Rasa Itu Masih Sama

Rasa Itu Masih Sama
episode 7


__ADS_3

Kediaman adiwijaya


Anan dan rania tengah duduk diruang keluarga dihadapan ke dua orang tua nya anan sama sekali tak ingin mentap orang tua nya paling juga dimarahi itulah yang ada di pikiran anan


Namun sebalik nya bukan ceramah atau makian dari orang tuanya melainkan pelukan hangat dari ibu nya dan permintaan maaf dari ayah nya


"maafin mama yah anan mama belum bisa jadi orang tua yang baik bagi kamu"kata maya menangis haru dalam pelukan putra nya


"maafin papa juga yah nak Papa terlalu sibuk hingga mengabaikan mu Papa bahkan tidak tau sejak kapan putra Papa tumbuh dewasa"kata bimo ayah anan dengan mata yang sudah berkaca kaca terlihat jelas di mata renta nya ada penyesalan yang teramat dalam


"maafin anan juga ya ma pa anan belum bisa jadi anak yang baik buat kalian"seru anan dengan lirih


"iya sayang"


Mereka bertiga berpelukan haru senyum yang begitu tulus terbit di wajah cantik Rania dia bahagia sungguh


Andai saja dia masih punya orang tua pasti dia juga akan mendapat kan pelukan hangat dari mereka

__ADS_1


Maya yang melihat Rania tersenyum tulus namun tanpa di sadari air mata Rania juga keluar tanpa dia minta


Maya melepas pelukan keluarga lalu berjalan kearah rania memegang lembut pergelangan tangan nya membawa nya menuju bimo dan anan


"kenapa menangis sayang ada tante dan om kamu sudah om dan tante anggap seperti putri kami sendiri jadi anggap tante dan om sebagai orang tua kamu juga yah"kata Maya dengan lembut mengusap pelan rambut pendek rania


Rania langsung memeluk erat maya tangis nya pecah tak tertahan kan lagi dia terharu meski tak punya orang tua masih banyak orang yang menyayangi nya


"anan kamu sangat beruntung loh punya sahabat seperti rania jangan pernah kamu lepasin sahabat kaya gini"ucap Maya menasehati


"iya ma mana mungkin anan lepasin sahabat kaya rania"ucap anan tersenyum hangat


"iya ma Papa setuju aja"kata bimo membenarkan ucapan istri nya sementara Rania wajahnya Sudah memerah seperti kepiting rebus


"ih pa ma apaan sih Rania aja udah gak kaya cewek mau mama jadiin dia mantu yang ada nanti dia botak hahahahha"ucap anan di iringi tawa mengejek nya


"anan apa kalau gue dandan kaya cewek lo bakal ngelirik gue"batin Rania bertanya

__ADS_1


"yaudah om tante rania pamit pulang dulu yah "pamit nya


" sayang bisa ikut tante bentar"panggil maya pada rania


"iya tan"


kedua wanita berbeda umur itu meninggalkan ayah anak yang sedang mencoba mengakrabkan diri


maya membawa rania ke atas tepat nya ke kamar anan yang jarang sekali anan tempati


kamar dengan nuansa berwarna hitam itu menjadi pilihan anan sebagai kamar nya


tidak banyak barang di kamar anan hanya tempat tidur sofa lemari tv dan beberapa alat lain nya namun yang menjadi fokus rania adalah foto foto yang menempel di dinding kamar itu


semua foto itu adalah foto kebersamaan mereka berlima sedari kecil dan foto foto mereka sekarang


namun penglihatan rania mengarah ke beberapa foto yang menampakkan anan menggendong nya dari belakang

__ADS_1


anan yang mencubit pipi nya dengan gemas


dan foto ketika anan membonceng rania dengan sepeda kesayangan mario yang mereka ambil diam diam


__ADS_2