan"kata vino meminta dukungan dari ke empat sahabat nya
"hm bilang aja vin kaca mata nya semanis orang nya "goda rania
"tau nih vino gengsi amat tinggal bilang manis"sambung mario
sementara ken hanya tersenyum tipis dan si balok es tetap lah dengan sifat nya yang dingin
"ya ampun vino kaca mata aja yang di bilang manis aku udah bahagia banget apa lagi kalo aku yang di bilang manis"batin amel berteriak senang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hari hari mereka lalui dengan canda dan tawa pertemanan amelia dan rania juga semakin baik dan ananta dia semakin perhatian terhadap rania sedang kan vino masih dalam tahap pendekatan dengan amel
hari ini rania tidak bersama ke empat laki laki itu hari ini dia lebih memilih menemani amelia dia ingin berbagi cerita tentang perasaan nya
__ADS_1
"mel mungkin gak yah anan suka gue"tanya rania pada amel
amel tersenyum menggengam punggung tangan rania"aku yakin kok ran semua orang juga bisa lihat kamu di perlakukan istemewa sama anan gak ada cewek yang diperlakukan anan selembut dan sehangat kamu"kata nya
"itu karena pasti dia suka sama kamu"lanjut amelia
"benarkah gue harap juga gitu"lirih rania
"sabar ran kamu masih punya waktu yang panjang untuk mengejar ananta "kata amelia menyemangati
"oh ya gimana kelanjutan lo ama vino"tanya rania membuat rona merah di pipi amel
"hm anu vino udah nembak aku tapi"kata amel malu malu
"tapi apa"tanya rania tak sabaran
"aku ngerasa gak pantes ran kita itu udah kaya langit dan bumi jauh beda vino anak orang kaya sedang kan aku aku cuma anak orang gak punya ran yang beruntung bisa sekolah dengan beasiswa"lirih nya membuat rania merasa iba
"gak ada kata gak pantas mel dalam suatu hubungan yang dimana orang itu saling mencintai "kata rania
"gue yakin vino juga bukan orang kaya gitu dia gak pernah mempermasalah kan tentang status sosial mel gue yakin 100%"ucap nya menghibur amelia
__ADS_1
"tapi kan tetap aja"protes amel
"mel lo fikir gue sahabatan ama mereka karena status gue lo salah mel gue gak kaya dan gue juga bukan anak orang ternama atau pun terpandang gue cuman anak yatim piatu yang beruntung kenal ama mereka "lirih rania