
"udahlah mending kita keperpus"kata ken menarik dua curut meninggalkan sepasang insan manusia yang tengah main suap suapan
sesampainya di perpus bukan nya belajar mereka malah bikin rusuh
"ih apaan sih lo ken bawa kita ke tempat yang paling kita hindari"teriak mario kesal
"tau nih ken bisa bisa kulit gue kerutan gara gara stress lo suruh baca apa yang gak kita pahami"teriak vino tak kalah kesal
"diam jika kalian tidak ingin belajar silahkan keluar mohon jangan membuat ribut di perpustakaan"usir guru penjaga perpustakaan yang terkenal dengan kegalakan nya
tiga orang laki laki tampan itu pun segera pergi meninggalkan perpus dengan rasa bahagia kecuali ken yang merasa kesal karena dirinya tak jadi belajar
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari hari berlalu seperti biasanya namun tidak bagi anan hari ini mood nya sedang tak baik
Biasa nya seorang anak akan bahagia jika orang tua nya pulang tapi itu tak berlaku pada anan dia sudah sangat Lelah melihat orang tuanya bertengkar setelah pulang dari perjalanan bisnis saling mencurugai selingkuh anan muak dengan semua itu
Disinilah dia berada dikearamain orang yang asik berjoget dan minum minum yang membuat orang kehilangan kesadaran ya anan sedang berada di bar ini juga pertama Kali nya anan menginjakkan kaki di tempat itu ini juga pertama kalinya dia meminum minuman beralkohol itu
"hiks hiks anan capek mah pah kenapa kalian selalu bertengkar"racau anan yang sudah mabuk
"kenapa kalian tidak bercerai saja"
"kenapa Kalian tidak pernah peduli padaku"
Dret drrtt ponsel disaku celana anan bergetar menampilkan nama rania dia segera menggeser icon berwarna hijau
"mengapa kalian menelantarkan ku"racau anan
__ADS_1
"hallo anan"kata rania dalam telpon
"kenapa kalian tidak punya waktu untuk ku"racau anan kembali
"anan Lo dimana"
"anan hey"kata rania
Tidak ada jawaban atau racauan lagi dari anan Karena dia sudah tak sadarkan diri Hingga rania mendapatkan kabar dari bartender bahwa anan ada di bar xxx
Dengan pakaian seadanya Rania bergegas menyetop taksi menuju bar itu sampai disana dia melihat anan yang Sudah tak sadarkan diri perlahan lahan Rania mendekat menyentuh pelan pundak anan
"anan"panggil rania lembut mata anan perlahan terbuka menatap Rania intens
"haha rania "racau nya masih belum sadar
"gak mungkin"kata nya tak percaya
"kita pulang yah "bujuk rania
"Rania Rania hiks hiks"racau anan lagi
"iya ini gue"kata rania menepuk nepuk punggung anan
"Rania hiks"anan langsung memeluk rania erat menangis dalam pelukan nya perlahan lahan Rania memapah nya membawa nya menuju taksi dan sampai lah mereka menuju apartment
Rania membaringkan anan dikasur king size nya tiba tiba anan memuntahkan yang ada didalam perut nya mengenai baju nya dan juga rania
Hoek
__ADS_1
Hoek
Hoek
"astaga anan"kesal rania
"lo itu nyusahin banget sih "kesal rania menyeka bekas muntahan anan
"tapi gue rela kok ngerawat Lo kaya gini"kata rania mengelus lembut kepala anan
"astaga hampir aja lupa kabarin tante maya"
Maya adalah ibu kandung dari anan Maya menelpon Rania menanyakan anan ada dimana Karena anan kabur dari rumah
"assalamualaikum tan"sapa rania dibalik telpon
"waalaikum salam sayang"jawab tante maya
"tan anan Sama aku di apartment dia mabuk"kata rania
"astaga anak itu yaudah bentar lagi tante kesana"kata maya
"gak usah tan yang ada nanti anan gak mau pulang biar Rania aja yang jagain entar rania coba bujuk anan juga biar mau pulang"ujar rania
"makasih yah sayang tante titip anan kapan kapan kita ketemuan yah"ujar maya
"iya tan rania tutup dulu telpon nya assalamualaikum"ucap nya
"waalaikum salam"
__ADS_1