Rasa Itu Masih Sama

Rasa Itu Masih Sama
episode 18


__ADS_3

sepulang sekolah ananta bergegas ke apartement rania


anan menekan beberapa angka pintu apartement pun terbuka suasana nya sepi tak nampak sosok yang di cari anan


rania tertidur ketika memejamkan mata nya nya yang tak henti henti nya menangis setelah ken mengantar kan nya


ananta berjalan perlahan menuju kamar gadis itu di lihat nya rania yang tertidur membelakangi nya anan berjalan mendekat kearah tempat tidur rania dia duduk memandangi mata sembab rania


"maafin gue ran harus nya gue gak ngetawain lo"gumam ananta pelan


"lo gak perlu dandan ran lo cantik apa ada nya "ucap nya memandangi wajah mulus rania


"lo suka seseorang yah harus nya lo bilang gue bisa bantuin lo untuk dapetin orang itu lo gak perlu permaluin diri sendiri untuk menarik perhatian orang yang lo sukai"ucap ananta masih bergumam pelan takut rania terbangun


"satu kata buat lo ananta bodoh"gumam pelan seseorang dari balik pintu kamar rania


"dia emang bodoh jelas jelas rania dandan buat dia malah nyangka rania suka orang lain"sambung seseorang yang ikut mengintip


"vino"kaget mario melihat sahabat nya berada di belakang nya dan ikut mengintip


"kenapa"tanya vino


"ngapain lo disini"kata mario


"kalo lo sendiri ngapain "vino balik tanya


"gue khawatir sama rania maka nya gue ke apartemen nya dari tadi tuh anak gak bisa di hubungi tau tau nya malah tidur"ucap mario

__ADS_1


"gue juga sama karena khawatir maka nya kesini"kata vino


setelah mengintip beberapa saat akhir nya vino dan mario memutus kan pulang karena melihat ananta menunggu rania yang sedang tidur


2 jam kemudian


rania membuka mata nya lalu bangun tanpa melihat ke samping nya


"hoam"rania menguap lalu menggeliat kan badan nya khas orang bangun tidur


rania menoleh kesamping mencari handphone nya yang berada di atas nakas lalu tatapan nya terkunci pada seorang laki laki berkaos hitam lengan pendek yang sedang menatap nya


"anan"ucap rania setengah sadar


"hm"dehem ananta mencair kan suasana


"ran ini gue"panggil anan menyentuh pergelangan tangan rania


"anan"ucap rania kaget yang sudah terlambat


"iya ini gue"kata ananta


"maaf ran gue seharus nya gak ngetawin lo maaf"lirih ananta menundukkan pandanagan nya tak sanggup menatap gadis di hadapan nya


"gak masalah"kata rania tersenyum tulus namun tanpa di sadari sudut mata rania hampir mengeluarkan air mata


anan mendongak menatap rania yang tersenyum ke arah nya "beneran ran lo gak marah ama gue "tanya anan tak percaya

__ADS_1


"iya" ucap rania singkat


"kalo lo gak marah kenapa lo pergi dari kelas ran "tanya ananta menatap rania


"gue malu ogeb"ketus rania tersenyum sendu


"gue fikir lo marah ran "lirih anan


"gak kok"bantah rania


"emang tampilan gue kaya badut jadi pantes ajakan di ketawain"kata rania


"iya "kata anan


"oh ya ran bentar lagi kan ultah gue nah tadi gue udah undang aluna ke pesta gue ntar gue minta bantuan kalian yah ken vino mario dan lo"ucap anan


"kenapa harus ada nama aluna di pembicaraan kita berdua nan"batin rania


"oh mau bantuan apa "tanya rania mengalihkan pandangan nya menahan sesak di dadanya


"besok gue kasih tau kalian gue mau pulang dulu bentar lagi malam"ucap ananta


"besok gue jemput lo "sambung anan lagi


rania tersenyum tipis mendengar perkataan terakhir anan


pada dasarnya ananta tak pernah menghapus rania dari hati nya atau pun melupakan nya bukti nya laki laki itu masih mengingat untuk menjemput dan minta maaf pada nya

__ADS_1


__ADS_2