
gadis itu maju sedikit lalu tersenyum manis
"hai semuanya salken namu aku aluna septiani"kata nya dengan suara lembut
mata anan terpaku pada sosok gadis yang berdiri di depan tiba tiba jantung nya berdetak kencang
dia terpesona melihat senyuman gadis itu rania yang menyadari tatapan anan merasakan sesak di dadanya terlebih lagi ketika ananta meminta nya berpindah tempat duduk kenzo juga menyadari tatapan ananta dan melihat kesedihan di mata rania
"ran lo pindah dong tempat duduk nya"usir ananta
"tapi nan"protes rania
"please ran"mohon ananta
kenzo tersenyum kearah rania mempersilah kan gadis tomboy itu duduk di samping nya
"ok aluna kamu duduk"kata kepsek mencari kursi kosong
"di samping ananta lanjutkan pelajaran kalian bapak akan ke luar"lanjut kepsek
gadis rambut gelombang dengan poni itu berjalan mendekat kearah kursi ananta lalu gadis itu duduk sembari memberi kan senyuman manis pada ananta
__ADS_1
"apakah aku boleh duduk"tanya nya
"silahkan "kata ananta tanpa keberatan sedikit pun biasa nya dia tidak suka ada orang yang duduk di samping nya selain rania gadis tomboy itu
"aluna septiani"ucap gadis itu mengulurkan tangan nya
sambil tersenyum ananta membalas uluran tangan gadis di samping nya"ananta adiwijaya panggil aja anan"kata nya membuat rania melongo tak percaya dengan penglihatan dan pendengaran nya
pasal nya hanya rania ken vino dan mario juga orang terdekat nya saja yang boleh memanggil nya anan dan sekarang dia dengan suka rela nya menyuruh seorang gadis memanggil nya dengan nama itu
ken melihat arah tatapan rania lalu ken menepuk pelan bahu gadis yang baru saja duduk di samping nya itu
"rania"panggil ken
"istirahat nanti temenin gue ke perpus yah"pinta kenzo
"tapi kan anan"kata rania
"yaudah gak papa"maklum ken
jam istirahat
__ADS_1
anak anak berhamburan keluar kelas rania hendak mengajak anan ke kantin namun dia di dahului gadis bernama aluna itu dan gadis itu langsung akrab dengan sahabat sahabat nya mario serta vino
ada perasaan sesak di hati rania ketika melihat semua itu dia merasa seolah olah tempat nya sudah tergantikan dengan aluna septiani gadis cantik berambut panjang kulit putih badan tinggi dan langsing bak seorang model dan dia seorang siswi berprestasi dibandingkan dengan rania tentu saja dia berada jauh di bawah aluana
"eh ran lo gak ikut ke kantin"tanya mario
"eh gak usah gue mau nemenin ken ke perpus "ucap rania tersenyum paksa
"tumben biasa nya lo gak mau ke perpus"ucap vino
"ah iya kan bentar lagi ujian"bohong rania
"udah lah biarin aja mending kita kenalin aluna sama lingkungan sekolah ini kan dia belum tau"kata ananta berlalu pergi menggandeng tangan gadis itu
rania terpaku menatap kepergian mereka dadanya sungguh terasa sesak suara ken membuatnya menghapus cepat air mata nya yang sudah keluar
"jadikan ke perpus nya "tanya ken
"iya jadi"kata rania sembari tersenyum menutupi rasa sakit di hati nya
di perpus ken sedang fokus membaca namun rania sama sekali tak bisa fokus dia terus berfikir bagaimana cara nya agar anan menyukai nya
__ADS_1
"ya mungkin jika gue dandan kayak cewek anan bakal ngelirik gue dia hanya suka melihat aluna yang tampil cantik dan feminim"batin rania merasa yakin