
hari yang dinantikan rania akhirnya datang juga hari pertama nya bekerja di perusahaaan J company
gadis itu nampak cantik dengan pakaian formal rambut panjang nya tampak mempesona ketika dibiarkan terurai tidak lupa make up tipis natural menghiasi wajah nya
rania menatap cermin di depan nya senyum manis tersinggung di bibir nya membuat semakin sempurna penampilan nya
tiba tiba terlintas dipikirannya tentang ucapan amelia kemarin padanya
satu nama yang membuat dunia nya berubah nama yang bahkan tak pernah terucap di bibir gadis bernama rania itu selama tujuh tahun terakhir
A-N-A-N-T-A
benarkah dia belum bisa melupakan laki laki itu hingga saat ini?
rania menepuk pelan pipi nya agar dia sadar dari lamunan nya
sekali lagi dia menatap lekat wajah nya di depan cermin sudut bibir nya terangkat membentuk sebuah senyuman manis
dengan tekad yang bulat rania meyakinkan dirinya bahwa dia tidak memiliki perasaan apapun terhadap laki laki itu walau pun hanya sedikit
drtttt handphone nya bergetar pertanda ada panggilan masuk
dilirik nya sekilas layar handphone nya dengan cepat rania mengangkat panggilan telpon itu
"morning sweety"suara serak basah yang sangat rania kenal terdengar dari handphone itu
"morning"sahut rania sambil memasangkan sepatu hak tinggi di kaki nya
__ADS_1
"bagaimana kabar mu sweety"tanya pemilik suara serak basah itu
"baik"
"jangan berbasa basi liam katakan intinya"ucap rania
"i miss you sweety"ucap laki laki yang berstatus tunangan rania
" i miss you too liam"balas rania bergegas pergi meninggalkan apartement nya
"aku ingin mengatakan sesuatu"ungkap liam
"nanti saja "jawab rania tergesa gesa
"aku berangkat kerja bye bye "ucap rania langsung mematikan handphone nya
rania berlari tergesa gesa keluar dari apartement nya melangkah menuju basement apartement
hampir 30 menit waktu berlalu namun rania tak kunjung sampai jalanan ibu kota yang di padati banyak nya kendaraan membuat lalu lintas terhambat kemacetan
"sial"umpat rania dalam hati
tentu saja itu adalah sebuah kesialan bagi rania karena hari ini adalah hari pertama nya masuk kerja sebagai sekertaris pengganti
"padahal gue harus membuat kesan yang baik di pertemuan pertama tapi malah macet!"kesal nya
"sial sial sial"umpat rania frustasi
__ADS_1
"gue harus gimana "tanya rania pada diri nya sendiri
20 menit kemudian.....
dengan kesabaran yang sudah di ambang batas rania melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh membelah kemacetan jalanan ibu kota
dan pada akhirnya rania telah berdiri tegak di depan perusahaan J company
rania berjalan dengan langkah mantap jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya di karena kan rasa gugup menghampiri nya
semua mata tertuju pada rania yang tampak cantik dan mempesona
gadis itu melanjutkan langkah nya dengan pelan sembari tersenyum canggung dengan penuh rasa gugup di hati nya yang sampai saat ini belum juga kunjung hilang
tiba tiba perasaan tak enak menghampiri hati nya
"kenapa perasaan gue gak enak yah"gumam rania pelan
dengan perasaan was was rania melanjutkan langkah nya dan kini perasaan nya semakin kacau detak jantung nya berdebar tak karuan
dengan perasaan campur aduk rania mengetuk pintu ruangan CEO
"permisi"ucap rania sopan
"masuk"sahut suara bariton yang sangat familiar dari dalam ruangan
"deg"
__ADS_1